Tarim Bayi

Tarim Bayi

--

Orang-orang Darul Mustofa pun ternyata salat Jumat di masjid umum. Bukan di masjid Darul Mustofa sendiri. Tidak ada salat Jumat di pondok itu. Harus menyatu dengan masyarakat di masjid umum.

Lima menit sebelum acara dimulai, Habib Umar, ulama terbesar di Tarim, masuk masjid. Lewat pintu di dekat mimbar khotbah. Masjid sudah penuh. Rasanya 1.000 orang yang ada di dalam masjid. Saya hitung. Satu baris di masjid itu terdiri dari 70 orang. Lalu ada berapa barisan sampai ke dinding belakang.

Khotbahnya panjang sekali. Khotbah keduanya lebih panjang dari bagian pertama. Total setengah jam sendiri. Semua pakai bahasa Arab –he..he.. ini di Hadramaut.

Bukan Habib Umar yang khotbah. Beliau hanya khotbah sebulan sekali di situ: Jumat terakhir tiap bulan.

Saya di barisan keempat di belakang Habib Umar. Tapi saya tidak ikut berebut bersalaman seusai salat. Kami bergegas ke rumah beliau. Semua orang tahu: setiap habis Jumatan, Habib Umar melakukan ''open house''.

Saya diminta duduk di sofa panjang di depan sana. Sofa Arab. Sofa lantai. Habib Umar akan duduk di situ. Di bagian tengahnya. Saya pilih duduk di ujung sofa –siapa tahu ada orang penting yang perlu duduk di sebelah Habib Umar.

Ruang depan rumah Habib Umar pun penuh manusia. Duduk di lantai. Saya hitung: hampir 100 orang. Ruang ini besar: berukuran 12 x 12 meter. Ada 12 kipas angin besar tergantung di langit-langitnya. Semuanya berputar pelan –seperti ingin saling bersentuhan.

Habib Umar tiba di ruangan itu. Banyak yang mencium tangannya. Lalu duduk bersila di sofa. Ada dua ulama penting lainnya yang duduk di sebelahnya. Keduanya memisahkan posisi saya dan Habib Umar.


--

Beberapa kertas bertulisan Arab disampaikan ajudan ke Habib Umar. Dibaca sesapuan. Ajudan juga menyerahkan HP ke Habib Umar. Ada yang perlu bicara dengan beliau.

Lalu ada bayi dibawa bapaknya ke depan. Diserahkan ke Habib Umar. Dipangku. Dipegang dahinya. Didoakan. Dioleskan sesuatu ke bibir bayi itu. Lalu diserahkan ke ulama di sebelah saya. Didoakan lagi. Baru dikembalikan ke ayah si bayi.


--

Tidak hanya satu bayi. Beberapa. Diantrekan. Dipangku. Didoakan. Diolesi.

Juga beberapa anak balita. Dipegang kepalanya. Didoakan.

Ada lagi yang menyerahkan botol air yang sudah dibuka tutupnya. Habib Umar meniupkan doa ke dalam botol itu. Antre.

Lalu para mahasiswa. Menghadap. Membawa serban. Didoakan. Serban itu pun diletakkan di bahunya.

Empat mahasiswa Indonesia berdiri. Berjajar. Membaca beberapa ayat Quran di luar kepala. Koor. Itu berarti mereka minta dinilai apakah bacaannya sudah benar. Mereka lulus.

Semua itu berlangsung selama dua jam. Tiap hari Jumat begitu. Di jam seperti itu.

Raut wajah Habib Umar selalu berseri. Selalu agak tersenyum. Rambut jenggotnya diberi pewarna cokelat muda mengilap.

Saya perhatikan raut wajah beliau. Saya seperti sering bertemu wajah itu. Saya membayangkan seperti siapa ya? Lalu saya ingat: seperti bintang film Slamet Rahardjo! Pemain teater terkemuka Indonesia kakaknya Eros Jarot iru. Wajah dan ekspresi Habib Umar mirip Slamet Rahardjo.

Habib Umar sendiri sudah sering ke Indonesia. Alumnus Darul Mustofa di Indonesia mengundangnya. Dua kali ke Kalsel. Ke Jakarta. Ke Surabaya. Ke Kaltim. Ke Lombok. Ke Palembang.

Banyak alumnus yang sudah jadi ulama besar di Indonesia.

Pukul 15.00 acara selesai. Lembaran plastik tipis dihampar di lantai. Di depan saya. Dihampar sampai ke depannya Habib Umar. Masih ke sana lagi.

Lalu nampan-nampan berisi nasi briyani ditaruh di atas gelaran plastik. Potongan-potongan daging kambing teronggok di atas nasi. Satu nampan untuk dua atau tiga orang.

Sebelum makan petugas mengedarkan teko berisi air. Untuk cuci tangan. Air dikucurkan ke baskom. Cuci tangan dari air pancuran teko itu.

Begitulah. Yang memanjang hanya yang di depan. Selebihnya membuat lingkaran-lingkaran kecil. Satu nampan dilingkari empat orang. Makan gratis. Jumat berkah.

Usai magrib saya diundang makan malam gratis lagi. Yakni di satu rumah di kampung Aididdi dalam kota Tarim. Saya dijemput pakai Alphard berdebu. Sepanjang jalan menuju rumah itu pun berdebu.

Tembok rumahnya sendiri terbuat dari tanah. Pun atapnya. Tapi di dalam rumah itu bersih sekali. Kinclong. Modern.

Sambil makan kami diskusi soal konstruksi rumah di Tarim. Serba tanah. Atapnya pun tanah. Ternyata itu membuat suhu di dalam rumah lebih dingin.

"Cuaca Yaman terlalu panas. Dengan dinding dan atap tanah bisa terasa lebih dingin. Di musim dingin terasa lebih hangat," kata tuan rumah.

Itulah sebabnya di hari kedua di Tarim saya ingin ziarah industri bata tanah.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 12 Februari 2026: Tarim Tanah

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TARIM, DEBU, DAN ORANG-ORANG YANG DATANG UNTUK HATI.. Membaca Catatan Harian Dahlan hari ini rasanya seperti ikut batuk kecil karena debu, tapi hati malah terasa bersih. Tarimdigambarkan bukan sebagai kota mewah, tapi kota yang membuat orang rela jauh-jauh datang hanya untuk belajar, ziarah, dan menundukkan diri. Di tempat lain orang pamer gedung tinggi, di Tarim yang tinggi justru adabnya. Bahkan motornya saja tua dan berdebu, tapi penumpangnya calon ahli akhirat. Ironis sekaligus menampar halus. Saya tersenyum waktu bagian roti itu. Calon ulama, mantan bintang film, berbagi sarapan sederhana. Tidak ada pencitraan, tidak ada kamera YouTube. Yang ada hanya roti, debu, dan tawaduk. Kadang yang membuat orang besar justru tempat kecil yang tidak pernah masuk brosur wisata.. Soal tanah juga menarik. Di sini tanah diinjak-injak, di sana tanah dijadikan rumah, atap, dan kehidupan. Kita ribut soal sertifikat, mereka hidup dari tanah tanpa banyak ribut. Mungkin karena itu Tarim melahirkan banyak orang alim: Setiap hari diingatkan, kita ini memang asalnya dari tanah. Bedanya, ada yang jadi bata, ada yang jadi manusia bermanfaat.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

RAHMAH DAN PEDANG: CERITA ASLI RADEN KIAN SANTANG.. Raden Kian Santang bukan sekadar nama keren di layar kaca. Ia adalah tokoh legendaris dari Kerajaan Pajajaran, di Jawa Barat abad ke-15 sebagai putra Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang. Nama aslinya sering disebut Raden Sangara sebelum dikenal luas sebagai Kian Santang. Di cerita rakyat, Kian Santang adalah pangeran sakti mandraguna. Sejak muda ia dilatih ilmu perang, memanah, dan bela diri sampai tak ada yang bisa menandinginya di Pajajaran. Namun, kekuatan tanpa jawaban batin membuatnya gelisah. Legenda menyebut ia melakukan perjalanan spiritual ke Tanah Suci Mekah. Di sana, menurut cerita rakyat, ia bertemu dengan Sayyidina Ali dan kemudian mengenal ajaran Islam. Peristiwa ini mengubah hidupnya: dari kesatria gagah menjadi penyebar agama Islam saat kembali ke tanah Sunda. Kisahnya sampai diangkat ke layar kaca dan layar lebar karena ia menggabungkan dua elemen yang selalu menarik: Epik heroik dan pencarian spiritual. Pelayaran ke negeri jauh, pertarungan melawan musuh tak terlihat, dan perubahan batin yang dramatis — itulah yang membuat Kian Santang tetap hidup di cerita rakyat, drama kolosal, dan serial televisi. Cerita ini bukan hanya tentang pedang dan kuda, tetapi juga tentang pertanyaan besar setiap manusia: 1). Siapa saya? 2). Untuk apa saya hidup?

