Zhou BK

Zhou BK

--

"Hampir semua orang Indonesia tahu nama Zhou En Lai," kata saya melebih-lebihkan nama besar mantan perdana menteri Tiongkok itu.

Orang di kota ini senang mendengarnya: Kota Huai An. Itu satu kabupaten kecil di bagian utara provinsi Jiangshu yang besar. Jaraknya tiga jam naik kereta cepat dari Gedung Celana Panjang di Suzhou (lihat disway kemarin).

Di situlah Zhou En Lai lahir. Kelak di tahun 1955 ia ke Bandung. Ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA). Indonesia memang pendiri Gerakan Negara-Negara Nonblok: tidak memihak Amerika dan sekutu Baratnya maupun Uni Soviet dan sekutu sosialisnya.

Waktu ke Bandung itu Zhou En Lai ditemani seorang tokoh yang punya anak yang masih kecil. Anak kecil itu kelak di tahun 2025 menjabat Presiden Tiongkok untuk periode ketiga kalinya.

Zhou En Lai sangat terlambat kawin. Tidak punya anak kandung. Karir politiknya melejit. Kerjanya keras. Kelak di awal perkawinannya ia mengangkat dua anak: perempuan dan laki-laki.

Mereka tidak sampai berumah tangga. Kelak, setelah agak dewasa yang perempuan tewas oleh kekerasan politik --setelah jadi korban pemerkosaan lawan politik.

Sedangkanyang laki-laki tidak bisa selamat dari penyiksaan di saat meletus revolusi kebudayaan antara tahun 1966-1974.

Zhou En Lai sendiri harusnya juga terkena revolusi. Hampir terkena. Sudah mulai disasar olehbuzzeraliran keras di Partai Komunis Tiongkok. Ia hampir jadi korban rebutan posisi di lingkungan kekuasaan mutlak Mao Zedong.

Ia dianggap lembek dalam menghadapi kelompok pro kapitalisme. Dari jenis rumah tempat ia dilahirkan memang terlihat Zhou datang dari keluarga kaya.

Pagi itu saya ke rumah Zhou. Kini rumah itu jadi meseum. Di tengah kota. Besar sekali. Banyak kamar. Ada sumur di halaman belakang. Saya diminta mencoba menimba air dengan cara zaman itu: timbanya diikatkan di ujung tali.

"Saya pasti bisa," kata saya. "Saya pernah melakukannya waktu kecil di desa".

Saya pun mulai memegang timba. Memasukkannya ke mulut sumur. Tangan kanan memegang ujung tali. Timba sudah mencapai permukaan air --kedalamannya tidak sampai tiga meter. Saya pun mengibaskan tali. Timbanya terlihat terjungkit. Perasaan saya jungkitan timba itu seperti menciduk air. Sukses. Ternyata tidak. Timbanya tetap kosong. Lalu saya diamkan timba itu mengapung di atas permukaan air. Nanti akan miring sendiri lalu tenggelam penuh air. Begitulah cara lama yang saya lakukan.

Ternyata timba di rumah Zhou En Lai ini beda. Saya gagal. Salah satu dari yang menonton kegagalan itu minta saya menyerahkan timbakepadanya. Ia demostrasikan cara yang benar. Saya pun bertepuk tangan.

Pertanda lain Zhou dari keluarga kaya adalah ini: di rumah itu ada ruang khusus belajar. Isinya tiga bangku dan satu meja guru. Seorang guru didatangkan ke rumah itu setiap hari: mengajar Zhou dan dua sepupunya.

Zhou tinggal di rumah itu sampai usia12 tahun. Lalu merantau ke provinsi Liaoning yang lebih maju. Ikut pamannya. Sekolah di sana. Lalu kuliah di kota Tianjin --di Nankai University. Kelak di tahun 2007 saya sering lewat universitas itu --menjalani operasi ganti hati di rumah sakit di dekatnya.

Saya sudah banyak membaca literatur tentang Zhou En Lai tapi baru tahu pekan lalu di sinilah lokasi kelahirannya. Saya serasa mendapat bonus perjalanan. Dari rencana hanya melihat satu proyek menjadi berkunjung ke rumah tokoh besar Tiongkok. Ia salah satu pendiri republik. Ia menjabat perdana menteri begitu lama: 15 tahun. Bahkan boleh dikata Zhou adalah tokoh di balikcomeback-nya tokoh sentral reformasi Deng Xiaoping.

Waktu itu Deng menjalani masa pembuangannya di salah satu desa di luar kota Nanchang. Ia jadi tahanan rumah. Resminya: ia ditugaskan memimpin bengkel permesinan di desa itu. Tapi tidak diberi alat. Tidak diberi staf. Ia hanya bersama istri di desa itu.

Secara tidak resmi, Deng menjalani hukuman selama revolusi kebudayaan. Padahalia wakil perdana menteri. Ia dijauhkan dari pusat kekuasaan. Jabatan tingginya sebagai wakil perdana menteri terlalu berbahaya di dekat Mao Zedong.

Zhou-lah yang pelan-pelan meyakinkan Mao agar Deng dipanggil lagi ke Beijing. Zhou-lah yang tahu betapa pintar Deng mengatur perekonomian. Tentu Zhou berani meminta Deng ke Beijing setelah posisinya sendiri aman daribuzzer.

Apalagi rakyat kian merasakan kesengsaraan akibat revolusi kebudayaan. Zhou juga berani mengusulkan agar Deng kembali ke Beijing setelah tokoh muda terdekat dengan Mao Zedong tewas dalam kecelakaan pesawat: Letkol Lin Piao.Ups, bukan Letkol. Lin Piao sudah jendral bintang satu.

Saatitupesawat militer yang membawanya ke arah Rusia jatuh. Pasangan Perdana Menteri Zhou En Lai dan Wakil Perdana Menteri Deng Xiaoping pun kembali merencanakan perbaikan ekonomi. Tapi tidak bisa cepat. Kelompok penjilat Mao masih sangat kuat. Bisa-bisa keduanya dianggap perongrongketua Mao. Zhou sendiri kian tidak sehat. Ia terkena kanker empedu. Sebenarnya sakitnya itu masih bisa diatasi. Bisa dioperasi. Tapi setiap dokter yang akan mengoperasi pejabat tinggi harus minta izin Mao Zedong.

Administrasinya harus melewati lingkaran terdekat sang ketua. Izin itu tidak diberikan. Mungkin Mao sendiri yang tidak mengizinkan. Mungkin juga permintaan izin tidak sampai dibaca Mao.

Setelah akhirnya kencing Zhou campur darah izin operasi diberikan. Terlambat. Zhou En Lai meninggal dunia.

Harusnya negara berduka: pendiri republik meninggal dunia. Tapi tidak. Justru Mao mengeluarkan larangan acara apa pun yang menunjukkan simpatikepada Zhou. Lama-lama rakyat tahu Zhou En Lai sudah meninggal dunia.

Beberapa bulan kemudian, ketika datang haricingbing, puluhan ribu rakyat berkumpul di Tian An Men. Mereka menyatakan duka pada Zou En Lai. Orang Tionghoa di mana pun melakukan ziarah kubur di haricingbing. Mereka ziarah kubur Zhou di lapangan Tian An Men. Tidak hanya rumah Zhou yang jadi museum. Di kota Huai An juga dibangun patung raksasa Zhou. Di belakang patung itu dibangun museum besar Zhou En Lai.

Perjalanan Zhou dipaparkan di meseum itu. Termasuk saat hadir di KAA Bandung. Saat saya tiba di bagian KAA Bandung saya melihat beberapa foto Zhou di KAA itu. Terlihat pula tokoh-tokoh dunia. Tapi tidak terlihat sama sekali Bung Karno.

Maka saya usul di dalam hati. Bagaimana kalau Bu Mega menugaskan staf mencari foto Zhou bersama Bung Karno, lalu mengirimkannya ke museum di Huai An itu. Tanpa Bung Karno tentu meseum itu seperti ada yang kurang. Apalagi ada kemiripan nasib di akhir hayat Zhou dan BK. Baik sakitnya maupun dukanya.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 13 Maret 2026:Zhou BK

alasroban

Disway pagi ini kalau di terjemahken secara bebss.

Singapore itu kadal.

Sukses mengkadali tetangga-tetangganya.

Terutama tetangga yg sangat besar itu.

Begitu di puji nenek moyangnya. Singapore melambung terbang sampe lupa pijakan. Tercetus ide niradab. "Mengkadali nenek moyang".

Namanya nenek moyang kesaktian betlipat lipat.

Singapore yg tadinya mau mengkadali malah terkadali (@_@).

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SINGAPURA II YANG "HILANG" DI DALAM "CELANA PANJANG"..

Tiga puluh tahun lalu Singapura datang ke Suzhou seperti guru datang ke desa. Membawa buku pelajaran bernama Jurong. Membawa patung Merlion sebagai tanda tangan. Waktu itu Tiongkok murid yang rajin. Mendengar. Meniru. Bahkan mengagumi.

Tapi murid yang rajin kadang terlalu cepat pintar. Setelah lulus, ia bikin sekolah sendiri. Gedungnya lebih besar. Biayanya lebih murah. Lokasinya persis di sebelah sekolah gurunya.

Di situlah pelajaran ekonomi berubah jadi pelajaran psikologi. Harga lahan terlalu mahal. Investor pun menoleh ke tetangga sebelah. Yang diskonnya separo.

Akhir cerita kita sudah tahu. Saham mayoritas pindah tangan. Nama Singapura tenggelam. Merlion pun pensiun dini. Diganti ikon baru: Gedung Celana Panjang.

Ironinya lucu juga. Dulu Singapura mengajari Tiongkok cara membangun kawasan industri. Sekarang kawasan itu tumbuh begitu besar sampai menelan nama gurunya sendiri.

Sejarah memang kadang seperti celana panjang itu. Kakinya bisa sangat panjang. Tapi yang dulu merasa paling tinggi, tiba-tiba sudah tidak kelihatan lagi dari bawah.

Yang tersisa hanya kenangan. Dan beberapa patung singa kecil di pagar. Seperti catatan kaki sejarah yang tidak sempat dihapus.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

GURU DAN MURID

YANG SAMA-SAMA LULUS..

Hubungan Singapura dan Tiongkok itu unik. Awalnya seperti guru dan murid.

Deng Xiaoping datang ke Singapura. Melihat kota yang rapi, pelabuhan sibuk, kawasan industri efisien. Ia pulang dengan satu kesimpulan: Tiongkok harus belajar.

Maka lahirlah proyek Suzhou Industrial Park. Singapura membawa pengalaman. Sistem. Manajemen. Disiplin ala Jurong. Tiongkok membuka tanah. Tenaga kerja. Dan pasar yang luas sekali.

Tapi belajar itu proses dua arah. Singapura mengajari cara mengelola kawasan industri modern.

Tiongkok mengajari satu hal lain: skala.

Skala yang tidak main-main. Skala yang membuat proyek 1.000 hektare terasa seperti halaman rumah.

Skala yang membuat kota tumbuh lebih cepat dari rencana.

Akhirnya dua-duanya tambah pintar. Tiongkok belajar efisiensi. Singapura belajar bahwa jika berbisnis dengan negeri raksasa, ukuran dan harga sering menentukan nasib.

Hubungan mereka pun berubah. Bukan lagi guru dan murid. Tapi dua pedagang yang saling menghormati. Kadang bekerja sama. Kadang bersaing.

Dan di Suzhou, sejarah itu kini tersembunyi rapi. Di balik gedung-gedung tinggi. Tanpa Merlion besar. Hanya tersisa cerita bahwa pernah ada masa ketika Singapura datang mengajar. Lalu pulang dengan pelajaran baru.

###

Singapura itu KECIL banget.

Tiongkok itu LUAS banget..

djokoLodang

-o--

Selingan Pagi -- Intermeso.

Mati Lampu

Selama empat puluh tahun pernikahan, Kakek memiliki satu aturan ketat di kamar tidur:

“Matikan lampu. Benar-benar mati. ... Gelap pekat... Jangan sampai ada cahaya masuk...”

Nenek tidak pernah mempertanyakannya. Dia mengira mungkin Kakek hanya menyukai romantisme kegelapan. Tetapi setelah empat dekade, rasa ingin tahunya akhirnya mengalahkan dirinyi.

Suatu malam dia meraih tombol dan menyalakan lampu.

Di sana berdiri Kakek… memegang dildo.

Kaget tak terkira, Nenek meloncat sampai hampir membentur langit-langit.

“Dasar pembohong, laki-laki tak berguna!” teriaknyi. “Kau ingin mengatakan bahwa aku telah menikah dengan pria impoten selama empat puluh tahun?!”

Kakek menatapnyi sejenak dan berkata dengan tenang:

“Baiklah… kalau itu maumu.

Aku akan menjelaskan tentang dildo ini… dan kau jelaskan lahirnya anak-anak.”

--0-

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Gedung celana panjang yang diceritakan oleh abah seperti celana panjang yang bisa berdiri sendiri.

Satu-satunya celana panjang yang saya tahu bisa berdiri sendiri adalah di film Onward, film animasi buatan Disney Pixar.

Film itu bercerita soal 2 anak yang ingin bertemu ayah mereka yang sudah meninggal memakai tongkat sihir. Namun ssyang karena sihirnya tidak tuntas, wujud ayahnya hanya sampai bagian atas celana panjangnya. Walhasil, ayahnya yang cuma berwujud celana panjang dan sepatu itu pun jalan-jalan sendiri.

Ada kesamaan antara Gedung Celana Panjang dan film Onward. Keduanya diwujudkan oleh sihir. Yang di film pakai tongkat sihir. Yang di Suzhou pakai sihir teknologi Tiongkok.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Awalnya belajar ke Singapura, namun sekarang di atas Singapura.

Tak beda jauh sama Malaysia, Thailand dan Vietnam yang dulu belajar ke Indonesia tapi sekarang sudah di atas Indonesia semua.

Entah mereka yang larinya memang cepat, atau kita yang terlalu malas bergerak maju.

Khairun Nisa

Bah, bukan saya berburuk sonko, tp KLO lihat foto Abah ni kyak nya Abah kdinginan dan kelelahan.

Udah lah bah pulang bah.

Khairun Nisa

Blm prnah Abah pose fhoto yg sprti ni, gmna perusuh??? mgkin saya yg salah, mohon koreksi nya

Taufik Hidayat

Artikel abah DI kali ini sangat menarik karena membahas tentang Singapura dan Suzhou. Keduanya cukup memberikan kesan dan pengalaman yang mendalam buat saya. Singapura sendiri merupakan negara atau kota yang banyak sekali saya kunjungi terutama dalam hal pekerjaan. Di tahun 80-90 an ketika saya masih bekerja sebagai montir kapal terbang, kebetulan di kantor saya banyak berhubungan dengan orang Singapura. Dan saya juga sempat tinggal sementara di karir Singapura tepatnya yah di bandara Changi. Pada saat itu walau sesama Tionghoa , orang Singapura pada umumnya memandang sedikit tentang orang mainland. Mereka masih lebih miskin walau tidak kelaparan. Demikian pesannya. Beberapa dari mereka sering ditugaskan di Beijing dan Shanghai , saat itu di Tiongkok masih berlaku dua mata uang Yuan alias RMB untuk orang lokal sementara untuk orang asing memakai FEC atau Foreign Exchange Currency … ini mirip dengan di Cuba sebelum 2021. Ada CUP peso Kuba khusus org lokal dan CUC khusus orang asing yg nilainya sama dengan usd.

Jadi selama tahun 80 an kita memang memasang Tiongkok daratan masih sebagai mengeri yang penuh misteri ? Sedikit sekali yang pernah ke sana dan bahkan ketika saya sempat sementara di HKG pada 80 an hanya berani mengintip Shenzhen dari Lokmachau. Tiongkok baru sedikit terbuka setelah asian games 90 di Beijing ketika lumayan ada penonton dari Indoensia dan hubungan diplomatik Indonesia RRC kembali dibuka! Sementara saya sendiri baru ke Suzhou pada 2006. …

Bahtiar HS

Ngapain Abah jauh-jauh ke Suzhou kalau hanya ingin lihat Singapura II? Tak jauh dari Sakura Regency rumah Abah, hanya sepelemparan rudal Shahab Iran ke arah Barat Daya, ada kawasan yg diklaim sebagai Singapura juga. Kalau Singapura II Suzhou hanya 1000 ha, Singapura yg ini 2500 ha. Namanya "The Singapore of Surabaya". Nama aslinya Perumahan Citraland Surabaya.

Namanya ngenyek sekali, ya? Singapuranya Surabaya. Berarti Singapura itu cuma sak uplik, jauh lbh kecil dari Kota Surabaya. Singapura itu bagian dari Surabaya --meski isih kalah sama Cak Nun. Salah satu bukunya berjudul "Indonesia Bagian dari Desa Saya".

Singapura yg di Surabaya Barat ini masih ada. Lengkap dengan patung Singa Merlionnya. Tp gak ada kawasan industrinya. Yg ada hanya hunian yg kayak huniannya orang Singapura. Kini sdh ditempati 13.000an KK.

Yg unik, di dalam perumahan begitu asri, nyaman, lengang. Tapi begitu keluar ke Selat Malaka...eh jalan Raya Wiyung-Menganti, itu jalan sering macet pas jam berangkat dan pulang kerja dan sekolah hehehe.

Taufik Hidayat

Sementara kunjungan kedua saya ke Suzhou . Dengan rute yang sama dari Shanghai. Pada thn 2010 sewaktu ada Shanghai Expo. Kala itu stasiun Suzhou sudah berubah jadi besar dan modern. Tapi tour lokalnya masih sama dan saya bersama istri dengan saya yang jadi penerjemah he he.. wah jadi pengen lagi kesana !!!

pak tani

Singapura boleh gagal, tapi pamer berhasil.

Redmi hilang huawei siap mengganti.

Foto selfie abah nampak HD sekali, fix HP baru!!

THR dari galuh banjar sudah cair rupanya. Langsung beli HP yang bisa tersambung satelit :)

Irary Sadar

Dlu juga, transaksi di Batam bisa pakai Dollar Singapura dan Ringgit Malaysia. Sisa uang Dollar Singapura bawa ke Batam tidak perlu ganti ke MoneyChanger. Masih bisa ke warung bayar dengan Dollar Singapura. Bahkan Kami beli rumah kecil mungil type 36 dengan developer juga pembayaran pakai Dollar Singapura. Saya masih ingat harga rumah yg dibeli dulu. Type 36, harganya 32.600,- SGD.

Jadi kalo ada dengar kabar bahwa dulu di Batam bisa transaksi ke warung pakai Sin Dollar (Ringgit ada juga, tapi tidak begitu populer) itu bukan hoax, ya….

Irary Sadar

Dulu, dulu sekali, rang Batam ke Singapura seperti bukan keluar negeri. Sarapan pagi di Nagoya, makan siang di Orchard Road, ngopi sore di Bugis Junction, makan malam di Harbour Front, tidur malam kembali di Nagoya. Begitu saban minggu, kalo gak, minimal 2x se bulan. 1 SGD masih 3.600 Rupiah. Minum 100+ di Singapura masih 1 Dollar 40 Sen. Asyik tenan. (Pernah hidup di Batam dengan 1 SGD hanya 1.200 Rupiah. Redbull Thailand di Batam sekaleng hanya 1.200 - 1.400 perak)

Namun sekarang dengan harga 13.000an per 1 Dollar singapura, untuk kaum mendang mending ini, pasti berpikir seribu kali untuk jalan-jalan lagi kesana. Apalagi tiket ferry semakin tak karuan. Amsiong.

Jika rasa ingin keluar negerinya semakin tak karuan, jalan tengahnya nyebrang ke Johor Bahru. Lumayan lah. dapat suasana Melayunya, dapat juga suasana moderennya.

Cita-cita Pak Habibie untuk kota Batam menyaingi singapura betul-betul sudah punah. Takkan bisa. Jangankan menyaingi, sejajarpun belum tentu bisa. Bahkan jika dibandingkan dengan Johor Bahru, Batam jelas tertinggal...

Ngenes tenan…

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PERNYATAAN TIONGKOK TENTANG IRAN..

Pernyataan Tiongkok kali ini cukup menarik.

Beijing secara terbuka mengecam serangan rudal dan drone Iran ke negara-negara Teluk.

Serangan terhadap warga sipil dan target non-militer disebut tidak dapat diterima. Bahkan langsung disertai tuntutan: gencatan senjata segera.

Nada seperti ini jarang keluar dari Beijing.

Biasanya Tiongkok sangat hati-hati. Kalimatnya netral. Tidak ingin terlihat memihak. Karena itu kecaman terbuka terhadap Iran terasa agak berbeda.

Yang lebih menarik justru gerakannya. Menteri Luar Negeri Wang Yi langsung menelepon banyak pihak.

Pakistan. Oman. Kuwait. Bahrain. Iran. Bahkan Prancis.

Utusan khusus juga dikirim ke Riyadh untuk bertemu para pemimpin Teluk.

Pesannya jelas. Kawasan itu harus segera didinginkan. Jalur pelayaran di Selat Hormuz harus aman.

Masuk akal. Sebagian besar minyak menuju Asia melewati jalur itu. Jika Teluk panas, pabrik-pabrik di Asia ikut berkeringat.

Tiongkok tampaknya tidak ingin hanya menjadi pembeli minyak. Ia mulai tampil sebagai penjaga stabilitas. Minimal penjaga kepentingannya sendiri.

Diplomasi Beijing pelan-pelan naik kelas. Dari pemain ekonomi menjadi pemain keamanan regional. Dan dunia mulai memperhatikannya.

Bruce Wijaya

saat ini semua mata dunia / negara sedang mengamati perang iran - AS ini , jika AS berhasil dengan mudah menduduki iran maka As akan melakukan hal yang sama ke negara2 lain , mengancam jika tidak patuh maka akan di serang akibatnya negara2 lain (bukan supr power) akan tunduk ke amerika....trump lagi bermain kartu gertak (sifat ini sudah dari dulu bisa di baca - paling mudah saat serial apprentice) ...venezuela berhasil , sekarang ke iran ...jika berhasil akan ke kuba , kolombia dan semua negara amerika latin , bisa2 lanjut juga ke greenland......nah itu kalo berhasil yah ....Tapi kalo Gagal di Iran maka akan berbalik : AS akan di acuhkan oleh negara2 lain , hilang pengaruhnya ....jadi perang iran ini adalah titik penentuannya , masalahnya iran itu tidak semudah itu ferguso

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Liang Ysh..

SUZHOU, MALAM, DAN LAGU YANG TAK IKUT PERANG..

Terima kasih Pak Liang atas selingannya.

Lagu tua memang sering lebih jujur dari pidato politik.

Ia menyimpan emosi zaman tanpa banyak teori.

Begitu juga Sūzhōu Nocturne.

Lembut. Melankolis. Seperti kabut tipis di kanal-kanal Suzhou pada malam hari.

Lagu itu lahir di masa sulit. Masa Second Sino-Japanese War. Ketika tentara bergerak, propaganda berbunyi, dan hubungan manusia menjadi rumit.

Di tengah pusaran itu muncul sosok penyanyi yang unik: Yoshiko Yamaguchi. Ia dikenal juga sebagai Li Xianglan. Jepang. Tapi bernyanyi dalam bahasa Mandarin. Bintang film. Sekaligus simbol zaman yang membingungkan.

Kisah filmnya sederhana. Dokter Jepang. Kepala panti asuhan Tiongkok. Dua manusia dari dua bangsa yang sedang berperang. Cinta di wilayah yang penuh curiga. Barangkali karena itu lagunya terasa sendu. Seolah mengatakan: perang adalah urusan negara, tetapi hati manusia punya jalannya sendiri.

Menariknya, lagu ini tetap hidup sampai sekarang. Dinyanyikan ulang berkali-kali. Dari penyanyi klasik sampai pemain biola jalanan. Seperti kota Suzhou sendiri. Tua, tenang, dan tetap berdenyut.

Begitulah musik. Ia tidak memilih pihak. Ia hanya mengingatkan kita: di tengah sejarah yang keras, manusia masih punya rasa. Dan kadang, satu lagu mampu menyimpannya lebih lama daripada buku sejarah.

Liáng - βιολί ζήτα

selingan.

Sūzhōu Nocturne.

Salah satu lagu terkenal tentang Sūzhōu..... lagu zaman dahulu..... Sūzhōu Nocturne.

Lagu tahun 1940an 蘇州夜曲 (Sūzhōu yèqǔ) originalnya berbahasa Jepang 蘇州の夜 (Soshū no yoru) yang berarti Sūzhōu Nocturne atau Sūzhōu Nights.

Lagu Sūzhōu Nocturne adalah original soundtrack film dengan judul yang sama : 蘇州の夜 (Sūzhōu Nights), yang dinyanyikan oleh Yoshiko Yamaguchi (山口淑子) alias 李香蘭 (Lǐ Xiānglán).

Sūzhōu Nights berkisah tentang percintaaan yang sangat rumit antara "bangsa yang meng-invasi (Jepang) dengan bangsa yang di-invasi (China)".....

Seorang dokter Jepang jatuh cinta kepada seorang Kepala Panti Asuhan Anak China.....

Selengkapnya, ada banyak literatur tentang hal itu yang bisa Anda baca.....

蘇州の夜 (Soshū no yoru) - Yoshiko Yamaguchi (山口淑子) :

https://youtu.be/W1NiP0ihPUs

蘇州夜曲 (Sūzhōu yèqǔ) - 姚蘇蓉 (Yáo Sūróng) :

https://youtu.be/Bz-gp30J03k

Acoustic Violin cover-nya (Violin Momo) :

https://youtu.be/ahfNvyBsZZk

** Mengenai kisah Yoshiko Yamaguchi (山口淑子) alias 李香蘭 (Lǐ Xiānglán), saya pernah menuliskannya di ruang komentar ini :

"Kisah tragis seorang penyanyi cantiiiiik di masa perang : "Li Xiang-lan di pusaran Sino-Japanese War".

Di CHDI edisi "Lebaran Ipin" (24-04-2023).

Juve Zhang

Singapura gagal di T ....tapi sekarang perusahaan SG masuk ke Bisnis Properti di T dan berkibar....sukses....mengeruk duit....itu kisah sukses SG....mereka cari duit nya pintar cadangan devisa numpuk....Emas ber ton ton numpuk....surplus Dagang 80 milyar USD setahun....jelas SG gagal di zaman Deng Xiaoping tapi sukses di Zaman Suhu Xi Jin Ping....mereka membangun gedung pencakar langit dan menyewakan sebagai kantor .....SG sangat berhasil di zaman sekarang....uang nya menguat terus menerus.....kelemahanan SG secara geografis terlalu kecil untuk sebuah negara walaupun bisa memenuhi semua kebutuhan nya....mereka impor nasi babi sayuran apapun di impor air minum dari Johor Malaysia semua impor tapi bisa bayar.....ada duit banyak....mereka menyewa lahan luas di Australia buat militernya simpan Pesawat tempur F35 dll....semua perlu dana dan ada.....itu bukti sukses SG ....tidak ada Korupsi yg ada langsung di cokok dan dihukum.....

Wilwa

@AgusS3. Betul debat kusir “agama” itu tiada guna karena agama adalah ranah private / pribadi. Tapi masalahnya kemudian pengikut agama fanatik memaksakan “syariat” atau aturan agamanya yang seringkali absurd kepada penganut agama lainnya dan hilanglah sifat private itu bahkan hilanglah kedamaian yang seharusnya dibawa suatu agama. Yang ada adalah kebencian dan caci maki.

Wilwa

@AgusS3. Sebagaimana kisah dalam Gilgamesh diadopsi menjadi kisah Nuh/Noah maka kisah Akhenaten diadopsi menjadi kisah Musa/Moses. Betul analogi Anda bahwa peradaban Mesir, Hyksos / Semit, Persia/Iran, Yunani Romawi, dll bagai air sungai yang mengalir dan menyatu dalam samudera sehingga tak bisa dibedakan lagi satu sama lain, karena saling mempengaruhi dan saling copy lalu edit sana sini disesuaikan kondisi lokal, itulah yang terjadi terhadap agama-agama di dan dari Timur Tengah. Sayangnya, banyak homo sapiens gagal melihatnya dan memahaminya, terutama di negeri Q (istilah perusuh Gregorius) lalu berdebat di medsos dan bawa-bawa “agama” masing-masing, lalu saling bermusuhan, untuk sebuah mitos, legenda, dongeng, whatever terminology. Absurd bila ternyata itu semua seperti kita berdebat betulkah Sangkuriang menendang perahu hingga terbalik menjadi gunung Tangkuban Perahu. Kisah kapal Nuh yang tak masuk akal dengan air bahnya yang ternyata tak memusnahkan Komodo atau Beruang Kutub atau berjuta species serangga. Kisah Moses membelah Red Sea yang sama-sama tak masuk akalnya. Tapi karena sudah menyatu dalam “agama” ya dipaksa masuk akal. Ketika akal sehat mengkritisi kisah para “nabi” yang diadopsi dari legenda Sumeria atau sejarah Mesir Purba, mendadak semua pengikut agama Yakrislam seperti hilang akal sehatnya. Apalagi soal Iskak leluhur Yahudi vs Ismail leluhur Arab. Lebih hilang lagi akal sehatnya. Bisa saling bunuh hanya karena ribut siapa yang mau disembelih Abram/Ibrim

Jokosp Sp

Hari ini si anak klas 6 SD dapat soal logika untuk dijawab masing-masing murid besok di pelajaran pertama. Maka si anak diskusi sama mamanya karena soalnya dianggap sulit. Soalnya : Jika 560 anggota dewan naik pesawat dan pesawatnya jatuh di tebing gunung yang tinggi, maka berapa orang yang selamat?. Si Ibunya kasih jawaban : mungkin semua mati karena jatuh dari ketinggian di tebing gunung yang tinggi. Mungkin bisa ada yang hidup karena atas kekuasaan atau kehendakNya. Si Bapak yang sedang asik baca CHDI terusik juga dengan jawaban Si Ibu. Menurut Bapak jawaban yang tepat adalah : yang selamat 285 juta rakyat Indonesia. Itu logikanya. Wkwkwkwk

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Thamrun..

@pak Irary..

BATAM DAN MIMPI BESAR HABIBIE..

Pak Thamrin dan Pak Irary mengingatkan satu bab penting dalam sejarah pembangunan Indonesia.

Bab itu bernama Batam.

Dan di belakangnya berdiri sosok visioner: B. J. Habibie.

Pada awalnya konsepnya jelas. Batam bukan kota wisata. Batam adalah mesin industri.

Infrastruktur dibangun lebih dulu. Pelabuhan. Bandara. Jalan lebar. Kawasan industri. Semua disiapkan agar investasi datang dan ekspor tumbuh.

Pengelolanya pun dibuat khusus melalui Badan Pengusahaan Batam. Modelnya mirip otorita pembangunan.

Satu komando. Satu arah.

Karena kawasan ini memang diproyeksikan menjadi penyeimbang bagi Singapore.

Pada periode awal hasilnya terlihat. Industri elektronik, galangan kapal, dan manufaktur tumbuh cepat. Batam menjadi pintu ekspor baru Indonesia.

Namun seperti disinggung Pak Irary, tantangan muncul ketika tata kelola menjadi dua arah. Antara otorita kawasan dan pemerintah kota. Kapalnya tetap sama. Tetapi nakhodanya menjadi dua. Arah layar kadang berbeda.

Meski begitu, warisan gagasan Habibie tetap relevan. Dunia industri masih melihat Batam sebagai lokasi strategis. Dekat jalur pelayaran global. Dekat Singapura. Dan dekat pasar Asia.

Artinya mimpi besar itu belum selesai. Ia hanya menunggu manajemen yang kembali satu kompas. Jika itu terjadi, Batam masih punya peluang menjadi cerita sukses berikutnya di Asia Tenggara.

Irary Sadar

Dulu, dulu sekali. Blue print dan track pembangunan Batam masih sejalan dengan cita-cita Habibie. BIDA atau Otorita Batam masih jadi kapten di Pulau Batam. Jalan lebar. Industrial Park dibangun. Mobil mobil keren bebas masuk. Perumahan wajib membangun ruko, Devisa utama adalah Industri bukan Pariwisata.

Dan Pembangunan Batam melenceng sedemikian rupa saat satu perahu di nakhodai 2 Kapten. Amburadulnya Blue Print Habibie di Batam terjadi saat PEMKO hadir di Batam.

Begitu…

pak tani

Selain Singapura, ada yang gagal juga.

Rismon Sianipar gagal. Gagal membuktikan ijazah palsu Jokowi.

Meskipun gagal, Rismon berhasil menjadi saudara Gibran.. atau setidaknya dianggap seperti saudara. Keberhasilan itu berbuah manis, sebuah parcel untuk bekal pulang kampung wkwkwk,

Harus diakui Joko Widodo layak disebut sang maestro perpolitikan Indonesia. Bahkan kemampuannya mengangkat Gibran menjadi wapres, adalah prestasi tersendiri ( tentu prestasi pribadi ). Prestasi Gibran sebagai wapres masih harus dibuktikan.

Mengapa saya sebut prestasi? Karena SBY dan Megawati pun sebetulnya ingin mengangkat anak2 mereka ke puncak jabatan politik bukan? Tapi AHY dan Puan tidak bisa melambung. Jadi sama saja toh, hanya saja Jokowi yang berhasil, yang lain gagal.

Apakah Jokowi selalu berhasil? Tidak juga, banyak kegagalan2 di periode jabatannya. Hanya khusus untuk pencapaian politik, dari sipil menjadi presiden, bahkan memuluskan jalan anaknya. Jokowi layak disebut sang maestro.

Bidang lainnya? Atau kontribusinya? Anda lebih tahu :)

Liam Then

Baca komentar Ko JK di bawah jadi kepikiran.

Membayangkan dengan perbandingan pertumbuhan GDP per kapita, Malaysia dengan Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir , mana yang lebih cepat?

Kataknya tensi saya bakalan naik lagi gara-gara otak dibawa berpikir keras. Tapi tak apalah, saya kepo soalnya.

Begini datanya :

GDP per kapita

Rentang waktu 2015-2025

Indonesia

2015 ---> 3322 USD

2025 ---> 5300-5600 USD

Total pertumbuhan = 68%

Kenaikan rata-rata per tahun = 5,3 %

Malaysia 2015 = 9663 USD

2025 = 13.901 USD

Kenaikan total : 43,8 %

Kenaikan rata-rata per tahun = 3,7 %

Kalau berdasarkan PPP per kapita (daya beli riil)

Indonesia selama 2015-2025 = $10.290 - 17.580

Persentase T

Total Kenaikan = 70,8% .

Malaysia :

2015 = $24.143

2025 = $39.540

Persentase total kenaikan = 63.7%

Juve Zhang

PLT BBM supaya di stop ganti kata presiden sangat kaget Indonesia yg surplus listrik masih ada PLT BBM....jelas boros sekali....ketika selat Hormuz ditutup baru instruksi keluar sekarang sangat ajaib Indonesia berani pake PLT BBM....ketika listrik surplus tak seharusnya ada PLT BBM ….

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 73

  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • redy hardianto
    redy hardianto
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • mario handoko
    mario handoko
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • heru santoso
    heru santoso
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • heru santoso
      heru santoso
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Her P
    Her P
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Kang Sabarikhlas
      Kang Sabarikhlas
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Sugi
    Sugi
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
    • alasroban
      alasroban
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • DeniK
    DeniK
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • mario handoko
      mario handoko
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang