Model Polytron

Model Polytron

Dahlan Iskan mencoba mengemudikan mobil listrik Polytron G3+ di area pabrik Polytron di Sayung, Demak.--

Begitu sulit menemukan mobil listrik di tengah budaya mobil di Amerika. Apalagi di Kanada. Sesekali masih melihat Tesla di Amerika tapi tidak pernah melihat merek mobil listrik yang lain. Di Kanada Tesla pun sangat jarang terlihat.

"Bukankah sudah ada kesepakatan Kanada-Tiongkok bahwa mobil listrik Tiongkok boleh masuk Kanada setelah canola Kanada boleh masuk Tiongkok?" tanya saya. "Kenapa saya tidak melihat ada BYD di sini?"

"Desember nanti orang Kanada baru bisa beli mobil listrik Tiongkok".

Kanada beda dengan Indonesia. Produk minyak Kanada berlebihan untuk dipakai sendiri. Tidak ada kepentingan buru-buru pindah ke mobil listrik. Beda dengan negara Anda –negara saya juga: keuangan negara selalu dan selalu dirongrong subsidi BBM.

Maka ingatan saya ke Polytron.

Sudah lama saya ingin ke Polytron tapi baru kesampaian kapan itu –bersama rombongan tur bisnis Disway ke Semarang (Disway Explore Business with Dahlan Iskan –Jateng Series).

Saya ingin memberikan apresiasi yang tinggi: akhirnya ada perusahaan dalam negeri yang serius memproduksi kendaraan listrik: Polytron, dari grup Djarum, Kudus.

Kata ''dengan serius'' perlu saya tegaskan mengingat baru Polytron yang melakukan investasi besar dan menyiapkan tim riset yang kuat. Produk pertamanya memang tidak langsung mobil tapi itu langkah yang benar: mendahulukan motor sambil membangun fondasi yang kuat.

Boleh dikata sepeda motor listrik Polytron kini sudah ''mapan''. Sudah mulai mengakar. Tahap coba-coba sudah lama berlalu. Sudah profesional. Sudah tinggal menaikkan market share. Angka produksinya pun sudah 10 kendaraan per jam. Sudah pakai sistem produksi ban berjalan seperti di industri motor yang modern.

Saya lihat pekerjanya sangat muda-muda semua –campur laki-laki perempuan.


Dahlan Iskan bersama CEO Polytron Hariono (dua dari kiri) di showroom di pabrik Polytron di Sayung, Demak.--

Desainnya juga sudah matang, termasuk bisa menggabungkan antara ''cantik'', kuat, aman, dan hemat energi.

Misalnya baterai: ditempatkan di bagian bawah sepeda motor agar bisa memanfaatkan udara dari depan saat motor melaju. Angin dari depan masuk deras ke lubang kotak baterai. Itu berfungsi sebagai pendingin baterai. Hasilnya: baterai lebih awet. Suhu udara di dalam baterai turun sampai 30 persen.

Polytron memang berkepentingan dengan keawetan baterai. Itu karena penjualan motor listrik Polytron pakai sistem sewa baterai. Harga motor menjadi lebih murah. Sudah bisa bersaing dengan sepeda motor bensin.

Memang pembeli masih harus bayar sewa baterai secara bulanan tapi nilai sewanya masih lebih murah dari biaya sebulan membeli bensin.

Polytron sudah menemukan model bisnis penjualan motor listrik di Indonesia. Tinggal satu lagi yang masih harus diperjuangkan: bagaimana bisa membangun sebanyak mungkin stasiun charging.

Kalau bagian ini sudah bisa dilewati Polytron tinggal menuai panennya. Perjuangan Polytron dalam merintis industri motor listrik sudah sangat panjang. Sudah menjadi haknya untuk berhasil.

Perhatikan merek-merek motor listrik yang lain: mereka masih pada tingkat dikendalikan oleh kelas pedagang. Bukan oleh kelas industriawan.

Pedagang punya sifat hit and run. Tidak perlu investasi fondasi. Juga tidak perlu mikir terlalu ke depan. Tinggal beli suku cadang lalu dirakit secukupnya.

Pedagang berangkat dari nol. Industriawan berangkat dari minus yang dalam. Industriawan harus membangun fondasi.

Cara berpikir industri juga jauh lebih ke depan. Pun Polytron: sudah memikirkan apa yang akan terjadi delapan tahun lagi: kelak harus melakukan apa. Khususnya di bidang baterai.

Delapan tahun lagi baterai itu sudah tidak efisien lagi untuk sepeda motor. Harus diganti. Bekasnya, yang belum perlu dibuang, akan dikemanakan atau dipakai apa.

CEO Polytron Ir Hariono membisikkan bocoran konsep masa depan baterai itu. Masih rahasia. Tapi begitu mendengar bisikan itu saya langsung paham.

Setelah paham saya pun acungkan jempol kepadanya. Idenya sangat bagus –kalau Anda bisa menebak Anda layak jadi calon CEO Polytron setelah Hariono pensiun kelak.

Hariono orang Bojonegoro. Ia alumnus elektro ITS –arus lemah. Ia sudah memimpin Polytron sejak Djarum masuk ke industri elektronik: mulai dari speaker kecil sampai TV, mesin cuci, dan AC.

Anda sudah tahu: belakangan Polytron juga sudah mulai memproduksi mobil listrik. Penjualannya juga pakai sistem sewa baterai. Masa depan baterai mobil itu akan dibuat sama dengan baterai sepeda motor.

Di pabriknya di sebelah timur Semarang itu saya pun mencoba mobil listrik Polytron. Keliling pabrik seluas 39 hektare. Tidak satu pun yang bisa saya cela dari mobil Polytron. Saya menyetirnya dengan doa: semoga bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Lalu, siapa tahu, ada jalan masuk Amerika atau Kanada. (Dahlan Iskan)


Family Constitution--

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 4 Juli 2026: Serba Mirip

djokoLodang

-o-- ... Ibarat ke Jawa Barat saya harus ke "Ibu kotanya Sunda: Sumedang!'' ... *) Waduh, Abah, teman kita yang asli Cianjur pasti uring-uringan baca ini. --0-

rid kc

Indonesia lebih maju dari Amerika dan Kanada karena punya uang digital. Dan kita bangga bisa beli bensin seharga Amerika dan Kanada padahal pendapatan kita jauh lebih kecil dari mereka. Itulah watak bangsa kita yang tidak mau mengakui bahwa negara ini terbelakang. Setidaknya kita bangga dengan adanya QRIS alat pembayaran yang digugat oleh Trump itu selain uang digital. Yang penting ada yang dibanggakan daripada tidak

Kujang Amburadul

Baru pagi ini ada tulisan yg ngece habis-habisan negara Konoha. Kalo saya boleh menilai tupil (tulisan pilihan), mungkin ini tupil terbaik, nilai 10 dari 9 tulisan. Harga bensin di Kanada yg sama dng di Konoha, jadi murah karena pendapatan rata2 mereka jauh lebih diatas. Miripnya dimana? Dan Konoha harus bangga dng mudahnya dlm hal pembayaran, apa juga harus bangga dng susahnya pendapatan? Sungguh tulisan terpilih yg sangat "membagongkan".

Gerring Obama

Surabaya bukan kota terbesar ke 10. Coba kita berhitung.. jakarta selatan, jakarta timur, jakarta Utara, jakarta barat, jakarta pusat, Bogor, Depok, Tangerang, bekasi, Surabaya. Eh benar.... Sialnya, kalo kita jadi karyawan kantor cabang surabaya dengan kantor pusat jakarta... Selalu dibilang kota kedua terbesar di Indonesia harus bisa create angka penjualan atau bisa memonetize jadi nomer dua dengan angka tidak boleh jomplang. Padahal, kalo angka penjualan kita separoh dari jakarta itu sudah sangat powerful dibanding jakarta. Bukan begitu? Wkwkwk

riansyah harun

Hampir mirip. Harga bensin di Kanada dengan harga bensin di Indonesia. Barangkali yang tidak mirip, adalah penjualan bensin eceran pinggir jalan. Kalau di Indonesia, hanya berjarak sekian kali lemparan batu saja, akan ditemui penjual eceran tadi. Tapi siapa tau, disana juga ada...?? Uppsss, kalau ada, berarti disana juga ada UMKM nya..????