rid kc

Di Tarim katanya ada Ka'bah yang menyaingi Ka'bah di Mekkah itu. Benarkah? Para habib di sini menyarankan untuk haji ke Tarim bukan ke Mekkah. Sudah banyak itu video di medsos tentang haji dan umroh di Tarim. Apa tidak ziarah ke makam yang bisa mi'raj sebanyak 70 kali itu. Saya pinginmembaca hasil ziarah dari Tarim ini dari pak DI.

Muh Nursalim

Tarim. Habib. Mengoyak persatuan kaum muslimin nusantara. Eh. Bukan ding. Gara-gara riset KyaiBanten itu. Ia tunjukkan kitab-kitab nasab. Katanya. Ini katanya. Ada missing link pernasaban. Kalangan Habib. Terus ia simpulkan. Habib-habib bukan turunan Nabi. Gemparlah. Pro dan kontra. Yang kontra mereka buang segala atribur berbau Tarim. Yang pro semakin mencintainya. Mana yang benar ? nda tau. Yang pasti Tarim di Indo didugat dan du Puja. Yang Nggugat karena tadi. Sumber kebohongan nasab nabi. Yang mbela. Di sana sumber ilmu.

Sugi

Selaras dengan di mana ada air, maka ada kehidupan. Di mana ada makan siang gratis, di sanalahtujuan Abah ziarah yang pertama, hehe. Ditunggu kisah perjalanan di celah gunung tanah dan pusat pembuatan batu batanya Bah. Sepertinya seru sekali kalau bisa ikut ke sana. Semoga perjalanan Abah di sana aman, selamat, lancar, dan sehat. Untung Abah tidak ada alergi debu, bisa berabejadinya. Selamat berziarah Bah, ditunggu oleh-oleh kisahnya.

sigit

Kota Tarim...kota seribu wali... Kota ilmu...Kota yang bisa menjadi gambaran bahwa kecukupan dan keberkahan tidak harus ada gedung mewah, teknologi canggih, meskipun berdebu dan jauh dari modernisasi...kekayaan hati muncul dari sana. Doa Sayyidina Abu Bakar terkabulkan dengan banyaknya rejeki , karunia dan spiritualitas tingkat tinggi muncul dari Tarim.

Juve Zhang

Lihat Rumah di Saiyun Yaman Selatan gedung bertingkat tidak pake besi beton....cukup bata ditumpuk pun atap bukan Genteng Bukan beton bertulang tapi bata dijejerkan....mirip pembangunan sekolah SD yg disumbang oleh You tuber Tiongkok di Kabul Afghanistan.,...semua bahan baru bata plus semen.....tanpa besi beton.... sekolah yg semula tenda berdebu disulap oleh seorang You tuber Tiongkok menjadi sekolah SD terbaik se Afghanistan....sangat bagus ....bahkan meja pingpong dibelikan buku buku dibelikan....Dll

Thamrin Dahlan YPTD

Selamat Kamis Pagi. Ini yang saya tunggu (tunggu). Perjalanan reporrtase Negeri Yaman. Tadi pagi di Dismorning melalui chat saya bertanya atau tepatnya bermohon agar Abah berkisah tentang Yaman Asli Islam. Terjawab sudah pertanyaan, namun belum lengkap. Selagi di Yaman kiranya perbincangan Abah dengan Santri Indonesia yang mondok belajar Agama Islam "Asli" bisa kita dapatkan dari laporan Abah besok. Banyak anak anak muda disebelah kampong Bojong Kampung Rambutan Jakarta Timur di sekolahkan Orang Tuanya belajar Agama ke Yaman. Semoga Abah tetap sehat memberikan syiarkan serta bermanfaat informasi bernas Literasi untuk menambah wawasan kita semua. Terima kasih. Salamsalaman TD

Maramuda Sagala

Sudah jelas dan pasti kaum habib baalwi bukan cucu nabi. Karena: a) kekosongan data selama 5 1/2 abad dari abad 4 sampai 9 yakni sejak terbitnya buku ali as sakron di abad 9 yg untuk pertama kalinya mengklaim baalwi turunan nabi. b) dari segi Y-DNA (turunan laki-laki). Bani Hasyim yg ada sekarang berhaplo grup J1. Sedangkan habib baalwi berhaplo grup G. Artinya, habib baalwi itu Arab saja bukan apalagi Nabi. Agar "netral" coba anda baca 2 buku dari kedua kubu: buku Baalwi berjudul "Keabsahan Nasab Habaib" dan buku kyai Imad berjudul "Ulama Nusantara menggugat nasabpalsu". Keduanya tersedia gratis versi PDF nya. Setelah membaca keduanya, baru boleh bersikap "netral"

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Mbah Mars.. Konon si investor itu sebenarnya juga CEO yang lagi menyamar jadi orang miskin. Dan yang CEO adalah orang miskin yang lagi menyamar jadi CEO.. ### Catatan: Komentar ini TIDAK serius..

Mbah Mars

Karena si cewek itu CEO dari proyeknya, sementara si cowok adalah investor yg bisa kabur kapan saja.

Jokosp Sp

Mbah ini mau nanya. Ini perrtanyaan serius. Kenapa si cewek kalau bulan datangnya lambat.....ehhhhh datang bulannya lambat mereka bingung?. Sementara si cowok di sampingnya tetap tenang-tenang saja : "aman dik, pasti ada jalan".

Mbah Mars

Nasrudin Hoja sedang duduk-duduk dan mengobrol bersama orang-orang di sebuah kedai minum. "Ya Hoja, menurutmu mana lebih besar, peran matahari atau bulan ?" "Tentu saja bulan lebih besar perannya", jawab Nasrudin. "Anda tidak sedang ngawur kan ?" sahut si penanya. "Matahari selalu datang saat sudah terang. Sedangkan bulan datang saat gelap"

IZHAR FRANDY KUSUMA

Menulis dengan gaya deskriptif memang sangat menarik. Ia dapat melukiskan secara detail objek penderita. Yang dengannya, pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dialami atau dilihat oleh indra penulis. Tapi mbok yao, deskripsinya kok ya mesti diperjelas dengan diksi yang bikin orang ngakak mesum. Seperti tulisan ini: "Penampilannya sangat sopan, wajah menunduk, dan tangan menyatu di depan burungnya. Khas santri tawaduk." Gaya tulisan yang fulgar dalam mendeskripsikan objek penderita, namun mengandung makna yang sopan khas tulisan Abah Dahlan. Hahaha... #SalamMojopahit

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Mbah Mars.. Bapak mengutip Nasrudin Hoja. Kisah lama. Tentang hinaan yang kembali ke pengirimnya. Bijak. Halus. Tapi lucunya, kisah itu dipakai justru untuk menyindir orang lain. Jadi seperti orang bagi-bagi payung, tapi dia sendiri kehujanan. Nasrudin itu simbol kecerdikan yang menertawakan ego. Bukan alat buat nyenggol tetangga sambil pura-pura suci. Kalau benar mau meneladani Nasrudin, ya sudah, senyum saja. Tak usah tambahi caption bernada tusuk sate. Karena begitu diberi bumbu, itu bukan lagi kisah sufi. Itu sudah jadi "status medsos". Dan soal “hadiah hinaankembali ke pemberi”, logikanya sederhana. Kalau masih sibuk menjelaskan ke orang lain bahwa hinaannya sudah kita tolak, berarti diam-diam masih dibuka bungkusnya juga. Nasrudin asli itu santai. Tak perlu konferensi pers. Jadi mungkin sebelum cerita itu diarahkan ke orang lain, coba arahkandulu ke diri sendiri. Cermin besar kadang lebih jujur dari mikrofon kecil. Kalau memang tak tersinggung, ya tak perlu menyenggol. Kalau masih menyenggol, mungkin hadiahnya belum benar-benar dikembalikan.

Mbah Mars

Seseorang menghina Nasrudin Hoja di depan umum. Nasirudin hanya senyum-senyum saja. Tidak marah. "Mengapa engkau tidak marah ?", tanya si penghina. "Jika kamu memberi hadiah, namun ditolak, hadiah itu jadi milik siapa?" "Ya kembali jadi milik si pemberi hadiah" "Begitu juga hinaan", kata Nasirudin sambil terkekeh-kekeh.

Jokosp Sp

Yang saat ini masuk "golongan kolonial" maka banyak yang kenal model CB100K1 dan CB100K2 produksi tahun 1971 dan 1972. CB100K2 dikenal sebagai CB Gelatik dengan keunikan tutup tangki bensinnya. Dikenal dan disukai karena tangguh, kuat di tanjakan dan irit. Tahun itu di 1971-1981 harga masih dikisaran 600 ribu per unit. Wah terasa murah sekali ya kalau dibanding sekarang yang dikisaran harga 26 jutaan?. Tapi zaman itu yang bisa beli di harga tersebut juga yang sudah klasmending-mending. Kemudian muncul di zaman yang berbeda di 2012 ada CB150R Street Fire masuk sepeda motor sport modern. Tapi di tahun 1970 ada muncul Honda C70 Si Pitung atau Seven Ceblokyang jadi pelopor sepeda motor bebek, dan sangat populer. Kemudian sesama produksi Jepun ada muncul Suzuki FR70 dan FR80 motor dua tak dan Yamaha V Series produksi Yamaha V50/ V70/ V80 yang populer karena mesinnya lebih dingin. Itulah tahun kepopuleran sepeda motor Jepun yang melegenda di Indonesia. Saat ini masih bisa dinikmati oleh para penggemar di zaman yang berbeda oleh "Para Milenial". Sering terlihat nongkrong dari para komunitas di malam minggunya di alun-alun atau taman kota. Ingat 1970 jadi ingat lagu kenangan yang ikonik dari Koes Plus, Broery Marantika, dan Tetty Kadi. Ada Andaikan kau datang kembali, Sepanjang jalan kenangan, Widuri dan Badai pasti berlalu......#Selamat menikmati sambil ngopi paginya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMorning, 12 FEBRUARI 2026: BPJS "PENERIMA BANTUAN IURAN" Pagi ini DISMorning agak beda. Pak Dahlan muncul dari Yaman. Sinyal putus nyambung. Listrik juga ikut drama. Host-nyaMbak Sasa. Dari redaksi, pak Suko ada yang bantu lempar data dan pertanyaan. Jadi ini obrolan jarak jauh. Satu di negeri perang. Satu di studio yang sinyalnya lebih jinak. Pembukaannya sederhana tapi kena. Pak Dahlan minta maaf di acara DISMorning kemarin gagal ikut, karena masalah sinyal seluler di Yaman. Lalu pak Dahlan bercerita soal kondisi Yaman. Negara terbelah. Fasilitas terbatas. Dari situ obrolan mengalir ke Indonesia. Ke BPJS. Ke PBI. "Pemerima Bantuan Iuran". Semacam bansos, tetapi khuaus untuk iuran bayar BPJS. Topik utamanya jelas. Kisruh data PBI yang bikin jutaan orang mendadak tak aktif. Dahlan justru memuji idenya. Bansos jangan uang tunai. Lebih baik dibayarkan sebagai iuran BPJS. Orang miskin terlindungi. Yang hampir miskin tak jatuh miskin lagi gara-gara sakit. Tapi, katanya, jangan mendadak. Harus diumumkan baik-baik. Diberi waktu transisi. Data harus rapi. Jangan rakyat yang panik di loket rumah sakit. Ia juga mengingatkan BPJS itu gotong royong. Yang sehat bantu yang sakit. Yang mampu jangan pura-pura miskin. Negara bantu yang benar-benar perlu. Penutupnya hangat. Sinyal terputus lagi. Host pamit. “Besok kita sambung lagi.” Dari negeri jauh, suara itu tetap terasa dekat. Yaman..

Ibnu Citra Hidayat

Kota yang dikunjungi Abah saat ini? Tarim Salah satu teman sepondoknya Abah dulu? Takim Kata yang diucapkan Abah saat diberi durian? Tarim akasih

sinung nugroho

......., dan tangan menyatu di depan burungnya. Khas santri tawaduk... Dalam budaya jawa posisi tangan seperti itu disebut NGAPURANCANG. Ngapurancang adalah sebuah sikap tubuh yang penuh makna, bukan sekadar posisi fisik. Secara harfiah, ngapurancang berarti melipat atau menyilangkan tangan di depan tubuh, biasanya di area perut atau dada bagian bawah. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai luhur seperti kesopanan, kerendahan hati, rasa hormat, dan penguasaan diri. Ia menjadi bagian dari tata krama yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta. Makna Filosofis • Kesopanan & penghormatan • Kerendahan hati • Penguasaan diri Tingkatan Ngapurancang Dalam praktiknya, ngapurancang memiliki dua bentuk utama: Ngapurancang inggil, tangan kanan di atas tangan kiri, diletakkan di bawah pusar, itu melambangkan kewibawaan dan keagungan. Ngapurancang andhap, tangan kiri di atas tangan kanan, menunjukkan sikap rendah hati dan tahu diri. Pemilihan jenis ngapurancang biasanya disesuaikan dengan situasi dan lawan bicara. Misalnya, ngapurancang andhap digunakan ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua atau dihormati, sedangkan ngapurancang inggil bisa muncul dalam konteks yang menuntut kewibawaan. Menariknya sikap sederhana ini masih sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, baik dalam acara adat, pertemuan resmi, maupun interaksi sosial biasa. Jadi, ngapurancang bukan hanya gestur fisik, melainkan simbol etika dan filosofi hidup Jawa.

ikhwan guru sejarah

Waktu prabowo jadi presiden, saya membayangkan TNI kita akan makin kuat, Polisi kita bisa dijinakkan, masalah OPM akan segera tuntas dengan operasi militer canggih dan terorganisir. Kenyataannya malah sebaliknya, tentara ngurusi hal-hal yang bukan bidangnya, Polisi makin kuasa, operasi militer masih begitu-begitu saja. Kasian rakyat Papua.. hanya menjadi pelengkap pembangunan dan diperas SDA nya

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp em ha, bp jokosp, bp udin, sobat yea, bp mza dan dan teman2 rusuhwan. "kronologi mencekam smart air pk-snr ditembaki di boven digoel." demikian berita di disway.id. kejam. begitu landing. pesawat ditembaki. pilot, kopilot dan penumpang lari berhamburan ke hutan. nahas. pilot dan kopilot tertangkap. otk membawanya ke lapangan dan mengeksekusi kedua korban. 13 orang penumpang selamat, karena kebetulan mereka semua penduduk setempat. ternyata bandara di kota saiyun, yemen. jauh lebih aman dari bandara di papua selatan. maklum. polisi dan tentara kita sedang sibuk mengelola dapur mbg. dan pemerintah kita pun sibuk urusan di negara lain. amsyonggg

Runner

Mendaratnya “meleset” 1000 Km. Sudah direncanakan?. Tidak diumumkan. Kok bisa ya?. Apakah penumpang lain sudah tahu, dan Pak DI saja yang tidak tahu, atau pura pura tidak tahu. Misal, naik pesawat tujuan Jakarta. Mendarat di Surabaya, yang jaraknya sekitar 1000 Km dari Jakarta. Terus di Surabaya, mau melakukan apa. Kan kegiatannya di Jakarta. Bisa jadi memang kegiatannya disusun, dilakukan setelah sampai tujuan. Sampai manapun. Jadi Aden atau Tarim, tidak masalah. Perjalanan model ini, hanya boleh untuk petualang, orang terkenal, bayak koneksinya, banyak keponya dan duinya banyak.

Liáng - βιολί ζήτα

semi-gurun Anda Pasti Tahu, apa yang dimaksud dengan semi-gurun (semi-desert) terutama menurut klasifikasi Köppen. Di Eropa dengan iklimnya yang basah, ternyata ada beberapa area semi-gurun meski tidak terlalu luas, khususnya di Spanyol. Bagi Anda yang pernah berwisata ke Spanyol, dan sempat mengunjungi semi-gurun Tabernas..... mungkin Anda baru menyadari bahwa kebanyakan film-film Barat dengan setting gurun..... ternyata syutingnya bukan dilakukan di Timur Tengah, tetapi di semi-gurun Taberbas, Spanyol.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Kakak kandung saya, perempuan, pernah "mondok" di Tarim. Pertama kali, akhir 90-an, berangkat bersama suami. Darul Mustofa masih baru. Saat itu yang lebih besar dari Darul Mustofa adalah Rubath. Rubath ini pondok yang dipimpin oleh Habib Hasan Assathiri. Lebih tradisional pondok dan sistemnya. Juga jauh lebih lama keberadaannya. Rubath sebenarnya khusus laki-laki. Karena bagi Habin Hasan, perempuan ya belajar ke suami, bukan ke pondok. Habib Hasan melarang kakak saya mondok di Daruz Zahra (pondok putrinya Darul Mustofa). Beliau menyuruh kakak saya dan suami tinggal di rumah beliau. Mondok pertama ini berjalan selama 1 tahun. Mondok berikutnya, kakak saya berangkat sendiri. Kali ini langsung di Daruz Zahra. Kali ini bukan mondok yang lama, tapi sebutannya daurah, cuma sekitar 2 bulan. Dia pernah 2 kali ikuta daurah ini. Daruz Zahra itu dipimpin oleh Hubabah Nur. Beliau adalah istri (pertama) dari Habib Umar bin Hafidz, pendiri Darul Mustofa yang disebut Abah ulama terbesar di Tarim. Sekarang, kakak saya memimpin yayasan dan sebuah pondok anak-anak di daerah Brangkal Mojokerto. Suami yang dulu ikut ke Rubath, sudah meninggal. Dia pun sekarang sendiri memimpin pondoknya.

Nimas Mumtazah

Pernikahan Tarim Beberapa waktu lalu saudaranya sahabat Aqad nikah di Tarim, di kediaman Habib Umar Bin Hafidz. Lewat foto² yg di kirim walimatur ursy nya bener² ikut sunnah Nabi. Sakral dan syahdu. Dengan hidangan sederhana. Tak ada suara musik yg memekakkan telinga, sampai kaca rumah bergetar, belum lagi bunyi mercon, di tambah hingar bingar bunyi drum band yg iringi manten. Hadrah saja tak cukup. Andai Sunnah Nabi di bumikan di mulai dari tokoh² masyarakat setempat manfaatnya banyak. Setidaknya hemat biaya, tetangga sekitar bisa istirahat dengan tenang doa tuluspun tumpah ruwah untuk pasangan pengantin.

Nimas Mumtazah

Bedanya laki² dan perempuan. Kalau laki sakit, jangankan ninggalin antar negara, keluar rumah sebentar saja kepikiran. Ngapunten bah...

Bahtiar HS

Lha bener kan kata saya? Mengapa Abah tiba-tiba mencelat ke Yaman? Aji mumpung! Mumpung lagi di Mekkah, dekat kalau mau ke Yaman. Mumpung tiketnya pasti lebih murah ketimbang berangkat dari Surabaya. Mumpung istri bisa ditinggal, meski tidak sedang baik-baik saja. Mumpung ada teman-teman yang bisa dititipi--dengan dibrifing dulu. Saya yakin Bu Nafsiah baik-baik saja--meski tidak sedang baik-baik saja. Ditinggal Abah seperti ini sudah biasa. Dari semenjak dulu. Kita saja yang kepo--kok tega ninggalin istri yg sedang tidak baik-baik saja ke negeri yang jauh. Yg sedang tidak aman. Dan sebagainya. Apalagi mau ngapain Abah ke Yaman? Apalagi landing 1000 km meleset dari bandara semula. Gak kurang kerjaan ta? Padahal Abah ya enjoy2 aja. Menclok di mana saja nggak masalah. Mungkin prinsip beliau: setiap orang adalah guru; setiap tempat adalah sekolah; dan setiap peristiwa adalah pelajaran. Dari situlah lahir tulisan-tulisan CHDI. Sugoooiiii....

