Belah Tiga
--
Perkembangan terbaru: minyak goreng canola membunuh zaitun.
Akhirnya ada pejabat Amerika yang blak-blakan: "globalisasi telah merugikan Amerika". Yang mengatakan itu Howard Lutnick. Ia menteri perdagangan. Ia pengikut garis keras: anti globalisasi.
Lutnick mengatakan itu di forum sangat penting dunia: Davos. Yang kemarin berlangsung di Davos, Swiss.
Ya sudah.
Berarti jelas.
Amerika tidak setuju dengan globalisasi. Bukan saja tidak setuju. Sudah melakukan langkah tarik diri dari globalisasi.
Maka berakhirlah sudah globalisasi.
Berarti kita memasuki dunia baru tanpa globalisasi. Semua negara diminta memikirkan diri masing-masing.
Dalam hati, saya mengakui itu: Amerika kalah di era globalisasi. Sejak terjadi globalisasi banyak negara miskin naik kelas. Utamanya Tiongkok. Bukan saja naik kelas tapi loncat galah. Bukan naik tangga tapi naik lift.
Dulu jarak kemakmuran antara Amerika dan Asia ibarat langit dan sumur. Lama-lama jarak itu menyempit. Amerika masih terus maju tapi negara seperti Tiongkok majunya pesat. Jarak kian dekat. Bahkan Anda pun meramalkan Tiongkok akan mengalahkan Amerika.
Dengan berakhirnya globalisasi orang harus berhitung lagi: apakah Amerika bisa membuat jarak itu melebar lagi. Apakah Asia akan miskin lagi.
Tiongkok sendiri pada awalnya juga tidak mau globalisasi. Bahkan untuk masuk lembaga perdagangan dunia seperti WTO-pun tidak mau. Justru negara maju yang terus memaksa Tiongkok masuk WTO.
Negara yang paling marah oleh sikap baru Amerika itu ternyata bukan Tiongkok. Ia adalah Kanada. Tetangga terdekat Amerika sendiri.
Awalnya Kanada tidak percaya Amerika bisa berubah sikap pada Kanada. Dua negara itu sudah ibarat pinang terbelah dua yang sudah dilem lagi. Di antara dua negara itu orang dan barang saling wirawiri hampir tanpa batas.
Kanada pun masih tidak langsung percaya Amerika benar-benar berubah sikap. Kanada tidak mau terlalu bereaksi atas sikap baru Amerika. Ia tunggu kebenaran sejatinya. Delapan bulan lamanya Kanada menunggu: jangan-jangan Amerika masih bisa diajak berunding.
Ternyata yang ditunggu tidak datang. Amerika terus melancarkan "humor" ingin menjadikan Kanada sekadar negara bagiannya yang ke-51.
Sedikit saja Kanada merespons negatif ada saja "hukuman" tambahan yang dijatuhkan Amerika ke Kanada.
Salah satu hukuman tambahan itu menggunakan alasan yang sangat sepele. Soal iklan di televisi: salah satu gubernur di Kanada pasang iklan di TV Amerika. Isinya: ucapan Presiden Amerika masa lalu, Ronald Reagan, bahwa proteksi itu antikemajuan. Kanada dianggap menggunakan mantan Presiden Amerika untuk menyerang kebijakan Presiden Amerika yang sekarang.
Setelah menanti delapan bulan akhirnya Kanada ambil kesimpulan: Amerika tidak bisa lagi diandalkan sebagai sahabat. Persahabatan lama sudah berakhir. Bahkan Kanada merasa sedang benar-benar dimusuhi Amerika.
Maka Kanada ambil jalan baru: datang ke musuh awal Amerika. Anda sudah tahu siapa dia: Tiongkok.
Jalan barunya itu sampai melupakan misi mulianya di bidang demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Dia tidak peduli lagi Tiongkok itu komunis. Dia seperti begitu saja melupakan hubungannya yang tegang dengan Tiongkok. Termasuk melupakan dua warganya yang ditangkap di sana.
Tiongkok sendiri juga demikian. Seperti melupakan peristiwa menyakitkan hatinya: yakni ketika Meng Wanzhou, putri pemilik Huawei ditangkap ketika transit di bandara Vancouver, Kanada.
BACA JUGA: Sabrina Setahun
Pekan kemarin Mark Carney, perdana menteri Kanada, datang ke Beijing. Mesra sekali. Keduanya lagi saling cari teman. Keputusan besar pun diambil. Kanada mengijinkan mobil listrik Tiongkok masuk ke sana. Jumlahnya sampai 49.000. Sebaliknya Tiongkok bersedia mengimpor canola dari Kanada. Jumlahnya fantastis.
"Tiongkok adalah partner yang bisa dipercaya dan diandalkan," ujar Carney. Artinya: Amerika tidak bisa dipercaya dan diandalkan. Lem di pinang itu pun meleleh.
Kanada memang produsen canola terbesar di dunia: sekitar 30 juta ton per tahun. Banyak petani gandum Kanada beralih ke canola. Dengan hektare yang sama nilai jual canola bisa 20 persen lebih tinggi dari menanam gandum.
Kanada memang negara pertama yang memproduksi canola. Bahkan canola sendiri singkatan dari Canada oil low acit.
Awalnya canola tanaman kuno: bernama rapeseed. Memang, sejak zaman dulu, bijinya yang sekecil kacang hijau itu bisa dibuat minyak goreng. Tapi berbahaya: acit-nya tinggi.
Seorang ahli di Kanada, Baldur R. Stefansson, lantas berhasil merekayasanya: kadar acit-nya dibuang. Rapeseed pun jadi canola.
Minyak goreng canola pun laris. Sangat bagus untuk kesehatan. Omega3-nya tinggi. Susunan kimiawinya tidak rusak biar pun dipanaskan.

--
Ini berbeda dengan olive oil (minyak zaitun). Harganya mahal. Kalau dipakai menggoreng, khasiat zaitunnya rusak. Apalagi kalau sampai suhu tinggi. Minyaknya sampai mendidih. Khasiatnya merosot.
Maka di Amerika canola mendapat gelar sebagai "pembunuh" zaitun. Terutama di saat harga-harga kebutuhan pokok naik seperti sekarang ini. Zaitun dianggap sudah terlalu mahal. Harus hanya dipakai untuk dijadikan olesan segar: terutama untuk salad.
Kanada tidak lagi bisa jualan canola ke Amerika. Bisa. Tapi dengan tarif Trump jatuhnya menjadi mahal.
Carney jadi bintang paling cemerlang di Forum Davos. Ups...ada bintang lainnya: Ursula von der Leyen. Dia Presiden Uni Eropa. Pidatonya juga sangat tegas: Eropa harus independen dari Amerika. Termasuk di bidang pertahanan. Mendengarkan pidato von der Leyen hati saya tergetar: tatanan lama dunia sudah bubar. Padahal tatanan baru belum mewujud.
Presiden Donald Trump kehilangan pamor di Forum Davos kali ini. Para pemimpin bisnis dunia antre ingin bertemu Carney. Trump diabaikan.

Presiden Donald Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di atas pesawat angkatan udara AS setelah mengunjungi Forum Ekonomi Dunia di Davos-Evan Vucci -Association Press
Memang akhirnya terbukti: Amerika kalah dalam globalisasi. Tapi tanpa globalisasi belum tentu juga Amerika lebih baik dari sekarang.
Kejayaan itu bertahan sejak Amerika meninggalkan emas. Amerika menggantikan emas dengan dolarnya. Dunia pun terjebak ke dalam dolar Amerika.
Dari Forum Davos Anda bisa ambil kesimpulan: kini dunia terbelah menjadi tiga blok --Amerika, Tiongkok-Rusia, dan Uni Eropa.
Amerika Latin jadi rebutan tiga-tiganya. Venezuela dan Argentina kelihatannya ikut Amerika. Brasil, Peru, ikut Tiongkok. Kanada ikut Eropa.
Indonesia disebut sekali dalam pidato Ursula von der Leyen --sudah menandatangani perdagangan bebas dengan Eropa. Pun beberapa negara Amerika Latin. Juga Thailand dan Malaysia. "Minggu depan dengan India," katanyi.
"Eropa perlu negara-negara itu. Negara-negara itu juga perlu Eropa," ujar Leyen.

Presiden RI, Prabowo Subianto pada World Economic Forum di Davos, Switzerland 2026-Sekretariat Presiden-Sekretariat Presiden
Di mana posisi Singapura? Selama ini di blok Amerika. Di peta dunia yang baru Singapura bisa terkucil dari lingkungannya.
Tidak menyangka dunia berubah secepat ini. Biarlah. Tidak apa-apa. Apa boleh buat. Kita harus mulai siap dengan hidup baru. Yang penting jangan perang. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 23 Januari 2026: Transformasi Ngambek
Hasyim Muhammad Abdul Haq
"Akhirnya diketahui: pimpinan APH setempat, kala itu, hanya minta jatah sejumlah uang." Persis! Begitulah faktanya di lapangan. Ke RSUD milik pemerintah saja begitu, apalagi ke pengusaha swasta. Pengusaha kecil seperti saya juga selalu "setor" kepada mereka yang berseragam. Kalau tidak, ya pasti ada saja kesalahan kita. Aturan dibuat bukan untuk ditegakkan, tapi sebagai alat bantu bagi APH saat perlu duit. Hukum dibiarkan dilanggar supaya masyarakat membudayakan pelanggaran. Tujuannya saat APH perli duit, ada sasarannya.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
NGAMBEK PUTIH, NGAMBEK YANG PRODUKTIF.. Ngambek sering dianggap dosa kepemimpinan. Padahal tidak selalu. Dalam cerita Dokter Supriyanto, ngambek justru jadi alat. Bukan tujuan. Bukan drama. Apalagi baper berkepanjangan. Ini ngambek yang sadar arah. Saat sistem lama menolak berubah, ia tidak berteriak. Ia minggir sebentar. Memberi jarak. Membiarkan sistem lama merasakan sepi. Dokter ngambek setengah. Rumah sakit ikut ngos-ngosan. Di situ pesan sampai tanpa spanduk. Yang menarik, ngambeknya kolektif tapi rasional. Ada tuntutan. Ada data. Ada visi. Bukan sekadar curhat status WA. Dan begitu pintu terbuka, ego diturunkan. Senior tetap dihormati. Tugas jalan. Perubahan masuk perlahan tapi permanen. Kasus APH lebih pahit. Sudah berprestasi masih dicurigai. Di sini ngambeknya sunyi. Menghilang dari hiruk pikuk. Membiarkan sistem bicara sendiri. Transparansi jadi tameng. Dan benar, kebohongan kelelahan sendiri. Pelajaran pentingnya sederhana. Pemimpin boleh ngambek. Tapi harus tahu kapan berhenti. Ngambek boleh jadi taktik. Misi jangan ikut ngambek. Kalau dua-duanya ngambek, yang bangkrut bukan ego. Tapi organisasi.
bitrik sulaiman
Alhamdulillah
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TANTANGAN MENGELOLA TRANSFORMASI RSCM.. Mengelola perubahan di RSCM jelas bukan naik kelas. Ini pindah "liga". RSUD Tulungagung itu kapal cepat. RSCM kapal induk. Awak banyak. Ego lebih banyak. Sejarah panjang. Tradisi tebal. Salah belok sedikit, gelombangnya terasa nasional. Di RSCM, senioritas bukan sekadar umur. Ia identitas. Ada yang merasa paling tahu. Paling berjasa. Paling paham RSCM. Wajar. Mereka besar di situ. Tapi justru di situlah gesekannya. Transformasi sering dianggap ancaman, bukan kebutuhan. Rasa terancam itu nyata. Sistem baru mengubah pola lama. Zona nyaman bergeser. Yang dulu sakral jadi terukur. Yang dulu “kepercayaan” jadi transparan. Tidak semua siap. Tidak semua mau. Belum lagi faktor luar. Ada yang datang membawa atribut pejabat. Ada pula yang mengatasnamakan profesi. Atau IDI. Bisa jadi pendapat pribadi dibungkus seolah suara kolektif. Padahal seringnya itu suara kepentingan. Mengelola RSCM berarti mengelola ego, sejarah, dan politik profesi sekaligus. Tantangannya bukan teknis medis. Tapi psikologi organisasi. Di sinilah kesabaran, legitimasi, dan konsistensi diuji. Kalau lolos, RSCM benar-benar berubah. Kalau tidak, ia hanya berganti slogan. ### (Selamat berjuang pak Pri. Pak Pri yang dokter)..
Trilyuner Beriman
Takkira APH itu semacam pengawas bidang kesehatan gitu. Ternyata...oh ternyata
Kujang Amburadul
Siapa bupatinya waktu itu? Siapa komandan APHnya waktu itu? Siapa yg bisa nyari di belantara digital? Ayo tampilkan!
Hendri Ma'ruf
Lha, tulisan DI pagi ini yang berjudul Transformasi Ngambek mengilhami saya untuk menulis "Ngambek Sebagai Strategi." Saya akan nulis di LinkedIn dan akan saya urai dari kacamata pengembangan manajemen. Lho kok "pengembangan manajemen"? Ya karena pengembangan kepemimpinan, pengembangan SDM, dan pengembangan organisasi itu tidak lain dari bagian Pengembangan Manajemen alias dalam coro Inggrise "Management Development." Pak Menkes ternyata tahu persis bahwa organisasi itu bisa berkembang dan maju kalau pemimpinnya yang duluan berjenis mengembangkan. Buat apa masang doktor dan profesor jadi kepada rumah sakit kalau prestasi dan pengalamannya tidak pernah nyata dalam bidang terkait. Lebih pada akademiknya saja. Yo ora cocok tho? Itulah kesesuaian antara kebutuhan organisasi, dalam hal ini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dengan kepiawaian sang pemimpin. Atau LCKF, Leader-Context Knowledge Fit. Semoga RSCM dg pemimpin barunya maju. Semoga ngambek sebagai strategi kalau terpaksa saja nanti digunakan. Mungkin bentuk "Ngambek sebagai Strategi" itu nantinya bisa berupa menggantung keputusan misalnya. Bisa juga dalam bentuk terbalik, yaitu langsung ngasih apa yang dikehendaki oleh lawan "office politics"nya nanti. Ngelulu kalau dalam bahasa Jawa. Do'aku bersamamu pak Supriyanto. Ya Allah ya Rabb, bimbinglah pak dokter ini dalam kepemimpinannya nanti. Ya Allah ya Rabb, berikan dia ide dan kekuatan fisik serta kekuatan hati dalam menghadapi berbagai kendala nantinya. Aamiin.
Prieyanto
Ngambek itu bukan emosi, ia bahasa rasa. Bukan tanda kurang cinta, melainkan cinta yang salah kamus. Hubungan sering retak bukan karena tak ada rasa, tetapi karena tak ada yang mau membuka kamus itu bersama. Kita berharap peka tanpa kata, berbicara hanya dengan rasa dan tanda. semuanya sama lelah bicara pada telinga yang sibuk membela diri. Maka cinta tidak mati karena benci, ia akan mati perlahan saat terus dibiarkan salah arti. Hari gini masih berharap dimengerti..? #prie
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMorning – 23 JANUARI 2026.. Pagi ini DISMorning terasa lebih sunyi, tapi justru lebih dalam. Ada Dahlan Iskan. Ada Ricky Elson. Ada cerita lama yang belum selesai. Tentang mobil listrik. Tentang niat baik. Tentang bangsa yang ingin lompat jauh, tapi kakinya belum siap. Nama mobil itu Tucuxi. Diambil dari lumba-lumba Sungai Amazon. Indah. Gesit. Futuristik. Tapi lahir terlalu cepat. Riset belum matang. Ekosistem belum ada. Negeri ini belum siap. Namun niatnya tulus. Sangat tulus. Ricky bercerita tanpa dendam. Dengan logika. Dengan data. Dengan luka yang sudah sembuh. Mobil listrik bukan mainan. Itu perang teknologi. Jepang perlu 39 perusahaan dan satu universitas. Indonesia waktu itu hanya bermodal tekad. Dan keberanian. Kecelakaan Tucuxi justru jadi penanda. Bukan kegagalan total. Semua selamat. Teknologi keselamatan bekerja. Indonesia pernah sampai sejauh itu. Pernah berani bermimpi jadi tuan rumah. Dahlan Iskan jujur. Ia minta maaf. Memanggil anak bangsa pulang, tapi belum mampu menjaganya. Ricky memilih jalan sunyi. Pulang ke desa. Mendidik. Mengabdi. Di Tasikmalaya. Hari ini mobil listrik membanjiri Indonesia. Tapi tak satu pun milik kita. ### ((Cerita pagi ini seperti cermin. Bukan untuk menyesal. Tapi agar saat kesempatan datang lagi, kita tidak sekadar jadi penonton.)).
Muh Nursalim
Kesehatan itu industri. Ini biangnya. Semakin banyak orang sakit semakin banyak rejeki. Kalau ini filosofinya, sampai indonesia bubar pelayanan kesehatan tidak akan pernah baik. Harus diubah mestinya. Sehat adalah hak. Setiap warga negara punya hak untuk meraihnya. Dengan begitu negara akan serius mencegah agar masyarakat tidak mudah kena penyakit. Kontrol segala makanan junk food yang menggila hari-hari ini. Sampai anak-anak SD pun hrs cuci darah akibat junk food.
Rizal Falih
Ada pasien yang kritis soal dokter. Tidak mau sembarang memilih dokter. Biasanya karena mampu bayar sendiri. Paling tidak punya asuransi kesehatan yang bagus. Atau punya BPJS, tapi tidak digunakan. Dokter yang dipilih adalah dokter senior. Sudah direkomendasikan oleh banyak pasienya. Apakah berobat dengan BPJS bisa memilih dokter?. Tentu saja bisa. Meskipun, ada dokter senior di rumah sakit yang tidak melayani pasien BPJS. Caranya melihatnya bagaimana. Paling gampang searching di google. Simpel. Cari daftar nama dokter di web rumah sakit yang dituju. Biasanya ada profile dokter yang ada di RS tersebut. Paling tidak diprofilenya muncul lulusan tahun berapa dan dari universitas mana. Setelah mendapatkan nama dokter yang sesuai. Buat daftar prioritas, kalau perlu. Lalu di cocokan dengan aplikasi JKN. Pada saat melakukan pendaftaran untuk berobat. Daftar disaat dokter tersebut praktek. Kalau berdasarkan pencarian dokter yang dituju tidak ada. Berarti dokter tersebut, tidak menerima pasien BPJS. Atau mungkin juga melayani pasien BPJS tapi di RS yang lain.
Juve Zhang
Kenangan mengelola proyek infrastruktur zaman Majapahit semua aparat seragam warna apapun minta jatah ...datang ke kantor proyek dengan dalih jual jam dinding....jual spanduk....jual apapun yg penting uang harus diterima oleh mereka....jatah uang model begini sudah rutin....kita di proyek gak bisa nolak walaupun gak masuk akal.... proyek kita di sebuah kota kecil .... aparat ada acara di kota besar jarak 220 km kita dipaksa beli undangan dangdut ria....pak borong undangan ini semua .....saya comot 5 lembar kasih uang seharga 5 lembar.....wkwkw... orang gila mau nonton dangdut 220 km..... undangan dangdut kami buang ke tong sampah.....wkwkw... itulah wajah aparat zaman Majapahit....
Juve Zhang
Argentina buka pintu kemarin kapal raksasa BYD menurunkan muatan di Argentina.... mobil listrik Tiongkok boleh masuk Argentina tarif 0%.....tentu saja ini kejutan besar karena Argentina teman baik Amerika tetap saja Argentina susah hidup nya....T yg beli kedelai Argentina juga daging sapi.... Amerika gak bantu karena jualan juga kedelai ke T.... sama sama penjual....
Thamrin Dahlan YPTD
Ngambek kerja suatu strategi manajemen ? Mungkin istilah tepatnya, Disengagement (menarik diri dan tidak peduli). Ini ngambek positif. Tujuan utama ketika melakukan perubahan memang harus lihai menghadapi birokrat "aneh" . Bisa jadi Beliau alergi perubahan. Alasannya banyak, antara lain ingin tetap dianggap atau ada sesuatu yang merugikan perjabat tersebut apabila ada perubahan sitem. Dr Supriyanto sudah lulus di RS Daerah Tulung Agung. Mendapat penghargaan tingakt dunia bukan kaleng kaleng. Kini mendapat tugas di RSCM. Harus pakai strategi lain bersebab ngambek tampaknya tidak mempan menghadapi senior dokter yang guru besar dan super spesialis. Awak ingat diplomasi Haji Agus Salaim . Anak keturunan Minangkabau nan piawai mengatasi setiap hambatan melalui ilmu komunikasi. Bahasa Minag begini " Iyoin pendapat urang laluin juo gagasan awak." Terjemhan bebas. Ketika menyampaikan program selalu ada pendapat negatif. Cara paling cerdik setuju saja pendapat mereka namun yang penting ide gagasan kita diterima. Hindari konfrontasi. . Pendapat Bapak Boss sangat bagus namun akan lebih mantab bila kita tambahkan ini dan itu,.Oleh karena itu senior paling senang bila pendapat mereka di anggap, padahal sebenarnya lebih banyak ide si anak muda yang masuk untuk perubahan. 2 tahun lagi menikmati hasil kerja keras dr Supriyanto dengan dukungan kuat Menkes. Hospital Without Wall RSCM "Tak berdinding" jadi sahabat pasien siapapun dia. .Soal AHU minta bagian ? Minta ampun.....
alasroban
Konon yang sedang hangat. Tiongkok juga kirim 16 pesawat kargo ke Iran. Dalam rentang 56 jam. Nampaknya Tiongkok tak mau Iran di jadiin sambel pecel sama US.
Juve Zhang
Kuba di embargo minyak Venezuela oleh Amerika....biarkan Kuba melarat mati kata Amerika.... Tiongkok gak mau Kuba mati Kelaparan di embargo minyak....maka dikirim nya Beras gelombang pertama sudah datang 2500 Ton beras bantuan Tiongkok dan gelombang beras ini akan datang lagi terus menerus bisa belasan kali kapal bawa beras ke Kuba ..... sungguh Kuba sangat berterimakasih kepada Tiongkok karena bukan satu kapal yg akan datang rencana bertahap dan belasan trip kapal kargo akan bawa beras ke Kuba..... Amerika mau membunuh rakyat Kuba dalam kemiskinan tapi Robin hood datang berupa Kapal kargo isi 2500 ton beras....
alasroban
Kata kuncinya di "change management" Di manufacturing kadang implementasi ERP gagal gara-gara susah merubah habbit yang sudah lama terbentuk. Apa yang di hadapi pak dokter Supriyanto ya kurang lebih sama. Mungkin lebih mengerikan karena berhadapan dangan berbagai wajah birokrat. Semangka pak dokter.
Jokosp Sp
Jasa penitipan ternyata terus berkembang, dan itu tidak harus yang online. 1. Saya titip Paman saya di MK 2. Saya titip anak saya untuk jadi Wapres 3. Saya tititp Raja Ampat buat ditambang di luar wisatanya 4. Saya titip ke umat Islam untuk tambahan alokasi hajinya 5. Saya titip Kota Madiun untuk dikelola 6. Saya titip kota Pati untuk dikelola 7. Saya titip bumi Sumatera Utara dan Aceh untuk dikelola gunung dan hutannya 8. Saya titip bumi Borneo untuk dikelola gunung dan hutannya 9. Saya titip bumi Sulawesi untuk dikelola gunung dan hutannya 10. Saya titip bumi bangka untuk dikelola kekayaan lahannya 11. Saya titip....... 12. Saya titip....... 13. Saya titip...... Semua bisa ditipkan agar dikelola dan hasilnya bisa dibagi-bagi. Hanya untuk mereka.
Murid SD Internasional
Minggu, 21 Januari 2024, saat debat cawapres digelar KPU RI di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, cawapres Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan statement begini. Silakan baca / perhatikan baik-baik. "JIKA... agenda hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi menuju energi hijau, ekonomi kreatif, UMKM, bisa kita kawal... INSYA ALLAH... akan terbuka, 19 juta lapangan pekerjaan, untuk generasi muda, dan kaum perempuan." Pelototi baik-baik. Pakai kacamata baca kalau perlu. Ternyata ada kata... "JIKA". Dan bahkan ada kalimat... "INSYA ALLAH". Ajaib... Mendadak puluhan juta orang berkata: "GIBRAN MENJANJIKAN 19 JUTA LAPANGAN KERJA". Bahkan saya hitung pula, setidaknya ada 319 media massa online, dari level sampah, sampai media online giant (raksasa) sekelas CNBC Indonesia hingga KOMPAS, yang kompak berjamaah merilis berita dengan narasi letterlijk: "GIBRAN MENJANJIKAN 19 JUTA LAPANGAN PEKERJAAN" dan "JANJI 19 JUTA LAPANGAN KERJA GIBRAN". What the f*ck... Berarti, kalau ada seorang ayah yang berkata begini kepada anaknya: "Nak... JIKA... usaha Papa tahun ini lancar, dan berhasil membukukan margin minimal Rp1 miliar, INSYA ALLAH... kita sekeluarga jadi berangkat umrah ke Tanah Suci dan liburan 2 pekan ke negeri-negeri Skandinavia" --> ...artinya, si ayah ini BERJANJI??? Luar biasa... ternyata TARAF KOGNITIF + KEJUJURAN mayoritas kita / media-media kita, SEJEBLOK dan SEMEROSOT ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 182
Silahkan login untuk berkomentar