Ia menambahkan, seluruh prosedur pengamanan dan mitigasi risiko sedang dijalankan.
Diskominfotik juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang menemukan aktivitas digital mencurigakan yang mengatasnamakan Pemprov DKI Jakarta.
BACA JUGA:Pramono Gelar Bazar Murah di Balai Kota DKI, Sediakan 3.000 Paket Sembako bagi Warga Kurang Mampu
BACA JUGA:Jakarta Siap Bantu Bali Bangun MRT, Beri Dukungan Teknis dan Finansial
Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain:
- Melakukan audit keamanan digital terhadap sistem yang terdampak;
- Berkoordinasi dengan lembaga dan tim keamanan siber nasional;
- Meningkatkan lapisan pengamanan serta deteksi dini terhadap potensi serangan siber;
- Menyusun panduan keamanan informasi untuk seluruh perangkat daerah.
Lebih lanjut, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang bersifat spekulatif.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap pesan, situs, atau dokumen digital mencurigakan yang mengatasnamakan Pemprov DKI Jakarta.
"Segera laporkan temuan semacam itu melalui kanal resmi layanan pengaduan Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi dan partisipasi publik sangat penting dalam menjaga ruang digital kita tetap aman,” tutupnya.