Venezuela Kanada

Venezuela Kanada

Ilustrasi Venezuela--

Seluruh raksasa migas diundang ke Gedung Putih: Selasa kemarin. Temanya: Velezuela. Yakni bagaimana agar minyak Venezuela bisa secepat mungkin ditarik dari perut buminya.

Maksudnya: agar uang hasil minyak itu bisa segera untuk Amerika Serikat, perusahaan minyak Amerika dan untuk rakyat Venezuela.

Presiden Donald Trump membuka acara dengan pamer proyek ballroom di komplek Gedung Putih: yang kalau sudah jadi kelak akan menjadi ballroom terbesar dan terhebat di dunia --ia biasa bicara serba ”ter” seperti itu.

Di depan para CEO minyak itu, Wakil Presiden JD Vance memuji kepemimpinan Trump setinggi langit: hanya Trump yang bisa melakukan operasi begitu besar di Venezuela: tanpa satu pun tentara Amerika kehilangan nyawa.

Wapres duduk di kanan Trump. Di sebelah kirinya: Menlu Marco Rubio --yang juga menyanjung Trump setinggi sanjungan yang diberikan wapres. Dua tokoh itu sendiri akan bersaing di Pilpres tiga tahun lagi. Utamanya manakala Trump tidak bisa nyapres kali ketiga.

Venezuela adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Harus diamankan Amerika.

"Saya tidak mau Tiongkok dan Rusia di sana," ujar Trump. Mereka boleh dapat minyak Venezuela hanya sebatas sebagai pembelinya.

Dengan menguasai Venezuela, terjaminlah pasok energi Amerika. Dalam jangka yang sangat panjang. Amerika menjadi yang terkuat cadangan energinya di dunia.

Trump lantas seperti mengabsen satu per satu para CEO itu: kapan mulai menggarap minyak Venezuela. Seolah Venezuela sudah menjadi negara bagian AS ke-52 --dengan ke-51-nya Kanada.

CEO Chevron diminta yang pertama bicara. Chevron sudah beroperasi di Venezuela sejak tahun 1940-an. Karyawan lokalnya mencapai 3.000 orang. Pun dalam keadaan krisis ekonomi berkepanjangan di Venezuela, Chevron tetap bertahan di sana.

Maka Chevron tidak perlu menjelaskan kapan mulai. Exxon mendapat giliran berikutnya. Lalu Conoco Philips. Dan seterusnya. Intinya: mereka sudah siap memompa minyak di Venezuela.

Saya pun menduga-duga: dengan menguasai Venezuela Trump sedang cari terobosan terbesar untuk mengatasi kesulitan mendasar Amerika.

Anda sudah tahu: Amerika menyimpan sakit kanker yang berat. Utang negara itu kini mencapai USD38 triliun. Utang itu masih naik terus. Tak peduli siapa pun presidennya. Saat partai Republik pegang kuasa, utang itu meningkat. Pun ketika partai Demokrat yang pegang kuasa ya sama saja.

Padahal semua orang tahu: utang itu akan meledak pada saatnya. Tinggal tunggu waktu.

Untuk sementara Amerika memang masih bisa mengatasi dengan cara terus menambah utang. Tapi ada waktunya kelak: Amerika runtuh karena utang.

Tentu Amerika tidak mau runtuh. Trump sangat jeli. Juga sangat sadar cara di film cowboy bisa diterapkan. Venezuela dikuasai. Minyaknya bisa dipakai mengatasi sakit kankernya.

Kalau cara itu berhasil Trump akan dicatat sebagai presiden terhebat di Amerika --bisa mengatasi utang yang fantastis itu. Soal cara memang akan dicatat sebagai "kejahatan" sejarah. Tapi kemampuannya menyelamatkan Amerika dari kanker stadium empat akan lebih diingat.

Apalagi Trump punya alasan pembenar: toh kekayaan minyak Venezuela itu, selama ini terbukti tidak bisa memakmurkan rakyatnya.

Soal caranya menguasai Venezuela kita semua pasti mencela. Tapi itulah cara terbaik bagi Amerika untuk keluar dari bom waktu: kuras minyak Venezuela.

Kalau ternyata kurang: masih ada Iran.

Bisa saja Trump menyalahkan Kanada: gara-gara Kanada tidak mau dijadikan negara bagian ke-51, Amerika "terpaksa" menyerang Venezuela. Gajah AS dan gajah Kanada bertikai pelanduk Venezuela yang mati.

Bisa saja sebenarnya Kanadalah yang diincar: negara ini kaya raya dengan energi. Tapi memang lebih sulit. Menundukkan Venezuela lebih mudah.

Dengan mengerahkan para raksasa minyak dunia ke Venezuela, Trump seperti ingin mengatakan: Amerika kini benar-benar tidak memerlukan Kanada.

Bahkan Amerika menilai Kanada itu sangat tergantung ke Amerika. "Kanada bisa hidup karena Amerika," ujar Trump pekan lalu.

Di mata Amerika, Kanada memang kecil. Penduduknya hanya sama dengan satu negara bagian California: sekitar 40 juta. Pun kekuatan ekonominya: satu negara Kanada hanya separo kekuatan ekonomi California. GDP California USD4,5 triliun. Kanada USD2,2 triliun.

Karena itu Trump sangat pede Kanada akan sangat kesulitan tanpa Amerika. Selama ini di minyak mentah saja Kanada kirim 4 juta barrel ke Amerika. Lewat pipa. Untuk diolah di berbagai negara bagian di Amerika.

Ekspor Kanada terbanyak juga lewat pelabuhan Amerika. Itu karena infrastruktur antara Kanada-Amerika sudah seperti di satu negara.

Tapi Kanada sudah membuat keputusan: tidak mau lagi tergantung kepada Amerika. Kanada akan membangun sendiri pelabuhan-pelabuhan besar. Lalu jalan kereta api barang menuju pelabuhan itu. Dari pelabuhan itu barang Kanada akan langsung dikirim ke Asia --Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Boleh dikata Kanada akan mengalihkan sebagian besar kegiatan ekonominya ke dalam negeri. Berarti Amerika akan kehilangan banyak sekali perputaran ekonomi.

Tak terbayangkan hubungan Kanada-Amerika bisa begitu berubah drastis. Perang dagang terbesar tidak lagi Amerika-Tiongkok. Sudah beralih ke tetangga sendiri.

Bagi Amerika kehilangan Kanada yang cerewet tidak apa. Ia sudah dapat ganti yang lebih patuh: Venezuela.

Masalahnya tidak hanya kehilangan. Mungkin harus berantem. Anda pernah mengalami: berantem dengan tetangga sendiri memang lebih asyik. Apalagi di sana tidak ada ketua RT yang bisa mendamaikannya.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 28 Januari 2026: Board Manual

alasroban

Dia gajah lagi bertarung, gajah yg di tengah menjadi korban. Mumet ora kowe son :) Yg bertarung dua gajah. Tapi kenapa ada gajah di tengah. Wkwkwkwk

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BOARD MANUAL, BUKU SAKTI YANG SERING JADI BUKU DOA.. Lucu ya. Di BUMN ada kitab suci bernama board manual. Semua direksi dan komisaris wajib tahu. Tapi tiap masuk pengadilan, kitabnya mendadak ghaib. Seperti buku nikah yang hilang saat sidang cerai. Semua pernah punya. Tidak ada yang bisa menunjukkan. Padahal di situ jelas. Mana urusan direksi. Mana wilayah komisaris. Mana yang wajib minta restu. Mana yang cukup bilang, “Pak, kami jalan ya.” Kalau batasnya pakai persentase aset, ya tinggal dihitung. Ini Pertamina, bukan warung bensin eceran. Yang bikin menarik justru dramanya. Ada laporan. Ada tuduhan lalai. Ada istilah business judgment rule yang mendadak seperti bahasa planet lain. Lalu muncul aroma konflik pucuk pimpinan. Kalau benar dua gajah berantem, rumput memang yang gepeng. Masalahnya ini rumputnya manusia. Humornya pahit. Keputusan bisnis bisa dipenjara. Kerugian dihitung saat harga jatuh. Untung saat harga naik seperti tidak ikut rapat. Kontrak masih jalan sampai 2037, tapi vonis sudah duluan finish. Mungkin memang sudah saatnya board manual tidak cuma jadi pajangan rak direksi. Atau jangan-jangan selama ini cuma dibaca saat pelantikan. Habis itu disimpan rapi. Bersama niat tata kelola yang baik.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KEPLEK STOP, TAPI SIAPA BERANI STOP DRAMA? Baca CHD hari ini saya juga tertarik ke cerita “Keplek Stop!”. Semua pegawai boleh menghentikan pekerjaan kalau lihat bahaya. Keren. Budaya safety naik kelas. Nyawa lebih penting dari target produksi. Ini lompatan peradaban di perusahaan migas. Tapi kok ironis. Di lapangan orang boleh teriak “Stop!” demi keselamatan. Di ruang rapat, siapa yang berani teriak “Stop!” demi tata kelola? Atau demi akal sehat bisnis? Tombol darurat ada di helm proyek. Tidak ada di meja direksi. Keplek itu simbol keberanian bawahan menghentikan risiko fisik. Tapi risiko keputusan miliaran dolar? Itu sering jalan terus. Semua diam. Takut dibilang menghambat. Takut dianggap tidak solid. Ujungnya kalau ada apa-apa, yang duduk di kursi operasional yang duluan diperiksa. Budaya keselamatan seharusnya tidak berhenti di kilang dan rig. Harus naik ke lantai atas. Ke ruang direksi. Ke ruang komisaris. Harus ada juga “Keplek Stop Manajemen”. Siapa pun boleh bilang, “Tunggu. Ini sudah sesuai aturan belum? Sudah cukup hati-hati belum?” Kalau tidak, kita cuma hebat menyelamatkan orang dari ledakan. Tapi gagal menyelamatkan orang dari ledakan perkara. Yang satu bunyinya “boom”. Yang satu lagi bunyinya palu hakim. Keduanya sama-sama bikin karier rontok.

DeniK

di perusahaan besar yang melaksanakan sefety rule dengan ketat , ada yang namanya "golden Rules" . jangan coba untuk melanggar sangsinya tegas . pelanggaran pertama dan terakhir SP 3 ,pelanggaran kedua PHK . ada juga yang pelanggaran pertama langsung PHK . seperti permainan main bola 2 kali kartu kuning langsung kartu merah . ada juga yang kartu merah langsung . sebenarnya ini bentuk kepedulian perusahaan kepada karyawan nya karena resiko kerja yang tinggi ,namun banyak karyawan yang tdk nyaman kalau ada safety officer sedang patroli .

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BEGITU DILANTIK, BOD DAN ATAU BOC HARUSNYA LANGSUNG BACA BOARD MANUAL DAN AD/ART.. Begitu dilantik, jangan cuma hafal ruang kerja dan parkiran. Yang pertama dibaca harus: 1). AD/ART dan 2). Board manual. Itu bukan dokumen pajangan. Itu peta ranjau. Salah langkah bisa meledak belakangan. AD/ART itu konstitusi. Isinya garis besar kekuasaan. Siapa boleh apa. Siapa tidak boleh sok kuasa. Jangka panjang. Tidak gampang diubah. Jadi fondasi. Kalau ini saja belum paham, seperti jadi kapten kapal tapi tidak tahu arah utara. Board manual lebih teknis. Ini buku resep hubungan direksi dan komisaris. Kapan harus lapor. Kapan harus minta persetujuan. Batas nilai transaksi. Alur komunikasi. Detail begini yang sering bikin orang terpeleset. Bukan niat jahat. Cuma tidak baca footnote. Masalahnya banyak yang baru buka dua dokumen itu saat sudah diperiksa. Sudah telat. Ibarat baca buku K3 setelah kebakaran. Lengkap. Jelas. Tapi gedungnya sudah hangus. Padahal membaca di awal itu bukan soal rajin. Itu soal selamat. Selamat jabatan. Selamat reputasi. Dan kadang, selamat dari ruang sidang.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Sebuah masalah dalam diri kita karena kita menganggapnya masalah. Seandainya masalah dianggap bukan masalah, terus masalahnya dimana? Contoh, punya suami galak. Marah marah melulu. Kata katanya menyakitkan hati. Terus istrinya berpikir bahwa suami galak merupakan anugerah. Mengapa? Karena si istri berpikir bahwa dia dapat mengamalkan ciri ciri penduduk surga nomor 7, yaitu menolak kejahatan dengan kebaikan. Seperti yang disebutkan di Al Qur'an surah Ar ra'du ayat ke 22, diakhir ayat, '..... Dam mereka yg menolak kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yg akan mendapatkan kesudahan yg baik." Setiap si suami marah marah, sebenarnya si istri sakit hatinya, tapi dia berjuang berpikir sambil menyemangati dirinya, demi ridhoMu, ya Allah, kurela berkorban jiwa raga, demi ridhoMu, akan ku seberang lautan berapi. Terus si istri membalas dengan hal hal yg baik kepada suaminya. Inilah ladang amal kebaikan, menolak kejahatan dengan kebaikan, pikir si istri dengan hati yg damai. Jadi itulah sebuah masalah yg di manage menjadi bukan masalah. Pertanyaannya masalahnya dimana? Renungan pagiku.

Jokosp Sp

Penyebab tingginya angka kecelakaan apalagi sampai fatality, mungkin yang membedakan adalah masalah ketat dan tidak ketat dalam penerapan dan pengawasannya. Pekerja selain wajib memiliki dan memakai Mine Permit, juga memakai perlengkapan APD standar. Wajib diinduksi ulang setiap datang dari cuti. Hal ini untuk merefresh tentang keselamatan dan perkembangan lapangan yang biasanya sudah sangat berubah dari kondisi awal. #Keselamatan adalah hak dan kewajiban setiap pekerja

okosp Sp

Di swasta dikenal dalam instrumen utama menyetop pekerjaan beresiko tinggi adalah Stop Work Authority (SWA). Dan ini sudah sangat lama. 30 thn saya sudah berkutat dengan ini. SWA bisa dalam bentuk kartu yang bisa dipasang di area/ tempat yang kode AA dan harus diperbaiki segera kurang dari 12 jam. SWA memberikan hak dan kewajiban bagi setiap pekerja untuk menghentikan operasional jika menemukan kondisi/ perilaku tidak aman. Beberapa instrumen teknis dan prosedur keselamatan : 1. SWA (Stop Work Authority) - bagi semua karyawan tanpa takut sangsi.  2.LMI (Load Moment Indicator) - pencegahan over load pada alat angkat (cran) dan sejenisnya.  3.Full Body Harness, Fall Arrestar, Lifeline - untuk menghentikan pekerja dari resiko jatuh dari ketinggian.  4. Lockout Tagout (LOTO) - Sistem Isolasi untuk memastikan energgi berbahaya terputus sebelum dilakukan perbaikan. Dan semua pekerjaan beresiko tinggi, prosedurnya harus dibuatkan JSA (Job Safety Analysis) dan Izin Kerja (Permit to Work) sebelum mulai bekerja. Biasanya dilakukan oleh seorang pengawas yang sebelumnya sudah punya kompetensi dalam hal keselamatan dan sertivikasi POP (Pengawas Operasional Pratama). Pengawas juga harus melakukan pemaparan/ pembacaan dari JSA yang dibuat ke semua pekerja dengan pembuktian tanda tangan absensi seluruh pekerjanya. Itu SOP (Standard Operasional Prosedur) yang biasa diterapkan di perusahaan swasta. Pertamina harusnya punya SOP yang sama, karena pekerjaannya hampir semua beresiko tinggi. 

riansyah harun

"Keplek Stop" yang mulai diterapkan pada Institusi Pertamina sekarang ini, adalah Gebrakan yang baik. Biasanya ada petunjuk manualnya. Kalau di jajaran Direksi ada "Board Manual" nya, di jajaran bawahnya secara nyelenehnya mungkin bisa disebut OffMan (Oficier Manual). Kalau dalam industri industri kecil, barangkali lebih kepersamaan kata dengan istilah "Juknis" (Petunjuk Teknis). Siapa tau "Officer Manual" tadi, jangan jangan bisa membuat seorang karyawan pada lapisan paling bawahpun, bisa dengan spontan menarik tuas, jika ada alarm bahaya. Saya jadi teringat, ketika puluhan tahun lalu, saat saya masih menjadi sesuatu yang penting (pinjam istilah Pak Dahlan) di Industri besar ber skala PMA, pernah memutuskan untuk memberhentikan pabrik karena menyangkut keselamatan pabrik yang lebih besar lagi. Namun Presiden Direkturnya yang ber kedudukan di Kantor Pusat, sampai marah besar pada saya. Karena setiap jam yang hilang, karena produksi terhenti, adalah kehilangan uang yang setara dengan harga 10 unit mobil Truck Besar keluar dari Dieler, yang tugasnya wira wiri memuat bahan mentah yang siap di olah pabrik. Beda kalau Presiden Direkturnya ada di lokasi setiap saat, yang rela tidak tidur sampai pukul 04.00 dini hari setiap harinya, sampai tidak lagi memperdulikan kesehatannya. Walaupun sampai harus menerima efek Ganti Hati dan perbaikan Aortanya, dikemudian hari.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMorning - 28 JANUARI 2026.. BAHAGIA ITU SOAL CUKUP, BUKAN SOAL CEPAT.. DISMorning pagi ini mengalir dari hal sederhana. Antara Salsa dan pak Dahlan. Bicara soal ASI. Soal Salsa sebagai ibu muda. Yang ultra modern karena memberikan ASI. Soal lingkungan yang mendukung. Lalu meloncat ke riset Harvard dan Gallup yang menyebut Indonesia tinggi dalam “flourishing”. Florishing itu kebahagiaan. Bukan sekadar senang. Bukan sekedar bahagia. Apalagi sesaat. Tapi merasa hidup bermakna. Punya hubungan sosial kuat. Punya rasa cukup. Pak Dahlan langsung mengaitkan bahagia dengan keinginan. Bahagia itu ketika keinginan tercapai. Kalau keinginan ditaruh terlalu tinggi, hidup jadi lomba lari tanpa garis finis. Maka resepnya sederhana. Pasang target rendah dulu. Capai. Bahagia. Naikkan sedikit lagi. Capai lagi. Bahagia lagi. Begitu seterusnya. Obrolan melebar ke anak muda. Generasi yang disebut cemas. Kata beliau, lingkungan menentukan rasa. Anak muda hidup di medsos. Isinya perbandingan. Nyinyir. Pesimisme menular. Tapi optimisme juga bisa menular. Umur bertambah, lingkungan berubah, cara pandang ikut menyesuaikan. Masuk ke soal sukses. Sukses tidak otomatis bikin bahagia. Uang bukan jaminan tenang. Kuncinya satu istilah Jawa: ojo kemrungsung. Jangan rakus. Jangan tergesa. Kerja keras boleh. Serakah jangan. Di akhir, beliau menolak memberi nasihat. "Anak muda perlu kepercayaan, bukan ceramah". Karena tanggung jawab lahir dari dipercaya, bukan dari didoktrini. Salam hangat..

kambing hitam

"...Dua gajah bertarung..."sedikit lebih nyes kalau ditulis begini,dua gajah bertarung di Hari yang sial.

Bruce Wijaya

Logika Dasar dalam arti tidak perlu genius untuk melakukannya : seseorang yang kehidupan/keselamatannya terancam tentu akan membantah dengan mengungkapkan aturan board manual apalagi sekelas pegawai tinggi di pertamina yang pintar2 ....atau mungkin sudah di lakukan tapi di bungkam kerjasama dengan media2

Tiga Pelita Berlian

Gajah menantang Banteng di bawah rindangnya Pohon beringin yg di dahannya sdg bertengger dgn anggun sang Burung Garuda . Ada penonton yg bawa talitambang warna ijo, ada jg yg bawa mercy warna biru, adapula yg sangunya berupa padi & kapas warna oranye.. Omon2, siapa yg akan menang? Katanya artis berjas biru dgn emblem didada bergambar mentari yg jadi MC : pertarungan nya msh 3 tahun lagi .. sekarang masih pemanasan ... Hehe Seklangkong

Hendro Purba

Kalau Prabowo mengajak ketua umum partai partai "retreat" dan merenung, mengenang para pendiri republik dan sepakat akan mengharamkan politik uang kira kira PDIP mau hadir tidak ?

Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi

Gaya khas dari cara penulisan Abah salah satunya membelokkan tokoh dalam materi tulisannya. Di awal di sebutkan yg bermasalah adalah dirut pertamina bu KarenA, tapi di akhir tulisan ditutup dg konflik komut pak Ahok dg dirut bu NickeW. Terlepas dari itu semua, yg masih membuat penasaran sampai saat ini adalah siapa tokoh yg pernah mengeluarkan kebijakan pembukaan pertashop yg hanya jualan pertamax itu ya? Kok bisa tega teganya kebijakannya sdh berjalan dan banyak pertashop berdiri, yg mana kebanyakan dari pengusaha kelas menengah bawah, tapi sekarang ditelantarkan tidak berjalan, hanya sebagian kecil yg beroperasi dan itupun dengan omset sangat minim. Sudah begitu tidak ada APH yg bertindak untuk minta, minimal menanyakan, kebijakan pertashop yg dulu pernah dibuatnya. Memang tetap harus terpaksa bersabar sampai nanti.

Juve Zhang

Pak cari kan selimut baru yg bisa kentut .....pusing dengar nya ,,, wkwkw

Johan

Lama bekerja di perusahaan yg kadang jadi rekanan dgn instansi2 maupun perusahaan pelat merah. Sudah hafal dgn tindak tanduk orang2nya dari tingkat manajer sampai kaum keroco di lapangan. Nyaris semua korup. Setiap proyek ada fee, gratifikasi, dan segala macam. Orang2 seperti Pak Ahok dan Pak Dahlan mungkin bersih. Tapi saya percaya mereka tau dibawah mereka banyak tikus berkeliaran. Masalahnya para tikus itu mainnya rapi, tidak secara langsung menggerogoti keuangan perusahaan. Jadi sulit menindaknya. Lebih banyak dibiarkan. Selama tidak banyak berdampak pada kinerja perusahaan, pura2 tidak tau saja. Pakta integritas jadi surat biasa tanpa makna. Yg menderita adalah adalah perusahaan2 yg jadi rekanannya. Diperas habis2an. Profit hancur2an dibawah 10%. Sebagai orang yg pernah ditunjuk perusahaan untuk berhubungan dgn para tikus itu. Tingkat stres yg saya rasakan sangat tinggi. Terlalu banyak permintaan yg membuat anda pusing tujuh keliling. Bayangkan anda mendapatkan berbagai macam pesan dari para tikus, yg boleh dikatakan isinya tidak ada hubungannya dgn proyek yg berlangsung. "Pak, laptop saya rusak." "Pak, anak saya mau daftar sekolah." "Pak, ibu saya sakit. Sedang dirawat di RS swasta." "Pak, saya lagi renov dapur." "Pak, ruang keluarga saya kosong. Rencana mau di isi meja biliar." "Pak, rokok bapak semalam bikin saya batuk." "Pak....." "Pak....." "Pak....." Astaga. Apa hubungannya semua itu dgn saya atau perusahaan kami? Tapi ini semua nyata adanya.

Udin Salemo

@"wakhaji" JZ, Memilih pimpinan perusahaan di negara jiran itu perkiraan inyong berdasarkan meritokrasi. Jadi direktur perusahaan negara bukan ala politisasi. Bukan karena dia salah satu ketua partai, bendahara partai, pembina partai, tim pemenangan capres, jubir pemenangan pemilu. Tak ada tim pemenangan pemilu Anwar Ibrahim yang jadi direktur perusahaan milik negara Malaysia. Tak ada balas budi dalam memilih pimpinan perusahaan negara. Itu sudah berlangsung sejak Tun M menjadi perdana menteri. Menurut inyong semangat pemimpinnya adalah memajukan perusahaan negara. Bukan menggemukkan dompet partai. Partainya Lim Guan Eng (DAP) sebagai pemilik kursi parlemen paling banyak pun tak meminta jatah jadi komisaris atau direktur perusahaan negara. Orang orangnya partai Anwar Ibrahim (PKR) pun dilarang mengisi direktur perusahaan negara. Padahal PM Malaysia dijabat ketua PKR. Begitu pun partainya Zahid Hamidi (UMNO) tak memasukkan kadernya jadi komisaris dan direktur perusahaan BUMN Malaysia. Dalam mengelola perusahaan milik negara, jiran itu jauh lebih unggul dari Konoh haha...

yea aina

Wak haji @JZ, kalau ada yang datang ke lokasi ngaduk semen minta "disetrum", kasih saja setrum beneran. Yang 380 volt, sepertinya lebih cepat reaksinya. Gosong, kwkwkw

Juve Zhang

Sedikit cerita kenangan waktu ngaduk semen di PLTU lontar selama 3tahun....sebagai subkontraktor perusahaan Tiongkok kami tidak ada kontrak atau pun Perjanjian apapun dengan tukang setrum yg punya proyek.... Tetap saja kami wajib "laporan" ke tukang setrum.... mereka minta jatah "nyetrum " wkwkq.... sedangkan bos kami perusahaan T...tak ada seperak pun minta ini itu....yg diminta kerja sesuai gambar proyek cepat dan kualitas sesuai spek .... Disini sudah nampak mental bersih perusahaan T dan mental sakit jiwa tukang setrum ikan eh setrum manusia.....dan Dirut nya waktu itu ya bos CHDI sekarang....wkwkw

pak tani

Rupanya IHSG kita belum merdeka. MSCI merilis pengumuman pembekuan index IHSG, harga saham2 kita pun rontok serempak. MSCI alias Morgan Stanley. Walaupun pihak asing, tapi bukan nama yang asing. Nah lhoh, bingung kan :) Index Morgan Stanley mirip 'BPK' internasional. Yang menilai kinerja dan kelayakan index saham suatu negara, menjadi acuan banyak investor asing. Dengan dibekukannya index saham kita, bisa berarti ada sesuatu yang 'janggal' dan perlu penelaahan lebih lanjut. Investor asing pun menarik dana dari IHSG, berakibat index kita terbenam. Apakah saham IHSG memang bubble? dengan maraknya IPO yang aneh2? Bandar berkuasa? Mafia bursa? Apapun itu, kesimpulannya adalah IHSG kita belum berdaulat. Satu statement dari pihak asing bisa membakar ratusan saham di bursa kita. Tanpa rudal, sudah porak poranda. Mirip pertamina.... ooops.

Prieyanto

Gajah & Semut, Dua hewan beda kelas, Di CHD kemarin ada 'semut' kosmetik. Kecil, bergerombol, nyaris tak terlihat. Di CHD hari ini ada 'gajah' Pertamina. Besar, berat, dan menguasai ruang. Namun keduanya berbagi satu kesamaan: sama-sama bisa merusak atau membuat kemajuan. Semut merusak perlahan, diam-diam, lewat celah kecil. Gajah merusak seketika, lewat hentakan besar. Maka persoalannya bukan soal besar atau kecil. Bukan soal siapa pemainnya. Melainkan soal wataknya. Karena di negeri Kono hahaha, penyimpangan tidak memilih ukuran. Ia hidup di level rumahan, dan juga di istana korporasi. Semut = Ketekunan & Kerja Sunyi. Semut kecil, tapi tidak malas, gotong royong. Ia bekerja tanpa sorotan. Tidak menunggu sempurna, tidak menunggu besar. Karena perubahan besar sering lahir dari kerja kecil yang konsisten secara team work. Gajah = Kekuatan & Daya Tahan. Gajah besar, tapi dikenal tenang. Ia tidak tergesa, tapi pasti. Jarang panik, jarang impulsif. Karena kekuatan sejati bukan kegaduhan, melainkan stabilitas. Besar itu bukan hak istimewa, melainkan amanah. Semakin besar tubuh, semakin besar bayangan. Semakin besar kuasa, semakin besar tanggung jawab. Semut bekerja tanpa ingin terlihat. Gajah berjalan tanpa takut terlihat. Suatu kemajuan bukan karena semua ingin menjadi gajah, tetapi karena ada yang mau tetap menjadi semut, demi mewujudkan mimpi-mimpi besar. Dan yang disayangkan terlalu sedikit gajah yang mau belajar dari semut. #prie

Udin Salemo

kalau lihat ihsg hari ini, orang yang beli saham ketika harga sudah tren turun pasti makin pusing dan kepala kliyengan lihat harga saham memerah. apalagi beli sahamnya pakai uang pinjaman. bisa terjun bebas dari lantai gedung bertingkat tinggi alias bundir. ngeri... hanya pemain saham profesional yang tenang menghadapi situasi crash macam begini. kalau pemain profulusesional gak mungkin main saham-lah, hehehe... tukang ngaduk semen sabodo teung, sebab mainnya cangkul, sekop, cetok, ember, gerobak dorong, jidar, meteran, palu, dan kawan-kawannya. hehehe...

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 38

  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Nurkholis Marwanto
    Nurkholis Marwanto
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
    • alasroban
      alasroban
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Saiful Bahri
      Saiful Bahri
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • siti asiyah
    siti asiyah
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • DeniK
    DeniK
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • nur cahyono
    nur cahyono