Sel Janin

Sel Janin

--

Hari ini dokter ahli saraf kumpul di Surabaya. Salah satu acaranya simposium hubungan stemcell dengan keahlian mereka. Pembicaranya dari Ukraina.

Saya makan malam dengan dua wanita Ukraina itu tadi malam. Yang satu akan bicara soal pengaruh stemcell pada penyakit-penyakit saraf seperti parkinson, alzeimer, autis dan pertumbuhan berpikir anak yang lambat, satunya akan bicara soal latar belakang kemajuan ilmu stemcell di Ukraina.

"Saya lahir dua tahun setelah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl," ujar Maryna Kryshtun. Maryna banyak mendalami hubungan bencana Chernobyl dengan kemajuan dunia stemcell di Ukraina. "Bencana Chernobyl membuat begitu banyak orang Ukraina terkena radiasi. Maka ahli-ahli kedokteran di Ukraina melakukan banyak penelitian apa yang bisa menyembuhkan para korban," ujar Maryna.

Maryna sendiri lahir di daerah yang jauh dari Chernobyl. Sekitar 500 km di arah barat. Keluarga mereka selamat antara lain karena arah angin tidak ke barat. Justru Kiev, ibu kota Ukraina yang dekat Chernobyl: hanya 100 km.

Salah satu akibat terkena radiasi nuklir adalah rusaknya sumsum tulang belakang. Padahal di situlah darah diproduksi. Saat itu ilmu Stemcell sudah lahir. Tapi yang tahu masih sangat terbatas. Perintisnya adalah ilmuwan Amerika, E Donnall Thomas yang menemukan ilmu transplantasi sumsum tulang belakang. Berkat penemuannya itu Donnall Thomas mendapat hadiah Nobel tahun 1990.

Dari situlah lahir ilmu stemcell. Ukraina --saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet-- harus memikirkan rehabilitasi korban Chernobyl.

Memang hanya dua orang meninggal langsung akibat Chernobyl, tapi lebih 4.000 orang meninggal pelan-pelan setelahnya. Bahkan ratusan ribu orang yang terganggu kesehatan mereka.

Salah satu dokter yang aktif melakukan riset stemcell untuk korban Chernobyl adalah Prof. Oleksandr (Alexander) Smikhodub/Smikodub. Belakangan ia mendirikan pusat penelitian EmCell. Setelah ia meninggal, seorang putranya meneruskan EmCell. Nama sang anak sama dengan bapaknya: Oleksandr/Alexander Smikodub.

EmCell inilah yang aktif memasarkan stemcell di Indonesia. Biarpun tarifnya 80.000 dolar, sekitar Rp 1,5 miliar, banyak juga orang Indonesia ke sana. Saya kenal beberapa orang dari mereka. Yang akan berangkat bulan depan pun ikut makan tadi malam.

"Selama perang Rusia-Ukraina saya sudah 11 kali ke Kiev," ujar Jimmy Widiarta, perwakilan EmCell di Jakarta. Jimmy selalu mengantar pasien yang ke sana. Rute terdekatnya: Jakarta-Istanbul-Warsawa ibukota Polandia. Dari Warsawa naik kereta api ke Kiev: 10 jam lebih.

Sejak perang Rusia dengan Ukraina memang tidak ada pesawat yang terbang ke Kiev. Rute terdekat lewat Warsawa. Bisa saja lewat Belarus tapi naik keretanya lebih jauh.

"Apakah Kiev aman dalam suasana perang selama ini?"

"Kiev aman," ujar Dr Iryna Matiashchuk, yang pagi ini akan bicara soal stemcell di forum simposium nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). Ketua PERDOSI Indonesia, dr Yudha Haryono ahli saraf dari Unair Surabaya.

"Langit Kiev dipayungi sistem keamanan," tambah Maryna. "Militer kami kuat," tambahnya. Kota Kiev memang tidak dipasangai Iron Dome seperti Israel, tapi pengamanan udaranya berlapis-lapis. Mulai dari Patriot, NASAMS, IRIS-T, SAMP/T, radar, dan tangkisan serangan elektronik.

Ibu kota Kiev mendapat perlindungan paling kuat di Ukraina.

Orang Kiev, kata Maryna, sudah tidak punya rasa takut. Sudah biasa. Hanya sesekali ada sirine tanda bahaya. Begitu ada sirine mereka sudah tahu barus bagaimana: ke bunker di bawah tanah. Tiap sekolah punya ruang bawah tanah. Pun tiap gedung. Bisa juga mereka menuju ke stasiun kereta bawah tanah untuk berlindung di sana.

"Saya, kalau sirinenya berbunyi tengah malam tidak akan lari. Pilih meneruskan tidur," ujar Maryna.

"Skala 1 sampai 10 berapa rasa takut Anda?"

"Yaaah.... di level dua," kata Maryna.

Salah satu pasien dari Indonesia memang ada yang menunda berangkat ke bulan Agustus. Bukan karena takut serangan Rusia melainkan begitulah anjuran suhu pribadinya.

Saya pun menghubungi Dr Yudha Haryono, Ketua Perdosi Indonesia: kenapa yang diundang berbicara dari Ukraina.

"Riset stemcell di sana sangat baik. Demikian juga hasilnya," ujar Dr Yudha.

Ukraina memang mengklaim sebagai negara perintis penelitian stemcell menggunakan embrio bayi. EmCell sendiri 'Em'-nya itu singkatan dari embrio.

Yang dimaksud embrio adalah janin bayi yang masih berumur tujuh minggu sampai 12 minggu --1,5 bulan sampai 3 bulan. Berarti saat janin masih baru terbentuk di rahim seorang ibu. Janin di umur itu sudah mulai membentuk kepala, tangan, kaki dan jari-jari --meski masih dalam bentuk sangat awal.

Di Ukraina menggugurkan kandungan tidak melanggar hukum. Legal. Bebas. "Negara kami yang paling liberal dalam soal ini," ujar Maryna.

Setelah janin digugurkan, sel-selnya diambil lewat proses di laboratorium EmCell. Sel itu dikelompokkan menjadi 20 jenis --yang akan jadi sel 20 organ manusia. Ada sel yang akan menjadi ginjal, jantung, paru, liver dan 16 organ lain. Sel itu dibekukan di lab EmCell dengan suhu minus 196 derajat.

Dari situlah bisa dimanfaatkan secara khusus: bila ada pasien yang mengeluh soal ginjal maka sel ginjal yang akan disuntikkan ke pasien. Berarti lebih targeted.

Di samping yang targeted itu setiap pasien akan diberikan juga multicell. Artinya 'sel sapu jagad' --untuk apa saja, utamanya untuk awet muda.

Stemcell targeted itu diberikan secara suntikan. Lokasi suntiknya di perut.

"Kenapa di perut?"

"Perut adalah bagian tubuh yang paling banyak lemaknya," ujar Dr Iryna.

Jaringan lemak memiliki pembuluh darah kecil yang lebih banyak. Itu bisa mendistribusikan sel tambahan secara lebih bertahap. Perut sendiri punya bidang yang luas. Dan menyuntikkan sel di lemak bawah kulit lebih aman karena tidak merusak jaringan saraf.

Di EmCell tidak berlaku prinsip menyuntikkan sel lebih banyak lebih baik. Kadang pasien iri kalau mendengar temannya mendapatkan stemcell 120 juta sel, padahal ia hanya dapat 80 juta. "Di kami jumlah sel yang disuntikkan harus didasarkan hasil pemeriksaan kondisi tubuh pasien," ujar Maryna.

Tarif tersebut memang sudah termasuk untuk pemeriksaan. Bahkan termasuk tiket kelas bisnis dan hotel bintang empat. Di sana pasien akan menjalani pemeriksaan selama lima hari. Seluruh organ diperiksa. Setelah diketahui mana yang perlu diperbaiki barulah diputuskan: berapa tambahan sel untuk organ tertentu, berapa lagi untuk organ lainnya.


--

Bagi Iryna dan Maryna, ini kali pertama mereka ke Indonesia. Ke Jakarta, Semarang dan Surabaya. Besok mereka akan ke Bali.

"Sudah pernah makan durian?"

"Kami sudah dengar ada buah bernama durian tapi belum pernah melihat dan merasakannya," ujar mereka.

Maka makan malam pun (lobster, kepiting, kerapu, kerang, udang dan banyak lagi) kami tutup dengan durian.

"Ternyata seperti es krim ya..." komentar Maryna. Dia tidak tahu satu durian ini saja bisa untuk beli es krim 100 cup. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 12 Januari 2026: Bagi Hasil

Liam Then

Tentang uang, kerja birokrat yang sangkut karena sumber uang macet, ekonomi dan nilai tukar rupiah, serta program pemerintah. Seri tulisan Pak DI beberapa hari ini, sungguh bikin saya tak tahan untuk tidak memberikan komentar. Ini topik seksi kegemaran saya. Saya ingin mulai dari wacana yang sering muncul, tentang usul bagaimana kalau 3 nol dihilangkan dalam kertas dikasih angka bernama rupiah. Katanya tinggal pangkas tiga nol, beres. Macam gampang saja main sulap di atas kertas. Tidakkah kepikiran, ini sangat bahaya? Begitu Rp100.000 berubah jadi Rp100, batas psikologis orang terhadap inflasi langsung jebol. Misalnya dari 100 ke 105, terlihat kecil, tapi lebih besar dari 17.500 ke 17.800. Dan sebenanya, kalau dipikir lebih jauh, mata uang murah, juga bisa berguna. Jepang dan Tiongkok, sering dikabarkan berjuang keras, bikin mata uang mereka murah. Agar produk negara mereka, bisa enteng masuk pasaran dunia. Nah , Indonesia kita ini, Rupiahnya murahnya sudah kebangetan, malah tak perlu kerja keras, ndak kerja sudah murah sendiri, sampai bikin ketakutan berhari -hari, hehehe. Amit-amit, semoga tidak ada politisi yang baca paragraf terakhir diatas, lalu dipakai modal untuk nggacor ke media.

Liam Then

Di dalam tulisan Pak DI hari ini, hanya satu Bupati yang cerita tentang kegiatan produktif di daerahnya. Tentang kenaikan kegiatan ekonomi di dua sektor, pariwisata dan komoditas pertanian. Sisanya kecuali satu yang dari Singkawang, masih mengaku kesusahan dapat duit untuk dihabiskan. Singkawang ini, cukup aneh, kecil-kecil cabe rawit. Populasi cuma 249.954 jiwa. 127.751 penduduk laki-laki dan 122.203 penduduk perempuan. Tapi mampu kumpulkan sumber daya, untuk bangun bandara udara sendiri. Polanya sama, pakai urunan dan mungkin sumbangan dari swasta. Ini anomali. Tapi tak usah bingung, Singkawang bisa bukan karena kebetulan. Ekonominya hidup karena banyak kiriman uang dari spora populasinya yang menyebar ke mana-mana. Makmur tak lupa sumber dari mana asal mereka. Yang kawin ke Hongkong atau Taiwan. Yang kerja dan pindah ke Jakarta, beberapa bahkan dominan di industri konveksi dan grosir pakaian di Tanah Abang. Makanya ekonomi 249 ribu orang. Mampu punya bandara sendiri. Kalau kasus Singkawang dijadikan inspirasi. Mungkin para kepala daerah, bisa sesuaikan dengan cantik. Bayangkan, seperti Ibu Gubernur Jatim, yang punya puluhan juta orang di Provinsi nya. Jika bisa capai kondisi seperti Singkawang. Berapa daya ungkitnya? Itu bakalan dahsyat luar biasa. Apalagi Jatim punya Surabaya, gudangnya orang kaya Indonesia. Termasuk rumahnya Botuna, Bocah Tua Nakal itu. Ndak ada alasan buat Ibu Khofifah untuk pusing tak ada duit. Apa-apa sudah tersedia.

yea aina

Yang menanggung sakitnya "penyunatan" transfer pusat ke daerah: rakyat. Para pembayar pajak kendaraan bermotor. Tak peduli motor Anda suprabapack atau smashbutut, semua dikenai OPSEN. Pungutan tambahan (pajak) PKB dan BBNKB. Kenaikan pembayaran itu, rasanya jadi alasan pembenaran untuk menyunat dana transfer pusat ke daerah. Kalau berinisiatif, ngotot menaikkan besaran PBB (pajak bumi dan bangunan), nasibnya bisa"di patikan". Lengser atau di KPK kan.

yea aina

Pemimpi yang berhasrat jadi pemimpin, hanya ingin kursi jabatannya, tapi tidak memantaskan diri menjadi "pelayan" untuk rakyat yang dipimpin. Kalau hanya bisa mengeluh setiap menghadapi permasalahan, jadilah rakyat biasa, karena apapun masalahnya selalu siap cari solusi. Sudan jadi pemimpin, tapi kok hanya bisa "meratapi" kekurangan pendanaan, tanpa memberikan alternatif lain?

Liáng - βιολί ζήτα

Cobra Effect itu sudah terjadi..... Cobra Effect atau Law of Unintended Consequences, secara singkat, adalah pengambilan kebijakan sebagai tindakan atau solusi atas suatu masalah (dalam hal ini..... janji kampanye) yang justru memicu masalah baru atau lebih parah. Kita dapat dengan mudah menarik garis..... dari titik nol (MBG sebagai janji kampanye) ---> dana pembangunan daerah yang dikurangi secara signifikan ---> kenaikan pajak yang langsung menyentuh masyarakat luas ---> penambahan utang Pemerintah..... dan lain sebagainya. Namun sayang sekali..... garis tersebut menuju "ke kiri jauh"..... minusnya guedé paké banget..... Memang, selain MBG, ada program kerja yang lain, yang juga menyedot dana pembangunan yang sangat besar, justru ketika APBN sudah mulai sesak nafas dibebani utang Pemerintah yang jatuh tempo, yang konon jumlahnya wooowwwww..... Lantas..... bagaimana dan mengapa Cobra Effect itu terjadi pasca pilpres 2024 ?? Juga, bagaimana semestinya Pemerintah mengatasinya..... Sayang sekali..... "ternyata rumput yang bergoyang tidak bisa memberikan jawaban....." (ah..... saran dari Pak Ebiet G Ade rupanya tidak tokcér)..... wkwkwkwkwk.....

Agustinus Marampa

Itulah mengapa sawit sulit sitangani pemerintah karena mau cari enaknya saja langsung mau dapat mentahannya, sementara presidennya juga pengusaha sawit. Mungkin Prabowo lagi berpikir bagaimana kalau semua yg menyangkut Hayat hidup orang banyak dikelola langsung oleh negara.

Muh Nursalim

Siapa suruh jadi Gubernur. Siapa suruh jadi bupati dan walikota. Tapi memang begitulah manusia. Setelah kebutuhan primer, sekunder dan tertier terpenuhi. Masih ada satu yang dikejar. Kebutuhan eksistensial. Rupanya banyak orang yang belum merasa jadi orang kalau belum menjadi kepala daerah. Ya sudah. Nikmati saja kesulitan itu. Nanti lama-lama akan terbiasa. Biasa dimaki-maki masyarakat, biasa dimaki-maki atasan dan biasa tidak bisa wisata semaunya sendiri. Pejabat adalah pelayan. Ya udah. Itu tage line setiap orang baru nyalon. Sekarang, buktikan saja. Bahwa anda adalah pelayan terbaik. nanti akan dikenang rakyat sebagai pemimpin yang baik.

Muh Nursalim

Siapa suruh jadi Gubernur. Siapa suruh jadi bupati dan walikota. Tapi memang begitulah manusia. Setelah kebutuhan primer, sekunder dan tertier terpenuhi. Masih ada satu yang dikejar. Kebutuhan eksistensial. Rupanya banyak orang yang belum merasa jadi orang kalau belum menjadi kepala daerah. Ya sudah. Nikmati saja kesulitan itu. Nanti lama-lama akan terbiasa. Biasa dimaki-maki masyarakat, biasa dimaki-maki atasan dan biasa tidak bisa wisata semaunya sendiri. Pejabat adalah pelayan. Ya udah. Itu tage line setiap orang baru nyalon. Sekarang, buktikan saja. Bahwa anda adalah pelayan terbaik. nanti akan dikenang rakyat sebagai pemimpin yang baik.

Taufik Hidayat

Istilah Reboan apakah meminjam dari Jumatan, yaitu solat Jumat atau dari Kemisan? Kalau Kemisan koq miris, sudah 28 tahun peristiwa 1998 terjadi Kemisan terus berlangsung tapi anak anak yg hilang tidak ada titik terang dan … … Isi sendiri yah … Mau nulis jadi segan…. Kemisan ini mengingatkan saya akan aksi di Argentina. Waktu berkunjung ke Buenos Aires , sempat mampir ke Plaza de Mayo dan ternyata Ada juga gerakan Madres de Plaza de Mayo yang melakukan protes atas putra merkea yg hilang ketika militer berhiasa di sana . Kegiatan ini disebut Marcha de los Jueves karena diadakan setiap Kamis. Walau kebanyakan Madre memang sekarang sudah jadi abuela alias nenek ..

Taufik Hidayat

Terus terang ketika membaca judul Bagi Hasil saya langsung membayangkan kata yang sangat berhubungan dengan ekonomi syariah atau Islamic economy yang mengharamkan riba. Maklum walau kerjaan saya lebih banya di pesawat terbang, pernah juga ikutan kuliah di kajian Timur Tengah bersama Syed Thamrin Dahlan. Bunga ata interest diganti dengan bagi hasil atau profit sharing. Lucunya rumus rumus dari ekonomi konvesional masih tetap dipakai.. Ternyata judul abah ini sedikit menipu. Bagi hasil yang dinaksud lebih ke transfer dan teman temannya dari pemerintah pusat ke daerah seperti yang hadir di Reboan ini. Sayang saya hanyakenal gubernur Kofifah dan Walikota Singkawang. Apa boleh buat karena MBG dan program lan lain daratan Karis Cari duit dgn cara lain. Yg paling gampang misalnya menaikkan PBB. Syukur kalau punya PAD Yg lain .

Tivibox

Jadi Gubernur yang salah mongso. Jadi pejabat di waktu yang salah. Harusnya jadi pemimpin tak boleh berkata demikian. Kalau mau jadi pemimpin, harus siap dengan resiko apapun. Kalau tak demikian jangan mencalonkan diri jadi pemimpin. Atau pejabat. Yang ada sekarang, program yang salah mongso. Program pemborosan anggaran di saat yang tidak tepat. Harusnya dievaluasi atau dihentikan dulu. Seperti kata Pak Dirjen Cheka, saat ini kita perlu kekuatan untuk mendengar. Mendengar suara yang di bawah. Tapi, rupanya pemerintah sendiri tak punya kekuatan itu.

heru pujihastono

Suatu pagi di dusun Pedang Kamulyan Tasikmalaya. Utk mencapai daerah itu picu adrenalin harus cukup, begitu pelosoknya daerah itu dari Tasikmalaya. Dialog dg seorang ibu-ibu yg sdh tua sepertinya seorang buruh tani. Setelah lama dialog kita nanya: " Ibu pernah ke kota Tasikmalaya? Jawab beliau agak mengagetkan kami : "Dimana Tasikmalaya itu?" Apakah Indonesia juga mungkin begitu pikir beliau. Dari fakta itu ironi, seorang yg sdh tua hampir belum pernah ke kota kabupaten. Barangkali sang dirjen otonomi daerah - yg pernah mimpin Tasikmalaya - perlu ngadakan majelis selosonan apa kemisan gitu. Jadi sebelum atau sesudah ketemu pimpinan daerah , juga SDH mendengar dr rakyat.

Sulaspin

SBY salah mongso. Baru dilantik terjadi bencana dahsyat. Tsunami yg luar biasa besar menghancurkan dan meluluh lantahkan Aceh dan Sumut. Warga terdampak ratusan ribu. Korban jiwa puluhan ribu, bahkan mungkin ratusan ribu. Infrastruktur hancur lebur. Jokowi juga salah mongso. Periode pertama adhem ayem. Aman sulaiman. Baru pada awal periode ke 2, terjadi covid 19. Terkaget-kaget. Tergagap-gagap. Dalam menghadapi dan mengatasinya. Presiden Prabowo jelas salah mongso. Baru menjabat, tiada angin tiada hujan, tiba-tiba Donal dan Neta menyerang Iran. Dengan membabi buta. Ribuan bom dijatuhkan. Pemimpin tertinggi Iran meninggal. Termasuk istri, anak , menantu dan cucunya. Perang berkepanjangan sampai sekarang. Tak tahu kapan berakhir. Setiap pemimpin memiliki tantangan tersendiri. Termasuk gubernur, bupati/walkot. Rakyat tinggal melihat dan menilai. Pemimpin mana yang paling lihai dan paling hebat dalam menghadapinya.

heru pujihastono

Disway kali ini angel nya agak paradoks. Biasa kalau saya baca disway: konklusi optimis - kerja keras- terakhir baru keberuntungan. Ini kena sihir Kalam gubernur Jateng: salah mongso. Ndak sekaliyan nyalahke rakyat- yg pajak kendaraan bermotor Jateng nunggak milyaran - rakyat ( Tanggung jawab dihadapan Alloh yang menunggu) . Untung risalah reboan ini Ndak dibaca rakyat kebanyakan. Bisa nyawuri/ngrutuki pimpinan mereka. Apa yg mereka kerjakan toh sdh kami gaji. Dopamin rakyat bisa naik ketika sebagian mereka cengingisan padahal pakai rompi oranye.

Thamrin Dahlan YPTD

Bagi hasil. Awak punya pengalaman kurang adil terkait bagi hasil. Pada masa plonco mahasiswa baru kami mendapat hukuman dari senior. Hukuman harus menghabiskan segepok roti tawar besar tanpa minum dalam waktu sekejab. Bersama seorang wanita cantik si ploncowati. roti itu wajib dibagi dua. Ternyata si mbak ini benar membagi 2 roti tersebut namun dia memberi awak potongan yang lebih hampir 70 persen. Nah ini keadilan versi dia. Toh sudah dibagi 2. Perihal keadilan terpulang kepada siapa yang merasa teraniaya. hahahahha. Analogi bagi hasil memang nilai keadilan itu harus tertulis di akta notaris. 50 50 atau 90 / 10 - 90 tergantung yang tecatat di perjanjian. Kalau tidak ada bukti tertu;is perjanjian maka resiko akan terjadi ketidak keadil;an. Acara pemberian hadiah untuk Para Pemangku jabatan kepala saerah menurut awak sudah bagus. Inisiatif disway group memberi award tentu memicu semangat kerja yang transparan dan akuntabel. Ketika tuntas membaca disway sabtu ini awak pribadi pun mungkin sobat perusuh Pak Mario tidak menemukan nama KDM dalam daftar Gubernur mendapat hadiah. Adil kah. ? Tentu tergantung sesiapa jurinya. Paling tidak Kemendagri patut terima kasih. Entah dari sponsor mana hadiah itu. Kalaupun hanya selembar sertifikat penghargaa sudah baik. Pasalnya Kades Besar tersebut yang mereka perlukan penghargaan apalagi dari lembaga independen. Soal hadiah harta nanti diserahkan saja untuk para perusuh pada acara gathering jilid 5 Tahun 2026. Salamsalaman

Ahmad 9389

"jadilah presiden !" Dalam hal mendengar keluhan, dan sang pendengar tidak memiliki solusi atas keluhan tersebut namun harus tetap ada solusi maka solusinya adalah dorong masalah tersebut lebih dalam dan lebih menantang. Seperti abunawas diminta tolong tetangganya yang rumahnya sempit dan minim dana untuk meluaskan rumahnya. Alih-alih membongkar bangunan ataupun menyumbang sesuatu, justru abunawas menyuruh tetangganya membeli kambing dan peralatan rumah lainnya untuk disimpan didalam rumah. Begitulah cerita anak Adam, jurus andalan tercanggih adalah "ilmu kepepet"

riansyah harun

Periode kepemimpinan kali ini sepertinya terasa berat, dan berat sekali. Bukan cuma yang dirasakan oleh Kepala Negara, Kepala Daerah, maupun Kepala Kementerian, tapi sudah sampai pula pada Kepala Keluarga. Semua Para Kepala Kepala itu, pada tahan napas, pusing, mumet, dan mencari siasat agar masih bisa terus bertahan. Namun daya tahan itu sampai kapan..???? Pertanyaan seperti itu, perlu dicarikan jawabannya. Siapa tau ada ide nyeleneh berupa simulasi yang muncul dari berbagai debat, dan pendapat, jika suatu saat ekonomi ambruk, dan daya tahan benar benar sudah tidak ada lagi...., rakyat harus bagaimana..??? Upppssss.., namun hasil debatnya jangan sampai keluar, karena bahaya.....!!! Jangan jangan ide itu malah seperti melempar batang korek api yang menyala, di tengah tumpahan bensin ber galon galon, diatas Kapal Besar yang bisa memusnahkan penumpangnya semua.....!!!

Leong Putu

Yo wes, berarti pean sepakat kalau Pak Bos itu suami salah mongso! Wkwk

DeniK

sebagai yang pernah menjadi warga tanjung Redeb - Berau kurang lebih 8 tahun . memang harus di akui Berau itu tempat idaman ,kriminalitas terutama pencurian hampir 0%. tidak ada tukang parkir , penegemis juga tdk ada , secara ekonomi masyarakat sangat Bagus . waktu normal penerbangan bisa 8 kali sehari ke berbagai tujuan ,semua maskapai ada. mau naik plat merah , biru ,hijau semua buka rute penerbangan. ingat ! di Berau ada konsesi tambang terbesar dengan jumlah karyawan hampir 11 ribu orang . ini motor penggerak utama ekonomi di Berau .selain sawit tentunya .dan pariwisata seperti kata Ibu Bupati .

siti asiyah

Bila ada keberhasilan, sang penguasa klaim itu adalah karyanya. Manakala ada kegagalan, sang penguasa dengan mudahnya menyalahkan keadaan. Mentang - mentang berkuasa, seolah semua layak dikangkanginya. Menjadikan saya ingat nasehat ibu saya ( alm ), : Bila kamu berbuat baik karena semua baik, itu hal biasa, manakala dalam situasi terburuk sekalipun kamu tetap berbuat baik itulah yang disebut mulia.

Em Ha

Eyang Agus dan Teman Perusuh... Dr. Afni menyuarakan keadilan fiskal. Bupati Siak itu merasakan ketidakadilan anggaran pusat. Sebagai daerah penghasil. Minyak di perut bumi dihisap. Sawit di atas hamparan tanah dipanen. Bagi hasilnya tak sepadan. Sejak dulu Siak sudah menyumbangkan kekayaan. Ketika Indonesia merdeka, Sultan sumbang harta dari brangkas istana. Mahkota kerajaan ikut serta. Balasannya sekarang apa?. Ketidakadilan... Syamsurizal, S.Ag. M.Si, Wabup yang mendampingi sang wartawan. Akrab dipanggil Bang Budi. Kenapa dipanggil 'Budi'?. Ini bermula waktu SD dulu. Ingat pelajaran Bahasa Indonesia? "Ini Ibu Budi". Syamsurizal punya kakak namanya Wati. Melekatlah namanya 'Budi'. Bud... ingat waktu kita mengaji dan belajar di Cipining dulu?. Bersuaralah.. tunjukkan engkau bisa.. Siak untuk Indonesia.

Sri Wasono Widodo

No viral no attention. Setelah viral dialog antara Gubernur dengan Wakil Bupati Blora tentang pembangunan jalan yang tidak menumbuhkan ekonomi, akhirnya jalan Cepu Randublatung diperbaiki. Itupun setelah warga protes dengan menanam pohon pisang di lubang lubang jalan.

Edi Sampana

Saya kecele, dulu saya fikir, anak diberi nama berakhiran syah hanya dilakukan suku Banjar di Kalimantan. Setelah saya tanya IA, ternyata kebiasaan ini juga dilakukan suku Melayu (Sumatra, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat), suku Aceh, suku Minangkabau. Ardiansyah, pemain catur terkenal asal Kal Sel. Anang Ardiansyah, dan pencipta lagu legendaris asal Kalimantan Selatan

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PEMBAGIAN KEUANGAN PUSAT - DAERAH YANG DITERAPKAN MALAYSIA, JEPANG, AS DAN TIONGKOK Setiap negara punya cara membagi kue fiskal. Yang sulit bukan membuat kuenya. Tetapi memastikan semua yang ikut memasak merasa mendapat bagian yang adil. 1) Malaysia memakai sistem federal. Penerimaan besar tetap dikelola pemerintah federal. Negara bagian memperoleh hibah dan alokasi tertentu. Kewenangan ada, tetapi ruang fiskalnya relatif terbatas. 2) Jepang memakai konsep fiscal equalization. Pajak banyak dikumpulkan pusat, lalu dialokasikan kembali berdasarkan kebutuhan pelayanan dan kemampuan ekonomi daerah. Tujuannya sederhana: warga di desa terpencil tetap mendapat layanan yang layak. 3) AS memberi ruang luas kepada negara bagian. Mereka memiliki sumber pajak sendiri. Pemerintah federal lebih banyak memberi bantuan untuk program tertentu. 4) Tiongkok menggunakan model yang lebih terkendali. Daerah diberi ruang mendorong ekonomi, tetapi pendapatan strategis tetap berada dalam koordinasi pusat. ### Secara ilmiah, ini disebut keseimbangan antara "fiscal autonomy" dan "fiscal equalization". Daerah harus punya insentif membangun, tetapi negara harus menjaga pemerataan. Indonesia perlu belajar dari semua model itu. Ingat sejarah. Dulu pergolakan PRRI antara lain muncul karena adanya rasa ketidakadilan antara pusat dan daerah, termasuk soal pembagian hasil ekonomi. Uang memang bukan satu-satunya penyebab konflik. Tetapi rasa diperlakukan tidak adil sering menjadi bahan bakarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 33

  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • alasroban
    alasroban
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Ketut Bagiarta
    Ketut Bagiarta
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • hewriy hewriy
    hewriy hewriy
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • aku rama
    aku rama
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman