Rupiah Melemah, Daihatsu Belum Naikkan Harga Mobil

Kamis 21-05-2026,20:29 WIB
Reporter: Doddy Suryawan |
Rupiah Melemah, Daihatsu Belum Naikkan Harga Mobil

Di sisi pasar, penjualan Daihatsu tetap stabil, khususnya di segmen Low Cost Green Car (LCGC) MPV. Penurunan justru terjadi pada segmen hatchback.-dok Disway-

TANGSEL, DISWAY.ID-- Nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menembus kisaran Rp17.000 mulai memberi tekanan pada industri otomotif nasional. 

Menyikapi kondisi ini, Daihatsu memilih langkah hati-hati dengan belum menaikkan harga kendaraan di pasar.

BACA JUGA:BYD Tech Culture Fest Rasakan Pengalaman Teknologi HEV

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan fluktuasi nilai tukar memang berdampak pada biaya produksi, terutama karena masih adanya komponen impor. Meski begitu, tingkat lokalisasi Daihatsu di Indonesia saat ini telah melampaui 80 persen.

“Fluktuasi ini pasti membutuhkan penyesuaian. Tapi kami melakukan langkah seperti restrukturisasi biaya, efisiensi manufaktur, serta pembahasan dengan supply chain untuk meningkatkan lokalisasi komponen,” ujar Sri Agung, di BSD,  Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menegaskan, tekanan nilai tukar tidak hanya dirasakan satu perusahaan, melainkan seluruh industri otomotif di Indonesia. 

BACA JUGA:Rosan Tunjuk Luke Thomas Mahony Jadi Dirut PT Danantara Sumber Daya Indonesia

Karena itu, setiap langkah penyesuaian dilakukan secara prudent dan tidak serta-merta dibebankan kepada konsumen.

"Tidak semua dampak itu langsung dibebankan ke konsumen.Kami lakukan dengan sangat hati-hati,” katanya.

Menariknya, hingga lima bulan terakhir, Daihatsu memastikan belum ada kenaikan harga kendaraan. Strategi ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama karena mayoritas konsumen Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama (first car buyer).

Di sisi pasar, penjualan Daihatsu tetap stabil, khususnya di segmen Low Cost Green Car (LCGC) MPV. Penurunan justru terjadi pada segmen hatchback. 

BACA JUGA:Debut Ramadhipa di Moto3 Junior 2026, Ingin Ulang Kemenangan Manis di Catalunya!

Stabilnya kinerja ini ditopang ekspansi ke wilayah rural dan remote yang kini menyumbang lebih dari 50 persen distribusi.

Selain itu, dukungan ekosistem pembiayaan internal grup juga menjadi faktor penting. Sekitar 55–60 persen penjualan didorong oleh skema kredit fleksibel yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: