Konflik Timur Tengah Ancam Energi dan Logistik, Kemenperin Perkuat Industri Hulu
Selain energi, konflik geopolitik juga berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku industri yang berasal dari pasar global. -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Memanasnya konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat (AS) dengan Iran memunculkan kekhawatiran stabilitas pada sektor energi, logistik internasional, serta rantai pasok bahan baku industri.
Menyikapi itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, tersebut dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan pada jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri.
BACA JUGA:Jimly Asshidqie: Tugas Komisi Percepatan Reformasi Polri Rampung, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
BACA JUGA:Momen Prabowo Buka Puasa Bersama Bareng Tokoh NU, Muhammadiyah, dan MUI di Istana
Kondisi ini, kata Dia, pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Kami terus memonitor perkembangan konflik di Timur Tengah karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat energi dunia dan jalur logistik global yang sangat penting," kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 5 Febuari 2026
"Setiap eskalasi konflik tentu berpotensi memengaruhi harga energi, kelancaran rantai pasok bahan baku industri, serta biaya logistik yang digunakan oleh sektor manufaktur," lanjutnya.
Adapun salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap sektor industri adalah potensi gangguan distribusi energi global.
BACA JUGA:DJP Sebut Pelaporan SPT Capai 200–250 Ribu per Hari, Target 8,5 Juta di Akhir Maret
Pasalnya, kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia.
Dimana, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional.
Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi konflik bahkan telah menimbulkan kekhawatiran terhadap aktivitas pelayaran dan distribusi energi di kawasan tersebut.
Situasi ini memicu lonjakan harga minyak global. Harga minyak mentah dunia sempat meningkat signifikan akibat gangguan pasokan energi dari Timur Tengah dan meningkatnya risiko geopolitik di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: