Guru Bimbel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merilis foto pelaku penembakan saat acara makan malam di Washington, Sabtu, 25 April 2026-X truth social-
Sebenarnya ini tumben: Presiden Donald Trump mau hadir di acara yang ia sangat benci. Yakni acara tahunan kumpul-kumpul sesama wartawan yang bertugas meliput di Gedung Putih.
Belum pernah Trump menghadiri acara tahunan itu. Baru kali ini: belum lagi acara dimulai Trump sudah diungsikan. Itu karena ada suara tembakan di teras depan ballroom hotel Hilton, Washington, Minggu malam.
Trump sebenarnya sudah duduk di kursi depan. Acara sudah siap dimulai. Tiba-tiba terdengar suara tembakan itu. Sekali Trump hadir acaranya tidak jadi.
Kenapa Trump benci acara itu, Anda sudah tahu: bermula dari acara yang sama sekitar 18 tahun lalu. Waktu itu Trump sudah kaya tapi belum dianggap VIP. Duduknya tidak di depan. Tidak pula di deretan depan. Ia duduk di satu meja dengan beberapa undangan lain di bagian tengah ballroom. Saya lupa dengan siapa saja ia satu meja saat itu.
Ballroom Hilton sangat besar. Bisa untuk 300 meja bundar. Satu meja diisi 10 orang. Bisa 2500 undangan. Penyelenggara acara adalah pengurus persatuan wartawan Gedung Putih. Pengurus ”menjual” meja itu kepada para penerbit media. Harga per meja bervariasi tergantung posisi meja.
Perusahaan media lantas mengundang relasi masing-masing untuk mengisi meja tersebut. Waktu itu kemungkinan besar Trump diundang oleh salah satu stasiun TV --mengingat ia pengasuh satu acara di TV.
Acara makan malam wartawan istana itu sangat terkenal. Selalu menarik perhatian publik Amerika. Tema tiap tahunnya selalu seksi: gojlogan politik. Utamanya dari pengisi pokok acara: komedian. Tiap tahun selalu ditampilkan bintang komedi terkemuka Amerika.
Di komedi itu politisi Amerika biasanya digoreng habis sampai gosong. Termasuk presiden siapa pun. Di sana komedian bisa mengolok-olok presiden sampai lungset. Anehnya hampir semua presiden hadir di acara tahunan itu. Presiden yang punya selera humor tinggi menggunakan kesempatan itu untuk ganti menggoreng orang media. Terutama yang suka mengkritiknya.
Salah satu yang punya selera humor adalah Obama. Tidak jelas apakah Obama tahu bahwa malam itu ada Trump di tengah-tengah yang hadir. Posisi duduk Trump tidak mudah dilihat dari podium. Silau.
Begitu lucunya gorengan Obama praktis tawa dan tepuk tidak henti-hentinya. Salah satu yang digoreng Obama adalah Donald Trump --memanfaatkan isu bahwa Trump ingin jadi calon presiden suatu saat kelak.
Dari podium Obama mengejek habis Trump. Intinya: mana mungkin orang seperti Trump bisa maju jadi calon presiden.
Saya masih ingat Trump tidak tersenyum sama sekali. Wajahnya kecut. Ia terlalu sensi. Padahal orang semejanya tidak henti-hentinya tertawa. Para presiden pun umumnya ikut tertawa saat diri mereka digoreng.
Jangan-jangan gegara digoreng Obama malam itu muncul pikiran Trump untuk serius maju sebagai capres. Obama sendiri mungkin menyesal telah menyiramkan bensin ke hati Trump yang paling dalam.
Setelah Trump terpilih tidak sekali pun ia mau hadir di makan malam wartawan istana. Pun setelah tidak lagi jadi presiden dan setelah belakangan terpilih lagi. Baru kemarin malam ia tumben. Lalu terjadilah peristiwa percobaan pembunuhan kali kedua untuk Trump.
Penembakan pertama yang menyerempet telinganya tiga tahun lalu membuat Trump terpilih kembali sebagai presiden. Penembakan kali ini membuat nama Trump kembali populer setelah hancur oleh keadaan ekonomi, kasus perdagangan seksanak-anak dan perangnya dengan Iran.
Menguatnya nama Trump kali ini penting untuk menghadapi Pileg November depan. Kalau saja Republik kehilangan mayoritas di Pileg itu Trump langsung menjadi bebek pincang --bahkan bisa lebih jelek dari itu.
Maka Trump harus berterima kasih pada Cole Allen yang begitu ceroboh. Usaha penembakannya sangat sembrono: membawa senjata dan pistol masuk hotel. Juga pisau. Allen mudah diamankan petugas saat masih jauh dari sasaran.
Allen memang berstatus tamu di hotel itu. Ia datang jauh dari pantai barat ke pantai timur Amerika. Dari rumahnya di Los Angeles ia terbang ke Chicago. Lalu naik kereta ke Washington DC.
Rumahnya memang tidak jauh dari Los Angeles. Di pinggiran barat daya LA. Yakni di wilayah Torrance. Itu kota industri. Kota pantai. Anda sudah tahu: pantai Ret Beach amat terkenal di Torrance. Di sepanjang pantai antara Los Angeles sampai San Fransisco memang banyak sekali pantai terkenal.
Kota pinggiran Torrance juga terkenal sebagai kantor pusatnya Honda Amerika. Juga pusatnya Honeywell, perusahaan otomation terkenal. Helicopter Robinson juga diproduksi di Torrance.
Yang agak aneh: Allen, 31 tahun, adalah alumnus universitas riset teknologi terkemuka di dunia: Caltech --California Technology. Yakni universitas yang hanya punya mahasiswa S-2 dan S-3. Anda masih ingat: saya pernah menyinggung soal Caltech ketika saya mampir ke sana dua tahun lalu. Kampusnya di dekat Pasadena.
Allen mengaku punya bisnis mandiri: game developer. Tembak-menembak sudah menjadi budaya dalam permainan game --termasuk game yang ia ciptakan.
Selebihnya Allen punya pekerjaan tetap: menjadi guru bimbel di kotanya.
Di Amerika ada puluhan ribu jasa bimbingan belajar. Salah satunya: C2, tempat Allen mengajar.
C2 banyak punya cabang di kota-kota yang penduduk keturunan Asianya besar. Orang Asia paling semangat memasukkan anak ke bimbel. Apa saja. Mulai bahasa Inggris sampai matematika.
Bimbel C2 tergolong bertarif mahal karena sifatnya pribadi. Bukan kelas --seperti bimbel di Indonesia. Tarifnya antara 2.000 sampai 6.000 dolar --tergantung banyaknya mata pelajaran dan berapa kali tutor dalam seminggu. Bahkan untuk bimbingan khusus masuk perguruan tinggi ternama sampi 10.000 dolar.
Dari penelusuran penegak hukum di sana diketahui Allen sangat benci Trump. Benci pertama ketika Trump menghentikan dukungan untuk Ukraina. Benci yang belakangan ketika Trump seperti merendahkan Sri Paus.
Allen yang mengaku sebagai Kristen Protestan menganggap Trump sebagai orang Kristen yang menafik. Ia juga menilai Trump sebagai preman. Putusannya untuk gencatan senjata dengan Iran ia anggap sebagai penyerahan diri.
Tentu Trump sudah kebal dengan penilaian seperti itu --pun lebih dari itu. Apalagi kali ini justru bisa membuat namanya kembali dapat simpati di dalam negeri.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 27 April 2026: Helm Anak
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
HELM ANAK, HELM BAPAK.. 1) Helm anak. Definisi, fungsi dan tujuan udah jelas. Ikut atau "rely on" artikel CHDI hari ini saja.. 2) Kalau "helm bapak". Gak usah dijelaskan definisi, fungsi dan tujuannya. Juga tidak perlu "rely on" CHDI. Sekitar 70% pembaca Disway sudah tahu maksudnya. ### ((Kecuali yang belum))..
djokoLodang
*) kata Abah kemarin, yang tidak miskin itu anaknya orang kaya. Tapi, lanjut Abah, yang lebih bahagia darpada anak orang kaya adalah cucu orang kaya. Anak orang kaya masih suka ditegur oleh bapaknya. Sedangkan cucu orang kaya tidak. Malah cenderung dituruti kemauannya. ---
Wilwa
Konon di Scandinavians berani bertanya dan rasa ingin tahu didorong di dalam kelas. Hasilnya adalah sikap kritis. Tak heran kalau science maju dan scientist dihargai. Tapi ada tapinya. Muncul fenomena sedikitnya orang yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Agama seringkali hanya dibutuhkan saat ada yang menikah atau ada yang mati. Itu dampak logis. Ketika science menguat maka religion melemah. Saya tanya AI mengenai religion di Swedia salah satu negara Scandinavians. Jawabannya begini; Sweden is one of the world’s most secular countries, with high rates of irreligion. Although 53-70% of them remain members of the Church of Sweden, they often treating it as cultural, rather than theological, affiliation. Daily religious life is rare. Many Swedes are passive members of the Church of Sweden. Membership is often for cultural or social reasons (e.g. weddings, burials) rather than active faith. Only about 6% of Church of Sweden members are active, attending services at least once a month. Only about 10% of Swedes consider religion important in daily life. Approximstely 37,9% report having no religion. Despite low levels of religious belief, Sweden often maintains high trust in governmental institutions and low crime rates.
Bahtiar HS
Bah, kalau ada yg komen kok tulisan CHD-nya pendek, termasuk di edisi hari ini, santai aja. Kata bijak bestari, العلم ببركته لا بكثرته Ilmu itu yang penting keberkahannya, bukan panjangnya atau banyaknya. Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang penuh keberkahan, bukan sekedar tumpukan informasi tapi tak berguna. Jadi yang panjang belum tentu berkah, yang pendek belum tentu tidak berkah. Yang panjang belum tentu enak dan nyaman, yang pendek juga belum tentu tidak tokcer. Wis gitu aja, nggak usah diterus2kan. Hanya saja yg merasa pendek dan nggak tokcer, perlu konsultasi ke Pak Agus :))
Nimas Mumtazah
Cinta nenek pada cucu buta, jangan coba² nangis di hadapannya, bisa² di gebukin emak bapaknya. Main ke rumah nenek tanpa cucu, alamat gempa mini. Yang katanya didikan VOC, giliran ketemu cucu....?
Thamrin Dahlan YPTD
Politik populasi China Sangat Ketat. 1 anak 1 keluarga. Ketika wisata ke Beijing di Taman Tiannamen kami melihat tamsya satu keluarga hanya 3 orang. Kalaupun ada Kakek Nenek maka bertambah 2 orang. Jumlah 5 orang. Membatasi juml;ah penduduk mendekati angka 1 milyard orang memang haus tegas begitu. Untunglah negeri ini sudah makmur. Mungkin politik populasi itu sudah agak longgar. Helm anak memang sangat di butuhkan terutama dibawah usia 3 tahun. Kerangka tengkorak kepala anak diusia itu sangat lembut. Bersebab itu ide melindungi menggunakan helm merupakan kebijakan protektif sangat berguna. Anda sudah tahu bahwa perkembangan otak manusia itu hanya sampai di usia 3 tahun. Orang tua kandung wajib menjaga anak kesayangan jangan sampai jatuh. Kasus jatuh dari tempat tidur banyak sekali. Oleh karena itu setelah 3 tahun anak anak aman, Walaupun jungkir balik koprol otaknya sudah terjaga. Tidak perlum lagi pakai helm lembut. InshaAllah asupan gizi terbaik akan tumbuh kembang menajdi generasi cerdas. Paling tidak terhindar dari stunting. Salamsalaman.
Er Gham 2
Mungkin bukan mau nulis tentang helm anak di Huai An. Tapi mau tampilkan gambar gerobak roda satu yang ditulis sebelumnya.
Runner
99,9% kakek nenek sayang sama cucu. Lihat cucu orang, serasa lihat cucu sendiri. Eh…. harus setor tulisan. Jadilah cucu orang itu bahan tulisan. Gitu kok.
HONDA CBR150R
Jangan lupa dengan kalender China, setiap tanggal 1 dan 15 pasti bulan purnama, jadi tidak perlu pakai teropong lagi.
Liáng - βιολί ζήτα
Metode Montessori. Singkat saja..... Sikap kemandirian anak-anak itu bisa dibentuk, diarahkan dan dibina..... Sikap protektif orang tua terhadap anak-anaknya, misalnya di negara-negara Asia Timur, seperti Tiongkok, Taiwan, Jepang, dan Korea..... tidak ada kaitannya secara langsung dengan kemandirian atau kurang mandiri atau bahkan tidak mandiri-nya anak-anak !! Tetapi, sistem pendidikan dini yang lebih berperan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah..... Mungkin ada baiknya Anda mengetahui lebih detail mengenai Metode Montessori..... Metode Montessori adalah metode pendidikan anak-anak yang berfokus pada kemandirian. Metode tersebut dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori (31 Maret 1870 - 6 Mei 1952) berkebangsaan Italia. Saya pikir..... Metode Montessori tidak menghilangkan sikap protektif orang tua terhadap anak-anaknya. Dan..... Metode Montessori menjadi acuan pendidikan anak-anak di banyak negara maju. Bagi Anda yang berminat, silakan ditelusuri saja "Metode Montessori".
Kalender Bagus
Kalau di sini, anak bayi malah dibiarkan diasuh oleh kakak tertuanya yang belum cukup umur. Kalau terjengkang dan keningnya berdarah, orang tuanya anteng aja. Sambil berujur, 'biar merasakan sedikit nyerinya hidup. Saat besar nanti lebih sakit dari ini."
Herry Isnurdono
Ada apa Abah DI, sedang bad mood atau sedang tidak enak badan. Nulis CDI hari ini, Senin 27 April 2026, singkat tidak padat dan tidak berisi. Ora niat, bhs Jawanya. Tapi bebas2 aja. Masih untung Abah DI mau nulis. Padahal Abah DI bisa cerita apa aja di Tiongkok saat ini. Rutinitas dari pagi hingga malam, sampai tidur. Atau Abah DI mulai capai. Capai pikiran ttg negara Indonesia. Mikirin kurs USD thd Rupiah. Harga BBM non Subsidi yg naik. Rencana pajak utk EV (Mobil Listrik). Abah DI pulang aja, balik ke Indonesia, kalau merasa capai fisik dan pikiran.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
HELM PENGAMAN, SAYANG CUCU, ATAU PARANOIA? Zaman memang sudah berubah drastis. 1) Dulu, kepala kita membentur lantai tanah, paling-paling hanya benjol sedikit. Tanah itu empuk, ramah bagi tengkorak balita yang masih lunak. 2) Sekarang? Lantai granit dan keramik mengintai di setiap sudut rumah. Maka lahirlah helm lunak itu. Sebuah simbol kasih sayang yang luar biasa dari seorang nenek di Huai An untuk cucu tunggalnya. Begitulah potret Asia Timur: sangat protektif, nyaris paranoid. Satu anak, satu cucu, maka pengamanan harus selevel Paspampres. Namun, ada ironi di balik busa empuk helm itu. Pak Dahlan benar, proteksi berlebih sering kali mematikan insting. Anak tidak belajar soal risiko. Mereka kehilangan kesempatan mengenal rasa sakit yang sebenarnya adalah guru terbaik untuk menjaga keseimbangan. Kita di Indonesia mungkin lebih santai karena dijaga keroyokan oleh keluarga besar. Tapi jangan-jangan, kita justru terjebak pada pola asuh kolektif yang membuat kemandirian jadi barang mewah. Memang dilematis. Ingin hati menjaga kepala cucu tetap bulat sempurna, tapi jangan sampai jiwanya malah jadi lembek. ### ((Helm itu melindungi kepala, tapi ia tidak bisa melindungi anak dari "kerasnya realitas dunia" di luar lantai keramik rumah))..
Javi Abdullah
Pak Dahlan ternyata bisa bingung juga ya, tercermin pada tulisannya dari pada tidak ada yang ditulis. Anda juga lupa dengan janji pada awal-awal Disway ini lahir. Ketika itu Bapak menulis tentang seorang wanita yang sedang berjuang menurunkan berat badannya. Kata Bapak saya akan menulis lagi tentangnya tahun depan. Yang saya ingat, mengikat tali sepatu saja bukan perkara mudah baginya.
Jokosp Sp
Ada yang WA ke saya dari perusuh senyap: "Tulisan Abah kenapa hari ini pendek sekali?". Saya langsung jawab, ndak pakai mikir panjang: "Penjelasan panjangnya bisa di komentar, dari Pak Agus Suryonegoro III. Bisa lebih detail dan lebih panjang 4-5 kalinya. Silahkan lanjud baca ke bawah di komentar".
Juve Zhang
CHP dan CHDI berkolaborasi... artinya bos CHDI kadang kelelahan biarlah nulis pendek tapi CHP tetap gacor mania....gak ada habisnya....santai saja kita kan bukan karyawan yang digaji....gak ada target gacorr berapa jilid....yg penting akhir bulan ada transferan....itu kan bos ????wkwkw
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Prinsip orang sekarang ini adalah ingin anaknya tidak melewati kesulitan yang dialami orang tua tapi tetap mendapatkan "pelajaran", yang orang tua dapatkan melalui kesulitan. Orang tua sadar banyak "pelajaran" yang dia dapatkan dari jatuh dari sepeda, jatuh dari pohon, dipukul temannya, ditabrak kendaraan saat menyeberang, dll. Pelajaran itu, ingin orang tua ajarkan ke anak, tapi sang anak tak perlu mengalami rasa sakit yang sama. Itu akan terus terjadi hingga sang anak dewasa. Dia ingin sang anak jangan sampai mengalami ditipu rekan kerjanya,, anak jangan sampai nggak punya modal saat mau usaha, anak jangan mengalami kebangkrutan, dll. Orang tua (atau lebih tepatnya: kakek nenek) tak ingin anak cucunya mengalami kesulitan atau kesakitan. Anda sudah tahu, ada orang yang masa kecilnya tak bisa beli sepatu tapi sekarang anak dari orang itu punya ribuan pasang sepatu. Jangan tanya bagaimana orang itu memperlakukan cucunya. Belum mengucap minta dibeliin apa, tiba-tiba sudah dibelikan oleh kakeknya. Begitulah orang tua zaman now. Anda tahu.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
UPDATE TERAKHIR TERKAIT PERANG AM-IS IRAN HARI INI.. Di perang modern, yang pertama berisik bukan ledakan, tapi istilah. Dua kata sering muncul: deterrence berjalan dan respons terbatas. 1) "Deterrence berjalan" artinya upaya mencegah lawan bertindak dengan menunjukkan kekuatan. Intinya sederhana, “jangan coba-coba, kami siap”. Tapi semua disampaikan dengan wajah tenang, seperti bankir yang tersenyum padahal pasar lagi gemetar. 2) Sementara "respons terbatas" berarti serangan yang sengaja dibatasi skalanya. Tidak total, tidak habis-habisan. Tujuannya bukan perang besar, tapi mengirim pesan. Bahasa kasarnya: “kami balas, tapi belum serius”. Dalam geopolitik, ini seperti tamparan diplomatis, bukan pukulan KO. Di lapangan, perang narasi tetap dominan. Satu pihak menyebut stabilitas, pihak lain menyebut eskalasi terkendali. Publik global membaca dua versi kebenaran sekaligus, seperti menonton film dengan dua subtitle berbeda. Saat gencatan senjata, kedua pihak tidak benar-benar diam. 1) Amerika menjaga kesiapan logistik dan rotasi pasukan di kawasan. 2) Iran memperkuat posisi pertahanan dan jaringan pengaruh regionalnya. Angka pasukan tidak pernah benar-benar pasti, karena berubah cepat dan jarang dibuka penuh. Di dunia ini, bahkan diam pun punya strategi. Dan jeda pun sering hanya cara lain untuk bersiap bicara lebih keras.
Bahtiar HS
Saya punya anak 10, tdk satupun yg pakai helm pengaman spt itu. Aman2 aja. Tp Alhamdulillah, kami pernah jumpa ahli pendidikan & perkembangan anak2 dari Singapura. Muridnya Glen Dolmen. Beliau biasa dipanggil Uncle M. Kalau lg di Sby, beliau menginap di rumah kami. Banyak ilmu dari beliau. Salah satunya, masa 0-6 tahun adalah masa goldern age bagi anak2 dimana otak berkembang hingga 90-95%. Jangan sampai ada yg menghambat perkembangan otak anak dlm masa ini. Maka sejak bayi umur 3 hari, anak sy yg ke-5 (waktu baru kenal Uncle M), sdh mulai sy tidurkan tengkurap. Ini membantu perkembangan otak bayi ke belakang krn kepalanya tidak terhambat. Tentu kepalanya perlu dimiringkan kiri/kanan. Di samping merangsang si bayi utk belajar mengangkat kepalanya. Hasilnya, kepala anak jadi membesar, bunder ser. Volume otaknya berkembang secara maksimal tanpa hambatan lemek, selimut, bantal, dll. Tidak spt anak pada umumnya yang bagian belakang kepalanya biasanya trepes (kata orang Jawa). Maka sejak itulah, anak2 sy hingga yg ke-10 sy perlakukan demikian, shg kepala mereka besar2. Mudah2an dg begitu, volume otaknya lbh besar shg bs menampung "ilmu" lbh banyak. Dan katanya 75% kecerdasan anak berasal dari ibunya. Maka penting utk mencari istri tdk hanya shalihah, tp juga yg cerdas. Agar melahirkan generasi yg cerdas. Ilmu yg begini ini kok ya dapatnya pas anak sudah 4. Nambah anak msh ok. Nambah yg cerdas2 ini yg ckp panjang birokrasinya. Apalagi bs dpt yg 7i sekalian :))
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 48
Silahkan login untuk berkomentar