Pemerintah Kamboja menuduh Thailand sebagai pihak yang memicu eskalasi terbaru setelah seorang prajurit Kamboja diserang secara fisik oleh tentara dan warga sipil Thailand pada Senin (14/7).
Sementara itu Thailand menuding balik, dengan menyebut Kamboja lah yang menjadi biang kerok perang, dan telah menggempur habis-habisan warga sipil di perbatasan hingga menyebabkan belasan orang tewas
Serangan Udara
Pesawat F-16 milik Angkatan Udara Thailand membalas serangan artileri Kamboja yang menewaskan 12 warga sipil dengan menargetkan markas militer di dekat perbatasan.
Serangan udara Angkatan Udara Kerajaan Thailand menargetkan markas pasukan Kamboja atasrespons atas serangan sistem peluncur roket BM-21 Grad yang mnghantam sebuah desa di Provinsi Sisaket, Kamis, 24 Juli 2025 pagi.
BACA JUGA:Rekomendasi Liburan ke Thailand ala Jurassic World, Pulau Krabi Tawarkan Pengalaman Dunia Dino
BACA JUGA:Thailand dan Kamboja Saling Tuding, Ini Penyebab Perang 2 Negara Tetangga Meletus
Mengutip pernyataan Royal Thai Airforce, serangan udara memborbardir markas komando militer Kamboja yang diduga kuat menjadi pusat serangan ke Thailand
Selain itu, Komando Wilayah Militer ke-2 Angkatan Darat Kerajaan Thailand yang mencakup wilayah perbatasan dengan Kamboja.
Pasukan Thailand dan Kamboja bentrok pada Kamis dini hari sekitar pukul 07.45 WIB di daerah yang masih menjadi sengketa. Awalnya, terjadi baku tembak antara pasukan darat, yang kemudian meningkat intensitasnya.
"Pada pukul 09.40 pagi waktu setempat (09.40 WIB), Kamboja menyerang wilayah perbatasan Provinsi Sisaket dengan sistem roket BM-21 Grad," tulis pernyataan resmi dari komando tersebut.