XCMG Mlilir

XCMG Mlilir

--

Pabrik hebat yang saya kunjungi ini dulunya hanya pembuat cangkul. Alat pertanian sederhana. Kini pabrik itu menjadi produsen alat berat terbesar di dunia: mengalahkan Caterpillar-nya Amerika maupun Komatsu-nya Jepang.

Lokasinya pun di satu kabupaten di pedalaman Tiongkong: Xuzhou

Dari lima malam di Tiongkok, saya dua malam di Suzhou, satu malam di Huai An dan dua malam di Xuzhou. Sama-sama di provinsi Jiangshu. Dari bagian paling selatan ke kabupaten paling utara. 

Pamitnya ke istri: saya ke Shanghai. Tapi acara di Shanghainya hanya setengah hari: ke perusahaan yang bisnisnya memeriksa semua produk yang dijual di pasar. Apakah kandungannya sesuai dengan ketentuan, mengandung gizi yang baik untuk kesehatan, dan apakah ada kandungan yang berbahaya bagi tubuh. Lalu ke Suzhou dan seterusnya itu.

Begitu saya sebut nama perusahaan pembuat alat berat terbesar di dunia itu Anda akan langsung tahu namanya: XCMG. Huruf X di depan itu kepanjangan nama kota Xuzhou. Tiga huruf di belakangnya singkatan Construction Machinery Group.

Saking besarnya pabrik ini, setiap empat menit menyelesaikan pembuatan satu ekskavator.

Pabrik ini sangat modern. Juga tertata rapi. Lingkungan pertamanannya terawat. Pakai robot di segala lininya. XCMG juga sudah mulai terkenal di Indonesia. Yakni di perusahaan-perusahaan tambang: nikel maupun batubara. 

Untuk keliling pabrik disediakan mobil golf yang pakai kaca penutup. Udara di luar masih sangat dingin: delapan derajat. Beberapa stafnya menyapa saya dalam bahasa Indonesia. Mereka pernah bertugas di Jakarta. Pegawainya di Indonesia sudah 2.000 orang. Utamanya di perbaikan dan layanan pemeliharaan. Mereka memuji keterampilan pekerja Indonesia di bidang alat berat.

Setelah keliling di pabrik ekskavator, saya dibawa ke pabrik truk. Produksi truknya hanya dua macam: ukuran besar dan besar sekali. Yang disebut besar itu: ukuran 100, 200, sampai 300 ton. Bayangkan besarnya: truk besar yang sering Anda lihat termehek-mehek di jalan raya itu maksimal hanya: 40 ton. Sedang kategori besar di XCMG sampai 300 ton.


--

Berarti yang besar sekali memang super besar: 400 ton. Satu truk bisa angkut barang 400 ton. Anda lihat foto saya yang di dekat bannya: ban itu jauh lebih tinggi dari badan saya. Saya pun ingat ketika ke Freeport. Ke tambang tembaga dan emas di Papua itu. Truk-truknya sebesar itu. 

Kendaraan kecil seperti yang saya tumpangi harus dipasangi semacam antena tinggi sekali. Di ujung antena itu dipasangi bendera kecil. Tujuannya: agar sopir truk super besar itu melihat ada mobil kecil di depannya. Tanpa tanda seperti antena itu mobil kecil tidak terlihat dari ruang kemudi. Lalu bisa tergilas seperti gajah bengkak menginjak banteng tua yang sudah ringkih. 

Ada yang baru lagi. "XCMG sudah bisa memproduksi truk yang lebih besar dari yang super besar itu," ujar manajer berbahasa Indonesia. Kapasitasnya 440 ton. "Baru XCMG yang bisa membuatnya. Berarti yang terbesar di dunia," tambahnya.


--

Yang lebih baru lagi: ia memproduksi truk dan ekskavator warna hijau. Itu pertanda sudah tidak pakai BBM lagi. Sudah pakai listrik.

Saya pun ditawari naik ke ruang kemudi di truk terbaru itu. Sifatnya ditawari. Bukan diminta. Ruang kemudi itu sangat tinggi. Mereka tahu saya sudah berusia 75 tahun. Saya tersenyum kecil kepadanya: saya ingin naik.

Berarti saya harus naik dua tangga tinggi: tangga di samping truk dan tangga lanjutan di bagian lain truk itu. Lalu masuk ruang kemudi: luas sekali. Di sebelah kemudi bisa dihampar kasur ukuran king size. Saya pun ditawari duduk di atas kemudi. Tapi tidak ditawari menjalankannya.


--

Dari pabrik cangkul bisa berkembang seperti ini. Dari atas super truk itu saya ingat teman saya di Mlilir, kabupaten Ponorogo: Agus Imron. Ia memproduksi alat-alat pertanian. Waktu saya menjadi sesuatu, saya ke pabriknya. Saya curhat kepadanya: sulit cari alat pertanian produksi dalam negeri. Misalnya mesin panen padi. Lebih sulit lagi mesin tanam padi.

Akhirnya Agus Imron mampu membuatnya. Saya pun minta diuji coba di sawah. Saya berencana BUMN pupuk membelinya beberapa buah. Untuk diberikan ke kelompok tani. Sekalian mendukung pengembangan industri dalam negeri. Harapan saya begitu tinggi pada Agus: bisa jadi raksasa produsen alat pertanian.

Setelah saya expired, saya dengar Agus melakukan ekspansi besar-besaran. Ambil kredit bank. Menambah peralatan yang lebih baru dan besar.

"Saya dapat pesanan besar langsung dari bapak Presiden Jokowi," katanya di media. Kalau tidak salah ingat: 200 mesin panen dan mesin tanam padi.

Berapa tahun kemudian saya baca berita: Agus marah-marah di media. Pesanan presiden itu tidak jadi. Agus telanjur ekspansi. Kreditnya macet. Perusahaannya pun bangkrut. Saya tidak sampai hati untuk menengoknya. 

Beberapa tahun kemudian, ketika marahnya sudah reda, saya kirim WA kepadanya: harus bangkit lagi. "Bedanya pengusaha dan orang biasa adalah ini: pengusaha itu ketika jatuh selalu berusaha bangkit". 

Saya cemburu XCMG di Xuzhou. Fisik saya di sana, hati saya di Mlilir. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 16 Maret 2026: Otak Maextro

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. rasa-rasanya koq ada yang "tidak bérés" ya dengan interpretasi Abah DI terhadap kata 尊界 (zūn jiè)..... "Alam Kemuliaan" ?? ah..... yang bener Abah ?? masa sih..... iya gitu..... ?? lha..... setelah "Alam Kemuliaa", emangnya ada "Alam Apa Lagi" ?? kalo gitu..... itu berarti produk terakhir dong..... wkwkwkwkwk..... 问界 (Wènjiè) ---> Inquiring Realm. 智界 (Zhìjiè) ---> Wisdom Realm. 享界 (Xiǎngjiè) ---> Enjoy Realm. 尊界 (Zūnjiè) ---> Premium Realm.

Kujang Amburadul

Sungguh saya malah pengennya gak usah memiliki barang apapun. Cukup ada yg ngasih pinjem aja seperlunya. Rumah bagus seisinya pinjaman yg dibayari pbb -nya, pemeliharaannya. Mobil juga pinjaman, pajak, pemeliharaan, bensin difasilitasi. Uang bulanan 25jt perbulan ada yg ngasih. Kalo ada yg nanya, saya tidak perlu bilang itu punya saya, saya akan dengan bangga dan senang hati mengatakan semua itu pinjaman. Yang penting bisa tersedia dipinjam seumur hidup dan selama perlu. Jadi Abah tak perlu kasih lungsuran tuh Redmi atau Huawei, kasih pinjam saja sampai saya bosan atau rusak. Baru tar dikembalikan. Kayaknya dengan ada yg bisa meminjamkan seperti itu rasanya akan lebih berbahagia. Tak perlu flexing krn sudah terflexing dgn sendirinya. Biar aja ngaku atau dibilang kere, gak punya modal, yg penting bisa menikmati fasilitas kelas "mulia". Hmmm enaknya.... (Melamun)

djokoLodang

-o-- + Molly! Kamu kucing yang sangat nakal! - Kangmas! Tidak ada kucing yang nakal. Yang ada hanya kucing yang disalahpahami dan kucing yang bermasalah, tapi tidak ada kucing yang benar-benar nakal. ... Eh, apa yang barusan dia lakukan? + Dia naik ke tempat tidur dan merobek-robek selimut sutramu... - Molly!!! Kamu kucing jelek!! Kucing NAKAL!! Ayo, pergi sana! --0-

Runner

Belum pernah naik mobil mewah. Hanya mengira ngira apa saja yang mewah. Akselerasi sangat halus. Injak pedal gas langsung melesat halus, tanpa hentakan. Didalam mobil, bisa jadi suara mesin tidak terdengar. Fitur fitur seperti audio, navigasi, penerangan bisa jadi dikontrol pakai suara. Ada sensor dan kamera yang membantu menghindari kondisi berkendaraan tidak aman. Sistem kemudi otomatis, menjaga kecepatan dan memilih jalur aman. Interiornya pasti super mewah. Termasuk kursinya bisa pijat sendiri. Harganya ? Gak usah dikira kira.

Thamrin Dahlan YPTD

Mobil super mewah diberi nama alam kemuliaan. Maksudnya mungkin agar sang penumpang bisa termasuk orang mulia. Rancak Bana kata Uda Udin Salemo. Kita kita ini suidah merasakan / meniki semua jenis mobil. Dari gerobak, truk, oplet dan kini ada Trans Jakarta. Rasanya hampir sama kendaraan umum. Kendaraan pribadi biarlah di urus tukang parkir yang mengaku punya semua mobil . Omset mobil i phone it luar biasa tinggi. Sebanding selurus dengan tingkat ekonomi rakyat China. Memang ada pilihan bagi rakyat kelas dibawahnya. Artinya mobil bukan barang mewah lagi nan kini ganti peswat terbang super jet milik pribadi. Bisa parkir di sebelah rumah. Abah tidak wajib memiliki namun bisa menimati, Itulah untungnya banyak sahabat bersebab rajin silaturahmi. Sekali lagi tidak harus memiliki namun bisa menikmati. Bukan saja jenis kendaraan di kuliner juga bisa begitu. Pekan ke 4 Ramadan masih banyak undangan Buka Puasa Bersama. Alhamdulillah bisa menikmati makanan dan minuman enak. Hanya saja di komunitas kami tetap ingat saudara dhuafa. Ajaklah mereka bersenang senang termasuk anak anak yatim ikutan bukber, Bukankah tradisi itu sudah di dawamkan Abah dan disway & dismorning. Sayang kita berjauhan. Ledek'an sahabat Perusuh walau jauh dimata namun tak ada salahnya THR by Qris atau by online mampir juga parcel di depan pintu rumah. Selamat puasa ke 26. Jaga jaga malam ini malam-ganjil ke 27. InshaAllah Lailatul Qadar hadir sesuai Matematika Surat 97 Al Qadr Salamsalaman.

djokoLodang

-o-- Kemuliaan -- hào hàn ... Saya beruntung bisa mencoba ”Alam Kemuliaan” Maextro S800 di kota kecil Xuzhou di Tiongkok. Tapi saya tidak merasa mulia --mungkin karena pinjaman. ... *) Apakah kebetulan, ya. Kemarin, hari Minggu, saya baru saja mulai menikmati Serial Novel Silat Mandarin "Romance of the Condor Heroes." Semuanya ada 17 video. Novelnya sudah saya baca dulu sekali. Lha kok OST nya "Kemuliaan (浩瀚 hào hàn). Ada terjemahan Indonesianya. ~Penampilan itu tidak ada artinya~ https://youtu.be/lEWWh2BBFTo -0--

djokoLodang

-o-- Sekelompok remaja laki-laki menjadikan halaman tengah kompleks apartemen di pinggiran kota sebagai tempat nongkrong mereka. Hampir setiap hari, dari siang hingga malam, mereka berada di sana bermain bola, berteriak, tertawa, dan bersiul—kebisingan itu benar-benar tak tertahankan. Para penghuni mencoba melawan -- meminta dengan sopan, menegur, mengancam, berunding, dan membujuk mereka. Dan para remaja itu? Mereka cuek saja, dan terus melakukan apa yang mereka lakukan—tampaknya membuat tetangga marah justru membuat mereka lebih senang. Akhirnya, penghuni tertua di gedung itu turun tangan. Suatu sore, ia menghampiri anak-anak itu dan berkata: "Kalian tahu, kah? Aku sangat senang kalian bermain di sini. Ini mengingatkanku pada masa mudaku. Bahkan... aku memutuskan untuk membayar kalian, 50-ribu sehari." Anak-anak itu terkejut—tetapi gembira. Sore itu, mereka lebih berisik dari sebelumnya, bahkan menyanyikan lagu bersama dengan suara keras. Keesokan harinya, si kakek muncul dengan 50-ribu lagi. Setelah seminggu, ia berkata: "Dengar,... Pensiunku baru bisa kuambil awal bulan depan. Mau kah kalian terus nongkrong dan bermain di sini untuk menghiburku?" "Apa?! Gratis?!" teriak salah satu dari mereka. "Kau berharap kami berlarian di sini sambil berteriak dan mengejar bola tanpa alasan?!" "Ya ampun, kau pasti bercanda," ejek yang lain. Mereka memunggungi lelaki itu dan pergi, merasa sangat tersinggung. Dan mereka tidak pernah kembali lagi. --0-

Reinhart Holim

Ini adalah data produksi Rolls-Royce Phantom (kasta tertingginya Rolls-Royce) menurut Google Gemini: Rolls-Royce Phantom I (1925-1931): 3.509 unit. Rolls-Royce Phantom II (1929-1936): 1.680 unit. Rolls-Royce Phantom III (1936-1939): 727 unit. Rolls-Royce Phantom IV (1950-1956): 18 unit. Rolls-Royce Phantom V (1959-1968): 516 unit. Rolls-Royce Phantom VI (1968-1990): 374 unit. Rolls-Royce Phantom VII (2003-2017): 10.302 unit. Rolls-Royce Phantom VIII (2017-sekarang): masih terus diproduksi. Lihat betapa eksklusifnya Rolls-Royce Phantom di masa lalu (abad ke-20). 6.824 unit dalam 65 tahun. Tapi sejak Rolls-Royce Phantom VII (abad ke-21), mobil itu sepertinya sudah tidak terlalu eksklusif lagi. 10.302 unit dalam 14 tahun. Apalagi Maextro. 1 juta unit dalam 4 bulan! Tapi zaman memang sudah banyak berubah.

Gregorius Indiarto

Kalau Anda pengin rasa "mulia" itu. Hanya Rp 2,5M. Mbok dibeli. Untuk rasa "mulia", hanya 2,5 M, untuk Anda tidak ada artinya. Setelah itu, tolong ceritakan ke kami, rasa "mulia" itu seperti apa. Siapa tahu ada perusuh tajir yang kepengin. Met siang, salam sehat, damai dan bahagia.

doni wj

Jadi ingat kenangan sekolah. SD jalan kaki, atau nunut gerobak sapi. Karena ortu kasihan terus dibelikan sepeda BMX. SMP, tadinya naik sepeda. Lagi2 karena ortu kasihan lalu tiap hari naik Mercy atau Volvo. Sayangnya kok di samping body ada tulisannya SUMWAREX, HANDOYO, DAMRI.. hahahah

Ahmed Nurjubaedi

Saya sudah naik Mercy sejak SD sampai STM. Terutama kalau berangkat ke sekolah. Mercy-kil. Badan jadi tambah sehat dan kuat.

Jokosp Sp

Pertanyaannya: Kenapa harga barang di China lebih murah dibanding di Indonesia dan di Singapura. Bolehlah kalau mau bersaing di kancah global harus banyak berkaca diri. Sudahkah dipenuhi iklim usaha seperti di China ini? : 1.Skala produksi massal (Economies of Scale): Pabrik di China memproduksi dalam skala besar, jutaan unit. Ini secara drastis menurunkan cost produksi per unit. 2.Ekosistem industri lengkap dan efisien: Rantai pasok (komponen, perakitan, logistik) sangat terintegrasi sehingga mempercepat produksi dan mengurangi cost. 3.Biaya tenaga kerja dan material: meskipun cost labour naik, tetapi pemesanan material dalam jumlah besar pasti lebih murah lewat kontrak. 4.Subsidi dan dukungan pemerintah: Pemerintah China memberikan subsidi listrik, air dan insentif pajak eksport (tax rebate) kepada produsen sehingga harga jual eksport bisa ditekan rendah. 5.Infrastruktur yang sangat mendukung: Pembangunan infrastruktur jalan dan pelabuhan yang masif memudahkan pengiriman dengan harga sangat efisien. Dan tidak ada pemalak, yang ngaku LSM dan pejabat korup. 6.Praktik dumping: Strategi awal jual barang lebih murah di luar negeri daripada di dalam negeri untuk menguasai pasar global. 6.Regulasi yang longgar: Standar kerja lebih longgar berdampak cost operasional lebih rendah. Sebaliknya di kita lebih tinggi cost produksi dan hambatannya, karena banyak regulasi yang tidak jelas. Banyak preman dan pemalak, baik yang resmi pakai baju LSM mapun yang pakai baju seragam dinas.

Lagarenze 1301

Sewaktu kuliah saya sudah naik Mercy ke kampus. Bukannya sombong. Mercedes-Benz memang merek bus kota Damri waktu itu.

Lagarenze 1301

Pernah ada perusuh yang muak membaca beberapa komen "meminta-minta" HP Redmi bekas pakai Pak Bos Disway. Tentulah komen saya satu di antaranya. Saya memang ikut memanaskan persaingan mendapatkan HP Redmi eks Pak Bos. Yang sudah eksis duluan: Bang Udin Salemo, Mas Muliyanto Krista, dan Bli Leong Putu. Mengapa fans tergila-gila pada barang milik public figure? Padahal, sebenarnya bisa saja beli sendiri. Ada yang menyebutnya fenomena parasosial. Fans akan merasa terhubung secara emosional meski hanya melalui barang yang pernah dipakai oleh sang public figure. Barang-barang itu menciptakan ilusi kedekatan fisik dan perasaan. Dan, akan menghasilkan rasa senang dan nyaman. Juga, bangga. (Tentu beda kasus dengan pemujaan berlebihan yang kerap terjadi di kalangan fans artis, sampai-sampai sempak pun jadi target.) Oh, iya, denger-denger sih Redmi eks Pak Bos Disway tidak akan dikirimkan ke fans yang katanya bikin muak itu. Yang dikirim ke empat perusuh di atas, bocorannya, justru Huawei seperti yang dipakai Pak Bos sekarang.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TIGARIBU INSINYUR INTI PENGEMBANGAN MAEXTRO S800: BAGAIMANA MENGKOORDINASIKANNYA? Kalau benar sekitar 3.000 insinyur terlibat dalam proyek seperti Maextro S800, mereka tentu tidak duduk dalam satu ruangan lalu berdebat bersama. Itu bukan proyek mobil. Itu rapat RT raksasa. Dalam industri teknologi modern, 3.000 insinyur biasanya dibagi dalam ratusan tim kecil. Setiap tim berisi 5–15 orang. Ada tim baterai, tim chassis, tim sensor, tim kamera, tim AI driving, tim interior digital, sampai tim yang hanya mengurus satu modul software. Jadi yang bekerja bukan 3.000 orang sekaligus, melainkan ratusan “sel kecil” yang bergerak paralel. Di atasnya ada lapisan koordinator. Ada system architect. Ada chief engineer. Ada program manager. Mereka yang memastikan semua potongan puzzle itu akhirnya menyatu menjadi satu mobil yang hidup. Kuncinya memang koordinasi. Tanpa itu, 3.000 insinyur bisa berubah menjadi 3.000 ego teknis. Dan hasilnya bukan mobil, melainkan seminar tanpa akhir. Di perusahaan teknologi seperti Huawei, disiplin struktur proyek sangat ketat. Setiap tim punya target. Setiap modul punya jadwal integrasi. Jadi benar. Bukan jumlah otaknya yang menentukan. Tapi siapa yang mengatur orkestranya. Tanpa konduktor, orkestra besar hanya menghasilkan kebisingan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MAEXTRO vs MAESTRO.. Sekilas mirip. Tapi sebenarnya berbeda dunia. Maextro S800 adalah nama mobil listrik mewah dari ekosistem Huawei. Kata ini diciptakan sebagai merek. Campuran bunyi modern dan teknologi. Ia tidak berasal dari bahasa klasik mana pun. Lebih seperti “kata baru” agar terdengar futuristik. Sedangkan Maestro berasal dari bahasa Italia. Artinya: guru besar, ahli, atau konduktor musik. Orang yang berdiri di depan orkestra dan membuat semua alat musik bergerak harmonis. Lucunya, tanpa sengaja maknanya jadi saling mendekat. Maestro mengatur orkestra. Maextro ingin mengatur mobil dengan kecerdasan digital. Yang satu menggerakkan biola dan cello. Yang satu menggerakkan sensor dan algoritma. Perbedaannya sederhana. Maestro adalah manusia yang memimpin musik. Maextro adalah mesin yang dipimpin kecerdasan buatan. Kalau maestro membuat simfoni. Maextro mencoba membuat perjalanan terasa seperti simfoni. Bedanya lagi satu. Maestro biasanya berdiri di podium. Maextro berdiri di garasi.

heru santoso

Di ruang CENTCOM Trump uring-uringan wadul ke sekretaris pertahanan Pete Hegseth yang menjadi pembisik utama perang Iran. Trump: "Pete tahukah kau, minyak yang dibeli dari Rusia oleh extremely very stupid Mendag kita itu?" Pete: "Tentu saya baca headline berita itu dan pasar bereaksi menahan laju kenaikan harga minyak". Trump: "Sialan, kita bayar minyak Rusia lebih mahal dari harga pasar karena kena tarif pungutan export 125%. Pete: "Tuan presiden bisa menaikkan lagi harga pasar diatas $119 yg dikenakan Rusia itu". Trump: "Caranya?" Pete: "Kita serang kilang minyak Iran". Beberapa saat kemudian Trump terkekeh-kekeh menyaksikan video asap mengepul di pulau Kharg. Trump berjalan menuju ruang presskon saat tiba-tiba Mendag datang menyela: "Tuan presiden, Rusia telah menaikkan tarif 500%!" Trump: " HAHAHAHA..... sekarang anda tahu betapa cerdas saya. Mereka itu hanya mengekor apa yang telah kita lakukan sebelumnya".

Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Di Indonesia dulu mungkin tak terlalu terasa. Tapi awal 2016, dominasi Huawei di pasar HP terasa bak revolusi di dunia. Bandara Singapura dengan gagah memajang P30 Pro, di Indonesia begitu dicari karena canggih dan kamera keren. ditambah lagi router merk Huawei yang dicintai, rasanya kala itu tak lama lagi Huawei menjadi raja di industri telekomunikasi: produk konsumen dan bisnis. Saya pun bersiap ganti ke P40 pro, kalau sudah keluar nantinya. Tak lama kemudian ia dijegal Amrik. Tak lagi boleh pakai layanan Google. Hardware 5G dijegal di mana-mana. Tapi ia bertahan. HP -nya hingga kini tetap juara (meski konon pakai GoJek yang berbasis Google Maps susah), jamnya juara dunia Seandainya perang dagang, tit for tat, tak terjadi, dunia mungkin sudah beberapa langkah lebih maju. Bersama Huawei

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

GAYA TIONGKOK: OTAK DULU, BADAN MENYUSUL.. Tulisan Pak Dahlan itu diam-diam memperlihatkan satu ciri khas Tiongkok: cara berpikirnya berbeda. Mereka sering memulai dari otaknya dulu, baru badannya. Huawei tidak buru-buru jadi pabrik mobil. Mereka bikin “kepala” mobilnya dulu: chip, sensor, kamera, software. Bodi mobilnya? Silakan pabrik lain yang membuat. Ini gaya Tiongkok yang sering luput kita sadari. Mereka tidak selalu ingin terlihat paling mewah. Mereka ingin menguasai yang paling penting. Yang tidak terlihat. Yang menentukan semuanya. Otak. Dalam sejarahnya juga begitu. Mereka menemukan kertas, kompas, bubuk mesiu, dan percetakan. Bukan barang glamor. Tapi semua itu mengubah dunia. Sekarang pola itu muncul lagi. Mobil listrik dijadikan semacam komputer berjalan. Dan Huawei masuk dari pintu yang paling mereka kuasai: teknologi digital. Menariknya, nama mobilnya pun filosofis. Wen jie, zhi jie, xiang jie, sampai zun jie. Dari eksplorasi, kecerdasan, kenikmatan, sampai kemuliaan. Urutannya seperti tahapan hidup manusia. Kalau begitu, Maextro bukan sekadar mobil. Ia seperti cerita klasik Tiongkok: perjalanan naik tingkat. Dari belajar, menjadi pintar, lalu menikmati hidup, dan akhirnya… terlihat mulia. Soal benar-benar mulia atau tidak, itu urusan lain. Apalagi kalau mobilnya masih pinjam.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Abah ditawarin naik mobil mewah Huawei. Jawaban Abah itu sama dengan kalau Pak Mul ditawarin HP Redmi-nya Abah yang sudah tergantikan oleh HP Huawei. Jawabannya Pak Mul: "Eeeemmmm.... mau!"

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JUALAN OTAK, BUKAN JUAL MOBIL Dari cerita Maextro ada satu hal yang menarik. Huawei tidak terlalu bangga membuat bodi mobil. Mereka justru bangga membuat “otaknya”. Chip. Sensor. Kamera. Software. Yang membuat mobil itu berpikir. Ini terasa sekali gaya Tiongkok modern. Mereka ingin berada di bagian paling menentukan dari sebuah produk. Bukan sekadar besi, baut, dan cat. Tapi algoritma. Bodi mobil bisa dibuat banyak pabrik. Tapi otak mobil hanya bisa dibuat oleh sedikit perusahaan. Di situlah nilai sebenarnya. Maka tidak heran kalau Huawei masuk ke mobil dari pintu teknologi. Mereka tidak ingin sekadar jadi pabrik. Mereka ingin jadi otak. Ada kebanggaan tersendiri di situ. Seolah ingin mengatakan: kami tidak hanya bisa membuat barang. Kami juga bisa membuat yang membuat barang itu pintar. Kalau dulu label “Made in China” sering dianggap murah. Sekarang mereka ingin menggesernya menjadi “Designed Intelligence from China”. Mobilnya boleh diproduksi siapa saja. Tapi kalau otaknya dari Huawei, ceritanya jadi lain. Dalam bahasa sederhana: mereka tidak sekadar jual mobil. Mereka jual kecerdasan. Dan kecerdasan, seperti kita tahu, selalu lebih mahal daripada besi.

Ciga Sama

Empat mobil. Empat pabrik. Empat alam. Ada Alam eksplorasi, Alam kecerdasan, Alam kenikmatan, alam kemuliaan, dan akan masih ada alam setelah maextro 800 yang akan dibuat oleh Huawei. Seri yang lebih mahal, lebih sunyi suaranya, lebih tinggi gengsinya. Nama depannya saya pun tak tahu, jie apa. Tetapi seri yang terakhir bukan buatan pabrik mana pun. Namanya: alam akhirat. Disitu ditanya: uang membeli mobil itu dari mana. Jujur atau curang. Di situlah baru jelas—siapa yang benar-benar beruntung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 51

  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Warok Ponorogo
    Warok Ponorogo
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
    • Milyarder Setia
      Milyarder Setia
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • heru santoso
    heru santoso
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Sugi
    Sugi
  • my Ando
    my Ando
    • my Ando
      my Ando
    • my Ando
      my Ando
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
    • my Ando
      my Ando
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • bocah ilank
    bocah ilank
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • DeniK
    DeniK
  • alasroban
    alasroban
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
  • Agus Triyanto
    Agus Triyanto
    • Agus Triyanto
      Agus Triyanto
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Prieyanto
      Prieyanto
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman