BACA JUGA:Bank Raya Kembali Hadirkan Pesta Raya, Nasabah Bisa Menangkan BYD Seal
"Mereka dituntut untuk mampu merancang materi pembelajaran secara lebih fleksibel. Merancang materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan juga tingkat perbedaan dari masing-masing murid dan kemudian mendampingi murid untuk belajar," papar Mu'ti.
Dia berpendapat bahwa kurikulum MEME memiliki potensi untuk memudahkan transisi siswa dari berbagai jalur pendidikan.
Termasuk pengorganisasian mata pelajaran yang memadai serta pengaturan waktu yang adaptif bagi siswa.
"Pendekatan yang digunakan adalah mastery learning atau pembelajaran tuntas di mana pengelolaannya mengadaptasi tailor-made kurikulum yang berarti dibuat khusus sesuai dengan target program," pungkasnya.
Disisi lain, Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8, Prabowo Subianto mengapresiasi pembentukan Sekolah Rakyat tersebut. Ia melaporkan akan ada 65 sekolah rakyat yang akan beroperasi di September nanti.
BACA JUGA:KPK Dalami Aliran Uang Kasus Korupsi BJB, Selebgram Lisa Mariana Diperiksa
BACA JUGA:Cara Ajukan KUR BSI 2025 Pinjaman Rp100 Juta, Bebas Riba dan Sesuai Syariat
"Saya juga diberi laporan bulan september ini, sudah akan tambah beroperasi 65 sekolah lagi. Saya kira ini sesuatu prestasi yang menurut saya luar biasa," kata Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto merasa takjub saat ini sudah ada 100 sekolah rakyat yang beroperasi.
"Saya kira ini sangat juga mengesankan hati saya hari ini dengan mengetahui bahwa hari ini kita sudah 100 Sekolah rakyat yang berdiri dan beroperasi," imbuhnya.