“Kami ingin menciptakan lingkungan yang harmonis di mana setiap kegiatan dapat berjalan tanpa mengganggu satu sama lain. Aturan ini lebih fokus pada pengawasan desibel suara dan standar teknis peralatan agar tidak merusak dan mengganggu,” jelasnya.
Sejumlah pegiat seni dan penyelenggara acara berharap adanya diskusi lebih lanjut antara pemerintah, seniman, dan masyarakat untuk mencari titik tengah yang bisa mengakomodasi semua kepentingan.
Mereka berharap agar aturan ini dapat diimplementasikan dengan fleksibel, mempertimbangkan konteks acara dan lokasi, sehingga kreativitas seni tetap bisa berkembang tanpa mengorbankan kenyamanan publik.