Durian Jonathan
--
Medan. Saya hanya punya waktu me time dua jam di Medan Rabu sore lalu. Yakni setelah tampil di depan 500 lebih nasabah Bank Permata di sana. Pilihan untuk memanfaatkannya hanya dua: ke Ucok atau ke Si Bolang --dua-duanya restoran khusus durian.
Sebenarnya saya ingin kuliner yang lain. Begitu banyak makanan khas Medan. Tapi saya sudah makan siang dan masih akan makan malam bersama.
Durian Ucok kini sudah bukan warung pinggir jalan lagi. Ucok sudah ditata seperti umumnya resto kelas menengah atas: bersih, rapi, terhormat.
Yang membuat saya tidak bahagia: duriannya habis.
Kok bisa.
"Lagi tidak musim," kata petugasnya.
"Kok tetap buka?" tanya saya.
"Siapa tahu ada yang mau makan durian frozen," jawabnya.
Sebetulnya saya mau juga. Durian beku tidak turun rasa duriannya. Hanya saja belum bisa dimakan saat itu juga. Harus ditunggu setidaknya 15 menit. Itu pun masih seperti es. Harus tunggu empat jam baru mendapat tekstur yang ideal.
Durian beku umumnya sudah dalam bentuk kupasan. Kalau untuk menghilangkan bekunya pakai pemanas, rasa dan teksturnya tidak normal.
Saya pernah. Sekali. Makan durian beku. Masih utuh. Durian itu dibekukan masih lengkap dengan kulit dan duri-durinya. Membekukannya pakai nitrogen. Tetap saja sangat sulit membuka kulitnya.
Maka saya pilh meninggalkan Ucok. Masih ada satu lagi: Si Bolang. Tidak kalah penampilannya. Bersih, tertata, rapi. Lantainya dibuat dari rumput sintetis yang terawat hijau.
Letak Si Bolang hanya 10 menit bermobil dari Ucok. Tapi sejak turun dari mobil sudah terlihat mengkhawatirkan: tidak ada pajangan durian yang berjajar-jajar. Semua raknya kosong. Meski sudah pesimistis tetap saja turun sampai ke tujuan: ups... masih ada lima butir.
"Tinggal black thorn," ujar pelayannya. Maksudnya: tinggal yang harganya mahal.
Apa boleh buat. Ambil satu. Dibuka. Benar-benar black thorn. Local black thorn. Saya memakannya dengan cara black thorn: diisap lembut, dirasakan di mulut, dibiarkan beberapa detik di lidah --seperti makan es krim di Taman Alice. Lama-lama habis.
Sebenarnya mau ambil lagi. Tapi tidak tega: yang antre di dekat sisa yang empat itu lebih dari lima orang.

--
Masih punya sisa waktu me time satu jam lagi. Mendung Medan menggelayut hitam. Di sana hujan sudah datang mendahului Riau, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Dedaunan pohon sudah tampak hijau sampai pun rumput di bawahnya. Setelah dari Sulawesi yang kerontang mata terasa sejuk dengan hijaunya Medan.
Dari pada kehujanan lebih baik balik hotel. Saya minta dilewatkan Lapangan Merdeka. Memutarinya. Sudah bagus. Penataan lapangan Merdeka saya anggap berhasil.
Saya putuskan balik ke hotel: saya masih punya utang: hari itu belum olahraga.
Itu gara-gara paginya harus ke bandara sebelum matahari terbit. Maka kini saatnya bayar utang.
Saya pun menuju gym-nya: di lantai 17. Ramai. Saya cari ruang yang biasa untuk yoga. Di situ enak untuk senam dansa. Ruangnya tidak terlalu besar --musik dari HP pun cukup terdengar keras oleh kaki saya.
Tapi .. ups... ruang yoga itu ramai sekali. Riuh. Saling teriak. Mereka tidak yoga. Mereka main pingpong di ruang itu. Satu meja pingpong dipakai bergantian. Ketika buka pintu saya ditawari untuk pingpong melawan mereka. Saya lirik kualitas permainan mereka: kelas Arwana Jaya semua. Saya minder. Dan lagi niat saya ke situ memang untuk senam dansa.
Di ujung ruangan terlihat ada panggung. Mungkin biasa dipakai guru yoga untuk mengajar. Di situlah saya memutar lagu untuk senam. Kaki saya mendengarkan lagunya dengan susah payah: kalah nyaring dengan teriakan-teriakan pemain pingpong yang puas bisa mengecohkan bola ke lawannya.
Sore itu saya senam sendirian --tapi rasanya seperti senam dengan seribu orang.
Komunitas pingpong di Medan ternyata fanatik. Mereka membeli sendiri meja pingpong itu. Sesi pingpong mereka berakhir sebelum saya menyudahi semi aerobik. Meja pingpong itu dilipat. Ditaruh rapi di sudut ruangan --untuk besok lagi.
Malam itu acaranya berat: prospek ekonomi ke depan. Pembicaranya ahli keuangan dari Verdhana: Heriyanto Irawan dan fund manager dari Trimegah Jakarta. Heriyanto belum lama pulang dari Beijing. Ia mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut B. Panjaitan menemui Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. Saya mencermati pembicaraan mereka: keadaan ekonomi ke depan tidak mudah bagi pengusaha.
Siangnya ada juga pertanyaan mengenai ekonomi ke depan bagi pengusaha di Medan. "Pengusaha itu keadaan sulit harus dibuat mudah. Keadaan mudah harus dibuat sulit," kata saya. "Pengusaha itu tetap berusaha dalam keadaan seperti apa pun," tambah saya.
Malam itu, pengusaha Medan yang terkenal se Indonesia duduk di sebelah saya: Jonathan Junus. Masih muda. Ia juga nasabah lama Bank Permata. Ayahnya menyekolahkan Jonathan ke Amerika. Lulus dari North Carolina ia mencoba jadi pengusaha di sana. Kesimpulannya: masih lebih mudah jadi pengusaha di Indonesia.
Jonathan pun pulang ke Medan. Ayahnya punya pabrik yang bisa membuat pabrik. Semua pengusaha sawit tahu perusahaan itu: mampu membuat PKS --pabrik kelapa sawit. Terutama boilernya.
Saya menganggap keluarga Jonathan adalah pahlawan Medan --bahkan Indonesia. Pabrik apa pun di Indonesia biasanya buatan luar negeri. Tapi khusus PKS yang terbanyak adalah buatan Medan. Mulai dari Aceh sampai Papua --sudah ada satu PKS di Papua.
Ada lebih 1000 pabrik kelapa sawit di seluruh Indonesia. Lebih dari separonya buatan Medan. Buatan Jonathan. Buatan Tiongkok pun kalah. Apalagi buatan Malaysia. Baru di PKS kita bisa jadi tuan rumah di negara sendiri.
Kini Jonathan sudah dipercaya sepenuhnya mengendalikan perusahaan. Ayahnya masih rajin ke kantor tapi hanya sebagai penasihat.
Perusahaan itu sendiri didirikan oleh kakeknya. Lalu dikembangkan oleh ayahnya.”Kakek saya orang hebat. Juga bapak saya. Kakek tidak sekolah tapi menguasai permesinan," ujar Jonathan. Sang kakek juga berwawasan jauh. Anak-anaknya, termasuk ayah Jonathan, disekolahkan di Amerika. Perusahaan itu pun kokoh sampai generasi cucu seperti Jonathan.
Di Medan ternyata saya tidak hanya menemukan durian. Di Medan saya juga menemukan pahlawan ekonomi Indonesia. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 26 September 2026: Debat Muktamar
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Hitungan kasar koruptor: Korupsi: Rp 1 T Tertangkap. Bayar polisi, jaksa, hakim total: 300 M. Dapat vonis hukuman 10 tahun dan denda 100 M. Sisa Rp 600 M Jalani 2/3 masa hukuman plus remisi, total cuma 4 tahun di penjara. Bayar KOS MEWAH ke Lapas: Rp 200juta/bulan. Selama 4 tahun cuma keluar uang = 200jutax12 bulanx4tahun = Rp 9,6 M. Keluar penjara 4 tahun kemudian masih punya harta Rp 590 M. Nggak usah kerja lagi. Jauhi sorotan. Financial freedom seumur hidup. Korupsi itu sepanjang mereka menjabat. Bisa bertahun-tahun. Biasanya hanya tertangkap di salah satu kasus saja. Misalnya saat OTT. Itulah kenapa saldo mereka masih sangat banyak saat tertangkap dan divonis.
djokoLodang
-o-- ... Gus Lilur memang lama tidak beredar di kepala saya. Coba saja saya tahu ia punya rumah di Shenzhen saya bisa sering numpang menginap di rumahnya. ... *) Untung tidak tahu. Serius mau numpang nginap di Shenchen? Gus Lilur kan lebih sering berada di Situbondo atau di Jakarta. --0-
Ciga Sama
“Santri itu bodoh kalau berzina. Maka istri saya empat. Santri itu bodoh kalau menyogok dan disogok. Maka saya …... di Muktamar.”
Ahmed Nurjubaedi
Malam itu Pak Jimmy duduk gelisah di teras rumah dg lampu dimatikan. Rokok yg ia sulut hnya ia hisap 2 kali, lantas digeletakkan di asbak. Entah kenapa rokok itu terasa pahit & getir sekali. Tdk sama tp setingkat biji buah mahoni. Ia mencerna pembicaraan siang sebelumnya dengan anaknya yg mondok di satu pesantren yg diasuh kyai jebolan pesantren bintang 7. Pak Jimmy rela mengeluarkan jutaan rupiah setiap bln untuk biaya mondok, karena ditawarkan fasilitas pondok yg premium & kurikulum internasional sekolahnya. Dengan nada agak emosi, inilah deretan kalimat anaknya yang sekarang kelas 12. Abah Yai barusan beli Denza. Mobilnya sekarang 6. Gonta-ganti dibawa ke pondok. Waktu pagi kemarin ngaji, beliau bilang: yang penting ngaji. Kuliah tinggi2 tidak begitu perlu. Buktinya saya. Cuma S1 tapi bisa beli apa saja. Makan siang sekarang pakai MBG. Akhir2 ini kadang basi. Jadi kami semua tdk makan siang. Ayah sudah diberitahu perihal MBG ini? Ayah bayar mahal bukan untuk makan siangku yg MBG kan?! Makan terakhir yg ke3 selalu jam 4 sore. Malam hari aku & teman2 kelaparan. Order gofood tdk boleh. Titip ustadz tdk boleh. Titip satpam sekarang satpamnya dipecat. Satpam baru tdk berani bantu. Beli jajan atau mie instant di mart pondok sudah muahal barangnya juga sering kosong. Abah Yai juga gampang marah waktu ngaji hanya karena ada santri yg ketiduran. Abah Yai juga yg punya dapur MBG. Ustadz Ustadzah yg dulu ramah & helpful, sekarang galak2. Pak Jimmy tdk berani bercerita ke istrinya..
rid kc
Saya tidak komentar banyak tulisan CHDI hari ini. Kholilurrohman itu kakak kelas saya di MANPK Denanyar Jombang. Pengasuhnya waktu itu almaghfurlah KH. Aziz Masyhuri, sekretaris pribadi mbah Bisri Samsuri. Dia angkatan pertama MANPK Denanyar sementara saya angkatan ketiga. Tiap angkatan hanya 40 orang dan diasramakan. Hanya itu yang saya komentari selebihnya lebih baik diam.
The Emirates Indonesia
Terjemah ayat al-Qur'an "sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau", itu adalah terjemahan fatal dan luar biasa keliru, baik dari sisi verbatim, maupun dari sisi faktual. Dan masih banyak terjemah fatal dan keliru yang lain yang dihasilkan oleh tim penerjemah al-Qur'an dari Depag dan Kemenag RI sejak 1971 hingga sekarang. Sudah banyak ahli bahasa Arab al-Qur'an yang mengoreksi terjemah al-Qur'an versi Depag / Kemenag RI, namun hingga kini al-Qur'an Terjemah Depag / Kemenag RI masih belum mengeluarkan versi revisi besar-besaran.
Thamrin Dahlan YPTD
Dismorning today. Abah dan rombongan Makan duren fi Jambi 1 mobil pekap Syukurlah kampong awak di senggol disway. Rumus makan duren Batasi Nikmati Imbangi (BNI) Salamsalaman
Sugi
Seingat saya kalo Bu Risma selama menjabat wali kota ketika ada pejabat atau masyarakat sipil yang memberi apapun kepadanya, langsung lapor KPK dan semua pemberian tersebut langsung masuk kas atau aset Pemkot Surabaya. Jadi beliau bisa menjadi aparatur negara yang bersih, tanpa mengecewakan orang yang memberi. Tapi tidak tahu kalo pejabat di luar pemerintah, apakah harus seperti itu? Menurut Abah bagaimana? Kita juga ingin para tokoh panutan masyarakat tidak terjebak uang kotor hanya karena sungkan menolak pemberian. Apalagi paradigma menolak pemberian berarti menolak rezeki ternyata kuat sekali.
Leong Putu
"Gus Lilur memang lama tidak beredar di kepala saya. Coba saja saya tahu ia punya rumah di Shenzhen saya bisa sering numpang menginap di rumahnya". Saya yakin harusnya paragraf itu gak berhenti di sana, mestinya ada lanjutannya. Sehingga lengkapnya sebagai berikut : Gus Lilur memang lama tidak beredar di kepala saya. Coba saja saya tahu ia punya rumah di Shenzhen saya bisa sering numpang menginap di rumahnya, sekalian Saya bisa berguru padanya dan berharap berkah kya'i. Jika guru bisa punya 4 saya minimal 2. Wkwkwk.....
Jokosp Sp
Garing tulisane. Mbok coba diinvestigasi kayak belajarnya dulu ketika magang di TEMPO. Dari mana uang ratusan milyar, bahkan trilyunan itu berasal?. Siapa P dan siapa B yang jadi sumber uang itu. Apa motif dari pengelontoran uang sebanyak itu?. Adakah urusannya tetap dengan masalah tambang?. Atau bahkan plan pemilu 2029 yang akan datang?. Siapa I ndak usah dicari, sudah cukup jelas siapa yang ngotot terus jadi salah satu ketua di NU. Sebab apa?. Di Golkar itu bukan tempat yang tepat. Itu hanya cantolan yang teman-temannya bahkan tidak sealiran. Beda mazab. Terus darimana I mengumpulkan uang ratusan milyar itu?. Apakah gaji dari Menteri ATR/BPN cukup?. Cobalah waras sedikit agar kasus di ATR/BPN dengan pengembang PT.SA.Tbk terungkap dan gamblang. Punten Bah............pagi-pagi sudah nggacor.
Wilwa
@Nimas. Saya hanya memberi masukan bahwa pada dasarnya semua agama “besar” (Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Khonghucu, Tao) itu bersifat patriakal. Believe it or not. Mereka cenderung LITERAL. Terjerat kejayaan “lelaki” masa lalu. Baru pada abad 20 ada emansipasi wanita. Ini tantangan modernitas yang harus dihadapi kaum LITERAL. Perlu diingat bahwa wanita sudah ribuan tahun didiskriminasi kaum LITERAL ini. Yang ada dalam semua agama “besar”. Sulit terbebas atau merdeka dari hal ini karena kaum wanita pun tak berdaya atau berani menentang tradisi yang “menindas” mereka selama ribuan tahun.
Nimas Mumtazah
Pak Wilwa... 4 istri.. Agama membolehkan( saya tidak mengingkari itu karena ada sanadnya) Sepanjang dia adil( walaupun jelas tidak bisa) karena yg berbicara rasa. Redaksi mendewakan laki² ( rasanya juga tdk tepat). Untungnya panjenengan sertakan kalimat ' halus' minimal di pimpin laki². Apapun alasannya Sy patut berbahagia karena sampai detik ini suami menjadikan saya satu²nya pilihan. ( jangan di debat untuk yang ini ya pak). Salam sehat bahagia barakah umur. Aamiin
Nimas Mumtazah
Sukorejo sekarang di pimpin Gus Zaim ( KH. A ZAIM IBROHIMI) Beliau, santun, alim kyai muda karismtik. Alumni MANJ PK .( madrasah aliyah nurul jadid program keagamaan) Jadi bah program keagamaan di indonesia tidak hanya di dua tempat solo dan jombang. Di Nurul Jadid juga ada. Dan Kyai A. ZAIM salah satu alumninya. ISTRINYA 1.
Achmad Faisol
jika sebuah kertas kuning ada setitik warna cokelat, mengapa cokelat yang dibesar-besarkan...? dari sejuta suami, yang poligami berapa, sih...? paling bisa dihitung jari... mengapa itu terus yang dibahas... semua lelaki jadi tertuduh... padahal, tidak semua laki-laki... ... ...
Achmad Faisol
di sebuah forum, "apakah ibu fulanah setuju laki-laki melakukan poligami...?" "setujuuuuu...," jawabnya mantap, "asal buuukan suami saaaya..."
Mukidi Teguh
Kalo sanggup tetap tersenyum saat dinyinyiri setiap hari, bisa dipertimbangkan
Murid SD Inpres
om definisi mewah..... gimana dgn tetangga saya, sopir truk antar provinsi, tapi punya 1 istri di batang, punya 1 istri di pemalang, punya 1 istri di purworejo, punya 1 istri di klaten, punya 1 istri di semarang, punya 1 istri di wonogiri, dan entah di mana lagi..... semua istrinya berpendidikan rendah, tapi dia angkat derajatnya, dia beri modal usaha warung sembako yg fast moving dan profitable, semua istrinya diajari cara pembukuan keuangan, cara manajemen stok, cara rekrut pegawai, cara integrasi pembayaran modern supaya tidak ada yg berani utang, pokoknya diajari yg bagus2, sampai semua istrinya itu mandiri dan stabil finansial.... itu masuknya poligami jenis apa? atau power dynamics kategori apa?
Definisi Mewah
Pak Benny Arifin, kalau Anda pernah mempelajari ilmu dinamika power dalam relasi antar lawan jenis, Anda akan melihat, mana yang lebih powerful, dari 2 pria di bawah ini: Pria ke-1, mendapatkan wanita dengan modal uang. Pria ke-2, diinginkan beberapa wanita cantik menarik, tanpa effort uang. Anda harus mencoba sendiri. Bagaimana rasanya dikejar dan diinginkan, oleh wanita-wanita yang powernya jauh di atas Anda.
Definisi Mewah
4 istri itu, mereka power-nya setara-kah, dengan Anda? Kalau power-nya setara, saya salut. Tapi kalau tidak setara, alias njomplang, saya dan rekan-rekan di "The Ordinary Male Community" (Komunitas Pria Biasa) Jakarta Selatan, akan tertawa. Maksud saya begini. Yang Anda bawa ke meja negosiasi relationship, adalah power-power ini, kan? 1. Punya status sebagai anak tokoh besar / berpengaruh. 2. Punya pendidikan tinggi. 3. Punya kekuatan finansial melimpah. Nah, jika, 4 istri Anda seluruhnya punya power yang sama... misal: istri ke-1 puteri seorang jenderal polisi, istri ke-2 puteri seorang tokoh militer berpengaruh, istri ke-3 puteri konglomerat, istri ke-4 puteri pejabat tinggi negara, ...intinya, 4 istri Anda memiliki kekuatan sosial yang juga besar, plus semuanya cantik dan smart, barulah... saya akan memberi Anda 4 jempol. Berarti Anda pria extraordinary. Berati Anda pria luar biasa. Tapi, jika kekuatan sosial 4 istri Anda ternyata berada jauh di bawah Anda, yah... berarti Anda tidak sehebat yang saya duga. Artinya, 4 istri Anda, "mau" dengan Anda, karena Anda punya power-power eksternal di atas. Coba Anda preteli, semua power tersebut. Lalu Anda menjadi kuli angkut di pasar loak atau jadi sales door to door. Masih bisa tidak, Anda mampu mendapatkan 4 istri, just being your poor self?
Jo Neka
Di sini..Yang begituan.Bebisiter pun dibawa.
Juve Zhang
Trump mengadakan makan malam mewah untuk tamu spesial suhu Xi Jin Ping....semua orang kaya Amerika duduk satu meja dengan Trump dan Xi Jin Ping tentu biasanya ada harga kursi yg harus dibeli jika mau satu meja dengan Trump dan Xi Jin Ping.....tentu taipan Amerika sanggup bayar Elon Musk Jeff Bezos Mark Zuckerberg Jansen Huang enteng saja bayar kursi makan 2 juta dolar atau 34 milyar Rupiah...demi nama besar mereka makan malam satu meja dengan Trump dan suhu Xi Jin Ping.... taipan kelas ecek ecek gak akan mau bayar sekali makan sampai 2 juta dolar sayang uang mubazir...tapi bagi Taipan Besar disana suatu kursi layak dibeli jika makan sama orang VVIP...Mentri Trump semua hadir di meja makan lainnya bersama istrinya seperti Mentri perdagangan Scott bessent hadir bersama istri tercinta yg 7aaaa namanya John Freeman....tentu saja disana sah sah saja bawa istri walaupun sama sama punya "burung cucak rawa"....kadang ada yg spouse nya pake gaun panjang baju dengan belahan dada sangat terbuka dan berbulu lebat.... wkwkw..dari pihak Suhu Xi Jin Ping hanya nyonya suhu Xi Jin Ping yg hadir lainnya tak berani bawa istri jadi delegasi Tiongkok sangat minim.... mayoritas diisi delegasi Amerika.... Elon Musk duduk semeja sam Sam Altman yg keduanya berseteru di pengadilan dan dimenangkan Sam Altman rupanya Duit banyak Elon tak otomatis menang di pengadilan... Disana sudah biasa berseteru secara hukum dan santai saja mereka duduk satu meja.... Amerika negara hukum yg kuat supremasi hukum ada.
Jo Neka
Kalau sejak dulu saya tahu.Gua Lilur paunya rumah di Zenzhen.Saya akan sering menginap.Tepat..Ini tipikal rakyat kita.Sangat suka yang gratis.Gratis..
Definisi Mewah
Saya pertama berkarir di Jakarta, sebagai seorang sales. Tidak punya kendaraan motor. Miskin. Gaji UMR. Pas-pasan. Anehnya, wanita-wanita yang masuk ke hidup saya, justru wanita-wanita dengan power, yang jauh lebih tinggi dari saya. Mereka berpendidikan lebih tinggi, memiliki kendaraan mobil pribadi, finansialnya lebih kuat (gaji lebih tinggi), dan all of them... attractive (physically). Wanita pertama, senior analyst di RS Dharmais. Rutin memberi saya transfer. "Buat kamu beli makan. Buat kamu cari kosan yang bagus. Buat kamu beli ini. Buat kamu beli itu". Waktu itu saya hanya bisa terpana. Wanita kedua, pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Lebih royal lagi. Bahkan kalimatnya yang paling saya ingat: "Kalau kamu bersedia nikah sama aku, aku yang akan cari uang, kamu diam saja di rumah". Saya geleng-geleng kepala. Wanita ketiga, dua orang, tapi dari satu gugus profesi yang sama, satu pemilik usaha travel di Gianyar Bali, satu lagi pemilik usaha tour mancanegara dari Kota Bandung Jawa Barat. Wanita keempat, yang paling saya tidak habis pikir, istri seorang anggota DPRD di sebuah kabupaten di Jawa Barat. Putih, ramping, cantik, terawat. Bisa-bisanya dia mengaku: "Aku single", pahadal statusnya ternyata bersuami. Suaminya, usai saya lacak, seorang anggota DPRD. Parah. Wanita kelima, saat ini, cantik 7-i, istri seorang pengusaha industri pangan. Paling royal dari semua wanita yang saya kenal. Maksa-maksa menjalin affair. Benar-benar dunia sudah gila.
Kalender Bagus
Abah mah kalo mau niru, sudah telat. Mungkin sekarang sudah mau masuk fase tangisan hidup. Sudah nangis tapi masih sulit hidup.
Achmad Faisol
berikut ini sebuah syi'ir dari kitab wajib di pesantren, yaitu ta'lim al-muta'allim: #هي الدنيا أقل من القليل وعاشقها أذل من الذليل "Dunia itu lebih sedikit daripada sesuatu yang sedikit, dan orang yang mencintainya (tergila-gila padanya) lebih hina daripada sesuatu yang hina." تصم بسحرها قوما وتعمى # فهم متخيرون بلا دليل "Sihir (tipu daya) dunia membuat suatu kaum menjadi tuli dan buta, sehingga mereka berada dalam kebingungan tanpa arah dan petunjuk."
Achmad Faisol
fikih dan tasawuf... seorang kiai pernah cerita tentang mengakali hukum fikih agar terhindar dari kewajiban... fulan punya emas 100kg, berarti harus zakat maal... misal kewajiban zakat setelah memiliki emas jatuh bulan ramadhan... 3 bulan sebelum ramadhan fulan berkata kepada istrinya, "emas 100kg aku hibahkan/berikan kepadamu..." otomatis fulan ga wajib zakat maal karena sudah ga punya emas lagi... kewajiban zakat maal ada di istri sebagai pemilik baru emas 100kg saat 12 bulan kemudian... 9 bulan memiliki emas 100kg, sang istri bilang ke suami, "emas 100kg aku hibahkan kepadamu..." otomatis sang istri ga wajib zakat maal karena sudah ga punya emas... kewajiban zakat maal ada di suami... kata orang tasawuf, mengakali fikih seperti ini akan berat hukumannya di akhirat... meskipun di dunia dia terlepas dari kewajiban zakat maal menurut fikih, tetapi segala hal tergantung niat... niat baru terbuka di akhirat... nah, suap diotak-atik sehingga berganti nama menjadi bisyaroh, secara fikih bisa saja lolos dari hukum haram... namun, ingat lagi, segala sesuatu tergantung niat... memang, nunggu akhirat baru terbuka... apakah ustadz/kiai lebih takut miskin daripada neraka...? lebih cinta rupiah atau dolar dibanding surga...?
Mukidi Teguh
Demografi Perusuh Disway didominasi oleh Pria Paruh Baya. Itulah sebabnya, artikel-artikel yang nyerempet poligami, akan disambut gegap gempita. Mungkin sebagai pelampiasan akibat angan angan beristri dua yang tak kesampaian. Betewe, dolar menuju 18.000.
Definisi Mewah
Pak @Wilwa. Anggap bumi ini hanya dihuni 4 orang. 2 pria. 2 wanita. Berarti masing-masing, punya pasangan yang pas. 2 pria, sebut saja Henry dan William. 2 wanita, sebut saja Eliana dan Rachel. Henry menikah dengan Eliana. William menikah dengan Rachel. Ternyata, William sakit di awal pernikahan, lalu wafat. Rachel pun menjadi janda, hidup sebatang kara, tidak memiliki pilar lagi. Apakah Rachel bisa melanjutkan hidup? Tentu bisa. Apakah Rachel bisa bertahan hidup di bumi yang keras? Juga bisa. Tapi ingat, postur fisiologis wanita itu sebetulnya sejak default tidak sama dengan fisiologis tubuh pria. Wanita tidak cocok bekerja kasar. Maka, logis tidak, jika Rachel sebetulnya harus ditolong? Sangat logis. Siapa yang bisa menolong, di skenario di atas? Cuma Henry, satu-satunya pria tersisa di muka bumi. Apa yang bisa Henry lakukan? 1. Memberi derma, karitas, sedekah, kepada Rachel seumur hidup. atau... 2. Nikahi dan nafkahi total. Ingat, Rachel, wanita, dia makhluk biologis yang normal. Dia butuh laki-laki. Dia butuh suami. Maka di titik ini, di skenario di atas, poligami menjadi sistem penyelamat bagi Rachel. Yang menjadi penekanan saya adalah, poligami tidak selalu identik dengan manifestasi patriarki, sebagaimana yang Pak Wilwa narasikan. Di sosiogeografi tertentu, dan di keadaan tertentu, poligami adalah solusi, dengan catatan bahwa semua pihak memberikan consent.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 89
Silahkan login untuk berkomentar