Roket Kamboja Serang Thailand, Ledakkan Pom Bensin dan Gerai 7-Eleven: 9 Orang Tewas
Situasi di perbatasan Thailand-Kambjo, tepatnya di Provinsi Sisaket, memanas usai Roket Kamboja menghantam Pom Bensin dan Gerai 7-Eleven-Royal Thai Army-
SISAKET, DISWAY.ID -- Ledakan mengguncang Thailand usai Roket Kamboja menghantam salah satu pom bensin dan Gerai 7-Eleven di perbatasan Kamboja, Kamis, 24 Juli 2025.
Serangan tiba-tiba dari Kamboja itu mengakibatkan enam warga Thailand tewas.
BACA JUGA:Sindiran Vietnam Usai Indonesia All Star Dibabat: Tanpa Diaspora, Mereka Hanya Sekelas Kamboja!
BACA JUGA:Perkuat Supervisi Proyek, Telkom Akses Rilis Aplikasi LENSA-PRO Inovatif
Royal Thai Army atau Militer Thailand melaporkan akibat serangan brutal itu membuat 9 warga sipil tewas. Sementara 10 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan roket Kamboja di salah satu desa di Provinsi Sisaket, Thailand.
Melansir laman Bangkok Post, eskalasi konflik id perbatasan Thailand-Kamboja meningkat. Bahkan video serangan baik dari Thailand dan Kamboja berseliweran di media sosial.
Gerai 7-Eleven di Sisaket jadi sasaran serangan mortir Kamboja. Hubungan ke dua negara ini memburuk sejak 2 bulan terakhir buntut tewasnya pasukan perbatasan Thailand pada Mei 2025 lalu.
BACA JUGA:Ceramah Habib Rizieq di Pemalang Berujung Ricuh, Kuasa Hukum: NEO PKI Biangnya!
Dalam video terekam, gerai 7-eleven itu hancur dan sejumlah kaca jendela pecah akibat serangan roket.
Sejumlah orang panik berlarian menyelamatkan diri. Bahkan di antaranya ada yang bergegas menolong sejumlah warga yang terkapar dan terluka.
Timbulkan korban tewas
Setidaknya ada sembilan warga sipil Thailand meninggal dunia buntut serangan Kamboja. Kesembilan orang tewas dalam dua insiden terpisah yang melibatkan serangan Kamboja di dua provinsi Thailand sejauh ini.
Para korban tewas tersebut berasal dari distrik Kap Choeng, Provinsi Surin dan di Provinsi Si Sa Ket.
BACA JUGA:Thailand-Kamboja Darurat! Situasi Mencekam Usai Baku Tembak, Militer Ambil Alih Perbatasan
Kepala distrik Sutthiroj Charoenthanasak mengatakan dua roket menghantam wilayahnya sekitar pukul 09.40 waktu setempat kala warga tengah menunggu evakuasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: