Karena itu, telah diluncurkan gugatan class action melalui inisiatif Justice for Players, yang memungkinkan pemain menuntut ganti rugi tanpa harus mengungkap identitas atau membayar biaya hukum di muka.
"Saya sangat bangga bahwa putusan membuka jalan bagi keadilan yang lebih luas bagi seluruh pemain," tutup Diarra.
BACA JUGA:Real Madrid Mengintai, Liverpool Ultimatum Bintang Andalannya Teken Kontrak Baru
Setelah putusan CJEU, jika tidak ada solusi damai, langkah logis selanjutnya adalah kembali ke pengadilan nasional agar mereka dapat melaksanakan putusan CJEU.
Oleh karena itu, inilah yang kami lakukan sekarang, berdasarkan putusan CJEU yang sangat jelas yang telah menyelesaikan semua poin hukum utama.
Pengadilan Belgia harus menjatuhkan putusan mereka dalam 12 hingga 15 bulan.
Perlu dicatat bahwa, sesuai dengan hukum Uni Eropa, URBSFA dan FIFA akan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas ganti rugi yang diberikan kepada klien oleh pengadilan Belgia.
Berdasarkan putusan CJEU, semua pemain yang telah atau masih harus meneruskan kariernya di bawah peraturan FIFA yang ilegal (yaitu semua pemain profesional yang bermain atau sedang bermain di Negara Anggota UE atau di Inggris, sejak 2002).
BACA JUGA:Chelsea Incar Pemain Impian Enzo Maresca, Tawaran Rp2,6 Triliun Kecil Bagi Inter Milan
BACA JUGA:Persib Bandung Turun dengan Kekuatan Penuh Lawan Persijap, Hodak Enggan Anggap Remeh
Semua pemain berhak atas kompensasi (yaitu tidak hanya pemain yang, seperti DIARRA, menderita kerugian spesifik sebagai akibat dari peraturan FIFA ini, pemain tersebut dapat memperoleh sebagai tambahan, kompensasi untuk kerugian spesifik ini).
Inilah tujuan gugatan class action yang baru saja diluncurkan oleh "Justice for Players", yang diwakili oleh "Finch Dispute Resolution" untuk memungkinkan semua pemain (baik kerugian mereka bersifat 'umum' atau lebih spesifik) memperoleh kompensasi.
Sementara pada saat yang sama mengamankan reformasi tata kelola yang signifikan untuk kepentingan semua pemain profesional saat ini dan di masa mendatang.
Sebelumnya Lassana Diarra, yang pernah membela Chelsea, Arsenal, dan Portsmouth di Liga Inggris, sudah lebih dari satu dekade berjuang melawan regulasi FIFA yang dinilainya melanggar hukum.
Pada Oktober 2024, Pengadilan Keadilan Uni Eropa (CJEU) memutuskan bahwa beberapa aturan transfer FIFA memang bertentangan dengan hukum Uni Eropa, khususnya karena menghambat kebebasan pemain untuk berpindah klub.