SKANDAL 'CASHBACK' Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun

Senin 07-07-2025,12:54 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Khomsurijal W

Tujuannya agar proyek ini dapat berjalan mulus. “Penyidik Kejagung juga akan memeriksa kualitas Chromebook yang telah didistribusikan. Mengingat ada laporan terkait spesifikasi yang tidak sesuai kontrak,” terang Harli.

Pihak yang Mangkir Panggilan:

Jurist Tan: Salah satu staf khusus Nadiem Makarim, sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejagung. Ketidakhadirannya yang berulang kali ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Jurist Tan saat ini berada di luar negeri. Tampaknya Kejaksaan Agung kecolongan untuk saksi kunci satu ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyatakan pihaknya sedang mendalami peran masing-masing pihak. 

"Indikasi adanya persekongkolan jahat untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan negara semakin terlihat," jelas Harli. 

Penyelidikan tidak hanya berfokus pada mark-up harga. Tetapi juga menelusuri kemungkinan gratifikasi atau suap. 

Selain itu, Kejagung akan memeriksa kualitas Chromebook yang telah didistribusikan, menyusul laporan tentang spesifikasi yang tidak sesuai kontrak.

Terkait hal ini, Disway juga sudah berusaha menghubungi kuasa hukum Nadiem Makariem, Hotman Paris. Tetapi, hingga berita ini ditayangkan, Pengacara hedon itu belum memberikan jawaban.

Jejak Fakta Penting Kasus Korupsi Chromebook

Berikut rangkuman jejak fakta krusial yang telah muncul ke permukaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, yang terus menyeret nama Nadiem Makarim:

1. Anggaran yang Menggunung dan Prioritas Janggal

Dana Fantastis: Program Digitalisasi Sekolah ini mengalokasikan anggaran mencapai Rp9,9 triliun, tersebar di seluruh Indonesia.

Klaim Distribusi: Nadiem Makarim mengklaim 1,1 juta unit laptop, modem 3G, dan proyektor telah didistribusikan ke lebih dari 77 ribu sekolah selama 4 tahun, demi mendukung pembelajaran jarak jauh dan literasi digital.

2. Harga Menggelembung dan Spesifikasi yang Diragukan

Dugaan Markup: Laporan awal mengindikasikan harga pembelian Chromebook jauh di atas harga pasar.

Kualitas di Bawah Standar: Ada keluhan mengenai spesifikasi perangkat yang diterima sekolah-sekolah yang tidak sesuai standar atau tidak sebanding dengan harga.

Spesifikasi rendah: Hanya 4GB RAM, penyimpanan 32GB, dan bergantung pada internet.

Vendor Lokal yang Terlibat: Data e-katalog LKPP menyebut enam vendor lokal: Zyrex, Axioo, Advan, Evercoss, Supertone (SPC), dan TSMID, dengan TKDN 25-40%.

3. Jaringan Perusahaan Afiliasi yang Mencurigakan:

Penyelidikan mendalam mulai mengungkap keterlibatan sejumlah perusahaan yang diduga memiliki hubungan afiliasi dengan pihak internal Kemendikbudristek atau lingkaran kekuasaan.

Pola Tender yang Terencana: Indikasi awal adanya pengaturan dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) terlihat dari pola tender yang mengarah pada pemenangan pihak-pihak tertentu dengan rekam jejak yang meragukan.

4. Manipulasi Tender dan Dana BOS yang Diarahkan:

Kategori :