Organic cotton juga membantu mengurangi rasa pengap, terutama saat menstruasi datang bersamaan dengan cuaca panas atau aktivitas padat.
Sensasi adem ini bisa jadi solusi buat kamu yang punya kulit sensitif atau gampang ruam saat haid.
BACA JUGA:Jamaah Indonesia Wukuf di Arafah Hari Ini, Apa saja Kegiatannya?
Emisi Turun hingga 30%, Langkah Nyata Kurangi Jejak Karbon
Salah satu gebrakan penting dari produk ini adalah: perhitungan jejak karbon atau carbon footprint (CFP). Ini bukan hal yang sering kita dengar dari produk pembalut, tapi penting banget.
Perhitungan CFP melihat berapa banyak emisi gas rumah kaca (seperti CO2) yang dilepaskan sepanjang siklus hidup produk—dari bahan baku, produksi, sampai pembuangan.
Hasilnya? Produk ini bisa menurunkan jejak karbon sebesar:
-15% per lembar (ukuran 23 cm)
-18% per lembar (ukuran 29 cm)
Bahkan saat hanya melihat proses pengadaan bahan baku saja, angkanya bisa turun sampai -30% dan -32%.
Ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi tetap layak ditinggali, dan itu dimulai dari hal sederhana seperti pilihan pembalut.
BACA JUGA:Alhamdulillah! Saldo DANA Gratis Total Rp954.000 Ditransfer ke Dompet Elektronik Kamu Pagi Ini
Kata Syifa Hadju dan Aktivis Lingkungan
Aktris muda Syifa Hadju, yang menjadi brand ambassador CHARM, juga menyuarakan pentingnya memilih produk yang nggak cuma nyaman tapi juga ramah lingkungan.
“Sebagai perempuan generasi muda, aku sangat meyakini bahwa kita semua bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Itu sebabnya aku merasa nyaman dan tenang menggunakan Charm Bio Materials Organic Cotton Type—karena bukan hanya cegah bau dan lembut di kulit, tapi juga ramah lingkungan dan aman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Veronika Krasnasari, influencer dan aktivis lingkungan, mengatakan bahwa pemilihan produk ramah lingkungan sangat penting karena membantu mengurangi dampak negatif terhadap alam.
Mungkin kamu bertanya, “Emang sepenting itu, ya, pembalut ramah lingkungan?” Jawabannya: iya, sangat penting.
Di Indonesia, jutaan perempuan menggunakan pembalut sekali pakai setiap bulan. Sebagian besar dari pembalut itu berakhir di tempat sampah dan butuh ratusan tahun untuk terurai jika mengandung plastik.