"Saya kira enggak ada masalah, karena kita butuh. Mereka ingin jual, pesawat Boeing juga cukup bagus. Kita juga tetap beli dari Airbus. Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan," jelas dia.
Prabowo menegaskan kesepakatan dengan AS merupakan hasil kepentingan kedua negara.
"Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan. Kita juga butuh, sebagai contoh, kita masih import BBM, kita masih import gas, kita masih perlu import gandum, kita masih perlu import kedelai, dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan," imbuh Prabowo.