Aliran Boneka
Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-
Betul. Masih banyak yang ingin saya tulis dari kunjungan saya ke Mesir. Juga sisi-sisi lain dari kunjungan saya ke Tarim, Yaman.
Bahkan kemarin pagi saya mengunjungi pedalaman Tiongkok yang punya proyek istimewa menjadikan tambang garam di kedalaman 1.500 meter di perut bumi sebagai gudang penyimpan listrik. Terbukti bagaimana garam bisa jadi penyimpan listrik sampai 600 MW.
Saya ingin menulis semua itu. Juga kesan saya setelah dalam tiga hari terakhir mengunjungi enam pabrik modern di berbagai daerah di Tiongkok.
Maka tulisan tentang perang di Iran hari ini merupakan seri terakhir. Seri ketujuh. Batas kebosanan akan satu topik tulisan ternyata tidak sampai 40 hari. Semoga hari ini tidak ada serangan besar-agar tidak terpaksa menulis perang itu lagi
Bagi pendukung sistem pemerintahan wilayatul fakih, rasanya kini sudah agak lega: Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah tidak memaksikan lagi Iran harus ganti model pemerintahan. Bisa tetap wilayatul fakih.
Trump hanya minta ayatollah yang menjadi pemimpin tertinggi Iran jangan lagi ayatollah yang beraliran keras pada Amerika.
Memang dalam kenyataannya tidak semua ayatollah bergaris keras. Bahkan ayatollah syiah tertinggi di Irak berpendapat: ulama tidak boleh ikut campur di wilayah politik. la tidak bersetuju dengan wilayatul fak Dinan, ulamanya terbagi ke dalam tiga tingkatan.
Yang tertinggi adalah ayatollah agung. Hanya ada tiga atau enam orang. Di bawah itu ada level ayatollah. Jumlahnya lebih banyak. Di bawahnya lagi ada hujatul Islam-ulama yang belum setingkat ayatollah
Tidak ada sertifikasi ayatollah. Gelar hujatu Islam, ayatollah, maupun ayatollah agung, didapat dari pengakuan masyarakat.
Kalau sudah diakui sebagal ayatollah berarti level keulamaannya sudah sangat tinggi. Biasanya itu ditandai dengan pemahamannya yang sangat tinggi akan Ilmu fikih. Sudah sampai punya pemikiran sendiri. Punya aliran. Lalu aliran itu diajarkan. Lantas punya banyak murid. Punya banyak pengikut.
Untuk menjabat pemimpin tertinggi Iran tidak harus sudah bergelar ayatollah agung.
Ayatollah Ali Khamenei sendiri --yang gugur di serangan hari pertama IsAm-- juga belum bergelar ayatollah agung ketika awal menjabat. la masih ayatollah seperti ayatollah lainnya.
Maka di Iran ada tiga lembaga yang amat berkuasa yakni dewan ayatollah, garda revolusi, dan lembaga kepresidenan
Sebenarnya bukan tiga. Harya dua dewan syura (dewan ayatollah) dan dewan tanfidziyah (presiden dan birokrasinya).
Presiden membawahkan militer. Dewan syura membawahkan garda revolusi --kekuatan bersenjata yang tidak kalah besar dengan yang ada di struktur militer.
Tugas militer di bawah presiden adalah menjaga kedaulatan negara. Tugas garda revolusi adalah menjaga agar syariat agama bisa tegak di Iran.
Dewan syura punya tentara sendiri, tanfidziyah punya tentara sendiri. Dalam pelaksanaannya tentara garda revolusi menjadi lebih penting. Apalagi dukungan dananya juga sangat kuat.
Di bawah garda revolusi ada badan usaha yang sangat besar menguasai banyak sektor bisnis. Mulai konstruksi sampai minyak dan gas bumi. Ada yang menyebut 30 persen perekonomian negara ada di bawah garda revolusi.
Sebagai pengawal revolusi tentu tentara garda revolusi lebih ideologis. Lebih keras. Sering garda revolusi membuat manuver agar ayatollah garis lentur tersisih. Yang lentur saja tersisih. Apalagi yang reformis betul.
Sebagian ayatollah tidak hanya bergaris lentur bahkan ada yang membawa aliran reformasi --termasuk membela hak-hak perempuan.
Dari gambaran itu rasanya masih sult ayatollah bergaris lentur bisa naik menjadi pemimpin tertinggi Iran. Garda revolusi masih sangat kuat --kecuali dalam perang kali ini kekuatannya jauh menurun.
Maka di Iran tidak akan ditemukan boneka Amerika. Yang masih mungkin adalah aliran mana yang akan nak ke permukaan.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 Maret 2026: Kelas Delcy
Liáng - βιολί ζήτα
selingan 茉莉花 (mò lì huā) - Celine Dion dan Sòng Zǔyīng https://youtu.be/0QerHiJP2zc Oh..... ternyata Abah DI sedang jalan-jalan ke 淮安 (Huái'ān), 江苏 (Jiāng sū), Tiongkok..... Abah Pasti Tahu..... 淮安 (Huái'ān) adalah tempat kelahiran 吴承恩 (Wú Chéng'ēn ; 1500-1582) penulis novel klasik Tiongkok "Perjalanan ke Barat". 淮安 (Huái'ān) juga tempat kelahiran 周恩来 (Zhōu Ēnlái ; 1898–1976) Perdana Menteri Tiongkok yang sangat terkenal itu. Tetapi, sepertinya, Abah Tidak Tahu..... mengenai "per-melati-an" dari 江苏 (Jiāng sū)..... 茉莉花 (mò lì huā) atau jasmine flower (bunga melati) adalah judul sebuah lagu tradisional Tiongkok dari 江苏 (Jiāng sū), sedari zaman Dinasti Qing. Lagu 茉莉花 (mò lì huā) ini dinyanyikan juga sewaktu pembukaan Olimpiade Beijing 2008. Rentang waktu yang sangat panjang, sedari Dinasti Qing hingga kini, telah melahirkan banyak versi dari lagu tersebut, (lha koq melahirkan..... kapan mengandungnya ya..... wkwkwkwkwk.....) [1/2]
Andri Suryadi
3. Manuver "Pay to Play" di Selat Hormuz Trump mengubah doktrin keamanan Teluk dengan kebijakan kontroversial: militer AS tidak lagi mengawal tanker minyak secara gratis. Kapal yang ingin pengawalan CENTCOM harus membayar "Biaya Keamanan Maritim". Langkah ini dipandang sebagai pergeseran AS dari "Polisi Dunia" menjadi "Tentara Bayaran Global". Bagi aliansi Arab (Saudi/UEA), ini adalah pengkhianatan yang mendorong mereka membuka jalur komunikasi diam-diam dengan Iran demi mencari solusi keamanan tanpa campur tangan AS yang lebih murah. 4. Pembangkangan Spanyol dan Pecahnya NATO Spanyol menjadi negara NATO pertama yang secara vokal menolak terlibat. PM Pedro Sánchez menutup wilayah udara dan melarang pangkalan Rota serta Morón digunakan sebagai hub logistik serangan ke Iran. Dampaknya, Angkatan Udara Israel (IAF) mengalami isolasi logistik; pesawat C-17 harus memutar rute jauh, memaksa IAF melakukan kanibalisasi suku cadang pesawat. Secara taktis, ini adalah kemenangan besar bagi strategi Counter-Hegemony Iran dalam memecah soliditas Barat. 5. Eskalasi ke Utara: Turki dan Siprus Medan tempur meluas hingga Mediterania Timur. Pangkalan Akrotiri (Inggris) di Siprus menjadi sasaran rudal jarak jauh Iran. Di Turki, pangkalan Incirlik mengalami gangguan siber masif pada kontrol lalu lintas udara (ATC). Iran menerapkan strategi Stretching the Defense, memaksa IDF membagi fokus dari front Selatan ke front Utara, yang membuat pertahanan di pusat kota seperti Tel Aviv semakin tipis dan b
Lagarenze 1301
Sudahlah. Pindah ke topik lain saja, Pak. Toh sudah dicoba membahas topik Am-Is vs Iran. Meski hasilnya mengecewakan, ya namanya juga usaha. Pak Dis sekarang ini pasti tidak punya waktu untuk riset data dan membaca berbagai sumber agar CHD faktual dan tidak terkesan memihak, dan: menyenangkan perasaan para pembaca yang anti Am-Is. Shanghai masih banyak hal baru yang belum ditulis. Atau cerita perjalanan yang pasti asyik, yang bukan hanya buka puasa dengan menyantap sate kambing khas Uighur.
Liam Then
兵之形,避实而击虚。 Bīng zhī xíng, bì shí ér jī xū. Sun Tzu Terjemahan Inggris : “The form of an army is to avoid what is strong and strike at what is weak.” Bahasa Indonesia : Dalam berperang, hindari yang kuat, serang yang lemah. Kafein Tjap Obor, bikin mikir ; lah iyah yah, semua pakai strategi di atas. Serangan halasan Iran, bukan tenggelamkan kapal induk, atau ratakan Tel Aviv, tapi ketetangga yang lebih lemah, yang ketempatan pangkalan yang lebih lemah. Amerika? Sudah jelas, pernah ndak liat dia serang Korut, Russia, Tiongkok langsung? Yang diserang selalu yang cere-cere. Rusia? Ini agak beda, dari dulu kepala batu, Jerman era PD II yang melibas daratan Eropa dihadangnya sendiri. Jauh balik ke belakang lagi, Mongol, sekarang di Ukraina perang "attrition" /kuat-kuatan sendirian lawan kumpulan sumber daya NATO + SDM lokal. Hindari yang kuat serang yang lemah ,kayaknya tak laku di Rusia. Kemarin di Suriah, juga gara-gara itu bela yang lemah, lawan koalisi proksi yang kuat, akhirnya tak tahan, mundur perlahan. Hmmm ..kalau perang lawan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi bagaimana? Apakah serang yang lemah? Atau support yang kuat? Atau dua -duanya? Sun Tzu perlu reinkarnasi di Indonesia, biar bisa ikutan pusing.
Juve Zhang
Uss Abraham Lincoln dua kali coba mendekati perairan Iran dan diusir dengan rudal balistik akhirnya kabuur menjauh ke laut Arab....ini membuat Tomahawk yg mahal kurang efektif....dan rudal Iran disimpan dalam gudang Bawah Tanah yg dibuat dengan Tunnel Boring Machine Made in Tiongkok...masih banyak rudal balistik Iran dan masih gencar menembak kesana sini....penangkal nya kehabisan amunisi...Iran juga sudah order ratusan ribu mesin Drone ke T....pekerja lembur buat mesin Drone...karena orderan harus cepat dan banyak ....rejeki bagi T....makanya T gak pernah menawarkan jadi mediator....Cuan Koper koper lebih baik dari jadi mediator Boncos.....wkwk
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMorning 7 MARET 2025.. DISMorning. Pagi yang masih gelap di Kota Huai'an, Tiongkok, menjadi latar DISMorning kali ini. Mbak Sasa bertindak sebagai host yang lincah, memandu obrolan bersama narasumber tunggal, pak Dahlan Belio bercerita dari lantai 27 sebuah hotel di kota kelahiran Zhou En lLay. Pak Dahlan menyoroti perubahan sikap Donald Trump terhadap Iran yang mulai melunak dan realistis. Di lain pihaki, ia memuji langkah Presiden Prabowo yang akhirnya mengucapkan duka cita atas wafatnya pemimpin Iran. Dan memilih keluar dari Board of Peace (BOP). Baginya, ini momentum elegan untuk fokus pada urusan domestik. Butir penting lainnya adalah kegelisahan pengusaha. Pak Dahlan menegaskan, mengubah sistem ekonomi bukan berarti anti-atas. Pesan khasnya yang sangat kuat: "Bantu yang bawah, jangan ganggu yang atas." Yang kaya tidak perlu dibantu karena sudah bisa lari sendiri, asal jangan dihambat oleh regulasi atau "pengganggu." Ia mengagumi ide brilian pemerintah namun mencatat bottleneck pada eksekusi lapangan yang sering membuat frustrasi. Sasa menutup diskusi dengan kesimpulan bernas. "Kemajuan negara bukan cuma soal pemimpin, tapi kualitas dukungan masyarakat pada program pemberdayaan". Sebuah refleksi dari kota kecil Tiongkok yang pendapatan per kapitanya sudah melampaui kita.
Milyarder Setia
Inilah ketika seorang megalomania memimpin negara adikuasa. Baginya negara lain adalah kekuasaannya. Ia merasa bebas melakukan apa saja yang ia mau, dalam perang ekonomi, perang militer, perang narasi. Seakan-akan manusia lain di negara lain hanyalah sekumpulan angka-angka tidak penting. Langkah-langkahnTrump betul-betul membuat gonjang-ganjing, pun dalam berbagain bidang. Sesuai dengan karakter nya. Meledak-ledak dan megalomania. Tidak smooth, macam Xi Jin Ping. Jadi melihat karakter negara, cobalah lihat profil pemimpinnya, dimanapun itu
Juve Zhang
Bos CHDI banyak lihat portal berita milik A jadi kurang seimbang... rudal balistik Iran masih gencar ke Israel dll...cuma Israel melarang video kerusakan...pun Kuwait melarang video kerusakan akibat rudal .....menulis sumber berita yg miring ke A atau Iran banyak di YT.... semua ada afiliasinya...dan mungkin dibayar..
Mada Suradi
Bagi saya perang amIs vs Iran tidak terlalu menarik untuk difilmkan. Justru yang menarik adalah ketika Tiongkok menyerang Taiwan, saya ingin melihat kemajuan teknologi perangkat Tiongkok melawan kekuatan superior Amerika yang sombong. Saya ingin melihat Amerika tumbang dihajar Tiongkok. Sambil mencari cari korelasi ... Sabda Nabi Muhammad SAW : " Cari ilmu sampai ke negeri Cina"....
Mujiburohman Abas
Lagi-lagi ada orang Libanon. Pemimpin lunak model Delcy-nya Venezuela yang jadi pilihan Trump untuk Iran ternyata adalah politisi yang moncer berkat ketempelan laki-laki Libanon, Youssef Abou Nassif, milyarder ganteng diaspora Libanon. Diaspora orang Libanon yang terjadi karena ulah Israel juga, terbukti banyak yang menjadi bintang di mana-mana. Jadi teringat cerita seorang Libanon bos pabrik mobil Nissan Jepang: Carlos Ghosn, yang ditulis Abah nyaris seperti fiksi tapi nyata berjudul "Jebakan Ghosn" 15 Feb 2019 dan "Ghosn in the Box" 7 Jan 2020.
Muh Nursalim
Senjata mematikan masih ada. Kemarin sudah mulai diluncur. Rudal klaster. Tidak mungkin disetop dengan iron dome. Sebelum sempat dicegat sudah pecah menjadi ratusan bom. Memancar ke segala penjuru. Itu pasti banyak persediaannya. Cukup untuk membungkam si Donald.
siti asiyah
Sebagaimana Iran bisa makmur. semakmur - makmurnya dan bisa maju, semaju - majunya, Begitupun Indonesia.Kurang kaya apa Indonesia.Kurang unggul apa manusia Indonesia.Berapa banyak tokoh luarbiasa yang sudah Abah DI tulis kisah suksesnya pun pernah bertemu dan wawancara bahkan sudah pernah kolaborasi dan kerjasama. Iran terkendala blokade untuk menggapainya, lha Indonesia ada kendala apa ? Iran tegak terhormat dengan harga diri dan identitasnya.Bahkan dalam hati saya meratapi, manakala Iran sudah dikalahkan, pilihan pimpinannya diintervensi hingga pada akhirnya gerak kebijakannya terkooptasi, siapakah lagi yang bisa menampilkan entitas muslim yang punya harga diri ?? tentu bukan Indonesia, kelompok mayoritas muslim yang masih ribut tentang qunut.Berdebat tentang hisab dan rukyat serta hal lain yang tak produktif.Penderitaan Republik Islam Iran hari ini dan mendatang adalah penghinaan dan harga diri yang berserakan ( setidaknya bagi saya, muslim berkebangsaan Indonesia )
Bahtiar HS
Perang Iran sudah mendekati akhir. Persenjataan Iran sdh dilumpuhkan. Basis senjata di berbagai tempat dan kota sdh dihancurkan. Bgt kata Trumpet. Kata Abah sdh tepat, itulah perasaan Trumpet saat ini. Alias dia lagi halu. Betapa tdk? Kenyataan di lapangan, Iran msh gencar melancarkan serangan. Kini sdh serangan balasan ke-22 kali sejak IsAm nyerang mrk. Nama operasinya: Hossein Ibn Ali. Hampir semua pangkalan militer Am di kawasan Teluk sdh dibombardir Iran. Iron Dome Is sdh tak mempan lagi menahan rudal2 Iran. Tel Aviv hancur. Mungkin kalau hanya sepelemparan batu jaraknya, Washington DC dan New York akan mengalami hal yg sama. Boleh jadi White House juga sdh rata dg tanah-- dengan Trumpet terkencing sekencing2nya di bungkernya. Jangan2 justru ini akhir dari Trumpet sendiri. Bukankah Dep Kehakiman tlah merilis Epstein Files yg disembunyikan. Dan ada Trumpet di sana. Lagi "main" petak umpet sama bocil. Ada yg bilang, Trumpet nyerang Iran krn dipaksa Bibi Setanyaho. Sebab si Bibi pegang file2 aib si Trumpet itu yg membuatnya terpaksa hrs manut padanya. Atau tamatlah riwayatnya. Makanya rada ngaco dia ngomongnya. Jadi ingat, dulu ada org yg spt itu. Yakni kalau ia bilang sesuatu, maksudnya adalah justru kebalikannya. Wkwkwk
djokoLodang
-o-- Ballads of Dolls House ... Delcy memang bisa jadi boneka di Venezuela tapi orang Parsi bukanlah bangsa boneka. ... *) Pertama kali ke Jepang dulu, tahun 1980, saya mendengar lagu yang sebenarnya sudah dirilis tahun 1969, tapi masih sangat populer mungkin sampai sekarang. Syairnya tentang boneka yang dipajang di daun jendela. Belakangan, Desember 2013, Columbia Co.Ltd merilis versi inggrisnya yang dinyanyiakn oleh artis yang sama --Meiko Kaji. (https://youtu.be/GBSNYjJRZH8) "What is this, that made you dislike me/ Have I done anything that hurt your pride/ Love was born in our heart we were on a throne/ Now you're gone and I am done all alone/ I'm a doll on a pane, lying in the dust/ waiting for you, like all dolls do/ in this forgotten, forgotten lonely room." Lagu aslinya bisa dilihat pada tautan ini: (https://youtu.be/oSzUiC8BVAE) --0-
Wilwa
Sutan Syahrir adalah “sosialis” multi bahasa yang “tahu diri” bahwa populasi “Jawa” jauh lebih banyak. :)
Er Gham 2
Saya baru tahu. Ternyata pada asalnya, para pemuda lebih memilih Sutan Syahrir. Wow. Sejarah pasti berbeda jalannya. Dan presiden kita ada juga yang dari Sumatera. Apakah situasi ini pernah ditulis dalam buku sejarah negeri.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SUARA TIMUR TENGAH: ANTARA TAKUT DAN SINIS.. Suara masyarakat Timur Tengah soal perang Iran sebenarnya rumit. Bahkan agak sinis. Banyak orang Arab sebenarnya tidak terlalu simpati pada Iran. Mereka ingat konflik lama: pengaruh Iran di Irak, Suriah, Lebanon, sampai Yaman. Itu membuat sebagian masyarakat Arab melihat Iran sebagai pesaing regional. Tapi di saat yang sama mereka juga tidak nyaman melihat Amerika dan Israel menyerang Iran. Di jalan-jalan kota Arab, perasaan yang muncul sering campur aduk: tidak suka Iran, tapi juga tidak suka perang Barat di wilayah mereka. Negara-negara Teluk bahkan sempat kesal. Mereka merasa Amerika menyerang Iran tanpa koordinasi cukup dengan negara tetangga yang justru akan kena dampaknya. Drone dan rudal Iran malah banyak jatuh di kawasan Teluk. Di Iran sendiri, suasana juga tidak tunggal. Ada warga yang berharap perang melemahkan rezim. Tapi banyak juga yang takut kota mereka berubah seperti Gaza: hancur karena bom. Jadi suara Timur Tengah sebenarnya sederhana. Mereka sudah terlalu lama hidup dekat perang. Irak. Suriah. Yaman. Gaza. Karena itu sebagian orang di sana punya humor pahit: Kalau ada perang baru di Timur Tengah, mereka tidak lagi bertanya siapa menang. Mereka bertanya: kota mana lagi yang akan hancur duluan.
Eko Darwiyanto
Jika tidak tahu atau tidak mau menggunakan kata syahid, masih ada kata Indonesia yang setara dengannya : GUGUR. === Tewas, tidak layak disematkan ke Ruh yang sudah mendidik, mengarajkan, membimbing, bangsanya Salman ra. === Itu adab. Kata Sujiwo Tejo. === Tidak mampu memnedakannya, tanda TIDAK PUNYA ADAB.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SUARA EROPA: JANGAN ULANGI IRAK.. Suara masyarakat Eropa soal perang Iran sebenarnya cukup konsisten: hati-hati, jangan ikut-ikutan. Eropa punya pengalaman pahit. Namanya Irak. Tahun 2003 banyak negara Eropa ikut atau setengah ikut. Hasilnya? Timur Tengah makin kacau. Migrasi ke Eropa meningkat. Politik dalam negeri mereka juga ikut panas. Maka sekarang refleksnya berubah: jangan buru-buru perang. Bahkan beberapa pemimpin Eropa terang-terangan memilih jarak. Spanyol misalnya menolak membantu operasi militer Amerika terhadap Iran. Slogannya sederhana: “No to war.” Di tingkat rakyat juga ada kegelisahan lain. Banyak warga Eropa mulai melihat Amerika sebagai sumber ketegangan global. Sekitar 20% responden di beberapa negara Eropa bahkan menyebut Amerika sebagai “ancaman besar”. Namun Eropa juga tidak otomatis simpati ke Iran. Mereka tetap curiga pada program nuklir Iran. Jadi posisi mereka unik: tidak percaya Iran, tapi juga tidak ingin perang Amerika. Kesimpulannya sederhana. Orang Eropa ingin stabilitas. Mereka takut satu hal: perang Timur Tengah selalu punya efek domino. Biasanya dominnya jatuh di Eropa. Bukan di Washington.
Gregorius Indiarto
"Delcy adalah wanita yang melejit. Latar belakang pendidikannyi hukum. Setelah jadi politikus, dia diangkat Presiden Hugo Chavez jadi menteri kominfo. Lalu diangkat Madurojadi menteri keuangan. Sebentar kemudian jadi menteri ekonomi. Tidak lama pula jadi wakil presiden. Lalu jadi presiden sementara" Pendidikanyi jelas. Prestasnyi ada, bahkan melejit. Dari menteri ke menteri hingga wakil presiden. Lalu jadi presiden. Iti masih Anda sebut sebagai "boneka". Lalu. Bagaimana dengan orang yang pendidikan nya tidak jelas. Pun perjalanan karirnya. Bahkan aturan harus berubah, demi jabatan wakil presiden. Anda akan sebut apa? Mudah-mudahan Anda tidak menyebut sebagai "Boneka rusak". Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 98
Silahkan login untuk berkomentar