Tarim Tanah

Tarim Tanah

--

"Dari mana Anda tahu saya sedang di Tarim?"

"Hari itu Bapak sarapan di warung Indonesia di depan kampus kami. Dua orang mahasiswa melihat Bapak," ujar Fikri Syafi'i, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tarim.

"Saya memang bertemu dua orang mahasiswa Indonesia. Yang satu berambut agak panjang".

"Yang satunya yang bintang film," ujar Fikri. "Pemeran utama di film Kiansantang," tambahnya.

"Ngerti gitu saya minta untuk  foto bareng," kata saya.

Saya memang sempat berkenalan dengan si bintang film. Tapi hanya menyebut nama dan asalnya. Ia mengenakan topi haji, surban, dan sarung. Penampilannya sangat sopan, wajah menunduk, dan tangan menyatu di depan burungnya. Khas santri tawaduk.

Saya duduk makan di sebelahnya. Ia asyik dengan pesanannya: roti tipis lebar yang bundar itu. Saya pesan telur dadar, nasi putih, tempe goreng, dan sambal.

Saya sempat minta izin mencuil rotinya dan merasakannya. Ia menawarkan untuk saya ambil semua. "Saya hanya ingin merasakan. Siapa tahu lain kali ingin pesan ini," kata saya.

Ternyata itu tadi Alwi Assegaf, si bintang film Kiansantang.

Kami pun berlalu. Ia pamit dulu meninggalkan warung. Saya lihat ia naik sepeda motor gaya lama, model mirip CB-125 tapi mereknya tidak saya kenal. Bukan Honda. Di Tarim motor model lama seperti itu yang menguasai pasar. Tidak ada yang kinclong. Semuanya berselimut debu.


--

Saya juga segera masuk mobil berlapis debu. Tidak akan ada bisnis cuci mobil di Tarim. Debu dianggap bagian dari kehidupan.

Di hari kedua di Tarim ini pun saya berpikir: entah sudah berapa banyak debu di tenggorokan dan paru-paru saya.

Setelah sarapan itu saya langsung ziarah. Ziarah pertama saya: ke tempat pembuatan bata tanah. Saya terkesan dengan bangunan rumah dan gedung di Tarim: tembok dan atapnya umumnya dari tanah. Tidak perlu ada program gentengisasi di Tarim. Tidak ada rumah beratap seng.


--

Sumber daya alam terbanyak di Tarim memang tanah. Gunung-gunungnya gunung tanah. Batunya pun bercampur tanah. Jalan-jalan dalam kotanya sebagian besarnya masih tanah. Ada memang sisa-sisa aspalnya tapi sudah banyak yang hancur tertutup debu.

Debu kering.

Setiap ada mobil dan motor lewat debu beterbangan seperti sarung yang dikebaskan. Debu itu selalu kering dan lembut. Hujan hanya turun lima enam kali setahun.

Ups... ke tempat pembuatan bata tanah itu ziarah kedua saya. Di hari pertama saya sudah ke pondok Darul Mustofa. Pondok paling terkenal di Tarim. Sebenarnya bukan ziarah ke sana. Apartemen yang saya tempati memang di sebelahnya. Hanya dipisahkan perempatan berdebu.

Saya tiba di Tarim hari Jumat. Pesawat Yemeni jurusan Jeddah-Aden itu ternyata tidak mendarat di kota Aden. Mendaratnya di kota Saiyun --kota kecil yang jaraknya hampir 1000 km dari Aden. Bandara Aden memang tutup untuk penerbangan internasional. Yakni sejak terjadinya perang di Yaman.

Padahal di tiket tertulis jurusan Aden. Di layar keberangkatan di bandara Jeddah juga tertulis penerbangan ke Aden. Ternyata mendarat di Saiyun.

Berarti, dari bandara Saiyun tinggal 40 menit ke kota santri Tarim. Saya tidak peduli pesawat itu mendarat di mana. Pokoknya mendarat di Yaman. Saya belum pernah ke Yaman. Ingin ke Yaman. Mumpung sedang di Makkah bersama istri dan rombongan.

Bahwa mendarat di Saiyun tetap saja alhamdulillah. Baru pertama ini saya mendengar nama Saiyun. Saat mendarat itu. Berarti saya bisa ke Tarim. Kalau saja pesawat itu mendarat di Aden beneran mungkin saya tidak akan sampai Tarim. Terlalu jauh dari Aden.

Nama Tarim sudah sering Anda dengar. Terlalu banyak mahasiswa Indonesia --dari kalangan Islam tradisional-- yang sekolah di Tarim.

Nama Tarim kian melambung dua tahun terakhir. Yakni sejak terjadi perdabatan seru soal ”habib itu keturunan Nabi Muhammad atau bukan”.

Tarim adalah pusatnya habib sedunia. Istilah habib sendiri lahir di kota Tarim. Di Arab Saudi tidak dikenal gelar habib. Pun di negara Arab lainnya.

Di Arab Saudi keturunan Nabi biasa dipanggil dengan sebutan sayyid.

Pukul 08.00 saya sudah mendarat di bandara Saiyun. Hanya dua jam penerbangan dari Jeddah. Langsung ke Tarim. Hanya 35 menit perjalanan.

Sebelum pesawat mendarat saya melongok dari kaca jendela: indah sekali. Pemandangan di bawah sana spektakuler. Seperti hamparan tanah rata yang luas. Tanpa tanaman maupun gundukan. Tapi hamparan itu seperti diiris-iris tidak lurus. Seperti banyak retakannya. Retakan yang dalam.

Retakannya itu ada yang sempit ada yang lebar. Kian pesawat turun kian jelas: di dalam retakan itu ada pohon-pohon hijaunya. Lalu ada seperti sungainya tapi tanpa air.

Setelah beberapa hari di Tarim saya tahu: semua kota kecil di kawasan Hadramaut lokasinya di dasar retakan-retakan gunung tanah itu.


--

Maka retakan-retakan itu pada awalnya adalah tanah gunung yang tergerus oleh air hujan, lalu membentuk sungai yang dalam. Di kanan-kiri sungai yang tak berair itulah orang-orang Hadramaut membangun kehidupan.

Meski sungainya tidak berair tapi karena letaknya jauh di bawah tebing gunung sehingga tanahnya mengandung banyak air. Air melimpah. Di mana ada air di situ ada kehidupan.

Maka kehidupan terbanyak di Hadramaut adalah di celah-celah gunung tanah itu. Disebut ”wadi”.

Di Saudi Arabia ”wadi” biasanya di cekungan gunung. Di Hadramaut ”wadi” berada di sepanjang celah gunung.

Wadi itu bisa memanjang panjang sekali. Mengikuti aliran sungai di kala ada hujan.

Kelak, di hari keempat di Hadramaut saya berkesempatan memasuki celah-celah gunung yang dalam seperti itu. Tidak hanya memasuki tapi juga menyusurinya. Berpuluh kilometer. Melewati kampung-kampung di sepanjang sungai di celah gunung yang dalam.

Dalam menyelusuran itu saya sering mendongak ke atas, ke daratan yang di atas sana. Lalu  menyadari bahwa saat itu saya sedang di dalam celah rekahan gunung tanah.

Tiba di Tarim sebenarnya saya sudah lapar. Tapi itu hari Jumat. Sebentar lagi saatnya tiba: harus salat Jumat. Lalu akan ada makan gratis di rumah ulama terbesar di Tarim: di rumah Habib Umar.

Letak rumah Habib Umar hanya beberapa langkah dari pondok Darul Mustofa. Beliau yang mendirikan Darul Mustofa.

Berarti itulah ziarah pertama saya di Tarim: ke rumah Habib Umar. Tidak perlu ada anggaran makan siang hari itu.

Berarti ke tempat pembuatan bata tanah tadi adalah ziarah kedua saya di Tarim.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan pada Tulisan Berjudul: Berpisah Istri

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SIBUK KERJA, SIBUK CINTA.. Tulisan ini bukan soal umrah. Ini soal partnership level dewa. Istri menggigil, suami yang keliling cari literatur medis. Istri di kursi roda, suami yang ikut muter lantai dua tanpa protes. Itu bukan romantis lebay. Itu cinta yang sudah lulus ujian praktik, bukan teori. Bagian paling “Dahlan” itu justru bukan soal 7.000 langkah tawaf. Tapi cara menjelaskan gigil tanpa panik, tanpa drama. Tenang. Logis. Tapi tetap ada sentuhan: pura-pura pijat biar dianggap perhatian. Nah ini. Ilmu rumah tangga tingkat profesor. Yang unik, kursi roda Mercy vs Avanza. Tawaf rasa Formula One. Podcast pakai tumpukan bata. Hidup kelas dunia, setting tetap kaki lima. Konsisten. Yang bikin hangat, pak Dahlan pergi ke Yaman dengan doa sederhana: Selamat supaya bisa menulis lagi..!! Bukan minta jabatan, bukan minta proyek. Minta umur buat berbagi cerita. Di usia segitu masih lari antarnegara, sambil mikirin gula darah istri. Ini definisi sibuk yang benar. ### ((( Sibuk kerja, sibuk cinta. ))). Catatan kecil: kadang ibadah paling berat itu bukan sa’i. Tapi ninggalin pasangan dalam kondisi nggak 100 persen fit. Itu yang bikin langkah terasa 15 ribu kali lebih jauh.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CINTA, DAN BRIEFING.. Yang juga menarik dari CHDI hari ini justru bukan perjalanannya, tapi cara berpikirnya. Banyak orang panik kalau lihat orang, apalagi istri menggigil. Langsung obat. Langsung asumsi yang serem-serem. Di sini beda. Dicek dulu. Suhu normal. Pola berulang. Dicari sebab. Ditanya dokter. Dibaca literatur. Ini bukan cuma suami siaga. Ini "cinta" "berbasis data". Kita sering lebih percaya grup WhatsApp daripada dokter. Lebih cepat minum obat daripada minum air hangat. Tulisan ini seperti tamparan pelan. Tenang itu juga bentuk ikhtiar. Lalu detail-detail kecilnya menyentuh. Briefing rombongan seperti komandan lapangan. Tapi isinya bukan strategi perang. Cuma cara menghadapi gigil. Jangan panik. Jangan sok jadi dokter dadakan. Temani saja. Perhatian itu kadang obat paling murah, tapi paling manjur buat hati. Saya juga senyum waktu baca bagian “pura-pura pijat”. Itu pengakuan jujur. Kita para suami sering tidak bisa menyembuhkan. Tapi tetap ingin terlihat berguna. Dan anehnya, itu sudah cukup. Di tengah tawaf, podcast, dan rencana ke Yaman, fokus utamanya tetap satu orang: istrinya. Bukan dramatis. Bukan puitis. Praktis. Tapi di situlah letak cintanya. Cinta yang bentuknya briefing medis. Bukan bunga.

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

RISIKO MATI DI YAMAN. Untuk apa hadapi risiko ditembak saat ke Yaman yg belum usai perang. Kata teman yg anak nya kuliah di Yaman, yg perang di daerah tertentu, ada bagian yg aman Yaman negara asal para chabib. Teringat pesan Nabi s.a.w pd Muadz b Jabal, yg harus berijtihaad, tatkala tak temukan hukum di Qur-aan & chadiits Nabi s.a.w..

ibnuhidayat setyaningrum

Abah! Kalau di Yaman nemu cuilan besi rudal, tolong dibawa pulang. Dibuat bahan arit pasti lebih tajam daripada potongan pir truck.

Achmad Faisol

mohammad fauzil adhim pernah menerangkan judul novelnya... kalau diberi judul "kupinang anda dengan hamdalah" rasanya aneh banget... resmi iya, tetapi... anda sudah tahu... akhirnya novel itu diberi judul "kupinang engkau dengan hamdalah"... ini pas... ketika baca chd kali ini, pak DI menulis: "Tenang saja. Menggigil Anda ini tidak bahaya," kata saya. membaca kalimat tersebut rasanya gimana gitu... untung istri pak DI ga menjawab, "anda tahu dari mana...?" ah, mungkin itu hasil google translate...

Ahmad Zuhri

Komentar ini harusnya untuk tulisan yg kmrn, saya upload untuk membuktikan ke Cak Mul bahwa masih sehat hihihi.. Tahun 2005 - 2010 itu saya nguli di Indonesia Timur, saya pernah kerja di Airline lokal tapi kerja sama dengan Mandala untuk rute ke Pulau Jawa nya.. Hal yg menyenangkan itu saat kontrol di pesawat, ngecek siapa tau ada barang penumpang yg tertinggal sambil ambil koran bekas penumpang itu, biasanya Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo.. Jawa Pos jarang ada karena di Surabaya hanya transit saja. Dapat koran bekas untuk dibaca itu hiburan tersendiri karena akses informasi yg masih terbatas dan jauh dari keluarga.. Hiburan nya ya koran bekas dan buku2, sampai suatu hari pas di Gramedia ada buku Ganti Hati, tak baca lho kok enak dan renyah gini tulisan nya, akhirnya beli dan seingatku hanya sehari bisa selesai baca semua halaman nya.. Sejak itu mulai mencari artikel Bapak itu, ternyata dapat arsip artikel lengkapnya di WordPress yg dikumpulkan oleh salah satu penggemar tulisan Bapak itu.. artikel ini yg menemani saya di pelosok perbatasan Timor Leste itu kala mencari 'sebongkah berlian hitam'.. Semoga sehat selalu semuanya.. aamiin.

Murid SD Internasional

*pakai mode Pak @Udin Salemo Woooooooowwwww...!!! Sugooooooiiii...!!! Ini pertama kalinya merk Redmi terang-terangan disebut! Kira-kira berapa yaaaa biaya endorse di CHD? Xixixi... *mode Pak @Udin Salemo, OFF . . Pak Dahlan Iskan, Global Peace Index sejak 2024 sampai hari ini masih menempatkan Yaman di posisi nomor 1 negara paling tidak aman di dunia. Jadi, jika Pak Dahlan Iskan dikehendaki Allah bisa kembali, bersantap puhung / telo godhok ngebul pagi hari di Gudo, atau di Mojokerto, atau di Suroboyo, ketahuilah, Pak Dahlan Iskan sudah mendapatkan anugerah yang besar, anugerah keselamatan, selamat sentosa usai mencelat ke Yaman. Diperbanyak membaca do'a penting ini ya: "A'udzu bi Kalimatillahi-t Tammati Min Syarri Ma Khalaq"

Gregorius Indiarto

Gaya orang sombong tapi "santun". "Redmi termurah ini yang saya tunjukkan ke Anda. Ya, ini yang termurah yang saya punya, "padahal saya punya HP lain Hhhhh" " Berharap pembaca berkesimpulan "Wowwww... yang termurah saja redmi, bagaimana dengan HP yang lain? Serius, ini hanya candaan saya. Bercanda tapi serius. Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia tanpa.

Kujang Amburadul

Kali ini Abah pergi ke negara yg namanya cuma dua huruf. Dua huruf saja? Iya, huruf Y ama N. :-)

Eko Darwiyanto

Ada aplikasi Peedometer, ssaat diaktifkan akan mencatat berapa langkah sudah dilakukan sejak ON.

Taufik Hidayat

Artikel abah kali ini yang bercerita akan naik Yemenia (IY) ke Yemen kemungkinan besar ke Aden /ADE karena Sana’a masih dikuasai Houthi, mengingatkan saya akan seorang kenalan yang dulu bekerja di Yemenia. jauh sebelum perang pecah setelah Arab Spring din timur Tengah dan meluluhlantakkan Yemen pada sekitar 2014. Dulu Yemenia terbang ke Jakarta dari Sana’a (SAH) via Dubai (DXB) dengan pesawat Airbus 310. Saya pertama ketemu dengan pemakan saya itu kemungkinan dalam sebuah konferensi di Roma atau Kota Meksiko. Dan putranya sendiri sedang kuliah di Indonesia. Sayang setelah perang pecah saya kehilangan kontak dengan dia. Saya tidak tahu angin apa yah membawa Abah DI ke Yemen? Apa hanya ziarah ke Tarim ata memang ada bisnis? Saya sendiri pernah diundang main ke Sana’a dulu sebelum perang. Sayang dulu tidak sempat . Padahal Sana’a merupakan kota tua yang sangat menarik. Tidak tau bagaimana keadaannya sekarang. Yang jelas waktu saya dulu SMP masih ingat kalau Yemen itu terbagi dua Yaman Utara dengan ibukota Sana’a dan Yemen Selatan yg kali tidak salah ibukotamya Aden. Dan Yemen sekatan ini berhaluan komunis .. Sementaa Houthi sendiri sekarang beraliran syiah zaidiyah yang sebenarnya secara akidah paling mirip Sunni. Tapi demikianlah dunia. Terus konflik dan perang. Bahkan kalau mau damai harus siap perang .. “Si vis pacem, para bellum.”

MULIYANTO KRISTA

Baju batiknya abah keren. Kalau sudah balik ke Surabaya infoin dong. Siap otewe rumah Sakura.

Jokosp Sp

Apa yang diberikan ke orang Lombok ( Praya ) itu?. Seeettttttt........, kalau yang satu itu ndak boleh diberi tahu. Ingat, dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim mengenai tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya adalah: "........seseorang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya". Juga dalam ajaran Kristen di Matius 6:3 : "Tetapi jika engkai memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu". Bahwa beramal itu sesungguhnya tanpa mengharapkan pujian orang lain. Tapi ketika ditulis atau disampaikan juga ada sisi baiknya, karena bisa memotivasi orang lain untuk berbuat hal yang sama baiknya, bahkan lebih. Aamiin....semoga tetap berkah, dan diberikan kesehatan yang baik bagi keluarganya.

Hendro Purba

Kalau Prabowo tidak mau menghapus politik uang kira kira siapa lagi nanti calon Presiden yang berakhlak mulia yang akan meniadakan politik uang ?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Murid.. MURID SD RASA S3..// Saya membayangkan ini anak kalau upacara bendera disuruh maju, yang gemetar malah gurunya. Masih pakai seragam SD, tapi isi kepalanya sudah kayak ruang sidang disertasi. 1). Ide biskuit energi untuk bencana itu sederhana tapi nendang. Tidak ribet. Tidak birokratis. Langsung ke perut, langsung ke tenaga. 2). Lalu lompat ke karbon Papua. Ini bukan lagi PR matematika. Ini sudah level hitung-hitungan negara. Dapat uang tanpa gali tanah, tanpa bangun pabrik, cuma jaga hutan tetap berdiri. Orang dewasa sering ribut rapat sana sini. Anak SD ini malah bilang, “Sudah, diem saja, tapi hutannya jangan ditebang.” Sederhana tapi menampar. 3). Gagasan perpustakaan Wealth dan Health juga tidak kalah nakal. Badan sehat, dompet sehat. Kombinasi yang bikin BPJS dan bank sama-sama senyum. Kalau benar ini ditulis anak SD, kita para senior harus mulai rajin minum susu lagi. Biar otak ikut tumbuh. ## ((( Teruskan Pak Murid. Negara ini butuh lebih banyak PR dari anak-anak seperti ananda..))).

Murid SD Internasional

Senarai Gagasan @Murid SD Internasional, di CHD Disway, untuk Pemerintah Indonesia. GAGASAN 1, Standar Emas Bantuan Logistik Pangan, Tatkala Bencana Alam: Energy Biscuit. Link Baca - https://about.me/muridsdinternasional - CHD Disway Edisi 18 Desember 2025 - CHD Disway Edisi 19 Desember 2025 GAGASAN 2, Cara RI Bisa Dapat Rp1.000 Triliun, Tiap Tahun, by Doing Nothing: Jual Karbon Papua. Link Baca - CHD Disway Edisi 23 Desember 2025 - CHD Disway Edisi 24 Desember 2025 - CHD Disway Edisi 25 Desember 2025 GAGASAN 3, Solusi Asimetris Cara Agar Warga Indonesia Kuat Finansial (Kaya Sejahtera) Kuat Fisik (Sehat Sentosa Panjang Usia) Perpustakaan Internasional 2 Genre Buku Praktis, Wealth + Health / Longevity, Link Baca - CHD Disway Edisi 10 Februari 2026 - CHD Disway Edisi 11 Februari 2026

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Herry Isnurdono.. CINTA, CEMBURU, DAN YAMAN.// Pak Herry ini pasti nulis sambil senyum setengah manyun. Campur aduk antara khawatir, curiga, dan sedikit iri level ringan. Namanya juga pembaca setia kisah Abah, bawaannya ikut merasa jadi keluarga dekat. Jadi wajar kalau imajinasi larinya sampai ke bisnis kemenyan dan mata indah di balik cadar. Tapi Abah itu tipe manusia kaki gatal sejak muda. Dulu keliling karena berita. Sekarang keliling karena rasa ingin tahu belum pensiun. Umur boleh 74, jiwa tetap 47. Soal Bu Dahlan, justru mereka itu pasangan yang sudah kenyang asam garam. Yang luar lihat drama, yang dalam mungkin sudah biasa pakai sistem saling percaya. Cinta level senior itu tidak ribut di depan umum. Lebih banyak kode. Kadang kodenya cuma, “Hati-hati ya.” Dan soal Yaman, belum tentu ada apa-apa selain rasa penasaran dan cerita baru buat ditulis. Abah itu kolektor pengalaman, bukan kolektor istri. Kita doakan saja dua-duanya sehat, perjalanan lancar, pulang bawa kisah. Bukan gosip. He he.. Salam hangat buat pak Herry..

Herry Isnurdono

Koq tega sekali Abah DI ini....meninggalkan istri yg pakai kursi roda, sedang di Makkah, selesai ibadah umroh, padahal bu Dahlan sering menggigil selama 1 jam. Kalau ada putrinya atau menantunya, masih maklum. Ini dititipkan ke teman2 senam atau teman baiknya. Bagaimana perasaan bu DI. Ke Yaman, ada apa disana ? Mau ketemu Presiden Yaman ? Alasan belum pernah ke Yaman ? Ah.. alasan....pasti ada sesuatu....mau bisnis kemenyan dgn nilai ratusan milyar ? Kecil kalau cuma perkara uang utk Abah DI. Sepertinya wanita Yaman, dengan pakaian tertutup, kecuali bagian mata yg terbuka, sepertinya.....masuk akal.....Abah DI sudah 74 th.....yg bikin penasaran, pakaian hitam2 ini yg jarang dilihat ...Yaman lagi.....Utk bu DI ditinggal seperti ini, sudah biasa. Dan tidak bisa bilang "jangan atau tidak boleh.....alasan dulu kerja sebagai jurnalis, waktu kerja 24 jam, dianggap biasa. Tapi sekarang Abah DI sudah bukan jurnalis seperti dulu. Pasti....jika Abah DI ini bukan seorang Konglomerat....pasti sudah ditinggal bu DI sejak dulu....pasti karena ternyata memegang pundak dan 'mengelus-elus pundak bu DI, ini bukan tulus dari hati. Tapi hanya dikira menunjukkan perhatian dari seorang suami. Dasar.....Abah DI......awas nanti pulang dari Yaman....bu DI akan balas perlakuan desersinya seorang suami yg kabur hanya utk 'halan2 sendirian....pasti wanita Yaman manis2....

Herry Isnurdono

Koq tega sekali Abah DI ini....meninggalkan istri yg pakai kursi roda, sedang di Makkah, selesai ibadah umroh, padahal bu Dahlan sering menggigil selama 1 jam. Kalau ada putrinya atau menantunya, masih maklum. Ini dititipkan ke teman2 senam atau teman baiknya. Bagaimana perasaan bu DI. Ke Yaman, ada apa disana ? Mau ketemu Presiden Yaman ? Alasan belum pernah ke Yaman ? Ah.. alasan....pasti ada sesuatu....mau bisnis kemenyan dgn nilai ratusan milyar ? Kecil kalau cuma perkara uang utk Abah DI. Sepertinya wanita Yaman, dengan pakaian tertutup, kecuali bagian mata yg terbuka, sepertinya.....masuk akal.....Abah DI sudah 74 th.....yg bikin penasaran, pakaian hitam2 ini yg jarang dilihat ...Yaman lagi.....Utk bu DI ditinggal seperti ini, sudah biasa. Dan tidak bisa bilang "jangan atau tidak boleh.....alasan dulu kerja sebagai jurnalis, waktu kerja 24 jam, dianggap biasa. Tapi sekarang Abah DI sudah bukan jurnalis seperti dulu. Pasti....jika Abah DI ini bukan seorang Konglomerat....pasti sudah ditinggal bu DI sejak dulu....pasti karena ternyata memegang pundak dan 'mengelus-elus pundak bu DI, ini bukan tulus dari hati. Tapi hanya dikira menunjukkan perhatian dari seorang suami. Dasar.....Abah DI......awas nanti pulang dari Yaman....bu DI akan balas perlakuan desersinya seorang suami yg kabur hanya utk 'halan2 sendirian....pasti wanita Yaman manis2....

IZHAR FRANDY KUSUMA

Belum ke Yogyakarta kalo belum makan Gudeg. Belum ke Yaman kalo belum ke Sana'a. Kota tua dengan sejarah peradaban lebih dari 2500 tahun. Hingga diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Pada awal tahun hijrah, Ali bin Abi Thalib diutus Rasulullah ke Sana'a untuk mengajarkan Islam. Abah Dahlan bisa pusing-pusing di Sana'a menyusuri jalur perdagangan saat Nabi remaja. Dan salah satu penyebaran ajaran atau ilmu paling efektif adalah dengan berdagang. Selamat berkelana di negeri poro wali, Abah. Hahaha...

Mbah Mars

Yaman ? jadi ingat 2 hal. Pertama, Yaman mendapatkan kehormatan sebagai nama sudut Barat Daya Kakbah. Di sudut ini, jemaah umrah membaca doa sapu jagat. Kedua, ada nama legendaris terkait Yaman. Siapa ? Uwais al-Qarniy. Seorang pemuda yg karena saking cinta dan ingin berbakti pada ibunya, ia menggendongnya menuju Mekah untuk berhaji. Bayangkan, jalan kaki menempuh perjalanan yg jauh, panas dan aneka kesengsaraan yg mengiringinya. Menurut AI, jarak darat jika ditarik garis lurus sekitar 1120 km. Atas tindakan heroik Uwais sebagai bukti baktinya pada ibunda, Rasulullah mengatakan bahwa Uwais itu doanya maqbul. Kepada para sahabat, Nabi bersabda: "Jika kamu bertemu seseorang yg di tengkuknya ada tanda penyakit sopak mintalah doa kepadanya. Dia adalah orang yg maqbul doanya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Mbah Mars.. TETAP TENTANG NASRUDIN HOJA..// Suatu sore Nasrudin datang lagi ke rumah tetangganya. Wajahnya serius. “Aku ikut berduka,” katanya pelan. Tetangga bingung. “Berduka apa?” Nasrudin menghela napas panjang. “Tentang warisan.” Tetangga makin tak paham. “Warisan apa?” Nasrudin menatap dalam. “Panci almarhum itu kan punya anak. Secara hukum, aku ayah angkatnya. Jadi hak asuh jatuh ke aku.” Tetangga melongo. “Hak asuh panci?!” Nasrudin angguk mantap. “Iya. Anak panci butuh figur orang tua. Tidak bisa tumbuh di lingkungan yang tidak percaya proses kelahiran logam.” Tetangga mulai emosi. “Itu cuma akal-akalanmu!” Nasrudin tersenyum kalem. “Lho, waktu panci melahirkan kamu percaya. Sekarang ada hak waris kok tidak percaya? Jangan pilih-pilih iman, dong.” Tetangga terdiam. Nasrudin lanjut bicara pelan. “Kalau mau panci kembali, urus dulu akta kelahirannya. Minimal ada bidan las yang jadi saksi.” Sejak hari itu, tetangga kalau meminjamkan barang selalu bilang, “Ini mandul ya. Tidak bisa beranak. Tidak bisa mati. Dan tidak punya ahli waris.” ### Salam hormat buat Mbah Mars.. Dan buat Nasrudin Hoja..

Mbah Mars

Suatu hari, Nasrudin hoja meminjam periuk pada tetangganya. Dua hari berikutnya, ia mengembalikan periuk itu beserta panci kecil di dalamnya. "Kok ada panci kecil di sini ?", tanya si tetangga. "Oh, itu periukmu beranak", jawab Nasrudin. Dalam hati si tetangga tertawa dan membatin: "Dsara tolol. Tapi biarin. Lmayan dapat panci". Di hari lain, Nasrudin meminjam panci yg sama. Dengan suka rela si tetangga menyerahkannya. Namun, sdh beberapa hari panci tidak dikembalikan. Si tetangga datang ke rumah Nasrudin. "Mana periukku ?" Nasrudin menjawab: "Maafkan aku. Periukmu meninggal" Si tetangga menyahut cepat: "Omong kosong! Periuk tidak bisa meninggal, tolol!" Nasrudin menjawab: "Bukankah kemarin periukmu melahirkan anak ? Jadi, jika sekarang meninggal tentu saja wajar saja"

Juve Zhang

Trumpet akan menghancurkan Yaman utara dibawah Houthi dalam hitungan hari dikerahkan kapal induk dan segala bom .... Houthi menerima tantangan perang Amerika sebuah bangsa yg layak dikagumi dunia kang Ouw persilatan.... Houthi tidak lari dari kenyataan....Houthi menghadapi perang lawan raksasa Amerika....dengan serangan rudal dan Drone ternyata Houthi bisa bertahan dan Amerika hilang 2 Pesawat tempur nya.... Houthi contoh sebuah bangsa kecil yg layak dikagumi oleh dunia....tidak ciut nyalinya ketika Trumpet sesumbar akan hancurkan Houthi dalam hitungan hari.....nyata nyata Houthi bisa berperang seimbang lawan Amerika mengandalkan rudal dan Drone....sebulan Amerika perang lawan Houthi akhirnya Amerika menyerah....drone dan rudal Houthi terlalu berat dilawan....maka trumpet kabur dan kapal induk nya kabur ke tempat lain..... Houthi atau Yaman utara memang bangsa kuat Israel pun dilawan dengan rudal nya dan Israel pun sulit menggempur Houthi....itulah Yaman utara yg sangat legendaris.....

Juve Zhang

Di Yaman Selatan terjadi perpecahan Saudi Arabia dan UAE....kedua belah pihak perang di Yaman Selatan diluar dugaan keduanya yg semula sekutu malah perang di Yaman Selatan.... UAE akhirnya mengalah keluar dari Yaman Selatan...

Achmad Faisol

@MSDI sebaiknya sampean coba hidup langsung di desa, sekitar 1-3 bulan cukup, lah... saksikan sendiri apakah mereka ga terpapar (ga tahu) bahwa kesehatan dll itu penting... desa sekarang ga seperti di film, lho...

Murid SD Internasional

Konsep PERPUSTAKAAN INTERNASIONAL -- 1 unit tiap 1 desa -- yang saya gagas di atas, adalah membuat masyarakat umum Indonesia TERPAPAR dulu, dengan konsep-konsep "percepatan" peraihan uang (WEALTHY) dengan cara logis dan dengan metode legal, serta TERPAPAR dengan "the possibility to live healthy life" hingga usia 100 tahun (LONGEVITY). Karena misinya adalah membuat masyarakat Indonesia awam TERPAPAR dulu terhadap 2 genre ilmu / pengetahuan / informasi penting krusial di atas, maka urusan apakah kemudian mereka akan apply / praktek / melaksanakan isinya atau tidak, itu tidak jadi persoalan. Yang penting sekali lagi, TERPAPAR dulu. Kalau sudah TERPAPAR 2 informasi krusial di atas (WEALTHY & LONGEVITY), maka secara serentak ratusan juta warga Indonesia seketika punya OPSI / CHOICE / PILIHAN: "Gue gaji sebulan cuma Rp3 juta, sedangkan gue udah dapat informasi faktual bahwa Rp3 juta bisa didapat dalam hitungan pekan, bahkan hari, bahkan jam, bahkan menit. Itu semua adalah opsi yang sekarang terhampar di depan mata gue. Nah, serius nih, gue mau terus-terusan stuck hidup finansial di gaji Rp3 juta sebulan kerja nyaris 12 jam sehari dan lembur nyaris tiap hari? Serius nih, gue enggak mau mengubah kondisi hidup gue? Serius nih, gue mau terus gini-gini aja, mewariskan hidup susah ke anak keturunan gue?"

Mbah Mars

Psikolog kurang laris karena orang yg mengalami gangguan jiwa atau penyakit jiwa tidak bisa merasakannya. Justru orang lain yg sering mampu merasakannya. Beda dengan penyakit jasmani, orangnya langsung bisa merasakan dan mengetahuinya. Mungkin gitu Pak.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMorning, 11 FEBRUARI 2026: KECANDUAN BUKAN AIB.. Pagi dibuka dengan sapaan hangat. “Selamat pagi, teman-teman.” Suasana santai, tapi isinya berat. Host dari redaksi memandu obrolan. Narasumbernya psikolog muda, Safira Herald Sapira. Pak Dahlan belum muncul, masih ditunggu dari Yaman Topik utamanya kesehatan mental. Dari stres massal, tekanan hidup, sampai fenomena kecanduan. 1). Bukan cuma narkoba. 2). Gadget juga. 3). Judi online juga. 4). Bahkan candu hal yang kelihatan sepele tapi menggerogoti pelan-pelan. Safira menekankan, kecanduan itu gangguan psikologis. Bukan aib. Bukan kurang iman. Tapi kondisi yang bisa diterapi. Ia juga menyorot sulitnya akses layanan psikolog lewat BPJS. Banyak yang butuh. Sedikit yang akhirnya bisa tertangani. Obrolan melebar ke "parenting". Anak kecanduan gawai "bukan" semata salah anak. Lingkungan dan pola asuh ikut andil. Orang tua harus satu suara. Aturan jelas. Konsisten. Tidak setengah hati. Yang paling menyentuh justru soal stigma. Banyak orang takut ke psikolog karena takut dicap “tidak waras”. Safira menutup dengan pesan sederhana. 1). Minta tolong itu wajar. 2). Cerita ke ahlinya itu sehat. 3). Kesehatan mental bukan kemewahan. 4). Itu kebutuhan.

Jokosp Sp

Om Juve....sudah lihat data CPI ( Corruption Perceptions Index ) Indonesia 2025?. Tahun 2025 justru menurun scornya dari tahun sebelumnya. 2024 ada di 37, turun di 2025 jadi 34. Ternyata kawan Indonesia sama dengan negara Nepal, Aljasair, Siera Leon dan Malawi. Padahal di tahun 2025 disuarakan berantas korupsi, hingga awal 2026 ini banyak berita penangkapan korupsi hingga barang bukti uang yang disita penuh di atas meja ruangan kejaksaan. Kenapa yang tumbuh justru korupsinya, dan sebaliknya ekonominya terus nyungsep turun?. Katanya negara demokrasi, kok begini?. "Ini bukan demokrasi. Ini Oligarki tata kelola negaranya". "Masih belum pas cara penyembuhannya. Buktinya yang namanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme masih jadi menu keseharian pejabat dan aparatnya. Bukti dari tren kenaikan pejabatnya banyak kena tangkap". Oh....

Murid SD Internasional

Boy alias @Liam Then kemarin berkata: "Haji Isam kaya raya bukan karena baca buku". Dijawab dehem oleh Murid SD Internasional: "Ehem. Bill Gates manusia terkaya seplanet bumi baca 50 buku baru tiap tahun". Mendadak Boy The Liam Then langsung raib. Diangkut pasukan tentara Amerika-kah?

Wilwa

Paling miris kalau pasien sudah sekarat hendak cuci darah. Hhhhh. Atau sudah waktunya kemoterapi atau radiasi atau operasi karena kanker. Duh. Ipul ipul. Nyawa ratusan ribuan bahkan puluhan ribu orang kok jadi taruhan. Lalu enak aja bilang RS tetap harus terima lalu aktivasi bisa belakangan! Lha SOP di RS untuk re-aktivasi khan belum ada petunjuk teknisnya! Ipul layak dipecat!

istianatul muflihah

Insulin pen harganya +/- 120.000 biasa dapat 4 pen per bulan. Begitu tahu jumlah billingnya. Pasien membatalkan. Ditebus kapan kapan.

istianatul muflihah

Pasien sudah sampai rumah sakit. Biasa kontrol ke poli penyakit dalam. Setelah sampai pendaftaran baru tau kalau BPJS PBI nya sudah di non aktifkan oleh pemerintah. Pasien sedih. Tidak bisa menebus obat gratis lagi. Entah siapa yang harus bertanggungjawab....

Udin Salemo

@Bahtiar HS, Redmi Note 13 kayaknya sudah condong ke Serpong. Gak mungkin lungsur ke Rungkut, apalagi Darjo, hahaha...

Bahtiar HS

Masih pada kepo ngapain Abah Dahlan mlencing terbang ke Yaman saat umrah masih setengah jalan. Saya iseng nyari siapa Dubes Yaman saat ini. Biasanya Pak Dahlan kenal dg orang2 penggede spt ini. Atau setidaknya mereka kenal beliau. Dubes Yaman sekarang dirangkap Dubes Indonesia utk Kesultanan Oman, yg melingkupi juga Yaman. Berkedudukan di Muscat, masuk wil Oman. Pucuk timur semenanjung Arabia. Rasanya Abah nggak akan ke sini. Kalau mau ke Sana'a msh perlu 27 jam menempuh jarak 2.359 km. Spt sa'i dari JKT-SBY-JKT-SBY. Dan Dubes Oman skrg YM Moh Irzan Djohan, kayaknya nggak ada hub dg Pak Dahlan. Jadi hampir tdk mungkin ke Oman dulu. Lalu saya browsing penerbangan dari Jeddah ke Yaman dengan maskapai Yamenia. Yang muncul kebanyakan: Tiket Murah dari Jeddah ke Yaman. Itu ada beberapa link dg judul yang hampir sama. TIKET MURAH. Jangan-jangan beliau ke Yaman aji mumpung. Mumpung di Mekkah. Belum tentu sebulan dua ke situ lagi. Dan mumpung tiket murah (di iklan) Jeddah ke Sana'a atau Aden. Sekitar USD 120 - USD 420. Kalau sdh nyampe di sana, gampang. Bisa nyari tumpangan. Makan tinggal nyari resto dari Indonesia. Tulis kisahnya di CHDI. Dpt doble faedah: bahan tulisan dan dapat makan gratis. #Kayaknya Redmi termurah itu akan pindah ke Rungkut

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 87

  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • yea aina
      yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • Dahlan Batubara
    Dahlan Batubara
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • yea aina
    yea aina
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Runner
    Runner
  • mario handoko
    mario handoko
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • sinung nugroho
    sinung nugroho
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Ibnu Citra Hidayat
    Ibnu Citra Hidayat
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • IZHAR FRANDY KUSUMA
    IZHAR FRANDY KUSUMA
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
    • Maramuda Sagala
      Maramuda Sagala
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • nur cahyono
    nur cahyono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • sigit
    sigit
  • HANVINCY ADNOV
    HANVINCY ADNOV
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Sugi
      Sugi
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • rid kc
    rid kc
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman