Menurut Nova, harga sewa rusunawa masih lebih murah karena fasilitas dan lingkungannya jauh lebih baik.
Selain kamar tidur, ruang tamu, balkon, dan kamar mandi Rusunawa PIK Pulogadung juga tersedia playground, sarana olahraga, kolam renang, masjid besar, lahan parkir luas dan keamanan.
"Di sini fasilitasnya lengkap serasa kayak di apartemen. Jadi termasuk murah harga sewanya. Beda jauhlah sama kontrakan," kata Nova.
Penghuni lainnya, Ayu (32) mengaku sangat senang tinggal di Rusunawa PIK Pulogadung.
Sebelumnya Ayu dan keluarga menempati Rusunawa Marunda di Jakarta Utara. Namun karena Rusunawa Marunda sudah tidak layak huni, dirinya bersama puluhan warga lain pindah ke Rusunawa PIK Pulogadung.
Ayu dan warga pindahan lainnya diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp500 ribu perbulan.
"Seneng pasti. Nyaman banget soalnya,” kata ibu rumah tangga ini.
BACA JUGA:Warga Kolong Tol Jelambar yang Direlokasi ke Rusunawa Rawa Buaya Digratiskan Selama 6 Bulan
Ayu menjelaskan, unit yang dia huni terdiri dari dua kamar, ruang tamu, satu kamar mandi, dan balkon yang dapat digunakan untuk menjemur pakaian.
Untuk akses transportasi juga,sudah ada halte bus Transjakarta yang tidak jauh dari Rusunawa PIK Pulogadung.
Secara terpisah, Yani (52), penghuni Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur, mengaku sudah hampir dua tahun menghuni rusun tersebut.
Dia mengaku senang selama tinggal di Rusunawa Cakung Barat karena memiliki fasilitas yang lengkap dan modern. Harga sewanya pun terbilang murah hanya Rp865.000 per bulan.
"Seneng. Bagus rusunnya ada lift juga. Rusun yang lama gak ada liftnya jadi capek naik turun tangga," kata Yani.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, menilai upaya Pemprov DKI Jakarta membangun rusunawa bagi warga dengan fasilitas modern sudah sangat tepat. Apalagi, ada fasilitas untuk pendidikan anak usia dini (PAUD).
"Sudah seperti apartemen. Tidak kaku lagi dari bentuk bangunannya. Unit yang nyaman, fasilitas lengkap rusunawa membuat kualitas hidup penghuni lebih baik. Ini yang diharapkan menjadi percepatan terwujudnya Jakarta sebagai kota global dan berbudaya," kata Rany.