Prabowo Subianto Sebut Jurnalis dan LSM 'Londo Ireng', Mahfud MD: Saya Juga Pernah Dicap Begitu!
Prof Mahfud MD, eks Menkopolhukam RI.-ist-
JAKARTA, DISWAY.ID - Dunia pers dan pegiat advokasi di Indonesia kembali dihadapkan pada pernyataan kontroversial Presiden RI, Prabowo Subianto soal perkataan 'Londo Ireng'.
Presiden RI, Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan, melontarkan sindiran pedas yang langsung memicu gelombang kritik dan perdebatan sengit di jagat maya serta kalangan jurnalis.
Pernyataan yang dimaksud adalah ketika Presiden Prabowo secara eksplisit menyebut kelompok-kelompok kritis seperti wartawan, pengamat, hingga LSM sebagai "Londo Ireng".
Istilah kuno yang sarat dengan muatan sejarah pengkhianatan nasional ini sontak menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di linimasa media sosial namun juga di kalangan insan pers yang merasa terancam dan terstigma.
Reaksi cepat datang dari Dewan Pers. Lembaga yang berwenang mengawal etika jurnalistik itu langsung mengeluarkan pernyataan sikap yang menilai tuduhan Presiden sebagai sesuatu yang tidak berdasar.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bahkan bersuara lebih lantang. Mereka tidak hanya menganggap pernyataan tersebut serampangan, tetapi juga meminta secara terang-terangan kepada Kepala Negara untuk menyampaikan permintaan maaf atas ucapan yang dinilai mencederai profesi wartawan.
BACA JUGA:Perry Warjiyo Mundur, Presiden Prabowo Segera Terbitkan Keppres Pemberhentian Hormat
Menariknya, di tengah hiruk-pikuk polemik itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus tokoh senior, Mahfud MD, turut memberikan pandangannya.
Dalam analisisnya yang tajam, Mahfud MD melihat ada paradoks dalam sikap pemerintahan saat ini.
"Di satu sisi, kita mendengar selalu gaungkan negara ini adalah demokrasi, silakan kritik pemerintah. Namun di sisi lain, ketika kritik itu hadir, justru ada serangan balik tanpa argumentasi substantif," ujar Mahfud MD, dikutip dari kanal YouTube @Mahfud MD Official pada Selasa 28 Juli 2026.
Lebih lanjut, Mahfud MD menyoroti muatan sejarah dari kata 'Londo Ireng' yang digunakan Presiden.
Menurutnya, istilah itu bukanlah sekadar ejekan ringan, melainkan sebuah label berat yang menyakitkan.
Ia menjelaskan bahwa secara historis, 'Londo Ireng' merujuk pada pengkhianat yang bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda untuk menghancurkan perjuangan bangsa.
BACA JUGA:Survei SMRC: 42,8 Persen Publik Nilai Kondisi Politik Nasional Buruk di Era Prabowo Subianto
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: