Antisipasi Dampak Eskalasi Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Sektor Pariwisata
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong sektor pariwisata untuk mengatasi dampak eskalasi global agar mendongkrak pertumbuhan ekonomi-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dan menyumbang Rp945,7 triliun atau setara dengan 3,97% dari total PDB Indonesia di tahun 2025.
Keberhasilan ini didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh sebesar 10,7% (yoy).
BACA JUGA:Airlangga: Defisit APBN Bisa Tembus 4 persen Jika Harga Minyak Dunia Melonjak
BACA JUGA:Sediakan 21 Armada Bus, PGN Bantu Masyarakat Mudik 2026 dengan Aman dan Nyaman
Secara makro, sektor ini telah mengamankan devisa negara sebesar USD18,91 miliar dan menjadi tumpuan hidup bagi 25,91 juta tenaga kerja.
Ketangguhan sektor pariwisata kini diuji oleh gejolak di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas global. Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan 5.500 wisman dan potensi kerugian devisa Rp184,8 miliar per hari jika tidak dimitigasi dengan baik.
Laporan terbaru dari InJourney Airports periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 mencatatkan gangguan pada 9 rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai, yang berdampak pada mobilisasi 47.012 penumpang. Tantangan ini juga semakin kompleks dengan meningkatnya harga avtur.
BACA JUGA:Wamenhub Pantau Langsung Jalur Penyeberangan Bali-Jawa, H-6 Jumlah Penumpang Mencapai 80 Ribu Lebih
“Untuk itu, Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, dan membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara daring dalam acara Webinar Nasional dengan tema Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin, 16 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan Pemerintah agar pariwisata Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain, diantaranya yaitu dengan melakukan perluasan Bebas Visa Kunjungan (BVK), dimana berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, implementasi kebijakan Bebas Visa Kunjungan di Indonesia kepada 169 negara sejak tahun 2015 lalu berhasil memacu pertumbuhan wisatawan hingga 15% per tahun dan secara langsung mampu menciptakan 400.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata.
Kementerian Pariwisata telah juga mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai langkah respons cepat terhadap situasi saat ini.
Kemudian, Indonesia perlu untuk memperkuat pasar domestik dan memanfaatkan momentum libur lebaran sebagai jaring pengaman utama dengan mengadopsi konsep micro-tourism yaitu destinasi dalam radius perjalanan darat dikemas untuk memiliki pengalaman yang mendalam. Pemerintah telah memberikan stimulus diskon transportasi pada periode Lebaran 2026 dan kebijakan Work From Anywhere guna menunjang pergerakan wisatawan ke berbagai daerah.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Aturan Batas Defisit Tak Akan Diubah Kecuali Saat Krisis Seperti Covid-19
Selain itu, diperlukan juga untuk melakukan negosiasi rute internasional baru, memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta mempromosikan destinasi bagi Digital Nomad untuk menangkap peluang migrasi talenta digital profesional di wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau atau KEK Kura-Kura Bali yang memiliki potensi untuk ditawarkan sebagai ekosistem kerja yang aman dan berteknologi tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: