Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

--

Saya salah hitung. Saya pikir guncangnya rupiah dan bursa saham hanya karena tidak adanya kepastian ekonomi akan ke mana. Setelah ada kepastian guncangan akan reda, lalu melandai. Bisa landai terus-menerus bisa juga pelan-pelan naik lagi.

Ternyata, setelah dipastikan ekspor batu bara, sawit, dan besi alloy tetap akan dilakukan oleh satu pintu Danantara rupiah masih juga terus merosot: melewati angka terendah dalam sejarah Republik Indonesia. Indeks saham juga masih turun hampir ke level terendah dalam lima tahun.

Memang masih ada satu kepastian lagi yang ditunggu: MBG. Yakni program yang menguras APBN begitu dalam. Sebagian analis mengatakan itu akan membuat APBN ambruk.

Tapi Kamis lalu kepastian itu sudah ditegaskan: MBG jalan terus. Tetap jadi kebanggaan presiden. Di Amerika pun MBG hanya diberikan kepada murid yang penghasilan orang tuanya kecil. Di Prabowo tidak pandang bulunya murid. Di Amerika siswa yang gaji orang tuanya tidak terlalu kecil sudah harus bayar meski hanya separo harga. Di Indonesia siapa pun dapat gratis tis.

Tapi presiden juga mendengar suara publik. Kepala dan wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot. Lalu ditangkap. Dimasukkan tahanan. Presiden juga terjun sendiri menjadi semacam penyuluh dapur MBG: telur tidak boleh didadar agar tidak dicampuri tepung. Satu ayam tidak boleh dipotong 14 agar tidak terlalu kecil.

Tapi rupiah tetap melemah. Bursa saham belum juga berhenti merosot.

Tentu presiden akan melihat dulu satu dua bulan ke depan. Siapa tahu kejengkelan para pelaku pasar reda. Siapa tahu para pengusaha mau kembali ke prinsip dagang: rugi satu miliar lebih baik daripada rugi Rp10 miliar. Rugi Rp10 miliar lebih baik daripada rugi Rp100 miliar.

Atau: hanya laba satu miliar lebih baik dari laba 100 juta –meski dulunya laba satu miliar. Laba Rp10 miliar lebih baik dari laba satu miliar –meski pun dulu bisa laba Rp100 miliar.

Kondisi sekarang memang beda. Pengusaha batu bara tidak bisa berlaba semaunya lagi. Tinggal tetap melawan atau mulai menerima keadaan.

Inilah masa penantian yang bisa pendek bisa panjang: menanti perubahan psikologi para pengusahanya.

Dari sikap menolak ke sikap menerima. Di tengahnya ada fase pasrah dulu –legawa. Dari menolak dan jengkel ke fase pasrah.

Setelah pasrah baru ke tahap berikutnya: bisa menerima. Setelah bisa menerima mulailah berpikir: apa yang masih bisa dilakukan meski untungnya tidak sebanyak dulu.

Masa penantian itu kadang lama karena sebagian masih punya tabungan. Sebagian segera bisa menerima karena tidak punya tabungan lagi. Mereka harus tetap hidup. Apalagi punya utang. Sebagian lagi tidak bisa menerima sama sekali karena berharap pemerintah suatu saat akan berganti. Mereka tunggu sampai pemilu akan datang. Kalau perlu pergantian itu dipercepat.

Masih ada faktor teknis. Dengan harga batu bara selama ini yang tinggi biaya operasional sudah telanjur ikut naik. Biaya ini ditanggung oleh pengusaha. Tidak mudah menurunkan biaya operasional: gaji yang sudah keburu tinggi mana bisa diturunkan.

Sawit sebenarnya agak berbeda. Sawit tidak sepenuhnya pemberian alam. Pengusahanya masih harus kerja keras: melakukan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan. Sedangkan batu bara sepenuhnya sudah ada di bumi pertiwi.

Sawit juga berbeda karena banyaknya petani sawit. Jutaan orang. Harga sawit yang turun akibat ketidakpastian selama ini juga mengganggu petani sawit. Ini yang meresahkan. Turun dari Rp3.400 ke sekitar Rp2.800. Sangat besar. Alasannya: pedagang tidak mau ambil sawit menunggu kepastian kebijakan pemerintah. Imbauan dan pidato tidak akan bisa memperbaiki harga jual petani sawit.

Kini presiden sudah memastikan: program besarnya tetap dijalankan. Yang ditunggu adalah berubahnya kejiwaan para pengusaha dari ''menolak'' ke ''menerima'' lewat jalan ''pasrah''.

Sebaliknya pemerintah harus menjamin tidak akan terjadi poses yang panjang yang hanya menambah ketidakefisienan saja. Pengusaha itu berbeda dengan pemerintah. Rukun iman pengusaha hanya satu: efisien atau mati. Pemerintah, seboros apa pun tidak bisa mati –maksimal hanya setengah mati.

Pengusaha juga perlu kecepatan. Rukun iman pengusaha lainnya: cepat atau lewat. Sedangkan pemerintah, selambat apa pun tidak akan kalah karena tidak punya pesaing.

Hanya yang cerdas, yang punya kompetensi tinggi dan tidak punya kepentingan pribadi/kelompok lah yang bisa membuat putusan dan langkah yang cepat.

Pengusaha ingin cepat. Kejengkelan pengusaha ibarat Anda mengejar maling, sementara pistolnya dibawa anak buah yang jalannya lambat di belakang Anda.

Kadang pemegang pistol itu sengaja tidak mau mempercepat langkah agar malingnya tidak tertembak.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 5 Juni 2026: Tidak Mati

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

EFISIEN Saya justru tertarik pada satu kalimat terakhir Pak Dahlan: efisien atau mati. Selama ini kita terlalu sering terpesona oleh desain program. Presentasinya bagus. Anggarannya besar. Istilahnya keren. Tetapi lupa pada satu pertanyaan sederhana: berapa yang benar-benar sampai ke piring anak? Karena itu, pembahasan soal telur rebus dan ayam dipotong berapa sebenarnya bukan urusan remeh. Justru di situlah efisiensi diuji. Dalam dunia audit, angka besar sering terlihat rapi. Yang sulit justru mengawasi potongan-potongan kecil yang jumlahnya jutaan kali. MBG kini sudah telanjur menjadi kapal besar. Tidak mungkin diputar balik ke pelabuhan. Terlalu banyak harapan yang sudah ikut naik ke atasnya. Maka yang harus dijaga bukan lagi keberangkatan kapalnya, melainkan kebocoran di lambungnya. Saya membayangkan, kalau setiap ayam dipotong 14 bukan 10, selisihnya mungkin hanya beberapa gram. Terlihat kecil. Tetapi ketika dikalikan jutaan porsi setiap hari, angka kecil itu bisa berubah menjadi ayam raksasa yang bahkan kandangnya tidak cukup satu kabupaten. Karena itu, efisiensi memang tidak seseksi teori. Tetapi sering kali justru di sanalah uang negara diselamatkan.

Edi Sampana

Sampai saat ini sy tetap berpandangan bahwa program MBG terlalu boros. Dari perbincangan dgn kerabat yg ikut bekerja sbg pengelola dapur, guru, kader posyandu diketahui: 1. banyak makanan terbuang Krn Tdk diambil sasaran atau paket tdk dimakan habis. Penyebab: TDK enak, penerima bukan orang miskin 2. nilai paket makanan tdk sampai Rp.8 ribu (padahal dana negara yg keluar Rp 15 ribu). Penyebab: uang sdh tergerus oleh biaya siluman. Pemilik dapur harus bayar fee kpd pemilik yayasan, yayasan harus bayar fee kpd oknum yg merasa berjasa telah menjadikan yayasan itu shg dapat titik/kepercayaan dari BGN

Kujang Amburadul

Kebanyakan kita adalah kalo punya keinginan, tak mampu/mau pakai uang sendiri ya numpang pada jabatan dan anggarannya. Ada gubernur pengen naik mobil mewah, dibelilah mobil dinas yg harganya milyaran, padahal kalau seharusnya dipakai buat kerja bukan kondangan, ya pilih yg sesuai fungsinya. Apalagi fasilitas jalan di daerahnya juga msh acakadut. Pun kepala2 instansi lainpun kebanyakan begitu. Ada yg utk pekerjaannya seharusnya cukup pakai kalkulator, minta alat komputer laptop tercanggih. Kantor harus direnovasi biar kelihatan megah, padahal pelayanan masih amburadul macam si Kujang. Aplikasi web dibuat dng tampilan wah dan biaya besar, sementara data yg disajikan sudah kedaluwarsa dua tahun lalu. Respon pun masih lambat. Karena pejabatnya tak bisa kerja, tapi pengen cepat kaya, ya akhirnya anggaran bukannya digunakan secara optimal malah dikorupsi. Sementara ada pengusaha yg sudah kaya, kok mau2nya dijadikan pejabat. Korupsi pula. Tidak korupsi pun ya tetap ditersangkakan. Sampai disini saja saya bingung. Maksud saya : dimana kata "efisien" bisa saya tempatkan di komentar saya. Tolong dong!

Leong Putu

Kalau menunya kacang panjang, juga jangan dipotong, ntar ada potongannya yang dikorupsi. Jika menunya kangkung juga jangan dipotong, nti helai daunnya ada yang dikurangi. Bulir nasinya juga jangan boleh ada yang separuh, yang separuh pasti dikorupsi. Sambel juga jangan diuleg, ntar jumlahnya dimanipulasi.

Lekas Jaya

Abah memotret transisi manajemen krisis yang sangat menarik. Langkah Presiden yang langsung turun ke level SOP teknis (telur rebus dan standar potongan ayam) adalah taktik klasik micro-management untuk mengunci celah fraud dan shrinkage (penyusutan) pasca-skandal BGN. Ini efektif untuk memulihkan trust publik jangka pendek. Namun, dari kacamata Supply Chain Management, ujian aslinya ada pada economic multiplier effect yang Abah singgung. Membangun ekosistem agar dapur MBG menyerap hasil peternak dan petani desa butuh orkestrasi rantai pasok regional yang terintegrasi. Jika Pemda atau instansi terkait gagal memetakan neraca supply-demand lokal ini, triliunan APBN hanya akan mengalir kembali ke konglomerasi pangan atau tengkulak besar. Seperti konklusi Abah: program ini pantang mundur. Maka solusinya mutlak operational excellence. Efisienkan rantai pasok lokalnya, atau program ini mati perlahan digerogoti inefisiensi!

Bahtiar HS

Pak @heru p, Tambahan Lagu favorit anak2: Telor.. Telor.. Telooor Tiap hariii aku makan telor Teeeloor.. Teeloorr Tiap hariii aku makan teloor Ini dinyanyikan anak2 sy yg SD pas sarapan bbrp hari lauk teloor terus: telor ceplok, telor dadar, telor siap saja, telor bumbu kecap. Tapi alhamdulillah, selama mereka menyanyi itu dengan tersenyum riang, perekonomian RT masih aman.

heru pujihastono

Renungan utk telur dan ayam 1. Prioritas : telur hari ini lbh baik dr ayam besok pagi. 2. Probabilitas : lebih dulu mana ayam dengan telur. 3. Pengandaian : telur mata sapi. 4. Penistaan : ayam kampus. 5. Keamanan : pemain sepak bola menutupi telurnya di hadapan free kick. 6. Harapan : jangan berharap PD telur si blorok. 7. Kepahlawanan : ayam jantan dr timur. 8. Pantun : hewan apakah tanduk di kaki? Ayam.. 9. Tanpa pemimpin: seperti ayam kehilangan induk. 10. Kesuburan : sel telur wanita.

dabudiarto71

Efisien atau mati? Kans mati jauh lebih besar

Juve Zhang

Di perkotaan anak sekolah banyak yg antar pake mobil ini salah sasaran....pun...anak SMA naik motor bagus di garasi rumah nya ada mobil....yg miskin saja kasih uang 1 juta sebulan mpasti gak akan ada telur terigu atau telur busuk....ayam pun dijamin bagus ...di adakan lomba masakan yg dibawa anak ...ibu ibu semangat masak buat anaknya sambil berlomba hadiah kasih juara satu sepuluh juta juara dua 7 juta juara 3 5 juta....pasti masakan ibu ibu itu bagus....juri para guru sekolah SD.

Liam Then

Membahas kenapa pelangi berwarna -warni tak akan sebabkan pelangi berhenti muncul. Untuk bikin pelangi berhenti muncul, ya jangan ada uap air halangi sinar matahari. Artinya kalau mau korupsi tidak ada, ya bukan bahas kenapa korupsi itu ada, tapi bantai perilaku korupnya, dengan hukuman sekeras-kerasnya, seketat-ketatnya sampai pelakunya takut muncul. Sampai terenkripsi dalam neuron otak, korupsi = mengundang masalah.

Liam Then

Di Singapura, mereka sudah tahu, orang narkoba itu akibat kecanduan. Efek neuron otak. Tapi tetap saja di gantung, kalo miliki dan edarkan narkoba. Hasilnya : sedikit orang di Singapura maen narkoba. Bukankah ini sangat jelas? Kalo pemerintah Singapura, meneliti dulu kenapa pengedar narkoba, pemakai ubah profesi jadi pengedar otaknya kenapa sampai bikin mereka mengedarkan narkoba. Kira-kira apakah Singapura bakalan bisa kayak sekarang? Barat mereka tidak pernah coba pahami, kenapa ada negara di Timur Tengah menolak hegemoni mereka. Langsung di bom, sampai nurut. Jadi aneh juga teori orang barat ini....

Abu Syafiq

7. Norma Sosial & Determinan Korupsi Korupsi dipengaruhi norma sosial dan ekspektasi kolektif, bukan hanya insentif individu Individu lebih cenderung korupsi jika: Memegang kekuasaan Mendapatkan keuntungan pribadi Kontrol diri rendah Organisasi tidak menghukum perilaku tidak etis 8. Rekomendasi untuk Mengendalikan Suap (Bab 10) Nichols & Robertson (editor) menyusun rekomendasi anti-suap berbasis temuan neuroscience/psikologi. ???? Kesimpulan "Thinking About Bribery" memberikan fondasi ilmiah baru untuk memahami korupsi dari level mikro (otak, kognisi, psikologi) dan menawarkan strategi pencegahan berbasis bukti yang lebih efektif daripada pendekatan hukum konvensional saja. Buku ini menjadi jembatan antara neuroscience, etika bisnis, dan kebijakan anti-korupsi. ISBN: 978-1-107-13221-4 (hardback), 284 halaman ..by Perplexity

Abu Syafiq

2. Neuroscience: Otak yang Patuh vs. Prinsip Moral Penelitian fMRI menunjukkan otak konformitas dapat melemahkan keteguhan deontologis (prinsip moral absolut) Area otak seperti right dorsolateral prefrontal cortex (rDLPFC) berperan dalam mengendalikan godaan suap; gangguan pada area ini meningkatkan kesediaan menerima suap 3. Kognisi Moral & Trade-offs Moral Korupsi terjadi dalam konteks trade-offs moral: individu harus memilih antara keuntungan vs. kerusakan pada orang lain Orang cenderung meremehkan dampak suap pada korban (harm salience rendah), membuatnya lebih mudah diterima 4. Disonansi Kognitif & Rasionalisasi Suap Setelah memberi/menerima suap, individu mengalami disonansi kognitif dan menciptakan narasi rasionalisasi ("semua orang melakukannya", "ini cuma hadiah") Pengingat pengorbanan pribadi dan suggested rationalizations meningkatkan kesediaan menerima hadiah/suap 5. Tiga Frame Keputusan Suap (Beyond Black & White) Suap tidak selalu dipandang hitam-putih; tergantung frame: 6. Perasaan Bersalah (Guilt) sebagai Pelindung Individu yang guilt-prone (mudah merasa bersalah) lebih jarang menerima suap, terutama jika menyebabkan kerusakan pada orang lain Kekhawatiran pada penderitaan orang lain adalah mekanisme psikologis utama yang mencegah korupsi

Abu Syafiq

Izin menambahkan detil atas kompil Pak Prof Liang kemarin, Berikut adalah resensi dan poin-poin utama buku "Thinking About Bribery: Neuroscience, Moral Cognition and the Psychology of Bribery" (2017) yang diedit oleh Philip M. Nichols dan Diana C. Robertson dari Wharton School, University of Pennsylvania, diterbitkan oleh Cambridge University Press . ???? Resensi Singkat Buku ini adalah karya akademis multidisiplin yang pertama kali meneliti keputusan individu untuk menawarkan atau menerima suap dari perspektif neuroscience, kognisi moral, dan psikologi. Kebanyakan penelitian sebelumnya fokus pada korupsimakro (ekonomi, hukum, institusi), namun buku ini menjawab celah: mengapa dan bagaimana seseorang memutuskan terlibat suap . Buku ini mengumpulkan 10 bab dari 20+ peneliti dari berbagai disiplin (neuroscience, psikologi, ekonomi perilaku, hukum, etika bisnis) dan terbagi dalam 4 bagian utama: Buku ini relevan bagi peneliti, praktisi anti-korupsi, auditor internal (APIP), dan pembuat kebijakan yang ingin memahami akar psikologis korupsi untuk merancang program pencegahan lebih efektif . ???? Poin-Poin Utama Buku 1. Suap sebagai Keputusan Individu yang Kompleks Suap jarang dipelajari sebagai keputusan individu; kebanyakan penelitian fokus pada faktor makro Keputusan suap melibatkan konflik antara keuntungan pribadi vs. norma moral

Irary Sadar

Kalau mau serius mengelola MBG, tidak cukup 3 orang itu saja yang dijerat hukuman. Yayasan yang mendapatkan titik MBG lalu menjualkannya ke pihak ke-3 juga patut diberi sangsi. Oknum-oknum masih banyak berkeliaran, diatas kertas perizinan memang terbuka, tapi begitu menghadap, disuruh ke lantai atas untuk negoisasi harga titik lokasi. Lalu setelah mendapat titik dan membangun SPPG, tentunya pemilik SPPG akan memangkas biaya makanan, untuk menutupi setoran awal sekian ratus juta itu. Ini sudah rahasia umum. Bohong kalau si Wowo tidak mengetahui hal ini. Pengeluaran yang tidak menunjang program ini, seperti pembelian kaos kaki, semir sepatu, motor listrik harus diusut. Pengeluaran yang seperti inilah yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap MBG tergerus. Keadilan Sosial bagi Seluruh masyarakat. Adil bukan berarti memberikan sama kepada semua orang. Tetapi Adil adalah memberikan sesuai porsinya. Yang sekolah kaya raya, jajan per hari anak sekolahnya100ribu, mengapa harus diberikan MBG? Entahlah, begitu banyak saran dan kritik terhadap MBG ini. Tapi si Wowo sepertinya tidak peduli. Oh ya, Si Wowo ini bukan penyuluh MBG, tapi CEO MBG. CEO MBG yang asal krasak krusuk memgelola Konoha, hingga mbak Rupihah sudah 18.000 lebih terhadap Mang Dolar...

MULYADI PEGE

Sy :Eh bang heri, habis dari mana? Hr. : habis dari bintara jaya bng aji. Sy. : itu bawa apa dimotor, hingga 2 karung munjung, didepan dan belakang? Hr. : Eeeh, ini yg dibelakang nasi bekas, yg didepan, sayur sayuran. Sy : nasi bekas dan sayuran dari mana? Hr. : dari dapur MBG SY : widih, buat apa? Hr : buat bebek, entog, dan ayam BOSS. Sy. : wih, enak bener, Boss lo ngga beli umpan.!?! Hr. : iya bang aji, mudh2an aja banyak terus. Sy: itu setiap hari lo ngambil? Hr. : iya bang aji, setiap jam 4 sore. Sy. : itu bekas dari ompreng apa sisa yg ngga dikemas. Hr. : yg sisa ombreng mah sedikit, kebanyakan mah sisa nasi dan sayur yg ngga dikemas.. Sy. : waduh, enak juga unggas lo, dapet makan dari APBN. jadi masuk akal juga dong kalau MBG itu makanan Bebek gratis. Negara happy, sjswa bahagia, dan bebek lo GUMBIRA. Hr. : bissa aaaaja bng aji.

Er Gham 2

Satu ekor ayam utuh di KFC akan dipotong menjadi 9 bagian. Yaitu 3 potong bagian dada, dua potong sayap, 2 potong paha atas, dan 2 potong paha bawah. KFC tidak jual ceker dan kepala ayam. Untuk MBG akan dipotong menjadi sekitar 10 sampai 12 potong, sesuai instrukai presiden. Untuk bagian kepala dan ceker, seperti nya bisa dibuang atau dibawa pulang oleh crew dapur. Kan satu hari bisa 250 ekor daging ayam utuh, untuk sekitar 2.500 porsi.

Tivibox

Seorang pleciden tidak seharusnya berbicara masalah teknis dan remeh temeh spt goreng telur, potong ayam dll. Itu jadi mendegradasi fungsinya sendiri. Memang audiens nya para pelaku em be ge, tapi yang pidato spt itu cukup pelaksana teknisnya saja. Pleciden cukup bicara hal yang berkaitan dengan kebijakan secara umum tapi yang padat berisi ,tapi serius dan tegas, jangan pakai bercanda atau kata-kata kamu, lu dsb karena itu forum resmi dan penuh etika. Satu lagi, pleciden sebaiknya mengurangi pidato, lebih baik hening tapi memang ada hasil yang dirasakan. kalau kebanyakan pidato nanti malah mirip curhat emak-emak di medsos.

Er Gham 2

Sebagai teman dekatnya, ada kata kata perpisahan buat Dadan: "Dadan. Sudah kubilang jangan korupsi. Tapi kau korupsi juga. Sekarang, tertangkap lah kau".

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp mul, bp em ha, bp udin, bp jo, sobat irary dan teman2 rusuhwan. "purbaya soal ihsg anjlok : jangan takut. daya beli masyarakat masih kuat." demikian berita di kompas.com. betul apa yg dikatakan bp purbaya. ekonomi kita kuat. di pasar melimpah beras, telur, mi instan dll. lihat pujasera dan kafe. masih ramai pengunjung. konser penyanyi F4 saja berlangsung 3 hari. dan semua tiket yg berharga jutaan ludes terjual. jalanan di jakarta masih macet tiap hari. tapii jangan ditanya isi dompetnya. jangan ditanya utangnya di bank, utangnya di pinjol atau utang pada temannya. lha negara aja berutang. rakyatnya, ya gali lubang tutup lubang

Eyang Sabar56

Masalah utama program MBG adalah pelaksanaannya yang sefihak dan top down. Tidak melibatkan para fihak penerima manfaat. Jadinya celah penyelewengan sangat terbuka lebar. Siapa orang yang tidak mau memanfaatkan peluang? Apalagi cuan miliaran? Kecuali orang gila.

mario handoko

selamat siang eyang sabar. kata romo, dibeli, kasihan sepi/ setelah dicicipi/ baru tahu mengapa ia sepi/ kata romo, pilih aja, kasihan kalah melulu/ setelah menang, baru kita tahu/ mengapa dulu kalah melulu/

Eyang Sabar56

@Koh MH, Pernyataan Menkeu dari awal menjabat terkesan asal bunyi. Belum ada yang terbukti manjur. Di masyarakat kalau disurvey, yang ada dan pegang uang berapa % dari populasi? Pak Purbaya belakangan sudah terlihat kurus, kusut dan berharap ekstra hati² memberikan pernyataan.

nico gunawan huang

ini seperti pepatah : tak bisa berenang salahkan arus deras karena hanyut dan tenggelam

mario handoko

selamat siang bp jokosp. " china tunda impor batu bara ri" demikian berita di bloombergtechnoz.com. waduh. kalo batubara tidak laku, dan timbul phk, lantas bagaimana? no problem. sudah ada mbg dan kdmp sebagai solusinya

Jokosp Sp

"18.000....... 18.000 mas se dolar". "Apa lagi yang masih dibanggakan?". Fundamental ekonomi kita kuat !. Kuat dari mana?. Kalau kuat stok mata uang asing banyak alias melimpah, tabungan emas banyak, dan hutangnya semakin mengecil bukan malah membengkak. "Itu tanggung jawab BI". Enak men jadi Menteri Keuangan. Berarti kerjanya masih jadi kasir penguasa, seperti menteri sebelumnya dan penguasa sebelumnya. "Oh gitu ya?". "Omon-omon dong?. Ya iyalah.

Johannes Kitono

Ayam dan Telur. Terpilihnya Ayam dan Telur sebagai menu MBG adalah pilihan cerdas. Ayam dan Telur merupakan sumber protein yang termurah.Kecuali Ayam Kampus. Data Tempo ( 2022 ) Indonesia termasuk 5 besar penghasil Telur Ayam didunia,yaitu 106 mily butir. China = 662 mily , AS =113 mily, India =105 mily dan Mexico = 56 mily. Jadi China produksi 35 % telur didunia. Di NKRI ada 200 peternak Ayam Petelur dan 4 provinsi penghasil telur terbesar yaitu : Jatim =1,7 jt ton, Sumut = 543 rb ton, Jateng = 530 rb ton dan Jabar = 497 rb ton. Satu kilo telur umumnya 15 / 16 butir. Kalau telur Omega Tiga berkat pakan khusus nilai gizinya 3 @ 4 lebih tinggi dari telur biasa. Juragan Disway yang hanya makan Putih telur tentu dapat info keliru. Ayam yang menu MBG jelas Ayam Broiler. Berat hidup seekor Ayam KFC 1,8 kg berusia budidaya 35 - 38 hari. Setelah di potong di RPA jadi 1,1 a 1,2 kg dan dibagi 9 potong. Untuk menu MBG sebaiknya Ayam size A PFM = 1 kg potong 10 pcs. Harganya only 35 - 40 rb/ekor. Jadi costnya 3 a 4 ribu/ pcs incl goreng dan tepung. Emak emak masih suka bedakan Telur Ayam Kampung dan Telur Ayam Negeri. Padahal semua kandang Ayam pasti tidak boleh ada di Kota. Kecuali Ayam Kampus yang cantik dan dimusuhi emak emak MBG. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Liáng - βιολί ζήτα

Kalau tidak salah, Pemerintah Tiongkok memberi subsidi sebesar 4 Yuan (Rp10.000,- lebih) per siswa per hari ; bagi siswa yang berhak, menurut standard Tiongkok, jadi tidak seluruh siswa mendapatkannya, dalam School Meal Program mereka. School Meal Program Tiongkok, dikenal dengan nama : 农村义务教育学生营养改善计划 (Nóngcūn Yìwù Jiàoyù Xuésheng Yíngyǎng Gǎishàn Jìhuà) Rural Compulsory Education Student Nutrition Improvement Program. Sepertinya, program sejenis MBG di Tiongkok tersebut, berjalan baik-baik saja, tidak ada heboh keracunan makanan, juga aparaturnya cenderung bekerja dengan baik dan benar, oleh karena itu tidak terdengar keluhan masyarakat. Dari segi biaya pun..... kalau tidak salah tidak lebih besar dari Indonesia, padahal jumlah siswa yang berhak mendapatkan subsidi dari Pemerintah Tiongkok tersebut, lebih banyak dari Indonesia..... Dan..... sangat disayangkan..... Abah DI yang begitu sering bolak-balik Tiongkok semestinya dapat dengan mudah memantau program di Tiongkok tersebut..... sebagai study banding..... [2/2].

nico gunawan huang

dasar dunia usaha /keuangan adalah kepercayaan dan itu yang hilang sekarang karena tidak adanya transparansi pengelolaan fiskal , dan ketika uang negara menipis usaha yang terasa pajak kerakyat yang bertambah. penekanan hanya bisa ke usaha yang kecil untuk usaha modal besar pasti beralih dan itu yang terjadi capital out flow. dpr sebagai wakil rakyat wajib memberikan masukan agar pekerja outsorsing (presiden dan menteri)kerjanya benar dan tepat sesuai kontrak jangan buat dapur makin kebakaran ya misalkan mbg harusnya untuk makan anak majikan malah makanannya dibuang ke tong sampah dan sebagian duit masuk kantong pribadi seperti ketua mbg kena rompi orange,mana majikan (rakyat)cuma kerja serabutan suruh bayar gimana gak protes kan.

Waris Muljono

Kl kemarin itu pak Prabowo sampai ngurus potongan ayam, itu jg lah kesaksian yg pernah sy baca dari anak buah pak prabowo di kopassus dulu. Katanya pak prabowo itu suka detail perhatiannya, sampai urusan dapur barak tak luput dari perhatiannya. Ternyata, banyak kesaksian2 ttg rekam jejak kepemimpinan pak prabowo ketika di militer dulu, ternyata relate sama kondisi sekarang saat dia jadi presiden. Bbrp testimoni lain yg pernah sy baca misalnya pak Prabowo suka bekerja dengan team yg besar. Dia hoby memekarkan organisasinya. Hari ini hoby tsb dpt kita baca dari kabinetnya yg gemuk, serta pemekaran bbrp satuan organisasi di TNI. Kesaksian lain ttg pak prabowo, dulu dia rela mengeluarkan uang pribadi utk kepentingan dinas. Dikisahkan prabowo muda bbrp kali minta uang ayahnya utk membangun perumahan prajurit. Maka sy jg percaya ketika sempat ada isu bahwa retreat di magelang dulu itu dibiayai dr duit pribadi prabowo. Bahkan terakhir seskab kmrn bilang kekurangan budget kunjungan presiden keluar negri ditomboki duit pribadi prabowo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 148

  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • nico gunawan huang
    nico gunawan huang
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Bayung Lembayung
    Bayung Lembayung
    • Bayung Lembayung
      Bayung Lembayung
    • mas piet
      mas piet
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • yea aina
    yea aina
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
  • Prieyanto
    Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • my Ando
    my Ando
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • mario handoko
    mario handoko
  • sinung nugroho
    sinung nugroho
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Tivibox
    Tivibox
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Gianto Kwee
    Gianto Kwee
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Warok Ponorogo
    Warok Ponorogo
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Susilo Hutomo
    Susilo Hutomo
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • yohanes endrawan
    yohanes endrawan
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Lekas Jaya
    Lekas Jaya
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • mario handoko
      mario handoko
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Em Ha
    Em Ha
    • mario handoko
      mario handoko
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Em Ha
      Em Ha
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • DeniK
    DeniK
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Liam Then
    Liam Then
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Wahyu Tm
    Wahyu Tm
  • Wahyu Tm
    Wahyu Tm
  • Edyanto
    Edyanto
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Prieyanto
      Prieyanto
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Liam Then
      Liam Then
  • DeniK
    DeniK
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Joko Riyanto
    Joko Riyanto
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Lekas Jaya
      Lekas Jaya