Pramono Khawatir Perang Israel-AS Vs Iran Picu Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Pramono Khawatir Perang Israel-AS Vs Iran Picu Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen-Disway/Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap perang antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak berlangsung lama.

Pasalnya perang Israel-AS vs Iran ini dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa di Jakarta.

“Jadi memang mudah-mudahan secara sungguh-sungguh saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Senin, 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Ungkapan Belasungkawa MUI atas Wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Tri Sutrisno

BACA JUGA:Pasangan Lansia di Bekasi Bersimbah Darah, Diduga Jadi Korban Perampokan Sadis

Kata Pramono, konflik di timur tengah yang berkepanjangan dapat mengganggu rantai pasok global (supply chain).

Pasalnya jalur distribusi utama dunia Selat Hormuz kini telah ditutup imbas perang tersebut.

“Kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan barang menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo memastikan, di tengah konflik bersenjata antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran, stok pangan strategis di Ibu Kota mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hirjriah.

BACA JUGA:Permata Bank Syariah Perkuat Komitmen 'Syariah untuk Semua' di HijrahFest Ramadan 2026

BACA JUGA:PT TUN Batalkan Putusan PTUN, Gugatan Indobuildco atas Blok 15 GBK Kandas!

Dari itu, Pemprov DKI meminta masyarakat tidak panic buying dengan membeli bahan pangan secara berlebihan.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ucap Elisabeth dalam keterangannya pada Senin, 2 Februari 2026.

Elisabeth menyadari, kondisi global yang kian memanas, dapat berimbas pada kenaikan barang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads