Perang Selamatan

Perang Selamatan

--

Apakah kedatangan Menlu Singapura ke Jakarta Rabu lalu bisa meredakan ketegangan hubungan kedua negara?

Tergantung.

Yang pasti, yang bisa meredakan dengan cepat adalah hujan. Tanda-tanda musim hujan sudah terlihat. Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai turun hujan.

Di Singapura sendiri juga sudah ada hujan. Siapa tahu Kalimantan akan lebih banyak dapat hujan --agar tidak ada lagi asap yang sampai tenggorokan warga Singapura.

Tapi isunya sudah telanjur tidak hanya soal asap. Ketegangan itu sudah merembet ke pasokan gas: Indonesia memangkas pasok gas ke Singapura --sebanyak 30 juta kaki kubik. Dari Singapura berkembang isu balasan: akses internet ke Indonesia akan dihambat.

Pemotongan pasok gas tidak akan membuat warga Singapura terpengaruh. Apalagi sampai marah-marah ke pemerintah mereka. Pasok gas dari Indonesia hanya setara 200 MW listrik. Tidak sampai dua persen kebutuhan negara itu.

Tapi kalau Singapura benar-benar akan memangkas akses internet itu akan membuat rakyat Indonesia marah ke kedua arah: ke pemerintah Indonesia sendiri dan ke Singapura.

Indonesia tidak takut akses internet dihalangi. Di bidang internet orang Indonesia pun bisa marah: kabel bawah laut dari Australia ke Singapura lewatnya laut Indonesia: diputus saja.

Akhirnya seperti anak kecil yang sedang bertengkar. "Bapakmu nanti tidak diundang selamatan di rumahku," kata teman kecil saya dulu saat bertengkar soal kecurangan dalam bermain kelereng.

Selamatan adalah memperingati meninggalnya leluhur. Biasanya ada potong ayam. Hanya di saat selamatanlah orang desa zaman itu punya kesempatan makan daging ayam.

Orang tua yang diundang selamatan akan pulang dengan membawa sisa makanan --sebagian orang tua sengaja tidak banyak makan di tempat agar bisa membawa pulang makanan lebih banyak untuk anak istri. Yang di rumah pun menunggu-nunggu kepulangan ayah dari selamatan.

Perang isu Indonesia-Singapura langsung reda kalau hujan turun merata di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Atau jangan-jangan justru dijaga agar ketegangan itu tidak reda --daripada mereka memusuhi pemerintahnya sendiri.

Asap, gas, internet hanyalah yang muncul di permukaan. Asap akan reda dengan sendirinya. Gas Indonesia tidak berarti bagi Singapura. Internet saling sandera. Hubungan internet kita ke Amerika, Eropa, dan Australia memang harus lewat Singapura. Kabel fiber optic kita tidak ada yang langsung ke negara lain selain lewat Singapura.

Sejak dulu begitu.

Saya pernah mencoba membuat terobosan: patungan dengan orang Hong Kong untuk bikin perusahaan kabel bawah laut dari Surabaya langsung ke Hong Kong. Tanpa lewat Singapura.

Tugas saya mengurus izin landing fiber optic di pantai dekat Surabaya. Juga membuat jaringan fiber optic dari lokasi itu ke Surabaya --dan kelak ke seluruh Indonesia.

Tugas partner saya di Hong Kong mengurus izin landing kabel di Hong Kong. Juga menyambungkannya ke jaringan di Hong Kong --yang akan otomatis sampai ke Amerika.

Saya sudah melaksanakan apa yang menjadi kewajiban saya. Izin landing sudah saya dapat. Jaringan fiber optic sudah saya bangun. Pun di kota Surabaya. Sampai sekarang masih ada. Masih berfungsi. Tapi partner saya di Hong Kong mengalami kesulitan keuangan.

Saya sendiri lantas sakit parah: kena kanker hati. Urusan dengan partner di Hong Kong macet. Setelah sembuh saya sibuk jadi sesuatu. Proyek itu telantar.

Saya sudah membayangkan saat itu: kita tidak boleh terlalu tergantung pada satu negara lain. Saya tidak menyangka ancaman seperti itu akhirnya benar-benar datang kelak di bulan Oktober 2026.

Singapura sendiri juga belajar dari ketegangan asap dan gas itu: tidak mau lagi tergantung pada gas Indonesia --bahkan juga gas dari Timur Tengah. Kalau terjadi perang di Timteng --seperti yang baru saja terjadi di Iran-- Singapura ikut terancam.

Maka perdana menteri Lawrence Wong menegaskan: Singapura perlu membangun pembanglkit listrik tenaga nuklir sendiri. Saya belum bisa membayangkan di mana lokasinya. Mungkin di Jurong.

Dulu Singapura bereaksi negatif ketika mendengar selentingan bahwa Indonesia akan membangun pembangkit listrik nuklir di Bangka. Itu dianggap membahayakan Singapura. Maka begitu mendengar Singapura justru akan membangun nuklir di wilayahnya sendiri pejabat Indonesia bereaksi: akan bangun nuklir lebih dekat lagi ke Singapura.

Jangan-jangan ada perusuh Disway yang bertaruh: siapa yang akan lebih cepat selesai; nuklirnya Singapura atau Indonesia.

Kalau ada perusuh yang pegang Singapura bukan berarti meremehkan kemampuan Indonesia. Membangun pembangkit nuklir tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lebih cepat memulai. Yang lebih menentukan adalah lembaga nuklir internasional. Harus ada izin dari mereka.

Izin itu sangat ketat: akan dilihat juga kesiapan pengamanannya. Termasuk kesiapan prosedur dan disiplinnya. Juga track record negara itu.

Kasus monyet masuk gardu induk di Batam akan jadi faktor penyulit. Kasus pencurian isotop dari uranium di Batan --dua tahun lalu-- telah dicatat sebagai keanehan kok bisa terjadi. Saat itu ditemukan radiasi di berbagai lokasi di perumahan karyawan yang mencuri isotop.

Saya tetap pada harapan semula: musim hujan segera tiba. Musim demo juga berakhir --karena aspirasi mahasiswa didengarkan baik-baik.

Harapan adalah masa depan --meski mungkin masa depan yang agak jauh.(Dahlan Iskan)


Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 29 Oktober 2026: Djauhari Irawan

riansyah harun

Pak Djauhari Oratmangun merupakan orang yang tepat di tempat yang tepat. Di masa ke dubes an beliaulah, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok begitu sangat mesranya. Jika kita jeli melihat mobil listrik yang mulai Wira Wiri di jalanan, semua di dominasi oleh pabrikan dari sana. Sudah murah harganya, banyak model pilihan, canggih, dan bisa mengalahkan mobil listrik kepunyaan si empunya penggagas mobil listrik kala itu. Dan dengan dengar bapak yang " digagalkan" rencana mobil listriknya itu, sudah beralih menggunakan mobil buatan China juga, Denza. Itu baru produk mobil, belum lagi yang lain lain nya, seperti industri peralatan pabrik. Semua menggunakan merk China. Ternyata peran Dubes pun tidak kalah pentingnya untuk persahabatan kedua negara. Mungkin pak Oratmangun, jika sudah selesai dari Tiongkok, bisa dipinjam tugaskan ke Singapura merangkap Malaysia...., Uppsss ..., siapa tahu ekspor asap kita juga bisa berharga disana dan membuat hubungan medsos kedua negara menjadi semakin baik...???

Ahmed Nurjubaedi

Rabu jam 10 pagi saya dan murid2 saya mendarat di Changi setelah 3 malam di KL. Mendung menggelayut menyambut kami. Juga pelajaran berharga buat para siswa. Paspor salah satu siswi hilang! Padahal kami belum melewati imigrasi. Padahal setiap saat saya seperti kaset mbulet, mengingatkan para remaja pemula itu untuk menjaga paspor mereka baik2. Saya bergerak cepat lapor ke bagian informasi dan imigrasi. Juga menyisir kembali lorong arrival. Hasilnya nihil. Saya lantas kembali ke bagian informasi yang begitu helpful, menghubungi sana-sini untuk membantu. 15 menit kemudian saya bernafas lega, juga siswi yg bersangkutan. Passportnyi ditemukan awak kabin pesawat yg kami tumpangi. Dia ternyata menaruh paspor di kantong belakang kursi penumpang di depannyi. Agenda kami berikutnya adalah berkunjung ke KBRI. Kami disambut Atase Pendidikan, Bu Dr. Aeny, yang kemarin sempat jadi sorotan saat sidang MK terkait ijazah Mas wapres. Setelah sesi tanyajawab yg seru, kami balik ke hotel naik bis umum. Hampir saja kunjungan ke KBRI punya agenda ganda, belajar dan mengurus paspor hilang. Ternyata belajar sabar tak berbatas waktu. Mendampingi para remaja pemula ini contohnya. Untung saja saya ini punya naluri khas orang Jawa, selalu bisa bilang: untung cuma satu paspor yang hilang. Bisa ketemu, pula... Yang jelas, kami semua telah belajar banyak hal hari itu.

Wilwa

@Heru. Khonghucu adalah filsuf yang fokus pada politik/governance. Tak ada yang menyangkal fakta ini. Walau entah bagaimana kemudian dijadikan orang suci bahkan nabi di kemudian hari. Namun betul bahwa pola pikir rakyat T saat itu adalah mengenai adanya korelasi antara Tian Ming 天命 (literally: Heaven Decree) dan Min Xin 民信 (literally: People’s Trust). Dan ini masih relevan hingga kini. Sebuah pemerintahan / government hanya bisa bertahan bila rakyatnya masih trust. Kalau trust 信 hilang maka cepat atau lambat government akan tumbang dengan sendirinya. Menarik bila mengamati aksara Trust atau Xin 信. Terdiri dari dua simbol yaitu simbol manusia 人 dan simbol perkataan 言. Trust kita kepada seseorang 人 ditentukan oleh kata-kata 言 yang diucapkannya. Apakah dia dapat dipegang kata-katanya atau tidak. Government juga demikian. Bila government tak dapat dipegang kata-katanya alias janji-janjinya. Hanya omon-omon. Janji tak pernah terwujud. Anda Sudah Tahu bagaimana nasibnya.

heru pujihastono

Dulu waktu masih pakai kalkulator ada tanda PCL biasa kita plesetkan " pecel" sebuah fungsi kalkulator utk himpunan bilangan. PCL juga berarti : posterior crussiate ligamen : urat pembungkus lutut sering robek pada olah raga futsal. Bukan terjadi pada senam dansa.

Jokosp Sp

Pak Prabowo.......besok kalau Pak Djauhari Oratmangun sudah dipensiunkan dari Dubes China, tolong diutilisasi lagi ilmunya. Jadikan Watimpres dan Wakil Ketua Umum Gerindra sekalian. Beri tugas khusus untuk membersihan pejabat agar bersih seperti di China. Dan memberikan nasihat ke Presiden, bagaimana caranya menghukum dan menyita harta para koruptor. Kan tinggal copy paste negeri China. Pak Presiden kan selalu bilang: "Negeri ini kaya. Negeri ini kuat". Ke mana kekayaan itu pak, kalau ternyata rakyatnya tambah sengsara?. Dan yang kaya ternyata cuma konco-konconya saja.

Juve Zhang

Kalau anda mau merasakan naik gunung ya jalan kaki...naik Semeru itu yg saya alami bukan pekerjaan mudah jalan kaki jauh lama dan melelahkan....tapi itu semua pemimpin Tiongkok tak ada ujug ujug anak gak jelas sekolah nya gak jelas kompetensi langsung sudah sampai puncak gunung Semeru....semua ingin langsung di puncak gak ada yg mau lelah lelah... akibatnya begitu naik bingung gunung Semeru dingin sekali juga banyak bahaya nya ....sang anak yg diatas di goyang terus oleh Asap semeru yg sangat berbahaya pendaki Soe Hok GI meninggal karena asap beracun di puncak Semeru....saya pun was was sampai puncak Semeru no. 3 lumayan naik podium diantara ratusan peserta....wkwk....dulu rakyat gak peduli orang punya kompetensi atau tidak asal digendong sang ayah boleh naik puncak Semeru.... sekarang rakyat hidup dalam kesusahan ekonomi baru lah semua di usut ...semua kesakitan Dompet rakyat menyebabkan rakyat kecewa...ternyata yg naik ke Semeru dua dua nya sudah gak kompeten....yg satu ketuaan yg satu kemudaan....dan pokok persoalannya dua dua nya gak tahu membuat dompet rakyat gemuk... dompet rakyat dibuat pipis terus menerus....terjadi dehidrasi badan loyo...mata kosong ...jalan lunglai...ternyata merata semua strata pada kelojotan hirup asap kebakaran hutan...jangankan nambah dompet gemuk mau nambah oksigen pun habis .... akhirnya paru paru bermasalah... oksigen kurang dihisap efeknya badan loyo...Karen daya serap oksigen tubuh hanya 50%... Amsiong

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CINCIN DAN CINTA.. Perhiasan yang melekat di tubuh seorang istri belum tentu tanda ingin pamer. Bisa jadi, justru tanda cinta yang sedang dipelihara. Bagi Bu Nimas, cincin dan perhiasan itu bukan sekadar emas. 1) Ada suami di baliknya. 2) Ada perhatian, pengorbanan, dan kenangan. Memakainya bisa menjadi cara sederhana menghargai pemberian suami. Bukan hanya menghargai bendanya, tetapi juga orang yang memberikannya. Dalam psikologi rumah tangga, perhatian kecil sering punya makna besar. Suami merasa dihargai. Istri merasa disayangi. Keduanya merawat ikatan dengan bahasa cinta masing-masing. Bagi anak-anak, ini juga bisa menjadi pendidikan yang baik. Mereka belajar bahwa hadiah bukan semata-mata soal harga. Ada kasih sayang dan niat baik di dalamnya. Mereka juga belajar menghormati pasangan, tanpa harus mengukur kebahagiaan dari banyaknya harta. Agama pun mengajarkan penghargaan, rasa syukur, dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Tentu, membahagiakan pasangan bukan berarti harus bermewah-mewahan. Cc: Tuk para Disway muda. Kalian perlu memahami "ilmu tua" ini. He he.. Maafkan Yangkung..

Nimas Mumtazah

Abah.. Kalau abah mungkin risih memakai cincin, jam tangan dan sejenisnya. Kalau saya pakai perhiasan bahagia. Karena semua yg melekat di badan hadiah dari suami. Katanya bahagiakan suami bagian dari jalan menuju surga. Jadi bah..tidak semua perempuan bernama istri memakai perhiasan untuk pamer. Ngapunten bah

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Obama.. PECEL PUNYA KTP DAERAH? Madiun, Nganjuk, Kediri, Blitar. Empat kota, empat karakter pecel. Rupanya, urusan pecel saja bisa memunculkan sentimen kedaerahan. Untung belum ada sidang penentuan pecel paling sahih. 1) Pecel Blitar punya ciri khas. Bumbu sambalnya memakai kencur. 2) Pecel Nganjuk makin nikmat dengan remukan peyeknya. Gurih, renyah, lalu bercampur dengan sayuran dan bumbu kacang. 3) Pecel Madiun punya pesona lain. Ada kembang turi yang pahit-pahit sedap. Ada pula petai Cina alias mlandingan. Perpaduan rasa yang membuat lidah seperti menemukan teman lama. 4) Pecel Kediri? Pak Obama sudah membelanya dengan penuh semangat. Apalagi kalau ditemani sambal tumpang. Kembang turi, pepaya muda, bayam atau kangkung. Wah, ini bukan lagi sarapan. Ini diplomasi rasa! Kalau "kale", saya belum pernah mencoba. Mungkin memang harus ke Beijing. Atau menunggu beliau purna tugas, supaya bisa menemani wisata kuliner tanpa diburu agenda diplomatik. Kesimpulannya, pecel boleh berbeda bumbu. Yang penting, jangan sampai berbeda pilihan pecel membuat persahabatan jadi garing. Apalagi kalau belum sempat tambah peyek!

Gerring Obama

Wahhh... Anak mantu ga trima kalo pecel itu hanya di Madiun. Pecel Kediri apalagi dengan imbuhan sambal tumpangnya.. sayur kembang Turi, pepaya muda, daun bayam atau kangkung.. hmmm enak tenann... Pehhh..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

  1. @Pak Juve.. SURPLUS ANGKA, NILAI TAMBAH, DAN DIPLOMASI.. Pak Juve mengingatkan satu hal yang menarik. Ekspor nikel olahan Indonesia ke Tiongkok memang meningkat. Tetapi banyak smelternya dibangun dengan modal Tiongkok. Hasilnya pun banyak dikirim kembali ke sana. Ada hubungan dagang yang sekaligus menjadi rantai produksi. Namun, menyebut surplus itu semu juga terlalu sederhana. 1) Smelter beroperasi di Indonesia. 2) Ada pekerja, upah, pajak, dan kegiatan ekonomi di sini. Mungkin memang perlu dihitung. Berapa besar nilai tambah yang benar-benar tinggal di Indonesia. Dan satu hal jangan dilupakan. Surplus perdagangan berbeda dengan surplus anggaran negara. Yang satu menghitung ekspor dan impor. Yang lain menghitung penerimaan dan belanja pemerintah. Karena itu, saya tetap mengapresiasi Pak Djauhari Oratmangun. Menjadi dubes di negara sebesar dan sepenting Tiongkok bukan tugas ringan. Diplomasi ekonomi membutuhkan jaringan, ketekunan, dan kemampuan membaca kepentingan kedua negara. Hanya saja, keberhasilan diplomasi jangan diukur dari besarnya angka perdagangan semata. Ukur juga manfaat yang akhirnya dinikmati rakyat Indonesia.

kukak_papam

Nasi pecel, arema (arek Malang) bahasa nya "Oges lecep", anda sudah tahu itu bahasa Malang. Di Surabaya pun, pecel kaki lima dan resto merk-nya macam2, ada Pecel Kediri, Pecel Ponorogo, bahkan pecel lamongan, dan tentu ada Pecel Madiun. Bermacam merk pecel, bedanya apa, yang beda penjual/pemasaknya, yang berasal dari kota2 yang dijadikan merk itu. Pecel Ngawi, paling khas dan hanya ada di Ngawi, ada menu tambahan Lethok (olahan tempe busuk) yang aromanya menggugah selera, plus isian babat, usus sapi. Rasanya, sulit digambarkan. Sekarang penggemar Lethok yang kangen Ngawi bisa pesen beli Frozen Lethok secara online, bisa pilih polosan atau full variasi isiannya bisa pilih sesuai selera, unik penjualnya hanya mau dibayar setelah Lethok sampai ke pengirim, baru kita transfer, begitu aturan main nya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Jo.. ROMANTIS, MESRA, DAN BAHAGIA Ternyata, romantis itu tidak selalu soal bunga mawar, makan malam berdua, atau rayuan gombal. ROMANTIS = Rokok dan Makan Gratis? Ha ha.. ### Masih ada turunannya. 1) MESRA: Makan Enak, Sebatang Rokok, Rasa Aman. 2) BAHAGIA: Bayar? Ah, Gratis Ini Asyik! 3) NIKMAT: Nasi, Ikan, Kopi, Merokok, Asyik, Traktiran. 4) HEMAT: Habis Enak, Merokok Aman, Tanpa bayar. 5) MANTAP: Makan, Ngopi, Asap, Tanpa Ambil Pundi-pundi. @@@Puncaknya tentu saja SEJAHTERA: Semua Enak, Jajan Tersedia, Rokok Ada! Kalau semua itu tersedia tanpa mengeluarkan uang, namanya bukan lagi romantis. Itu sudah masuk kategori kemakmuran sosial. Tapi ingat, ada satu syarat penting: yang gratis jangan sampai membuat orang lain tekor. Sebab, dalam urusan makan dan merokok, yang paling romantis bukan cuma gratisnya. Melainkan ketika yang mentraktir tetap tersenyum, yang ditraktir merasa bahagia, dan tidak ada yang diam-diam mengirim tagihan ke grup WhatsApp! Itulah romantis yang sesungguhnya.

Lukman Nugroho

Sumpah baru tahu setelah membaca ini. Kalau ternyata suami Pak Dubes ini ada darah Wonosobo. Ikut bangga sebagai orang Wonosobo. Dan meski belum se terkenal pecel Madiun. Pecel Wonosobo juga mak nyus. Terbukti, pak Bos yang anti jaim itu mau menambah. Dan menjadi rebutan yang lain. Ini baru sebagian. Jika pecel Wonosobo di kombinasi dengan tempe kemul yang masih kebul-kebul. Waduuuuhhh, mana tahan dengan itu barang.

Lukman Nugroho

Jangan terlena dengan pak Bos yang tidak berjam tangan dan bercincin. Lihat itu, gaya busana pak Bos. Kian mbois saja. Padahal, di usia pak Bos sekarang ini. Jika tinggal di desa dan bertani. Tak pastikan, outfitnya sarung dan kaos oblong. Tapi terimakasih pak Bos. Menginspirasi kami yang lebih muda. Untuk selalu aktif dan terus produktif.

sinung nugroho

"ucapan terima kasih" bisa bermacam caranya, salah satu yang terbebas dari kelompok gratifikasi adalah tulisan dan Pak DI sudah berulang kali melakukan, namun tidak mudah bagi pemerimanya karena bisa jadi yang keluar adalah "lha kok mung kaya ngono...."

IZHAR FRANDY KUSUMA

Kok yo onok wong koyo ngene ki? Senengane sing gratisan. Wes dike'i gratis, sek pengen imbuh maneh pecel jangan kale. Gak bahaya ta iki Lur? #SalamMojopahit

Irary Sadar

OOT: Demonstrasi 28-10-26 sepi pemberitaan TV Nasional. Luarbiasa upaya pembatasan informasi. Lebih parah dari zaman Orde Lama. Termasuk disini, juga sepi...

pak tani

Peringatan Sumpah Pemuda kemarin diwarnai dengan demo Pemuda. Alias mahasiswa. Demo itu terjadi di kota2 besar. Bahkan sempat memanas di Jogja dan Jakarta. Ada hal yang menarik saat demo di Jakarta. Meskipun dihadang barikade Polisi cukup rapat, mahasiswa berhasil menembusnya dengan bantuan puluhan angkot. Disebut mirip strategi kuda troya. Mayoritas lapisan masyarakat sepakat mendukung demo kemarin. Meskipun sempat ricuh, untungnya tidak berakhir dengan anarki. Situasi pada akhirnya aman terkendali. Nampaknya demo ini tidak terlalu 'meledak' di media2 nasional. Apakah diredam? Entahlah. Yang jelas aksi ini seharusnya bisa menjadi lampu kuning untuk pemerintah. Sadarlah wahai pemerintah, beserta kabinet gemuknya! Jangan denial, seolah tidak terjadi apa2. Apakah pejabat sudah terlalu kenyang, sampai tak melihat masyarakat bawah demikian lapar? " Masalah terbesar adalah saat kita tidak tahu sedang dalam masalah! " -- Memperingati hari Sumpah Pemuda --

Jhel_ng

Saat semak itu terbakar, suhu radiasi bisa ratusan derajat. Di tanah mineral, suhu itu diteruskan, dipantulkan, diserap, dan diratakan. Sebagian besar panas akan dilepaskan tanah mineral ke atmosfer sendiri, akan dingin sendirinya. Namun di tanah gambut tidak begitu. Gambut menyimpan energi. Saat panas terlalu besar, energi itu akan memecah energi di dalam gambut, menciptakan energi yang lebih besar lagi. Panas tidak lepas, panas gambut berlipat. Asapnya juga. . Jadi kenapa Presiden layak dipersalahkan atas kebakaran, kabut asap, dan banjir yang akan datang? Itulah pertanyaan Bunda idola Anda, yang kini bergerak secara sosial. Ya karena presiden mencalonkan diri. Beliau berjanji, bersumpah, tidak boleh ada kemiskinan dan kelaparan. Apalagi kesakitan dan kematian karena bencana. Terutama bencana akibat salah urus. Kalau tidak mampu, kenapa mencalonkan diri? Sesederhana itu.

Edi Susanto

Jika ditanya apa yg paling aku benci, bbrp tahun lalu. Jawabannya pasti, acara seremonial KBRI. Aku adalah satu dr puluhan staf di KBRI. Selain administrasi, tugas utamaku juga dokumentasi & publikasi. Kegembiraan acara seremonial yg tampak oleh khalayak umum itu, sejatinya belati tajam yg teramat kejam. Mencabik hak hidupku, tanpa ampun. Kenapa bisa begitu? Karena biasanya acara resmi hanya sebentar. Yg lama itu menyanyi & menari. Di saat itulah, para pejabat ingin difoto. Sebanyak & seestetik mungkin. Ketiadaan wajah mereka dlm tumpukan file dokumentasi adalah musibah. Juga jika wajah mereka, terekam tak sengaja. Sedang merengut atau merana. Maka itulah aib yg harus disembunyikan, selama tujuh turunan. Mempublish foto itu, dianggap dosa yg tidak terampuni. Akan tersemat kepadaku, sepanjang waktu. Menjadi catatan hitam staf dokumentasi. Pada setiap acara seperti itu, aku harus pandai menahan lapar. Menunggu acara selesai, selalu standby. Harus siap saat beliau meminta foto, apapun momennya. Kemudian pada dinihari, saat beliau sudah kelelahan menari. Aku pulang & bersiap. Mendapati anak-anak tertidur memeluk guling. Merindukan ayah mereka yg tak kunjung datang. Sementara istriku masih terjaga dipojokan. Siap memberondong dengan segudang pertanyaan. Hanya karena terlambat sampai ke rumah. Tiba-tiba telpon berdering. Di ujung sana beliau berkata dengan suara penuh wibawa. Mana foto saya tadi? Seakan beliau tak peduli, bahwa saat itu sudah jam 2 dinihari.

Udin Salemo

rumah pak lurah di hambalang/ banyak pohon cemara berjajar/ pak boss sering pergi mbolang/ itu karena kebaikan galuh banjar/ bangun tower bts di Muara Kintap/ banyak tiang besi catnya lecet/ andaikan galuh banjar muntab/ pak boss akan dikurung di Pacet/ #pantun_galuh banjar

Udin Salemo

menunggu lanjutan tulisan Riau Satu ibarat didi dan gogo menunggu godot.

Liáng - βιολί ζήτα

Pertanyaan yang menggelitik lainnya..... Apakah meritocracy di "puncak piramida" itu akan se-meritocracy-meritocracy-nya seperti di tingkatan bawah dan menengah ?? Akhirnya..... mata kita pun terbuka, system apapun ternyata ada kelebihan dan kekurangannya...... Selanjutnya, memang, penegakan hukum yang semestinya diutamakan. Kalau Bó Xīlái (薄熙來) dijatuhi "hukuman penjara seumur hidup" karena kasus yang melibatkan istrinya dan menyeret dirinya..... Maka 習近平 (Xí Jìnpíng) semestinya di-impeach..... karena diduga kuat berada di balik layar atas perubahan/penghapusan Undang-Undang 2 periode Kepemimpinan Tiongkok..... yang sangat jelas "kemanfaatan" untuk dirinya, yang memungkinkan untuk menjadi "Pemimpin Tiongkok Seumur Hidup"..... Akhirnya kita pun bertanya-tanya : apalah artinya reformasi yang dimotori oleh Dèng Xiǎopíng (鄧小平)..... kalau ternyata sekarang memungkinkan terjadinya Pemimpin Seumur Hidup lagi, seakan-akan kembali ke era-nya Máo Zédōng (毛澤東) !! [3/3].

Liáng - βιολί ζήτα

Secara psikologis..... lebih memungkinkan bagi "pemain kelas atas untuk bermain cantik" dalam hal singkir-menyingkirkan pesaing yang tinggal sedikit tersebut. Atau..... mungkin, Bó Xīlái (薄熙來) sendiri yang secara tidak langsung (tidak menyadarinya) justru telah "menyingkirkan dirinya sendiri" atas kasus yang melibatkan istrinya dan menyeret dirinya. Kini, pertanyaan yang tersisa adalah..... Seandainya, kasusnya, baru terungkap setelah Bó Xīlái (薄熙來) terpilih menggantikan Hú Jǐntāo (胡錦濤) sebagai Pemimpin Tiongkok..... Apakah mungkin kasusnya tersebut akan tetap diungkap ?? Bukankah setelah menjadi Pemimpin Tiongkok, akan menjadi begitu powerful, seperti halnya yang dilakukan 習近平 (Xí Jìnpíng) yang mampu mengubah/menghapus Undang-Undang 2 periode Kepemimpinan Tiongkok, sehingga 習近平 (Xí Jìnpíng) masih bisa "duduk tjakep" di Singgasana Istana Tiongkok untuk periode ketiga..... [2/3]

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Dalian adalah kota pertama di Tiongkok yang berhasil mengubah kekumuhan menjadi kota yang amat cantik. Setelah Dalian berubah barulah kota-kota lain di seluruh Tiongkok mengikuti jejak kecantikannya." Berbicara mengenai kota Dàlián (大連) di Tiongkok, tidak akan terlepas dari nama Bó Xīlái (薄熙來) - Walikota Dàlián (大連) tahun 1990-an, yang "menyulap" kota kumuh Dàlián menjadi kota yang sangat indah. Bó Xīlái (薄熙來) seorang birokrat yang hebat - "produk" dari system meritocracy Tiongkok..... yang justru sepertinya "dimangsa" oleh system-nya itu sendiri..... Anda Pasti Tahu..... Konon, Bó Xīlái (薄熙來) memiliki peluang yang lebih besar sebagai Pemimpin Tiongkok untuk menggantikan Hú Jǐntāo (胡錦濤) yang purna tugas, dibandingkan 習近平 (Xí Jìnpíng), pada tahun 2012/2013 yang lalu. Saya melihatnya begini..... Meritocracy di Tiongkok itu sepertinya sangat ketat di tingkatan bawah dan menengah yang jumlah kadernya (pesaingnya) sangat banyak..... tetapi, semakin mengerucut ke "puncak piramida", sepertinya semakin longgar, tentu saja karena semakin sedikit pesaingnya..... [1/3]

Johannes Kitono

Irawan Mandarin. Awal tahun 1980 sering Fitness di Clark Hatch Mandarin Hotel. Ada member bernama Irawan Ronodipuro suami Dhanny Dahlan. Peragawati top ibukota. Saat itu Irawan yang staff marketing hotel tentu kalah top dengan isterinya. Irawan yang hobby sepakbola jadi team sepakbola Clark Hatch lawan team FKUI. Tapi tidak pernah cetak gol. Pemain FK-UI agak ngeri body charge dengan team Fitness Mandarin.Rata rata badannya berotot kata mereka. Ada nama KH Achmad Dahlan yang tidak ada hubungannya dengan Dhanny Dahlan. Apalagi dengan Dahlan Iskan, juragan Disway. Yang awal pendiri Muhammadyah ( 1868- 1923 ). Dan ayahnya Dhanny Dahlan bernama Achmad Dahlan Ranuwihardjo, lahir 1925. Politisi ,Lawyer alumni FH-UI dan Ketua HMI. Jusuf Ronodipuro ayah Irawan adalah jurnalis Hoso Kyoku , Radio Militer Jepang. Beliau adalah pendiri RRI. Dan berjasa menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di manca negara. Berbekal secara kertas dari Adam Malik. Ketika Jusuf Ronodipuro menikah terpaksa meminjam jas dari Bung Karno. Sebelum kembalikan jas di cuci di laundry. Tapi laundrynya terbakar bersama jas BK. Sampai beliau menghindar ketemu BK yang ketawa ketika mendengar cerita tsb. Selamat bertugas Ambasador Irawan Ronudipuro. Semoga berhasil gol seperti rekam jejak ayahnya. Dan hubungan diplomasi, bisnis Indonesia dan China semakin mesra. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 153

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Liam Then
      Liam Then
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • yea aina
    yea aina
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • pak tani
    pak tani
    • pak tani
      pak tani
    • Wilwa
      Wilwa
    • pak tani
      pak tani
    • pak tani
      pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
  • pak tani
    pak tani
  • Widodo Basuki
    Widodo Basuki
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • mario handoko
      mario handoko
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • alasroban
      alasroban
    • pak tani
      pak tani
  • alasroban
    alasroban
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Fendi Njau
    Fendi Njau
    • Wilwa
      Wilwa
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Wilwa
      Wilwa
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • de anto
    de anto
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • pak tani
      pak tani
    • mario handoko
      mario handoko
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • alasroban
    alasroban
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • alasroban
      alasroban
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Tommy Forfb
    Tommy Forfb
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Liam Then
    Liam Then
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Liam Then
    Liam Then
    • Wilwa
      Wilwa
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • DeniK
    DeniK
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • Em Ha
    Em Ha
    • Liam Then
      Liam Then
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • alasroban
      alasroban
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • rid kc
    rid kc
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Sugi
    Sugi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol