Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Founder Disway Group Dahlan Iskan di acara talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway, di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 13 Agustus 202-Dok/Disway.id-
SURABAYA, DISWAY.ID - Utang itu mengerikan. Tapi, tidak berutang, sering kali jauh lebih mengerikan bagi seorang pengusaha. Apalagi jika darah bisnisnya sedang mendidih untuk berlari.
Anda yang kebetulan sedang merintis usaha pasti tahu rasanya. Saat bisnis mulai merangkak naik. Pesanan datang bertubi-tubi. Grafik penjualan menanjak. Tapi masalah baru muncul: kapasitas produksi sudah mentok.
Harus beli mesin baru. Harus tambah gudang. Harus rekrut karyawan.
Pertanyaannya satu: Uangnya dari mana?
Pilihan pertama, seringkali adalah mengambil utang. Begitu tanda tangan, suntikan dana segar langsung masuk rekening. Mesin baru terbeli. Kapasitas naik dua lipat. Cita-cita ekspansi terwujud.
Tapi, ada harga yang harus dibayar mahal. Tiap bulan ada cicilan. Ada bunga atau margin yang mengejar. Tanggal jatuh tempo mendadak berubah menjadi hantu yang paling menakutkan di akhir bulan. Belum lagi risiko mematikan kalau pasar tiba-tiba lesu. Beban utang itu bisa langsung mencekik leher.
Dilema itu pula yang menggiring sekitar 500 pengusaha dari berbagai tanah air memadati Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Mereka tafakur mendengarkan talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.
Sejak pagi, ratusan pengusaha dari berbagai sektor itu mengelola Problemnya pun macam-macam. Ada yang sukses tanpa dibebani utang. Tapi banyak juga sedang berjuang keras menutup utang. Di tengah dunia usaha yang sedang baik-baik saja saat ini.
Di balik kebimbangan para pengusaha itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan memecah ketegangan. ”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah musyrik. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang disambut tawa ratusan peserta.
Dalam sesi itu, lima pengusaha tampil sebagai pembicara. Mereka adalah Founder Dawang Group Tri Dawang, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono, CEO PT. Keraton Agri Ponorogo Syaikhul Hadi, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara Fauzi Priambodo, dan Zainur Rohman.
Dahlan menyebut, kelima pengusaha ini merupakan orang yang tangguh-tangguh. Yang berhasil membebaskan diri dari segala utang untuk mengembangkan usaha. Meski harus berdarah-darah untuk bisa bangkit.
”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi. Karena menawarkan 800 cek kosong kepada suppliernya. Dan kejadian itu ada yang di terjadi hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan. Tawa peserta pun sekali lagi meledak.
Syaikhul pun membenarkan kejadian itu. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, Ia adalah distributor benih dan pupuk pertanian. Saat itu, Ia mengakui terlalu agresif membangun pasar. Ia pun meminjam utang ke perbankan miliaran untuk mengembangkan bisnis.
Namun, saat itu merasa gelisah dengan situasi usahanya. Pikirannya tak tenang. Antara terus berekspansi tapi ada hutang yang harus dibayar. Apalagi, sang ayah, kala itu mengingatkan Syaikhul. ”Saya tidak punya senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: