Serangan Fajar
--
Perlunya minoritas diperlakukan secara fair terbukti di dua kejadian: perang di Iran sekarang ini dan saat terjadi reformasi yang gagal di Mesir tahun 2012.
Amerika Serikat kini benar-benar mengincar suku minoritas di Iran: Kurdi –agar bisa menjadi ujung tombak Amerika untuk melakukan serangan darat. Setidaknya untuk melakukan operasi provokasi terhadap rakyat Iran agar bangkit menggulingkan pemerintah.
Suku minoritas itu pernah ''dipakai'' Amerika untuk menggempur ISIS. Mereka diberi dana dan senjata. Dananya sudah distop tapi senjatanya masih ada. Mereka double minority: sunni di tengah lautan syiah dan suku Kurdi di tengah samudera suku Parsi.
Reformasi di Mesir gagal karena pemenang pemilu dimokratisnya, Ikhawanul Muslimin, sama sekali tidak mau mengajak yang kalah masuk ke dalam pemerintahan. Semua posisi diambil habis oleh Ikhwanul Muslimin. Ketika mereka ternyata gagal menahan kenaikan harga-harga, mudah terguling.
Kurdi juga merasa mendapat perlakuan kurang adil dari Iran. Tidak puas. Bisa dipakai Amerika –asal ada tawaran yang menarik.
Kini, Amerika Serikat benar-benar berpikir menggunakan suku Kurdi untuk operasi di darat. Itu meninggalkan pertanyaan strategis: menang perang berkat teknologi tinggi ternyata tidak bisa mencapai tujuan akhir: menguasai wilayah lawan. Dengan serangan jarak jauh lawan memang lumpuh. Tapi lantas mau ngapain?
Hampir saja angkatan darat dianggap tidak lagi relevan. Perang bisa sepenuhnya jarak jauh. Prajurit rendah tidak lagi jadi pion yang tewas duluan di medan perang.
Jenderal penting Iran bisa dibunuh di perjalanan di Irak. Nasrullah, pemimpin tertinggi Hisbullah di Lebanon dibunuh lewat udara. Lewat tombol komputer. Pemimpin Hamas bisa dibunuh lewat cara serupa justru saat di negara lain. Nicolas Maduro diculik jarak jauh.
Tentara sekian batalyon seperti tidak terlalu terpakai. Seolah yang lebih diperlukan hanya angkatan udara. Ditambah angkatan laut.
"Memang perang modern ini membuat kita harus berubah," ujar Djoko Suyanto. Ia seorang marsekal. Bintang empat di angkatan udara. Mantan KSAU. Mantan panglima TNI. "Tidak boleh lagi hanya membangun angkatan udara tapi harus membangun kekuatan udara," katanya.
Angkatan udara berarti sektoral. Punya egonya sendiri. "Kekuatan udara tidak hanya angkatan udara," tambahnya.
Ia berpendapat kekuatan udara pun tetap berbasis di darat. Dan laut. Pesawat terbang perlu landasan di darat. Rudal perlu peluncur di darat. Dan di kapal di atas laut.
Maka sudah waktunya Kementerian Pertahanan dan panglima TNI menjadi inisiator untuk perubahan itu. Tiap angkatan tidak boleh lagi punya ego sektoral.
Tapi setelah mempertontonkan kecanggihan serangan udara, Amerika ternyata harus memikirkan serangan darat. Amerika tidak mungkin melakukannya. Bisa terjebak seperti di perang Vietnam. Dengan menggunakan suku Kurdi, Amerika hanya kehilangan uang. Tidak perlu kehilangan nyawa.
Ada dua provinsi yang mayoritas Kurdi di Iran: provinsi Kurdistan dan provinsi Kermanshah –tetangga selatannya. Jarak dari Kurdistan ke Teheran hanya enam jam naik mobil.
Dua provinsi Kurdi itu berupa pegunungan. Tinggi. Dataran rendahnya saja 1.500 meter dari permukaan laut. Apalagi dataran tingginya. Sungguh medan perang yang sulit bagi tentara Amerika.
Apakah Kurdi akan mau dibayar Amerika untuk melakukan serangan darat ke Teheran juga masih tanda tanya besar.
Di suku Kurdi juga terpecah ke banyak kelompok yang saling tidak kompak. Maka Amerika harus membayar mahal untuk menyogok mereka.
Itu pelajaran baik bagi Indonesia. Antar suku harus kompak –agar kelak tidak ada suku yang bisa dibeli untuk ikut meruntuhkan negeri sendiri.
Awalnya darat lebih penting dari udara –saat perang gerilya. Lalu darat bisa di-bypass oleh kecanggihan persenjataan udara. Tapi ternyata akhirnya serangan darat tetap penting untuk finishing-nya.
Alhamdulillah, kita sudah lama tidak berperang. Yang masih banyak dilakukan: serangan fajar.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 5 Maret 2026: Serangan Fajar
Johannes Kitono
Turut Berduka Cita. Kalau seseorang meninggal apalagi seorang Tokoh Terkenal. Sebenarnya apa salahnya Presiden atas nama rakyat Indonesia ucapkan Turut Berdukacita. Bingung juga, kok takut benar sama Presiden Trump yang sedang menyerang Iran. Nah, lebih pintar ibu Ketum PDI-P yang langsung ucapkan Turut Berdukacita dengan embel embel alm Ayatullah Khaimenei adalah seorang pengagum Bung Karno. Sikap politik Presiden Prabowo tentu dianggap condong ke AS. Maklum anggota BOP. Terlebih lagi menurut CNN bahwa Menlu Sugiono mendesak Menlu Iran supaya kembali ke meja perundingan. Iran yang diserang oleh AS dan Israel diminta kembali kemeja perundingan. Sungguh tidak masuk akal. Benar juga bahwa perangnya di Iran dan Timur Tengah. Tetapi dampak negatifnya bergetar di seluruh dunia. Harga energi dan pangan pasti naik.Harga saham terjun bebas. Kalau terjadi kenaikan BBM di dalam negeri, pasti akan memicu tensi politik. Seolah membuka jalan bagi demo demo mahasiswa. Melihat situasi saat ini dimana kebanyakan pejabat hanya bisa omon omon saja. Apakah target Indonesia Emas di tahun 2045 bisa tercapai. Silahkan tanya AI dan Rumput yang bergoyang. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Er Gham 2
Apakah perang masih lama. Mungkin ada rudal nyasar juga. Yang penting, katering harus jalan terus. Harus cuan terus.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
GEMPA TEKNO DI WALL STREET.. Efisiensi DeepSeek benar-benar bikin bursa saham Amerika meriang. Bayangkan saja. Selama ini investor berpikir AI butuh modal gila-gilaan untuk beli chip Nvidia. Lalu datanglah DeepSeek dari Tiongkok. Mereka membuktikan bahwa algoritma cerdas bisa memangkas biaya pelatihan hingga 90%. Ini pukulan telak. Nilai saham raksasa teknologi di Wall Street langsung rontok miliaran dolar dalam sekejap. Pasar mulai sadar. Ternyata AI bukan cuma soal adu banyak kartu grafis. Ini soal otak di balik kodingannya. DeepSeek memakai teknik yang sangat hemat energi tapi hasilnya setara ChatGPT. Investor jadi ragu. Apakah Nvidia masih layak dihargai setinggi langit kalau ada cara yang jauh lebih murah? Ketakutan ini menjalar ke Google dan Microsoft yang sudah kadung investasi triliunan dolar. Dunia teknologi kini punya standar baru. Bukan lagi soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling efisien. Tiongkok membuktikan bahwa keterbatasan chip justru melahirkan kreativitas yang mematikan. Amerika boleh punya modal besar, tapi Shenzhen punya cara untuk bikin modal itu terasa mubazir. Inilah awal dari perang AI yang sesungguhnya.
Kang Sabarikhlas
Hah..! Abah DI minta kalimat diplomasi atas wafatnya alm. Ayatollah Khamenei yang tidak berpihak ke siapapun?... anu..berhadiah thr. ya?...... Oh..itu mudah, saya ahlinya ahli jawab-menjawab, gudang alasan!. Tunggu, saya pikirkan dulu.... a fiew moment.... Tiba²...."Nang...kok nglamun?... Istri saya datang merapat....pasti melakukan diplomasi dalam negri, "Nang...Sabtu sore usai buka puasa kita jalan² ya? belikan baju lebaran" Saya kaget, lha wong dompet cuma isi 5 lbr 2 rb.an,...Saya seorang diplomat rumah tangga full tenang! "anu..Dik, nanti takbelikan pakaian yang viral, Gamis Istri Tetangga"... ".. Apa.!!..jadi sampean selalu lihat istri tetangga kita yang suaminya pelayaran jarang dirumah itu ya?" "Lho Dik, bukan... itu gamis lagi ngetren, warna merah bagus, nanti saat sholat I'ed aku mudah carinya" "Apa..? Oh jadi tiap pagi sampean lihat istri tetangga pakai daster merah lagi siram² tanaman itu ya?" "Bukan-bukan itu Dik, maksudnya..." Tiba²...PLETAAAK..!! sandal istri melayang dipunggung saya,... Istri ngambek masuk kamar! Diplomasi gagal... Hadiah thr batal.... duh. Ternyata aku diplomat goblik!...
Jairi Deep
Dengan komitmen Indonesia yang BEBAS AKTIF ini merupakan sikap netral yang dimana setiap sesuatu yang netral "tidak memihak " bukan berati tidak bersikap, dengan kondisi dunia yang seperti ini tidak akan cocok dengan komitmen BEBAS AKTIF yang Indonesia pegang . Indonesia ada di persimpangan jalan mengecam IsAm akan berdampak efek ekonomi yang mungkin akan sulit untuk indonesia , jika mediamkan Iran harus menanggung tekanan dalam negri karena ikatan keyakinan akan umat islam yang mayoritas . BEBAS AKTIF akan memberi warna dan rasa ketika dunia ini dalam kondisi DAMAI karena kita bisa merasakan semua nikmatnya dari semua negara. Elit kita harus Bersikap tidak melukai IsAm (secara poliktik) dan tetap mewakili perasaan rakyat Indonesia yang secara emosional terhadap iran .
pak tani
Mungkin salah satu penyebab IHSG merah kemarin adalah fitch rating yang merevisi outlook rating utang Indonesia menjadi negatif. Menariknya, fitch rating menyenggol proram kesayangan kita2. Ya, benar, MBG. Yang disebut menyedot dana hingga 1,3% dari PDB. Tentu kemenkeu langsung merespon, Ini sebetulnya momen untuk Purbaya, yang mulai kelihatan kusut akhir2 ini :) Untungnya peringkat kredit jangka panjang kita disebut masih di level BBB. Selamat untuk Kabinet kita. Maju terus pantang mudur. Kabinet Indonesia Bergizi.
Juve Zhang
A Is ini aneh ISIS di geprek sekarang dirangkul di Suriah....Iran yg perang lawan ISIS malah digeprek ...untung ada IP Man yg turun tangan sekarang ini....lihat gerakan Iran mirip gerakan IP Man sat set Booom !!!!.Kedubes A.... Kantor cabang VvCIA di Dubai Booom!!! Presisi sekali rudal IP Man dan Iran....pake Baidu....Iron Dome David Sling hancuuuur ditembus IP Man....gak ada perlawanan.... wartawan dilarang video kerusakan is.malu....
Eksan Susanto
mungkin pak presiden perlu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaiho rojiun aja atau ngucapin berduka dengan multi bahasa daerah di indonesia, shg sulit diterjemahkan oleh asing... lalu mengutus satu diplomat untuk bisikin translate-nya ke telinga pemimpin baru Iran.
Ahmad Zuhri
Ternyata sudah lewat surat dan diantar langsung oleh Menlu ke Kedubes Iran yg di Jkt.. Nah ini lewat surat lebih aman dan bisa langsung tersampaikan serta dampaknya bisa diminimalisir, kl lewat media bisa dipelintir dan efek nya bisa lebih berbahaya..
Udin Salemo
Impian setiap istri kalau dibawa bojo kya-kya ke luar negeri. Misal wong darjo kya-kya ke Shanghai, istrinya pasti ikut (kalau gak ikut berabe, hehe...) Apalagi ini di bulan ramadhan, tentu istri juga pengen lihat bagaimana orang ibadah puasa di negeri cungkok, takjilnya apakah seseru di Indonesia, dan tentu juga pengen beli baju lebaran di Shanghai. Kalau ada yang pergi ke cungkok berulang kali dengan alasan bisnis, bersama rombongan dan waktu yang sempit. Ini sih alasa klise. Jangan-jangan disana "buka cabang." wkwkwkwk...
Juve Zhang
Trumpet:" saya juru damai perang Ukraina Rusia...saya kenal baik keduanya". Putin:" saya juru damai perang Iran Amerika saya kenal baik keduanya"... Semua ingin tampil hebat di mata dunia ...negara nya malah masih kacau balau....wkwkw Suhu Xi Jin Ping:" semua yg perang belanja ke Saya drone ....bahan rudal....dan minjam uang" .....Wkwkwk.... Ukraina belanja Drone sebanyak 2 Juta unit ke T....Rusia sama....Iran sama....A sama.... akhirnya juru pemenang perang ini tetap Ip Man suhu sang legendaris Bruce Lee....barang nya laris manis.,.
Waris Muljono
Menurut berita online yg tayang 4 maret kemarin, menlu sugiono mengkonfirmasi bahwa indonesia secara resmi sdh mengirimkan ucapan duka cita atas meninggalnya Ayatullah Khamenei.....tdk sebutkan kapan ucapan duka tsb di sampaikan. Kata pak menlu, ucapan duka di sampaikan melaui surat via dubes iran di jkt.
Jokosp Sp
Dengan Indonesia akan beli minyak dari Amerika, maka pemimpinnya kami ingatkan dengan satu hal. Hukum membeli barang jarahan/curian oleh negara atau pribadi. Haram: jika diketahui jelas-jelas hasil penjarahan/curian dari negara lain. Alasan larangannya: 1.Membantu kemaksiatan: transaksi ini dianggap membantu pelaku kejahatan dlm perbuatan dosa dan permusuhan (Ta'awun 'ala al-istmi wa al-udwan). Status kepemilikan: Penjual dlm hal ini bukan pemilik sah barang tersebut, krn menjarah. Syarat sahnya penjual adalah pemilik barang tersebut. Menimbulkan kezaliman: membeli barang jarahan berarti melanggengkan kezaliman pemiliknya. 2.Jika barang tidak diketahui secara pasti. Hukum asal (Mubah): berdagang dg non muslim diperbolehkan selama komoditasnya halal. Prinsip prasangka baik: Jika tidak ada bukti kuat bahwa minyak tersebut adalah hasil penjarahan, maka transaksi tersebut sah.3. Konteks politik dan fatwa kontemporer. Dalam situasi di mana negara melakukan agresi ke sebuah negara dan melakukan penjarahan, kadang lembaga keagamaan melakukan fatwa khusus : Boikot ekonomi: MUI pernah mengeluarkan Fatwa No.83 Thn 2023 yang mengharamkan dukungan terhadap pihak yang melakukan agresi. Kedaulatan harta: Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan harta benda. Menjarah harta negara lain tanpa syar'i yang benar seperti dlm perang yang sah dianggap tindakan ghazab -perampas harta orang dengan paksa ke negara lain/perorangan. Ini dilarang keras. Apakah kali ini MUI akan mengeluarkan Fatwanya.
doni wj
Sebaiknya menggunakan kata berduka. Tidak usah memakai ikut atau turut, ataupun berdukacita. Ada "cita" nya, nanti dihubungkan dengan mendukung cita2nya, ikut atau turut apalagi, repot. Lebih-lebih memakai kata berbelasungkawa, bisa-bisa dianggap membela. Benar-benar dunia diplomatik itu.. . Amsiong.. amsiong..
Liam Then
Ujungnya pamer, dolanan ke Shanghai. Dasar Bocah Tua Nakal.
Achmad Faisol
https://jatim.antaranews.com/amp/berita/1042495/presiden-prabowo-sampaikan-duka-cita-atas-gugurnya-ali-khamenei Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono secara resmi menyampaikan pernyataan belasungkawa Pemerintah Indonesia atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Amerika Serikat-Israel. Surat itu disampaikan Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi dalam pertemuan keduanya di Jakarta. ... ... ####### kasus ditutup...
Runner
Cari aman. Ucapan dukacita tanya AI. Masih dimarahi ? Marahi balik AI. Kan buatan dia.
Runner
Cari aman. Ucapan dukacita tanya AI. Masih dimarahi ? Marahi balik AI. Kan buatan dia.
rid kc
Malaysia secara resmi di X sudah mengucapkan bela sungkawa ke pemerintah Iran. Silahkan dicari aja pak DI di X. Hanya konfirmasi aja.
Eko Darwiyanto
Kukira Abah membela. TIDAK. BUKAN. Megawati yang membela. === Label 2x TEWAS untuk Sayid Ali Khakenei yang berjuang untuk bangsa Iran seperti Imam Husayn as di KARBALA, belum hilang meskipun ada tulisan ini.
Ciga Sama
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un Itu ucapan presiden Indonesia yang tidak akan bisa membuat Presiden amerika Marah.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
ANTARA EMPATI DAN KEPENTINGAN.. Saya melihatnya bukan sekadar soal perlu atau tidak perlu mengucap duka cita. Ini soal posisi. Negara itu bukan akun pribadi. Ia punya neraca. Punya ekspor. Punya utang. Punya pasar modal yang bisa demam hanya karena satu kalimat. Kematian Ali Khamenei jelas peristiwa besar. Bagi Iran itu kehilangan simbol. Bagi kawasan itu perubahan peta. Tapi bagi Indonesia, setiap sikap harus dihitung sampai dua digit di belakang koma. Kita bukan negara adidaya yang bisa marah pagi, sore sudah dilupakan pasar. Kita baru saja menata relasi dagang dengan Amerika Serikat. Kita juga punya kepentingan energi, tenaga kerja, dan stabilitas rupiah. Empati itu penting. Tapi kepentingan nasional lebih penting. Bukan berarti tidak berperasaan. Justru karena berperasaan pada 280 juta rakyat. Di sinilah bedanya politisi dan negarawan aktif. Yang satu bebas bersuara. Yang satu harus menjaga suhu ruangan. Terlalu panas, investor keluar. Terlalu dingin, kawan menjauh. Diplomasi itu seperti main layang-layang. Benangnya panjang. Anginnya kencang. Yang penting bukan terbang tinggi. Tapi jangan sampai putus. ### Benangnya..
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DUKA CITA DAN DIKSI PENYELAMAT.. Saya membayangkan para diplomat kita sekarang sedang membuka kamus. Bukan kamus bahasa Inggris. Tapi kamus “kalimat aman”. Satu kata salah, bisa dianggap bela Ali Khamenei. Satu koma keliru, bisa ditafsirkan menantang Donald Trump. Di situ seninya. Kalau terlalu hangat, Washington bisa meriang. Kalau terlalu dingin, Teheran bisa tersinggung. Maka kalimatnya harus seperti wedang jahe. Hangat, tapi tidak membakar lidah. Saya setuju, ini latihan bagus untuk mahasiswa HI. Ujian praktik. Bukan skripsi. Cukup satu paragraf yang multitafsir tapi tetap elegan. Kalau berhasil, langsung layak jadi jubir. Soal Bu Megawati Soekarnoputri, beliau bebas. Tidak lagi menanggung risiko fiskal atau tekanan pasar. Presiden aktif beda. Apalagi kalau baru teken perjanjian dagang. Salah diksi bisa berimbas ke IHSG, yang kemarin sudah lunglai. Akhirnya, diplomasi itu bukan soal berani atau tidak. Tapi soal presisi. Seperti ahli bedah. Pisau sama. Tangan yang menentukan. Dan di tengah semua itu, matahari tetap terbit dari timur. Untung belum ada yang mengusulkan agar ia pindah ke barat demi netralitas geopolitik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 84
Silahkan login untuk berkomentar