Abu Putih

Abu Putih

--

Saya ini kuper banget: baru tahu ada Universitas Republik Indonesia (URI) ketika memutar ulang acara pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional.

Di situ Presiden Prabowo Subianto tidak hanya melantik Sudaryono sebagai kepala BGN. Juga melantik Gubernur Universitas Republik Indonesia dan wakilnya. Kok saya tidak pernah mendengar rencana URI sebelumnya. Kuper banget.

Ternyata tidak hanya saya yang terkaget-kaget. Begitu banyak yang belum tahu. Termasuk kalangan DPR dan intelektual kampus. Rupanya berdirinya URI tidak diwacanakan secara luas. Tiba-tiba saja jadi.

Rupanya terjawab sudah: mengapa Presiden Prabowo beberapa kali ke Prancis. Presiden sendirilah yang punya gagasan mendirikan URI --yang dibuat seperti ENA: Ecole Nationale d'Administration. Yakni universitas 'pejabat tinggi' di Paris.

Di medsos banyak disuarakan: apakah URI nanti akan bersaing dengan UI, UGM, Unair dan sebangsanya. Bahkan ada yang bertanya: ide apa lagi ini? Dari mana anggarannya. Kan belum pernah dibahas di DPR.

Kalau wujudnya akan seperti ENA maka tidak akan bersaing dengan universitas negeri yang sudah ada. Di ENA mahasiswanya bukan lulusan SMA. Tidak bergelar. Lama pendidikannya hanya dua tahun.

Itu semacam S-2 khusus untuk calon pejabat tinggi pemerintah. Tidak harus semua pejabat tinggi lulusan ENA tapi daya saing alumnus ENA lebih tinggi dibanding yang berkarir dari luar ENA.

Mahasiswa yang bisa masuk ENA sangat terbatas. Seleksinya sangat ketat. IQ harus tinggi. Nilai kelulusan kesarjanaan dari universitas sebelumnya harus sangat baik. Hasil tes spikologinya juga tinggi. Secara fisik juga harus sangat sehat. Bedanya dengan akademi militer, postur badan tidak penting.

Jadi jelas bahwa mahasiswa yang masuk ENA bukan lulusan SMA. Sudah harus sarjana. Bahkan yang sudah S-2 pun banyak yang ikut tes masuk ENA. Calon mahasiswa juga bisa datang dari berbagai kalangan: sudah jadi pegawai negeri, dari kalangan militer, dari swasta, dari BUMN, pokoknya tidak dibatasi. Yang penting lulus ujian masuk yang ujiannya sangat sulit.

Anda sudah tahu: ENA didirikan setelah Perang Dunia II. Tujuannya untuk menciptakan pejabat-pejabat tinggi pemerintah yang kapabel. Perang dunia telah menghancurkan ekonomi negara. Untuk membangunnya kembali perlu birokrasi yang hebat.

Presiden Emmanuel Macron adalah lulusan ENA. Pun dua presiden terkemuka Prancis sebelumnya: François Hollande dan Jacques Chirac. Tapi masih lebih banyak presiden Prancis lainnya yang bukan lulusan ENA.

Untuk jadi presiden tetaplah harus bersaing terbuka lewat Pemilu. Setidaknya pemilih di Prancis punya banyak pilihan: sama-sama hebat, sama-sama pintar, sama-sama berprestasi. Tinggal mana yang disukai rakyat. Ibaratnya: salah pilih pun akan terpilih orang yang hebat.

Memperbanyak calon hebat di tengah masyarakat adalah "obat" yang baik untuk mengatasi kelemahan demokrasi. Anda sudah tahu kelemahan pokok demokrasi: yang terpilih belum tentu yang hebat, yang hebat belum tentu terpilih.

Tapi kalau jumlah orang hebat begitu banyak di tengah masyarakat kelemahan itu bisa dikurangi. Ibaratnya: salah pilih pun akan jatuh ke orang yang tetap hebat.

Memang akhirnya terjadi pro-kontra di masyarakat Prancis. Dunia birokrasi semacam dikuasai oleh gang ENA. Seperti juga kabinet Orde Baru kita pernah disebut dikuasai "Mafia Berkeley" --saking banyaknya lulusan Universitas Berkeley di California yang menjadi menteri ekonomi.

Alumus ENA itu di sana disebut ENArque. Maka ada kecaman bahwa ENArque telah menjadi gang yang menentukan arah birokrasi pemerintahan.

Karena itu dua tahun lalu ENA ditutup. Bukan berarti ENA sudah tidak ada. Itu hanya ganti nama. Juga ganti kurikulum. Semacam dilakukan pembaharuan: lebih terbuka.

Kini nama universitas itu: Institut national du service public (INSP). Masih mirip-mirip. Kuliah kelasnya hanya sekitar 6 bulan. Yang 18 bulan adalah kuliah sambil magang. Magangnya di pemerintahan, di BUMN dan sektor apa saja. Secara pereodik pengalaman magang itu dibahas di INSP.

Sebenarnya sudah sangat banyak juga pejabat muda kita yang sekolah semacam itu. Sekolahnya di Amerika. Di Pittsburg, Pennsylvania. Mata kuliahnya: Reinventing Government.

Apakah sepulang dari Pittaburg mereka bisa melakukan pembaharuan birokrasi? Tidak mudah. Mereka ibarat satu titik putih di tengah bidang abu-abu yang besar. Mungkin saja Presiden Prabowo ingin memperbanyak titik titik putih itu. Siapa tahu abu-abunya jadi abu-abu keputih-putihan.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 26 Juli 2026: Sembelih Anjing

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KORUPSI PUNYA HUKUM NEWTON? Newton bilang, setiap aksi ada reaksi. Di negeri ini, kadang bunyinya sedikit berbeda: Setiap operasi tangkap, ada operasi saling tangkap. Bedanya hanya soal siapa lebih dulu meniup peluit. Publik akhirnya seperti menonton pertandingan bulu tangkis. Skor berubah cepat. Tepuk tangan juga berpindah-pindah. Yang tetap hanya wasitnya: Media sosial. Di sana, vonis bisa keluar sebelum berkas perkara selesai dijilid. Secara ilmiah, psikologi menyebutnya confirmation bias. Orang cenderung percaya informasi yang cocok dengan keyakinannya. Maka, tersangka favorit dianggap pahlawan. Tersangka yang tidak disukai langsung dianggap pasti bersalah. Akibatnya, hukum kalah cepat dari opini. Padahal pengadilan bukan lomba lari. Jadi, semoga yang menang bukan kubu A atau kubu B, melainkan akal sehat. Sebab kalau korupsi berubah menjadi tontonan berseri, jangan-jangan musim berikutnya judulnya tinggal berganti pemain. Ceritanya tetap sama.

riansyah harun

Korupsi Sambil Memberantas Korupsi. Itu namanya rakus bin tamak. Kalau pun ada istilah yang lebih kasar lagi, mungkin patut disematkan pada pelaku korupsi model seperti itu. Bagaiman cara "memusnahkan" para koruptor yang sudah begitu amat sangat banyak sekali dengan jumlah hasil jarahannya yang juga bukan kaleng kaleng...??? Spanyol saja untuk mendapatkan emas hanya segenggam tangan seperti itu, harus berjuang dengan 11 pemain, agar keluar sebagai juara dunia dan berhak mendapatkan emas yang mungkin beratnya hanya 0.10 % dari emas yang ditemukan dibalik dinding itu..??? Rasanya pak Boyamin Saiman, bisa di jadikan Rektor Universitas Anti Korupsi. Pembentukan Universitas itu, bisa dimulai berbarengan dengan Universitas Republik Indonesia yang saat ini lagi ramai itu. Biar Pak Prabowo tidak pusing memikirkan para koruptor yang semakin merajalela.

riansyah harun

Saya terusik dengan kalimat Pak Dahlan yang mengatakan "saya tidak mau lagi berhubungan dengannya sejak 2023. Yakni sejak ia mencoba memberi uang ke saya". Waduh..., menggantung ini kalimat. Semoga Pak Dahlan bisa lebih jauh lagi menelusuri pada Pak Boyamin Saiman, bagaimana jalan ceritanya....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

FEBRIE ADRIANSYAH DAN FEBRI DIANSYAH.. Dua nama. Selisih satu huruf. 1) Satu menjadi pihak yang diperiksa. 2) Satu menjadi pihak yang mendampingi. Kalau disebut cepat, lidah bisa terpeleset. Untung hukum tidak mengenal salah sebut sebagai alat bukti. Di balik kemiripan nama itu ada pelajaran menarik. Dalam ilmu hukum, setiap orang berhak memperoleh pembelaan. Itu prinsip due process of law. Pengacara membela hak klien, bukan otomatis membenarkan perbuatannya. Karena itu, publik perlu membedakan antara fungsi advokat dan putusan pengadilan. Yang satu menjalankan profesi. Yang lain menegakkan keadilan. Humor kecilnya begini: mesin pencari mungkin sempat bingung membedakan Febrie dan Febri. Tetapi penyidik, jaksa, dan hakim tidak boleh ikut bingung. Sebab, dalam hukum.. 1) Satu huruf boleh mirip. 2) Satu peran tidak boleh tertukar.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

AKHIRNYA, YANG MELAWAN TINGGAL KATA-KATA..? "Akan melawan." Kalimat itu terdengar gagah saat masih di luar tahanan. Namun ketika pintu tahanan terbuka, yang masuk bukan perlawanan, melainkan pernyataan, "Saya dikriminalisasi." Tentu setiap orang berhak menyampaikan pembelaan. Bahkan asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Tetapi di mata publik, ucapan hanya akan bernilai jika didukung fakta dan dibuktikan di pengadilan. Selebihnya, ia hanya menjadi narasi yang diperdebatkan. Lalu pak Dahlan menutup dengan metafora yang tajam: Roh "anjing" gentayangan, para "monyet" tertawa. Humor satir itu mengingatkan bahwa rasa takut punya masa kedaluwarsa. Ketika sang penakut berubah menjadi yang ditakuti, penonton pun berganti peran. Barangkali di situlah ironi kekuasaan bekerja. 1) Jabatan bisa berpindah. 2) Pengaruh bisa memudar. Tetapi rekam jejak selalu memiliki ingatan yang jauh lebih panjang daripada pidato perlawanan.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

""Itu hanya untuk tanda, agar kalau lari segera ketahuan. Karena itu warnanya pun dibuat menyolok," jawab Boyamin saat saya tanya soal itu." Salah: menyolok Benar: mencolok ttd editor

Hasyim Muhammad Abdul Haq

"Surat itu diserahkan ke Febrie untuk ditandatangani: pertanda siap menjalani masa penahanan selama 20 hari --mungkin diperpanjang 20 hari lagi mungkin jug tidak." Kata "jug" itu salah ketik. Seharusnya: juga. Meski begitu kita tahu dalam dialog sehari-hari kita boleh menyingkat kata "juga" menjadi "jug". Contoh: boljug, artinya: boleh juga. Contoh: "Kalau Pak Dahlan Iskan mau jadi Kepala BGN boljug sih." ttd editor

alasroban

Saya menduga pak DI harus ke Jogja dulu. Untuk apa ? Agar bisa menulis "akan saya lawan" Karena seperti yang anda tahu. Untuk bisa misuh dengan fasih dan sopan harus ke Jogja juga begruru pada Butet. Wkwkwk

Sadewa 19

Kata Pak Kyai, malam yg gelap itu tidak akan berlangsung terus menerus. Gelapnya malam suatu saat akan terganti dengan datangnya cahaya pagi. Malam yang gelap itu ibarat korupsi di negeri ini. Saya mengira korupsi pada jaman dulu itu malam yg paling gelap. Kemudian muncullah reformasi yg saya kira seperti cahaya di pagi hari. Hari hari ini setelah reformasi, korupsi malah semakin bangsat dan menjadi jadi. Ternyata malam yg gelap itu masih panjang.

Fauzan Samsuri

Cerita dalam bentuk fabel nampaknya lebih mudah untuk diambil pelajaran bagi pembaca dari pada cerita tentang manusia, kalaupun tokoh dalam cerita itu tidak sesuai dengan norma, kita bisa dengan mudah menilai prilakunya, karena memang mereka binatang tidak diberi akal dan pikiran. Biar hari Ahad ini tambah ceria dan menggugah selera, ceritanya tentang binatang saja Bah biar kita bisa tertawa, kalau tentang manusia apalagi manusia Konoha, binatangpun akan menangis dibuatnya.

Beny Arifin

"Nanti sore jam 5 saya akan lompat ke sungai dari jembatan" kata anak penakut yang tahu pasti jam 4 akan dijemput ibunya pulang. Tapi ini tentang ijazah.

Beny Arifin

Kalau saya Presiden, saya akan angkat Boyamin jadi Jaksa Agung. Dengan satu syarat jangan kecentilan seperti kemarin mengajukan uji materi umur minimal cawapres.

Wilwa

Sha Ji 殺 雞 (baca: Sha Ci) Jing Hou 儆猴 (baca: Cing Hou) atau Kill Chicken 杀鸡 Warn Monkey 儆猴. Hmmm. Sebagai penganalisis aksara Mandarin saya lebih tertarik mengamati fenomena penyederhanaan aksara ayam dari 雞 menjadi 鸡. Penyederhanaan ini adalah untuk menyelaraskan penggunaan aksara burung / bird yang bisa ditulis Niao 鳥 (traditional) / 鸟 (simplified) atau Zhui 隹 (baca: Cuéi). Bebek misalnya menggunakan aksara Niao untuk penanda semantiknya sehingga ditulis 鴨 / 鸭 = 甲 + 鳥 / 鸟. Karena itulah simplifikasi aksara ayam kemudian disepakati menggunakan Niao juga. Sehingga aksara ayam kini ditulis 鸡 (又 + 鸟). Sedangkan penyederhanaan 奚 menjadi 又 adalah sebuah simplifikasi yang menjadi bahan debat tiada akhir antara kaum yang memegang tradisi penulisan 1600 tahun yang lalu ketika Zhuan Shu 篆書 / Seal 篆 Script 書 ini mulai aktif dipakai, dengan kaum yang tak lagi terpaku pada tradisi kuno itu untuk melakukan perubahan agar aksara Mandarin lebih mudah ditulis dan/atau diingat dengan risiko kehilangan makna awal yang ingin disampaikan sebuah aksara dari gambar-gambar yang menyusunnya.

riansyah harun

Saya bersumpah, untuk tidak menerima...., dan seterusnya....dan seterusnya..... Itu sepenggal kalimat sumpah yang dilantunkan oleh seseorang saat ia dilantik untuk jabatan tertentu. Mungkin akhir dari kalimat sumpah itu, perlu ditambahkan, seperti : "SAYA BERSEDIA DIHUKUM MATI, DENGAN CARA DUDUK DIATAS KURSI LISTRIK, JIKA TERBUKTI KORUPSI".

Jo Neka

Coba Bapak mantan bertanya ke om Boyamin S..Apakah Jaksa Agung tidak sedikitpun mencium perilaku Febrie selama ini.Kepura²an yang nyata.Sudah terjadi anjingpun di bawa².Saya ini pemelihara anjing yang tangguh.Beberapa jenis anjing saya sangat terlatih.Cukup dengan siulan dia tahu apa yang perlu dilakukannya.Tetapi anjing sayapun tahu aturan.Bahkan adab.Dia bahkan tidak pernah akan berak dan kencing di taman.Dia akan pergi ke tempat yang sudah disediakan..Ini anjing saya bro.Entah anjing anda..

Johannes Kitono

Pancung Leher Ayam. Buku memberantas korupsi dengan korupsi pasti layak dibaca. Timing Loblobly Kosmak terbit dan pasarkan saat ini sangat tepat. Sembelih anjing depan monyet itu arti harafiah. Biar monyet monyet koruptor takut dan jera. Ketika masih bocil pernah menyaksikan Sumpah Pancung Leher Ayam di kelenteng Thai Pak Kung Sanggau. Perselisihan yang tidak bisa dibuktikan di Pengadilan. Tentu khusus kalangan etnis Tionghoa .Diizinkan Hakim Ketua diselesaikan di kelenteng secara adat Tionghoa. Para pihak yang berselisih bersama Hakim pergi ke kelenteng sambil membawa seekor Ayam Jantan. Pihak tertuduh menulis kata kata diatas kuning ( phu ). Isinya antara lain.Kalau ybs berbohong nasibya akan sama seperti Ayam yang dipancung didepan para dewa. Setelah ini tertuduh memancung Leher Ayam sampai putus didepan Hakim. Bagaimana keputusan Hakim selanjutnya tidak jelas. Apakah ini bisa jadi jurisprudensi juga harus di lihat disitus Hukumonline. Tapi setelah tahun 1970 an tidak pernah terdengar lagi ada Sumpah Potong Ayam ini. Mungkin indikasi perselisihan bisnis lebih baik diselesaikan secara Mediasi. Tidak perlu pakai Sumpah Potong Leher Ayam apalagi Anjing. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Em Ha

"Jam berapa sekarang?". Tanya Nun ke emaknya. Kami sedang makan lontong sayur di Tin H. Minah (berdiri sejak 1968). Letaknya di Pasar Ateh Bukittinggi. Tak lama bertanya, berbunyi lonceng Jam Gadang satu kali. "Tuh, tengok Jam Gadang itu. Jam berapa sekarang?". "8.30" sahutnyi. 20 Juni kemaren diperingati 100 Tahun Jam Gadang. 1926 - 2026. Melebihi usia Republik Indonesia. Tidak ada Emas di puncak Jam Gadang. Walakin Anda Sudah Tahu, mandor yang membangunnya adalah Sutan Gigi Ameh. Mandor yang giginya berlapis emas. Tak mungkin 74 Kg emas yang melapisi gigi Sutan. Tapi dia yakin bangunan itu akan melebihi usia 100 tahun. Kunjungan Jam Gadang hari ini menguak cerita sejarah. Zaman Belanda atapnya ada patung ayam jantan. Zaman Jepang atapnya berbentuk kuil shinto. Zaman Indonesia merdeka atapnya berbentuk gonjong. Patung ayam jantan diatas Jam Gadang ternyata sindiran agar warga sekitar untuk bangun pagi setelah ayam berkokok. Alias bangun subuh. Cepat bangun subuh. Cepat sadar dari mimpi. Mimpi Indonesia Emas 2045. Cepat bergerak dan bekerja. Kerja yang benar. Bukan Gaya Elit. Plat Palsu.

Kujang Amburadul

Hari ini yg dibahas hanya anjing dan monyet. Padahal ada satu mahluk yg selalu jd tertuduh, yakni kambing. Kambing hitam. Lupa yaaaa....?

Tivibox

Aparat Penegak Hukum yang melakukan kejahatan, melanggar hukum, seharusnya dihukum 100 kali lebih berat dari orang biasa. Sayangnya, tak ada undang-undangnya.

Tivibox

FA itu barangkali lagi apes saja. Bagaimana dengan APH-APH yang lain ? Kalau bisa harus diperiksa semua, apakah mereka semua benar-benar jujur dan bersih. Tapi... Siapa yang harus memeriksa?

Liáng - βιολί ζήτα

Pada Zaman Musim Semi dan Musim Gugur tersebut terjadi beberapa peristiwa besar yang mendasari munculnya idiom 殺雞儆猴 (Shājījìnghóu), seperti : • 莊賈 (Zhuāng jiǎ) seorang pejabat - orang kepercayaan Raja Qí (齊景公 Qí Jǐng Gōng) yang dihukum mati oleh Jenderal 田穰苴 (Tiánrángjū) dalam rangka penegakkan disiplin dan wibawa militer di hadapan pasukan (yang justru dilanggar oleh 莊賈 Zhuāng jiǎ). • 薑子牙 (Jiāngzǐyá) atau 薑太公 (Jiāng tàigōng) seorang pertapa pemberontak (tidak kooperatif) sehingga dijatuhi hukuman mati. Di kemudian hari..... idiom 殺雞儆猴 (Shājījìnghóu) bisa dimaknai secara sinonim : beri hukuman kepada satu orang yang melanggar untuk memperingatkan yang lain yang lebih banyak dan lebih besar ; sedangkan secara antonim bisa dimaknai : beri hadiah kepada satu orang yang berprestasi untuk memotifasi yang lain yang lebih banyak untuk lebih berprestasi. [2/2].

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Mungkin saja diadopsi dari budaya politik zaman kerajaan di Tiongkok: 殺雞儆猴, bunuh ayam untuk peringatkan monyet." Idiom 殺雞儆猴 (Shājījìnghóu) diyakini berasal dari Zaman Musim Semi dan Musim Gugur (春秋時代 Chūnqiū Shídài) di Tiongkok yang berlangsung sekitar 3 abad (tahun 770an SM - 470an SM). Zaman Musim Semi dan Musim Gugur di Tiongkok, adalah periode ketidak-stabilan Dinasti yang berkuasa pada masa itu, yang ditandai oleh melemahnya kekuasaan Zhou Dynasty (周朝 Zhōu cháo), terpecahnya wilayah menjadi negara-negara kecil yang otonom, serta berkembangnya pemikiran filosofis secara pesat. Nama "Zaman Musim Semi dan Musim Gugur" diambil dari Kitab Sejarah Chūnqiū (春秋經 Chūnqiū jīng) yang berarti Kitab Musim Semi dan Musim Gugur. [1/2]

brahman soppeng

Semoga Allah memunculkan pemimpin yang bisa mengambil kebijakan yang tepat dan tidak terburu buru, tidak tersandera oleh kepentingan politik, tegas terhadap penyimpangan tanpa pandang bulu, karena yang banyak bulunya adalah monyet, Aamiin

Warung Faiz

"Kenapa sich harus membawa-bawa nama kami,padahal kami tak pernah korupsi"umpat si anjing yg merasa difitnah oleh manusia..

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 164

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • kelating dalamlayar
    kelating dalamlayar
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Adipati Gowok
    Adipati Gowok
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Herman Romantika
    Herman Romantika
  • Ulik Kopi
    Ulik Kopi
    • Tivibox
      Tivibox
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • Tivibox
      Tivibox
  • Kurniawan Roziq
    Kurniawan Roziq
  • mario handoko
    mario handoko
    • yea aina
      yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • yea aina
      yea aina
  • siti asiyah
    siti asiyah
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • mario handoko
      mario handoko
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • alasroban
    alasroban
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Tivibox
    Tivibox
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
    • Tivibox
      Tivibox
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • kambing hitam
    kambing hitam
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Liam Then
    Liam Then
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Andrea X
    Andrea X
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Zakaria Chen fu
    Zakaria Chen fu
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • hanya yotup
    hanya yotup
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • bocah ilank
    bocah ilank
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Mujiburohman Abas
    Mujiburohman Abas
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • DeniK
    DeniK
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • yea aina
      yea aina
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
  • my Ando
    my Ando
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • my Ando
      my Ando
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • DeniK
    DeniK
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • my Ando
      my Ando
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Sugi
    Sugi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
    • my Ando
      my Ando
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Maman Lagi
      Maman Lagi