"Ini bentuk penghormatan ke beliau, juga dalam rangka mendekatkan diri. Itu sama dengan saya kepada warga menganggap bro, itu bagian penghormatan kepada beliau," terang Tri.
Tri menuturkan, pengangkatan Dedi sebagai raja juga dilakukan oleh wakilnya, Abdul Harris Bobihoe.
Ia menegaskan bahwa semua pemimpin kota dan kabupaten di Jawa Barat menyebut Dedi sebagai raja. Sebutan ini dilaporkan tidak menimbulkan masalah.
BACA JUGA:Kheibar, Rudal 'Hantu' Iran Mengguncang Pertahanan Israel
"Pak wakil juga sama, di tingkat provinsi juga sama kita seperti ini. Saya yakin tidak ada masalah," paparnya.
Tri juga membantah anggapan bahwa penyebutan ini menandakan adanya hierarki. Padahal, penyebutan ini dimaksudkan untuk menciptakan dinamika yang lebih cair di antara para pemimpin daerah di Jawa Barat.
"Engga, justru ini terjadi ada hubungan interaksi antara pemimpin dan juga kami yang ada di level lebih bawah hubungannya sudah kayak pertemanan, persahabatan dan jadi tidak ada ruang-ruang sekat-sekat di antara kita," pungkasnya.