Dahlan Batubara

Mahasiswa asal Sumut ternyata banyak di Tarim, Hadhramaut. Mula saya mengenal mereka ketika seorang menguhungi saya via WA 5 tahun lalu. Mengirim rilis kegiatan mereka di Tarim. Untuk saya terbitkan di media Mandailing Online. Mereka memperoleh nomor kontak saya dari platfrom Halaman FB Radaksi Mandailing Online yg memang saya cantumkan sebagai nomor kontak Halaman. Kesan saya mereka sangat kreatif mencari jalur publikasi agar aktivitas mereka terbaca di kampung halaman. Saya pun mengarahkan mereka memahami poin2 liputan hingga penulisan berita. Sejak saat itu kiriman rilis selalu datang: aktifitas persatuan mahasiswa hingga berita wisuda S1 hingga S3. Saya pun jadi sering mencari Hadhramaut di Youtube. Kini antusias menunggu rangkaian tulisan pak DI di Yaman..horee..sehat selalu pak DI.

Bahtiar HS

Tarim adalah bagian dari Hadramaut. Hadramaut adalah bagian dari negeri Yaman. Dan tiap kali bicara tentang Yaman, ada yang mengenaskan dalam hati. Apa-apa yang berkaitan dengan Yaman, di sini, lagi dicitrakan negatif oleh sebagian orang. Padahal jauh hari Nabi shallallahu alaihi wasallambanyak bersabda tentang Yaman. Ketika dlm perjalanan antara Makkah dan Madinah, Nabi bersabdakpd para shahabatnya, "Hampir2 bangsa Yaman melebihi kalian. Mrk bak segumpal awan. Mrksebaik2 penduduk bumi." Banyak bangsa di muka bumi ini. Tp Yaman adalah salah satu yg dpt doa lgs dari Nabi. "Ya Allah berkahilah kami pd negeri Syam kami. Ya Allah berkahilah kami pd negeri Yaman kami." Bahkan ketika turun ayat Q.S. an-Nashr, tentang kemenangan dan manusia berbondong2 masuk Islam, Rasulullah SAW bersabda menyinggung orang2 Yaman. Sabda beliau, "Penduduk negeri Yaman telah datang pd kalian. Mrk adl org2 yg paling lembut hatinya. Iman itu ada pd Yaman, Fiqih ada pd Yaman, dan hikmah ada pd Yaman." (H.R. Ahmad) Ini tidak mengherankan, krn ketika pertama kali datang pd Nabi, apa yg mereka minta? Bukan harta, bukan takhta jabatan. Mrk minta, "Wahai Rasulullah, kirimkanlah ssorg pd kami yg akan mengajari kami sunnah dan Islam." Makanya banyak wali ada di negeri Yaman. Khususnya di Hadramaut. Hingga dikenal sbg negeri seribu wali. Jangan2 yg datang dari Mekkah ke Yaman, mendarat 1000 km dari bandara shrsnyakemarin itu jg seorang "wali". Siapa sangka? Wali Disway :)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 135

  • fantastic duciel
    fantastic duciel
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • mario handoko
    mario handoko
    • alasroban
      alasroban
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • alasroban
    alasroban
  • Runner
    Runner
  • Liam Then
    Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • pak tani
      pak tani
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
    • Nusantara Hijau
      Nusantara Hijau
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Liam Then
      Liam Then
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • imau compo
    imau compo
    • Ihsan Muchtar
      Ihsan Muchtar
    • imau compo
      imau compo
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Mujiburohman Abas
    Mujiburohman Abas
  • IZHAR FRANDY KUSUMA
    IZHAR FRANDY KUSUMA
  • Rizal Falih
    Rizal Falih
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • mario handoko
      mario handoko
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Ima Lawaru
      Ima Lawaru
    • ari widodo
      ari widodo
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • DeniK
      DeniK
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • pak tani
      pak tani
  • alasroban
    alasroban
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • HANVINCY ADNOV
    HANVINCY ADNOV
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • ibnuhidayat setyaningrum
    ibnuhidayat setyaningrum
    • Milyarder Setia
      Milyarder Setia
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ja'far Syahidan
    Ja'far Syahidan
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Liam Then
      Liam Then
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • Sugi
    Sugi
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ima Lawaru
      Ima Lawaru
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • hikends
    hikends
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • my Ando
    my Ando
  • my Ando
    my Ando
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • alasroban
      alasroban
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman