Skuad garuda kalah dari Jepang tim terbaik Asia yang bahkan pemain lapisnya pun juga banyak yang main di Eropa.
Ditambah kehadiran Kubo, Endo, Kamada, tiga pemain yang ibarat levelnya sudah tier satu Eropa.
BACA JUGA:Aduh! Baru Babak Pertama Indonesia Kebobolan 3-0 dari Jepang
Diakui Timnas Indonesia masih dua level dibawah Jepang.
Sebagai bahan evaluasi di luar dari perbedaan level serta Jepang yang memang mainnya keren banget, tapi secara umum Timnas Indonesia pun juga terlalu banyak melakukan individual error.
tidak cuman itu, koordinasi dari lini tengah kemudian terlalu mudah dilewati satu lawan satu Itu juga harus jadi catatan Patrick Kluivert.
Namun sungguh disayangkan di laga ini, Kevin Diks mengalami cedera terlalu cepat, Kemudian Yakob Sayuri yang menggantikan juga ikutan cedera.
Bahkan langsung dibawa ke rumah sakit karena punggungnya kena lutut pemain Jepang mirip cedera yang dialami Neymar pada Piala Dunia 2014.
BACA JUGA:Gegara Kebijakan Trump, Iran Terancam Tanpa Suporter di Piala Dunia 2026
Selain itu rotasi yang diinginkan Patrick Kluivert juga tidak jalan karena kembali lagi kesenjangan kualitas itu nyata adanya.
Jika dilihat dari proses gol-gol Jepang, sebagian besar memang datang dari umpan kombinasi, serta skill individu.
Di mana artinya yang harus dipelajari adalah menguatkan koordinasi pertahanan Timnas Indonesia ketika melawan tim dengan modelan main seperti ini.
Karena harus diakui selain Jepang di grup C ini, kebanyakan tim main yang tidak sekencang itu.
Bahkan Bahrain, Australia, China hingga Arab Saudi, Mereka bermainnya lebih direct serta sukanya Crossing.