Para komandan ini diketahui tengah berkumpul dalam pusat komando bawah tanah ketika serangan dilancarkan.
Israel membunuh dua komandan Khatam al-Anbiya secara beruntun menjadi pukulan bagi Iran.
Padahal, menurut laporan, para pejabat tinggi Iran telah mencoba menghindari pelacakan dengan membuang ponsel mereka dan memperketat keamanan operasional.
Namun, kemampuan intelijen IDF dan Mossad tampaknya masih jauh lebih unggul.
“Terlepas dari upaya Iran untuk beradaptasi dan menghindari deteksi, Israel tetap memiliki keunggulan mutlak dalam hal intelijen dan strategi serangan,” ujar perwakilan IDF.
Siapa Ali Shademani?
Sebelum menjabat sebagai kepala Khatam al-Anbiya, Shademani adalah wakil kepala operasi pertahanan darurat nasional dan kepala operasi militer Iran.
Sosoknya dikenal sangat dekat dengan Khamenei dan dipercaya sebagai arsitek utama perencanaan militer dalam situasi perang.
Penunjukannya sebagai pemimpin markas besar Khatam al-Anbiya di tengah konflik dengan Israel menunjukkan betapa penting peran Shademani bagi Teheran. Namun, hanya dalam hitungan hari, dia pun menjadi target dan tewas dalam serangan udara presisi Israel.