Danantara Siap Lampaui Temasek & Khazanah

Jumat 01-08-2025,07:01 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Khomsurijal W

Kemudian diinvestasikan lagi di sektor riil. Sehingga membuat pertumbuhan jumlah aset. 

"Targetnya kan menjadi bagian mesin ya. Nah mesin itu mendorong perekonomian. Mesin yang tumbuh 8% seperti yang diinginkan Pak Prabowo," lanjutnya. 

Herry juga mengingatkan Danantara tidak melakukan investasi ke luar negeri. Karena dapat mengakibatkan Capital Outflow (arus keluar modal) yang berdampak negatif pada penghasilan BUMN dan pertumbuhan ekonomi domestik. 

Untuk itu, Danantara harus memiliki cara yang cerdas untuk menarik investor asing maupun lokal agar dapat menanamkan modalnya. 

Sehingga transaksi di Indonesia akan semakin mengguncang bursa efek sekaligus mendongkrak ekonomi. 

"Bagaimana membuat ini menjadi lebih prospektif dan memiliki nilai strategis. Maka dari hulunya Danantara harus punya skenario besar," jelas Herry.

Danantara Harus Jadi Trigger

Di sisi lain, Danantara harus memiliki pengelolaan strategi bisnis yang matang. Ini untuk memastikan pengelolaan di internalnya dilakukan dengan proper. Targetnya menarik investor mancanegara.

Menurutnya, jaminan good governance adalah magnet utama bagi investor. Yang terpenting, Danantara harus dapat melakukan pengecekan secara berkala atau random. 

Pengecekan rutin itu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi penyelewengan, korupsi atau risiko lainnya. 

Karena hal ini juga akan berdampak pada proyek atau calon proyek yang memiliki potensi untuk mengembangkan aset BUMN. 

"Danantara harus melakukan audit secara berkala. Selain Dalam pengelolaan bisnis ada dua jenis control. Yang pertama sebelum proyek atau dalam proses secara reguler dijalankan perusahaan. Yaitu pengelolaan manajemen risiko," ujar Herry.

Dia berharap mandat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara dapat mendorong nilai investasi yang ditetapkan Kepala Negara. 

"Bagi saya sih Danantara harus mampu menjadi trigger. Kalau sekarang modalnya Rp10 triliun, kemudian menjadikan asetnya menjadi Rp50 triliun. Kira-kira seperti itu," harapnya. 

Tapi, aset Rp50 triliun itu bukan di kas Danantara. Tapi di dalam proyek atau di investasi sektoral. Dengan begitu investasi meningkat. Endingnya pertumbuhan ekonomi nasional membaik. Penyerapan tenaga kerja pun semakin besar.

Pentingnya Pemetaan Masalah

Pengelolaan untuk meningkatkan aset BUMN memang tidak mudah. Bahkan bisa dibilang sulit. Sulit banget.  

Karena itu, Danantara harus memiliki beberapa pertimbangan atau strategi cerdas. 

Kategori :