Taufik Hidayat

Wah . Membaca artikel perjalanan. Abah di Kanada kali ini benar benar mengingatkan perjalanan saya sendiri , lebih 26 tahun lalu. Toronto , Niagara Falls , Ottawa dan juga Montreal . Bedanya adalah kami (keluarga dengan tiga anak kecil usia 10-6 -3 tahun) sempat mampir ke tempat kenalan di Penetanguishene, di tepian Georgia Bay yang sepi dan indah. Dari penetangusihene ke Ottawa Kai harus nik bus, nama bisnya Coach Canada yang warnanya ada garis merah dan biri pada warna dasar seng. Sebenarnya setelah dari Montreal sempat ingin ke Quebec City yang jaraknya masih sekitar 250 km Kee utara. Tapi karena udara makin dingin di akhir Oktober awal November akhirnya kami memutuskan kembali saja ke Jakarta. Jadi naik bus dari Montreal ke Toronto, sampai terminal bus langsung naik taksi ke Pearson Airport dan naik pesawat ke Hong Kong dengan transit Anchorage di Alaska, sampai Hongkong langsung lagi ke Jakarta. Lumayan total perjalanan lebih dari 33-36 jam . Beda sama abah yang di Kanada naik mobil sendiri.

Achmad Faisol

Itu seperti saya pernah disangka alumni Harvard saat mengatakan ''saya pernah di Harvard''. ####### kalimat ini sama dengan pesan untuk adik-adik SMA berikut: masuk ITS atau Unair itu mudah...

Sadewa 19

Dua ekor burung yg diikat jadi satu, akan tetap berada di tanah meskipun mereka memiliki empat sayap. US dan Kanada mungkin seperti dua burung itu. Sama sama kuat, sama sama maju sama sama bisa terbang ekonominya. Namun ketika digabung belum tentu akan selaras dan tetap terbang. Kanada dan Mamarika, seperti dua burung yg punya pendiriannya masing-masing. Apaalgi Kanada akhir akhir ini justru lebih merapat ke China dibanding Mamarika. Pun begitu, ketika burung garuda diikat bersama gajah duduk, tidak serta merta menjadi gajah terbang. Justru ekonomi nyungsep dan harga harga sembako yg beterbangan.

Kalender Bagus

Di Kanada atau AS, pembayaran dengan kode QR ga bisa berkembang, alias dihambat. Sebabnya, keuntungannya untuk pihak bank jauh lebih kecil dibanding CC. Di Indonesia CC ga bisa berkembang, digantikan dengan paylater. Walaupun bunganya tinggi tapi bisa verifikasi dengan foto tengok kanan tengok kiri sambil pegang KTP.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Tulisan tentang Canada mengingatkan saya pada tragedi Senayan. Apa itu tragedi Senayan? Yaitu kekalahan tim sepakbola indonesia melawan Korea Utara pada babak final sepak bola pra olimpiade Montreal Kanada 1976. Andai saja menang, Indonesia akan lolos ke olimpiade Canada 1976. Indonesia dibawah pelatih Wiel cover, sayang sekali kalah tragis dengan adu penalti dengan skor 4-5 melawan Korea Utara. Karena tendangan Anjas Asmara dan Risdianto gagal menembus kiper Korea Utara. Pertandingan digelar di stadion utama Senayan pada tanggal 26 Pebruari 1976 bertepatan dengan 25 shofar 1396 hijriah pada hari kamis pon malam Jumat Wage. Pertandingan disaksikan 120.000 penonton, yang disisi lapangan di dominasi iklan rokok Kansas, sementara di belakang gawang ada tulisan besar Volvo dan bodrek. Begitu melihat kekalahan timnas ini, banyak yg berlinang air mata hingga disebut tragedi Senayan. Coba anda bayangkan jumlah penonton yg besarnya 2x daripada jumlah penduduk kota mojokerto sensus 1971, yg berjumlah59.032 jiwa penduduk, sebagian besar penonton berlinang dan bersedih hati.itulah kenangan sepak bola pra olimpiade Montreal Canada 1976 untuk zona asia.

Alex Ping

Ketika Tanjung Verde menyamakan skor menjadi 2-2 di menit 102, langsung terbayang omongan dukun Ghana yang viral, bahwa Argentina akan kalah dari Tanjung verde. Begitulah cara otak manusia bekerja, langsung cocoklogi dengan adanya sugesti. Untung Argentina berhasil unggul lagi di menit 112. FT: Argen3-2Tanjung Verde (ET)

Juve Zhang

Rumah makan Kanton terbaik bising semua ngomong keras seperti gak ada etika di tempat umum.... tapi itu DNA orang Kanton.... apalagi kalau orang Indonesia masuk RM Kanton di T...anda bisa syok cara mereka ngasih piring dll brak bruk seenaknya saja...kasar sekali ...tapi itu DNA mereka .... mungkin Sekarang lebih ber etika ....zaman Majapahit anda tahu sendiri orang T paling suka meludah sembarang tempat....pasti anda kaget syok lihat di ludahin dekat anda.....wkwkw...pasti syok kalau lihat pelayanan RM ngasih piring dll seperti orang marah besar....nyata nyata itu emang bawaan mereka.

Muh Nursalim

Saya pernah jadi imam masjid haram. Mekah. Juga masjid nabawi. Madinah. Telat ke masjid hingga jamaah bubar. Lalu nggelar sholat sendiri. Jadi imam.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Yea Aina.. Sependapat. Salah satu kelebihan QRIS bukan sekadar soal praktis atau murah. Ada nilai yang lebih dalam. Ia ikut membentuk kebiasaan bertransaksi dengan uang yang benar-benar kita miliki, bukan dengan dana talangan. Atau utang. Saya salut kepada para perancang dan pengembang QRIS. Mereka tidak hanya membangun sistem pembayaran, tetapi juga perlahan mengubah budaya. Dari budaya "belanja dulu, bayar belakangan" menjadi "bayar sesuai kemampuan". Tentu kartu kredit tetap punya fungsi. Untuk perjalanan, keadaan darurat, atau kebutuhan bisnis, instrumen itu tetap penting jika digunakan secara disiplin. Masalahnya bukan pada kartunya, melainkan pada penggunanya. QRIS memberi pilihan yang lebih sehat bagi masyarakat luas. Dompet memang kini tidak lagi berisi uang kertas. Namun, semoga juga tidak berisi utang yang tidak perlu. Teknologi terbaik bukan yang membuat kita mudah berutang, melainkan yang membantu kita hidup lebih bijaksana. Itu kemajuan yang layak dibanggakan.

Leong Putu

Burung kenari di atas gantang/ Riuh berkicau senangkan hati/ Ndak maksud hati doyan berutang/ Karna terpaksa besti/ ...

yea aina

Nasi ketan nikmat sekali/ Keras dan nyaring ditakar pelan/ Kopi sachetan penyemangat pagi/ Terkuras rekening bayar cicilan/ #semangat! #wani.utang.

Er Gham 2

Dulu, ada nasehat kontroversial. Agak aneh memang. Namun percaya tidak percaya, anak laki laki dari Jawa Tengah atau Jawa Timur yang mau kuliah di Bandung atau di Jawa Barat, akan diberi nasehat oleh ortunya, "Jangan cari jodoh dengan orang Sunda ya". Kayaknya, efek sejarah Perang Bubat pada abad ke 14 masih ada gaungnya. Entahlah kalo saat ini, apakah masih ada nasehat itu. Nama jalan Hayam Wuruk dan Majapahit pun baru ada tahun 2018 sebagai bagian dari rekonsiliasi budaya. Namun nama jalan Gajah Mada tetap belum ada di Jawa Barat.

Liáng - βιολί ζήτα

Akhir 1970an hingga awal 2020an..... Jika militer Kanada melakukan inspeksi ke Pulau Hans, mereka akan menancapkan Bendera Kanada dan meninggalkan Sebotol Wiski Kanada. Jika militer Denmark melakukan inspeksi ke Pulau Hans, mereka akan mengganti Bendera Kanada dengan Bendera Denmark dan meninggalkan sebotol Schnapps (minuman tradisional Denmark, sejenis Wiski). Demikian terus yang dilakukan militer dari kedua negara tersebut..... sampai bosan, mungkin..... hingga akhirnya tercapai kesepakatan pembagian wilayah Pulau Hans tersebut. Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh temannya..... "perusuh iseng" pun kumat ke-iseng-an-nya..... "itu sih kalian tidak ada nyali untuk perang"..... Dan..... Si Cantik yang bermata biru dan berambut pirang itu, dengan mata melotot dan suara yang tinggi..... "Vi er mere fredselskende"..... Haha.....hahahahaha..... ternyata Si Cantik bisa marah juga..... [2/2].

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Anda mungkin tidak tahu bahwa Denmark dan Kanada bersengketa atas kepemilikan Pulau Hans..... Dan..... memicu "perang yang unik" antara Denmark dan Kanada, perang tanpa senjata apapun, yang dikenal dengan sebutan "Perang Likeur atau Whiskey War"..... Pulau Hans..... pulau mungil berupa batu karang yang gersang dan tidak berpenghuni, terletak di tengah Selat Nares, perairan antara Pulau Ellesmere (Kanada) dan Greenland (Wilayah Otonom Denmark). Sengketa kepemilikan Pulau Hans (akhir 1970an hingga awal 2020an) yang memicu "perang yang unik" tersebut..... berakhir pada tahun 2022 dengan membagi Pulau Hans menjadi 2 bagian : wilayah yang menjadi bagian Denmark (sekitar 60% luas Pulau Hans) masuk ke dalam Wilayah Otonom Greenland ; sedangkan yang menjadi bagian Kanada (sekitar 40%) diberi nama Teritori Nunavut. Lantas bagaimana "perang yang unik" itu berlangsung, yang seringkali disebut sebagai "Perang Likeur atau Whiskey War" tersebut ?? [1/2]

Juve Zhang

Qris ada yg membebani pengguna dengan bayar uang jasa...ada yg kecil uang jasanya ada yg besar uang jasanya....kalau pembeli aman dari uang jasa tapi ada yg membebani pembeli seribu per QRIS... Kebanyakan gratis bagi pembeli....tapi yg memajak 1000 per transaksi pun ada....gak selalu Qris membuat semua mudah....debit kartu yg bebas pajak lebih berguna....diatas semuanya yg menyedihkan banyak kalangan bawah yg saya tahu persis gak punya uang tabungan....untuk makan dan transportasi saja mereka sudah kepayahan....ini mungkin diluar dugaan sang Raja....banyak rakyat nya benar benar dompet nya isi 5 lembar nominal 2000 an....saya tak membesarkan kenyataan.... kenyataan ini pahit memang tapi itu potret kehidupan rakyat jelantah sesungguhnya.... mungkin mirip survei pak Liam Then lebih dari 200 juta rakyat miskin dan sangat miskin....yg punya aset 900 juta rupiah kata pak Liam Then hanya 5 juta rakyat saja kalau gak salah saya baca dulu....saya percaya survei pak Liam Then bahwa 200 jutaan rakyat benar benar miskin.

Leong Putu

Semoga Pak Bos ndak ketinggalan berita medsos. Tentang suksesnya KDMD, bahkan pun sebelum unit bisnisnya jalan. Setidaknya sukses menghibur jutaan warganet yang kebetulan nonton parodi Kopdes merah putih yang bertebaran di berbagai platform. Gimana Pak Bos? Belum jalan aja sudah sukses, masih ragu?

Wilwa

@Liam. Go Pay memungut biaya admin Rp 1.000 setiap kali top up/ refill. Indomaret Card Rp 1.500 per top up / refill. Cuan cuan cuan. :):):) Gopay untuk belanja online. Indomaret Card untuk busway atau tol. Pengalaman pribadi. :)

Liam Then

Uang elektronik pada ekonomi Indonesia, apakah benar bermanfaat bagi kaum akar rumput? Atau hanya menumbuhkan sektor baru "rent seeeking economy"? Dulu sebelum transaksi digital mewabah. Orang cukup bayar tunai. Uang berpindah tangan tanpa embel-embel biaya. Sekarang, recharge saldo dompet digital, dana sisa terkunci ke dalam provider dompet digital tersebut. Recharge kadang dikenakan biaya setelah jumlah recharge tertentu. Dikenakan biaya transaksi sekian ribu, ketika sudah sampai pada jumlah transaksi sekian. Dalam sistem tunai, tidak ada model "rent seeking" seperti ini. Saya ndak tahu, di Tiongkok yang sudah digital banget, bagaimana aturannya. Entah kenapa, saya punya intuisi tak enak. Digitalisasi ekonomi di Indonesia belakangan ini, sering dijadikan modus untuk menangguk keuntungan ekonomi yang tidak adil dari kegiatan transaksi digital masyarakat. Praktisnya memang dapat, tapi datang dengan ongkos yang lumayan. Masyarakat akar rumput seperti tak sadar, terhipnotis. Recharge 100rb, kena biaya 2rb, itu sudah 2% . Bayangkan, puluhan juta transaksi seperti ini terjadi dalam basis harian. Bayangkan juga, kalau lingkupnya kita besarkan, suku bunga naik nol koma sekian basis diumumkan oleh pemerintah, itu sudah cukup untuk membuat banyak pergerakan ekonomi. Jangan sampai digitalisasi ekonomi RI, malah jadikan masyarakat Indonesia jadi objek monetisasi. Saya harap, pemerintah benar-benar bisa waspada atasi hal ini.

Er Gham 2

Pengembalian amplop 'tidak jelas' kok pakai tanda terima. Lengkap dengan meterai juga. Uang diterima tanggal 2 namun baru dikembalikan tanggal 12. Mengapa ajudan tidak disuruh langsung ke bandara saja pada tanggal yang sama, jika memang amplop ditolak dan akan dikembalikan. Amplop disimpan dalam map. Zaman sekarang, sepertinya tidak lagi trend pejabat bawa bawa map. Kayak mau lamaran kerja aja di zaman purbakala.

Achmad Faisol

jadikan kartu kredit seperti kartu debit...demikian kurang lebih saran pengelola keuangan... apa artinya...? saat jatuh tempo langsung bayar lunas... kalau bisa autodebet tabungan...

Em Ha

Jalan Tol koq banyak lubangnya. Jalan Tol Palembamg - Kayu Agung itu mirip jalan nasional lintas Sumatera. Bergelombang. Berlubang. Banyak penutupan lajur. Melambat tidak bebas hambatan sepanjang 42.5KM. Seharusnya diskon 50%. Kami saksikan antrian panjang pemilik mobil diesel di SPBU di Palembang semalam. Siang ini kami terjebak macet parah. SPBU Bayung Lencir punya pasal. Kalau sudah begini. Saya teringat Aksi Menteri BUMN yang melempar kursi di pintu tol gerbang Semanggi pada 20 Maret 2012. Cari solusi.

Jakobus

Jangan lupa mampir ke Kota Vancouver karena banyak tinggal penduduk dari Asia shg jangan kaget di daerah tsb seakan-akan bukan kota di Kanada tapi Hongkong/Beijing. Bila masih punya waktu menyeberanglah ke Nanaimo - Vancouver Island menggunakan Ferry yg besar dan modern. Bila ingin melihat ikan Salmon termasuk peternakannya maka mampirlah ke Campbell River.

Jokosp Sp

Sumur pertamina di belakang rumah banyak. Tambang batu bara tidak sampai sepelemparan batu memanjang ratusan kilo meter dari Kal Sel - Kal Tim - Kal Teng - Kal Bar - sampai Kal Utara. Kenapa beli minyak susah. Di eceran mahal sekali. Harus antre 1 km dan dari jam 05.00 subuh sampai jam 13.00 antrian mobil tidak juga habis?. Listrik seminggu sudah 2 kali mati @ 5 jam yang katanya mati bergilir. Inilah puncak keresahan yang sudah di ubun-ubun rakyat jelantah. Tidak punya solusi tetapi tidak ada efisiensi. Malah angkat komisaris buat perusahaan baja yang merugi?. Tanpa bekal skill, kopetensi, dan profesionalisme tetap harus jadi. Hanya untuk bagi-bagi para konco dan team pemenangnya. Yang tukang hutang bilang: "mereka terlalu banyak yang minat dengan panda bond, makanya kita tunda dulu." Lucu kan, banyak minat kok ditunda?. Bukan, mereka minta tunggu 1 tahun lihat perkembangan dalam negerinya. Itu baru yang betul. Lagi-lagi contoh ucapan pejabat yang memang tidak becus ngurus negara.

yea aina

Mungkin para pengguna bbm di sini sudah tahu. Bahwa tiap liter BBM yang Anda beli, Ada 3 jenis pajak yang harus ditanggung konsumen. Mulai dari PBBKB (pajak bahan bakar kendaraan bermotor) yang dipungut oleh pemprov (daerah) dari setiap spbu/penjual BBM. Besarannya bervariasi tiap daerah. Kemudian PPh pasal 22 (pajak penghasilan). Dipungut pemerintah pusat sebesar 0,3%. Memang dikenakan kepada produsen atau penyalur BBM, pada saat penyerahan barang. Tapi akan mempengaruhi secara tidak langsung untuk penentuan harga jual BBM. Yang terakhir: PPN (pajak pertambahan mulai). Anda sudah tahu, PPN dipungut pemerintah pusat, sebesar 11%. Tapi hanya dikenakan untuk BBM non subsidi. Kendaraan model suprabapack atau smashbutut, "peminum" BBM bersubsidi, tidak dikenai PPN BBM. Tapi setiap tahun dan lima tahunan, tetap wajib bayar PKB (pajak kendaraan bermotor). Tetaplah bahagia, walau hidup di republik pajak. Bukan!

Bahtiar HS

Terkait sepakbola, jangankan negara Asia Tenggara, bahkan negara di seluruh dunia sekalipun tidak selayaknya jumawa soal sepak bola dengan Indonesia. Prancis pernah menjadi juara dunia, begitu pula dengan Brasil, Jerman, dan Italia. Mana lagi? Tapi, silakan cek sejarah perkembangan sepak bola dunia. Pernahkah Brasil mengalahkan Indonesia? Belum pernah! Pernahkah Prancis mengalahkan Indonesia? Belum pernah! Italia? Belum pernah! Jadi, buat apa kita takut? Mereka saja belum pernah menang lawan kita! Argentina? Ya mmg pernah lawan timnas Indonesia. Tp merekalah yg kena beban tekanan mental yg lbh berat. Mengapa? Kalau Timnas Indonesia kalah lawan Argentina, risikonya kecil. Masyarakat akan menganggap itu hal yg bs dimaklumi karena wajar. Tapi coba bayangkan kalau Argentina yg kalah dari Indonesia? Mereka pasti akan menanggung malu luar biasa di tingkat dunia. Kok bs kalah dari Indonesia? Para pemain dan pelatihnya pasti lgs stres itu. Wkwkwk. Itulah yg sy dengar dari Cak Lontong pas dia stand up. Jadi, gak usah minder. Mikiiiirr :))

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 27

  • alasroban
    alasroban
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • rid kc
    rid kc
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Taufik Hidayat
      Taufik Hidayat
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman