Kanan Dalam

Kanan Dalam

--

Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia.

Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra).

Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang.

Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000.

Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh.

Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang.

Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham?

Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah".

Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan.

Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu.

Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar.

Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi.

Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya.

Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter.

Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya.

Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu.

Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah.

Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat.

Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu.

Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear.

Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan.

Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 Juni 2026: Neo Pop

Lagarenze 1301

Santai Sejenak. Pelukis: Saya bisa melukis cukup dengan melihat foto istri Anda. Saya: Baiklah. Buatlah lukisan yang benar-benar indah. Pelukis: Tenang saja. Saya bahkan bisa membuat lukisan itu seolah hidup dan berbicara kepada Anda. Saya: Oh, maaf, kalau begitu tidak jadi.

Juve Zhang

Anak Jacky Chan hidup miskin gak bisa bayar kontrakan rumah di Amerika....JC n ya pun gak pusing ngurus nya...JC punya pesawat pribadi....anak Elon Musk pusing gak bisa bayar kontrakan rumah di Amerika....EM gak pusing ngurus anak nya..... selebritis dan Taipan kadang hidupnya mirip Ayam Jagoan Bangkok yg kerap dijadikan Pejantan.... diperlukan benih unggul nya setelah itu emang gue pikirin kata Ayam Jago Bangkok.... wkqkq

Juve Zhang

@UdinS....kasus korupsi di tempat pak Agus S3 ini skala raksasa kerugian negara 2 Triliun....mana perusahaan yg akan kena kita tunggu APH saja .....yg jelas 2 triliun bukan seperti dulu dibelikan Saham Got...6,2 Ton dan amblas ke lautan Pacifik....kalau yg 2 Ton ini sebaiknya kita tunggu APH saja....sebagai Auditor Lansia semoga pak Agus S3 sehat sehat saja ketiban sial dengan kasus Raksasa 2 Triliun....

Johannes Kitono

Maestro Daniel Kho. Beta baca CHD ini sambil tertawa keluar air mata. Seniman Daniel Kho lebih pantas jadi Ambasador Sastra Indonesia. Kalau diwawancara jurnalis harus pakai bahasa Indonesia. Nasionalis 1000 %. Melakukan perjalanan ke Sydney Aussie secara estafet. Mungkin naik truk ayam dari Jateng, Jatim, Bali, Sumbawa, Flores, Jayapura,Papua Nuigini dan Sydney. Kerja semrawut apa saja asal bisa makan.Pasti harus tidur di dek kapal dan tidak berenang sampai ke Aussie. Telah melanglang buana 151 negara akhirnya menetap di Bali. Perjalanan cintanya lebih luar biasa. Punya 5 orang isteri dari negara yang berbeda. Pasti tanpa via catatan Sipil maupun KUA. Mas kawinnya cukup berupa lukisan diri istrinya. Seniman Ndudhal ini sampai lupa pernah punya anak dari salah satu isterinya. Total anaknya yang 7 orang dari berbagai negara harus bangga. Punya seorang ayah Pelukis top asal Indonesia. Perjalanan hidupnya pantas difilmkan dan masuk Netflix. Ayo manteman, mari kita lihat pameran dan beli lukisan Daniel di Disway. Biar Daniel bisa tambah isteri tambah inspirasi. Eh, maksudnya biar Daniel bisa melukis lebih hebat lagi. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Leong Putu

Berita Cuaca Lagu Gombloh Lestari alamku, lestari desaku Di mana Tuhanku menitipkan aku Nyanyi bocah-bocah di kala purnama Nyanyikan pujaan untuk nusa Damai saudaraku, suburlah bumiku Ku ingat ibuku dongengkan cerita Kisah tentang jaya Nusantara lama Tenteram Karta Raharja di sana Mengapa tanahku rawan kini? Bukit-bukit pun telanjang berdiri Pohon dan rumput enggan bersemi kembali Burung-burung pun malu bernyanyi Ku ingin bukitku hijau kembali Semak rumput pun tak sabar menanti Doa 'kan kuucapkan hari demi hari Dan kapankah hati ini lapang diri? Nyanyi bocah-bocah di kala purnama Nyanyikan pujaan untuk nusa Damai saudaraku, suburlah bumiku Ku ingat ibuku dongengkan cerita Kisah tentang jaya Nusantara lama Tenteram Karta Raharja di sana Lestari alamku, lestari desaku Di mana Tuhanku menitipkan aku Kami 'kan bernyanyi di purnama nanti Nyanyikan bait padamu, neg'ri Damai saudaraku, suburlah bumiku Ku ingat ibuku dongengkan cerita Kisah tentang jaya Nusantara lama Tenteram Karta Raharja di sana Lestari, yeah (alamku, lestari) desaku Di mana Tuhanku menitipkan aku Kami 'kan bernyanyi- Sumber: Musixmatch Penulis lagu: Gombloh

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Marganya Guo –yang kalau di Fujian disebut Khoe dan di Indonesia jadi Kho." ?? itu 3 nama marga yang berbeda koq..... Abah DI. • Marga Guo ---> 郭 (Guō) ===》dalam berbagai dialek : Cok, Gue, Guo, Guok, Koay, Kok, Kue, Kuek, Kuo, Kuok, Kwee, Kwek, Kwik, Kwok, Que, Quo, Quek. ** Ekonom : Kwik Kian Gie (郭建義 Guō Jiànyì). • Marga Khoe ---> 邱 (Qiū) ===》dalam berbagai dialek : Chiu, Kau, Kew, Khoe, Khoo, Khu, Yau. ** Pelawak : Ateng (Andreas Leo Ateng Suripto) dengan nama lahir : Khoe Tjeng Lie (邱誠烈 Qiū Chéngliè). • Marga Kho ---> 許 (Xǔ) ===》dalam berbagai dialek : Heoi, Hoi, Hsu, Hua, Hui, Khaw, Kho, Khoh, Khor, Ko, Koh. ** Penulis cerita silat : Asmaraman Sukowati atau Kho Ping Hoo (許平和 Xǔ Pínghé).

Warok Ponorogo

Ubud, magnet sendiri bagi pelaku seni. Diawali dengan aliran pita maha di tahun 1930an dengan Walter Spies, Rudolf Bonnet, Tjokorde Gede Agung Sukowati, I Gusti Nyoman Lemped sebagai pendiri dan mewadahi 150 seniman termasuk pemahat kayu dan pengrajin Perak. Inilah tonggak sejarah yg mengokohkan Ubud sebagai pusat aktivitas seni di Bali. Kadewatan, Tjampuhan, Mas, Batuan adalah pusatnya. Pertanyaanya, mengapa Ubud bisa menjadi pusatnya ? Aktivitas sehari hari masyarakatnya adalah seni dan alam Ubud adalah inspirasinya. Merupakan pengalaman pribadi, sewaktu masih bekerja di bidang technical support vendor laptop branded di tahun 1999 dan harus install software di daerah Ubud, dimana pembelinya adalah penggagas berlangsungnya Ubud Writer and reading festival. Janeet De Neefe dan suaminya seorang pelukis, Ketut Suardana. Dari interaksi bersama keduanya, terutama ibu Janeet deNeefe yang kelahiran Australia, dapat insight, Ubud memiliki daya tarik sendiri bagi seorang seniman yang menangkap lewat indra seninya. Maka tak heran, jika seniman ndughal Daniel Kho yang sudah terbang ke 151 negara dan beristrikan banyak wanita beda negara akhirnya hinggap di Ubud juga. Ketikan jari saat menulis, diiringi lagu Slank awal berjudul Bali bagus, dimana sepenggal bait syairnya adalah terima kasih baliku untuk budaya dan alammu, terima kasih untuk cantik gadismu dan kerasnya arak balimu.

Leong Putu

Dulu waktu muda saya seniman. Nyeni di mana-mana. Kecuali di tempat yang ada tulisannya : selain anjing dilarang kencing di sini.

MULIYANTO KRISTA

Baru sempat baca CHDI jam segini. Saya tertarik foto ke 4. Penasaran sama fotografer yang nglesot di bawah itu. Hp dan kaosnya kok keren ya. Bisa minta no hpnya bah?

Juve Zhang

Ada nama besar dalam kasus Korupsi MBG akan dibuka oleh Justice Collaborator pak Sony S....hati hati pak Sony ada makanan siang Beracun buat Justice Collaborator.... apalagi nama Besar ....besar pengaruh nya gak sulit naro racun sianida.

Juve Zhang

Semarak Korupsi dalam satu Minggu ini KPK dan Kejaksaan Agung menahan 11 Tersangka Koruptor....3 dari MBG ...8 dari Imigrasi....Sil Kar wakil Menteri Di Rumah nya ada 2 Mobil Porsche dan 5 MOGE .....sangat kaya raya.... Dan ada satu lagi Kasus Besar Ini maaf perusahaan nya tempat Perusuh Top Kita Pak AgusS3 .....kami kaget juga baca berita nya .... permainan korupsi nya konon "2 Triliun" kerugian negara ....nah lebih detail kita tunggu APH saja......maaf pak AgusS3 ini berita korupsi di perusahaan pak Agus S3 kita buka ke Publik biar perusuh Disway juga tahu semua sudah kena Virus Korupsi....

Prieyanto

Pas baca bagian ini, asliii kepentingan ketawa ngakak, tapi takut dosa. "Kok orang-orang bule itu bisa jatuh cinta dengan pelukis dari Indonesia ya?" tanya saya bernada iri. "Saya kan ganteng....," jawabnya. Itu tidak benar. Rasanya saya lebih ganteng. Terngiang-ngiang komporannya Bli Leong, percuma luwih segalanya, kesempatan yo ono, tapi rawani mindo itu. #prie

Ibnu Ukkasyah

Ada-ada saja, Abah. Kok Presiden malah marah-marah kepada pelukis? Seharusnya pelukis justru dekat dengan presiden. Contohnya dulu Pelukis Basuki Abdullah sangat akrab dengan Presiden Soekarno. Asal saja Prabowo tidak meminta lukisan Nyai Roro Kidul kepada Henry Kho. Nanti bisa-bisa hasilnya mirip wanita bule. Jangan pula disuruh belajar bahasa Prancis. Lihat saja negara-negara di wilayah Sahel Afrika Barat. Beberapa tahun terakhir Mali, Burkina Faso, dan Niger justru meninggalkan Perancis. Mereka sudah merasakan pahitnya kolonialisme Prancis, termasuk bentuk kolonialisme halus pasca-kemerdekaan. Mereka sudah keluar dari mulut buaya. Setelah keluar dari mulut harimau. Indonesia kok malah mau masuk ke mulut buaya?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PADAHAL MELUKIS ADALAH PEKERJAAN DANIEL KHO. SEDANGKAN HOBBYNYA ADALAH MENIKAH... Saya tersenyum membaca bagian ini. Kakak-kakak lelaki gadis Venezuela itu menganggap Daniel pengangguran. Alasannya sederhana: bagi kakaknya melukis adalah hobby, bukan pekerjaan. Sehingga Daniel Kho dianggap pengangguran. Memang nasib seniman sering begitu. Saat belum terkenal dianggap pengangguran. 1) Setelah terkenal baru dianggap jenius. 2) Setelah lukisannya laku miliaran, baru dianggap pengusaha. Padahal bagi Daniel, melukis jelas pekerjaan. Ia melakukannya lebih dari 40 tahun. Konsisten. Menghidupi dirinya. Bahkan menghidupi galeri dan para kolektor. Kalau mau mencari hobinya, justru bukan melukis. Mungkin hobbynya adalah "menikah". Buktinya, pekerjaan melukisnya hanya satu. Tapi proyek pernikahannya sampai lima episode. Produksinya juga lumayan: tujuh anak dari lima negara berbeda. Untung Daniel bertanggung jawab. Ia tetap berhubungan dengan semua anaknya. Kalau tidak, kurikulum geografi keluarga itu bisa sangat rumit. Kisah Daniel mengingatkan bahwa ukuran pekerjaan tidak ditentukan oleh seragam, ruang kantor, atau kartu nama. Kadang seseorang terlihat menganggur karena duduk melamun di depan kanvas. Padahal mungkin ia sedang bekerja. Sebaliknya, ada yang tampak sangat sibuk. Rapat dari pagi sampai malam. Tapi hasilnya tidak lebih berwarna daripada kanvas kosong.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MENGAPA KEBANYAKAN SENIMAN KESANNYA NYENTRIK? Saya punya teori sederhana. Seniman itu pekerjaannya menciptakan sesuatu yang belum ada. Maka sulit berharap mereka hidup seperti orang kebanyakan. Lihat saja. Cara berpakaian sering berbeda. Cara berpikir lebih berbeda lagi. Rambutnya kadang seperti sedang berdebat dengan sisir. Jam tidurnya tidak kenal kalender. Cara bicaranya suka melompat dari bumi ke langit tanpa pemberitahuan. Belum lagi selera pergaulannya. Hari ini ngobrol dengan profesor. Besok akrab dengan tukang becak. Lusa berdiskusi dengan kucing yang lewat di depan rumah. Cara hidupnya juga unik. Saat orang lain mengejar kepastian, mereka justru mengejar inspirasi. Padahal inspirasi itu makhluk liar. Tidak bisa dijadwalkan lewat aplikasi. Soal jumlah istri, itu tentu bukan syarat menjadi seniman. Hanya saja sejarah menunjukkan beberapa seniman memiliki bakat tambahan di luar bidang seni. Ada yang ahli melukis. Ada yang ahli menulis puisi. Ada pula yang ahli jatuh cinta berkali-kali. Mungkin karena seniman terbiasa melihat kemungkinan di mana orang lain hanya melihat kenyataan. Itulah sebabnya mereka tampak nyentrik. Kalau semua seniman berpikir biasa-biasa saja, mungkin dunia ini akan penuh laporan. Tapi kekurangan puisi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MULAI HARI INI LANSIA BISA DAPAT DISKON JIKA NAIK PESAWAT.. Kabar baik untuk para lansia. Mulai hari ini usia 60 tahun ke atas bisa dapat diskon tiket pesawat. Lumayan. Uang yang tadinya untuk tiket bisa dialihkan ke oleh-oleh cucu. Atau untuk menambah koleksi obat vitamin yang jumlahnya kadang lebih banyak daripada koleksi foto keluarga. ### Tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru membuka aplikasi maskapai di Indonesia. Kabar gembira ini datang dari Vietnam. Tepatnya dari Vietnam Airlines. 1) Diskonnya 15 persen. 2) Berlaku untuk penerbangan domestik. 3) Khusus kelas ekonomi. 4) Khusus penumpang berusia 60 tahun ke atas. 5) Tiketnya juga harus dibeli melalui situs resmi maskapai dengan memilih kategori "Warga Senior". Meski begitu, idenya menarik. Sebab lansia bukan kelompok yang perlu dikasihani. Mereka justru kelompok yang sudah terlalu lama membayar harga penuh untuk banyak hal dalam hidup. Mereka sudah membayar dengan tenaga. Dengan waktu. Dengan pengalaman. Kalau sekarang sesekali diberi diskon, itu bukan semata promosi. Itu bentuk penghormatan. Karena usia 60 tahun ke atas bukan hanya angka. Itu bukti seseorang telah berhasil bertahan hidup melewati banyak turbulensi tanpa perlu masker oksigen.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BGN BELI 21 RIBU MOTOR LISTRIK A 42 JUTA RUPIAH.. Program Makan Bergizi Gratis lahir untuk mengatasi gizi anak. Maka publik wajar bertanya: di titik mana motor listrik menjadi menu tambahan dalam rantai pemenuhan gizi itu? Kalau yang dibeli beras, telur, susu, atau alat masak, logikanya mudah ditangkap. Tapi ketika muncul pengadaan 21 ribu motor listrik senilai lebih dari Rp 1 triliun, orang mulai menggaruk kepala yang tidak gatal. Apalagi SPPG bukan usaha rintisan yang kurirnya harus berburu pelanggan. Keuntungan pengelolanya juga sudah cukup menarik. Lalu motor itu untuk apa? Apakah tanpa motor listrik anak-anak menjadi kurang gizi? Pertanyaan yang sama berlaku untuk 1) sepatu, 2) tablet, 3) televisi, bahkan 4) semir. Daftar belanja itu terdengar seperti persiapan membuka pusat perbelanjaan kecil, bukan badan yang tugas utamanya memastikan anak Indonesia makan lebih baik. Korupsi sering tidak dimulai dari angka besar. Ia dimulai dari logika yang dibengkokkan sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya publik lupa tujuan awal program. Padahal rumusnya sederhana. Jika nama lembaganya Badan Gizi Nasional, yang harus paling gemuk adalah kualitas gizi anak. Bukan daftar pengadaannya.

Er Gham 2

Jadilah seniman. Seniman apa saja. Terserah Anda. Buat karya. Menjadi legacy Anda. Karya yang mampu memberikan inspirasi. Agar orang punya alasan untuk hidup. Tentu hidup yang baik. Karya yang menginspirasi itu juga amal jariyah.

Tiga Pelita Berlian

Konsistensi pada satu Mazhab/aliran seni lukis pop art tsb, bisa mjd contoh bahwa konsistensi/Istiqomah itu wajib dimiliki untuk meraih sukses . Seklangkong

# Darko

Sebenarnya Abah DIS sama Pak Daniel itu sudah ada persamaan hobinya nya, sama2 suka pergi ke berbagai negara, namun begitu ada yang terkalahkan dari Pak Daniel yaitu jumlah mantan istrinya....he he

Sugi

artikelnya cerdik, Abah nyindir program bahasa asing pemerintah dengan gaya yang elegan. Tapi saya sedang belajar bahasa ini Bah. Saya agak gatal saat dengan sifat angkuh bahasa ini, tapi itu memang fakta sih Bah. tersinggung tapi.mau bagaimana lagi. Semoga pameran lukisan Pak Daniel terus ramai pengunjung hingga akhir pameran. Lukisannya indah sekali.

Taufik Hidayat

Artike abah ini yang paling asyik dibaca oleh saya. Seakan ikut petualangan pelukis marga/she Kho yang langsung mengingatkan saya akan pengarang pujaan Asmaraman Kho Ping Ho.. saya tidak tahu apakah Kho sama dengan Koh. Saya punya kenalan dari Singapura yang marganya Koh. Tadinya saya mengira pelukisnya masih muda, tapi ternyata sudah usian79 tahun. Tapi yang menarik adalah kisah hidupnya . Mengembara ke puluhan negara dan punya istri dari berbagai negara . Tapi sepertinya bukan poligini karena mesti cerai dulu sebelum nikah lagi? Saya pakai istilah poligini bukan poligami yah . Karena kalau poligami termasuk poliandri. juga. Saya membayangkan betapa cantiknya sang istri dari Maracaibo dan juga dari Kolombia sesudahnya . Tapi kalau boleh titip tanya ke sang pelukis, di antara kelima istri tersebut , mana yang paling sayang kepada dirinya ?

Sadewa 19

Seorang guru pernah bilang bahwa ada banyak mata pelajaran di sekolah, namun fokuslah pada 3 hal. Yang pertama, kata dia, pelajaran cara ngatur uang, yg kedua pelajaran agama dan yg terakhir kesenian. Saya pun bingung kok bisa 3 pelajaran itu yg harus jadi fokus utama. Baru setelah lulus sekolah saya paham kenapa ketiga pelajaran itu penting. 1. Cara ngatur uang = dipakai setiap hari sampai mati 2. Pelajaran agama = dipakai terutama pas akan mati 3. Pelajaran seni = menentukan apakah hidupmu layak diceritakan

Thamrin Dahlan YPTD

Saran : Nanti di Gathering Disway jilid 5 / 2026 semoga ada Pameran narasi (PUISI, PANTUN. CELOTEH) genre NDUGAL karya Para Perusuh. Tentu seru. . Banyak bakat terpendam disini. Komentar komentar beragam gaya itulah bauktinya sehingga Pameran ini tentu sangat menarik. Kecuali Abah jangan ikutan Pameran Ndugal bersebab tulisan sangat panjang seperti hari ini tidak bisa disimpulkan menjadi Pusi atawa Pantun,...hahahaha. Salamsalaman

bitrik sulaiman

Siap, Bapak/Ibu komentator ???? Ini terjemahannya ke Bahasa Prancis, dengan nuansa puitis biar tetap indah: *Versi puitis/romantis:* 1. *Un mari fidèle avec un seul choix magnifique.* 2. *Un mari qui n’offre ses oreilles qu’à une seule femme est exceptionnel.* 3. *Un mari qui prépare ses épaules pour être l’unique appui de sa femme est une bénédiction.* *Versi lebih santai/sehari-hari:* 1. *Un mari fidèle qui n’a qu’un seul choix, et c’est un super choix.* 2. *Un mari qui ne prête son oreille qu’à une seule femme, c’est quelqu’un de spécial.* 3. *Un mari qui tend ses épaules pour que sa seule femme puisse s’appuyer dessus, c’est un vrai cadeau.* Kata _anugerah_ aku pakai *bénédiction* = berkah/anugerah. Kalau mau lebih kuat bisa pakai *un don du ciel* = pemberian dari surga. Jawaban Meta AI.

Nimas Mumtazah

Suami yang setia dengan satu pilihan keren. Suami yang menyediakan telinganya hanya untuk satu perempuan itu istimewa Suami yang menyiapkan bahunya untuk di jadikan tempat bersandar satu²nya perempuan-nya anugerah. Bapak/ ibu komentator Minta tolong berkenan menerjemahkan kalimat di atas dalam BAHASA PRANCIS.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 53

  • yohanes endrawan
    yohanes endrawan
  • warna Ijo
    warna Ijo
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Sulaspin
    Sulaspin
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Lekas Jaya
    Lekas Jaya
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Ulil Abshor
    Ulil Abshor
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • alasroban
    alasroban
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Lekas Jaya
      Lekas Jaya
  • nur cahyono
    nur cahyono
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Maman Lagi
      Maman Lagi