Konflik Timur Tengah Ancam Energi dan Logistik, Kemenperin Perkuat Industri Hulu

Konflik Timur Tengah Ancam Energi dan Logistik, Kemenperin Perkuat Industri Hulu

Selain energi, konflik geopolitik juga berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku industri yang berasal dari pasar global. -Istimewa-

BACA JUGA:Pimpinan Majelis Rasulullah Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Perlu Ditinjau Ulang

BACA JUGA:ATR/BPN Terbitkan Permen Kearsipan 2026, Pengelolaan Arsip Diperkuat

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat struktur industri hulu, meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, serta memperluas diversifikasi pasar ekspor.

Penguatan industri hulu dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi sangat penting agar industri manufaktur Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan global yang rentan terhadap gejolak geopolitik, jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi energi di sektor industri serta percepatan transformasi menuju industri hijau. 

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang harganya sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.

Menperin optimistis bahwa industri manufaktur nasional memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global. 

Hal ini didukung oleh struktur industri yang semakin terdiversifikasi serta kontribusi sektor manufaktur yang tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Kemenperin akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, asosiasi, dan kementerian/lembaga terkait, guna memastikan bahwa sektor industri manufaktur nasional tetap mampu tumbuh dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global," tegas Agus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads