Terdakwa Kera

Terdakwa Kera

--

Bersejarah: mati lampu adalah perbuatan pidana. Itu di Batam, Indonesia. Akibat mati listrik total di sana 12 Oktober lalu, polisi setempat menetapkan empat orang jadi tersangka: tiga orang dari PLN, satu orang dari pihak kontraktor.

Tiga orang itu kelihatannya bekerja di Gardu Induk Sei Harapan. Yakni GI yang berada di Sekupang, tidak jauh dari arah ke terminal fery kapal cepat menuju Singapura.

GI Sei Harapan itu tiba-tiba bermasalah. Seekor kera berhasil masuk ke GI. Tentu loncat sana-sini. Terkenalah kabel bertegangan tinggi. Terjadilah korslet. Listrik sepulau Batam dan Bintam padam. Total. Serentak.

Itu pukul 06.00 lebih sedikit. Hari Senin. Semua orang sedang siap berangkat kerja di hari pertama minggu itu. Sebagian sedang mandi pagi. Kehidupan ekonomi pun seperti berhenti. Batam terlalu penting bagi ekonomi Indonesia. Pun bagi harga diri bangsa. Utamanya di mata tetangga di seberang mata: Singapura.

Dirut PLN langsung diberhentikan –meski listrik di Batam adalah tanggung jawab dirut dan para direktur PT PLN di Batam. Tapi itu memang anak perusahaan PLN –meski konon PLN Pusat tidak punya kuasa mutlak pun untuk sekadar mengangkat direksi anak perusahaan yang itu.

Mengapa monyet bisa masuk GI? Di situlah polisi menganggap terjadi keteledoran petugasnya. Polisi menyinggung kenapa pagarnya tidak dialiri listrik sehingga monyet yang berusaha masuk GI sudah tewas ketika masih di pagar.

Saya agak ragu benarkah polisi mengatakan itu –seperti ditulis banyak media. Kan tidak ada kebijakan agar pagar GI harus dialiri listrik. Itu sangat membahayakan kera –ups manusia.

Sebenarnya tidak aneh monyet bisa masuk ke GI Sei Harapan. GI itu di dekat hutan. Tidak sampai 1 km dari GI adalah hutan lindung.

Saya pun mengontak sahabat Disway di Batam: Marganas Nainggolan. Saya minta tolong agar ada wartawan yang pergi ke lokasi. Marganas menugaskan wartawan muda, Panahatan Nainggolan, dari BatamNow.com. Ia alumnus Unrika (Universitas Riau Kepulauan) dari fakultas hukum.

Menurut pandangan Panahatan, di dekat GI itu ada pohon rindang. "Menurut warga setempat di pohon itulah setiap malam terlihat banyak monyet," ujar Panahatan. "Saya sudah mewawancarai warga yang menyaksikannya sendiri," ujarnya.

Dari hasil liputan Panahatan itu saya jadi tahu bahwa GI Sei Harapan adalah GI yang masih baru. Ada dua trafo besar di situ. Yang satu sudah terpasang sekitar tiga bulan lalu. Yang satu lagi baru terpasang satu bulan lalu.

"Senin pagi itu terdengar suara ledakan yang keras dari GI itu," ujar seorang warga kepada Panahatan.

Kawasan sekitar GI ternyata perumahan liar yang padat. Sekitar 200 ruli memenuhi dua sisi GI. Satu sisinya lagi empang. Sisi satu lagi jalan raya.

Ia belum dapat info: apakah kera itu datang ke GI seorang diri atau bergerombol seperti kebiasaan di komunitas monyet. Sayang kera tersebut ditemukan tewas mengering sehingga tidak bisa ditanya apakah ia datang ke situ dengan maksud sengaja ingin bunuh diri: misalnya karena stres akibat hutan habitat mereka kian sempit di Batam.

Persoalannya bukan hanya mengapa kera bisa sampai di situ. Yang lebih penting: mengapa sistem pengaman otomatisnya tidak berfungsi.

Setiap GI dilengkapi CB –circuit breaker. Di rumah Anda CB itu biasa Anda sebut dengan nama sekring. Bentuknya tidak sama tapi fungsinya serupa. Di gardu induk ada CB di lapisan pertama, ada beberapa CB di lapisan kedua.

Seharusnya begitu si kera mengenai jaringan –dan korslet– CB lapisan pertama itu ''jatuh''. Maka terputuslah hubungan antara jaringan yang terkena kera dengan keseluruhan jaringan di GI. Aman. Tidak merembet ke mana-mana. Hanya yang terganggu itu yang putus.

Ternyata sekring pertama itu tidak ''jatuh''. Mengapa tidak ''jatuh'' tidak bisa dijawab sekarang. Harus diteliti tim ahli sistem kelistrikan. Bisa. Ada recording-nya. Lengkap. Bisa dianalisis dari recording system di GI.

Akibat sekring pertama tidak "jatuh" maka gangguan diteruskan ke sistem berikutnya. Maka sekring-sekring di lapisan pengaman kedua "berjatuhan". Putuslah semua jaringan. Keseimbangan sistem pun terganggu. Tegangan pun mendadak berubah –"menghantam" pembangkit listrik di tempat yang jauh sana: mati!

Ada setidaknya delapan GI 150 kV tersebar di seluruh pulau Batam. Salah satunya yang dimasuki kera itu.

Saya pernah dapat pelajaran listrik bagi pemula, termasuk bagaimana cara menuliskan kV –huruf V-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak Volt: fisikawan Italia, Alessandro Volta, si penemu baterai listrik. Pun kalau menulis kWh --hurur W-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak James Watt yang Anda sudah tahu siapa beliau.

Sekitar 17 tahun lalu, yang mengajari saya dasar-dasar kelistrikan itu seorang engineer muda yang sangat pintar. Kelak di pertengahan Oktober 2026 anak muda itu menjadi orang terpenting di PLN.

Di Batam ada dua pembangkit listrik: tenaga gas dan tenaga batu bara. Lokasinya berjauhan. Satu di Tanjung Uncang, satunya di Nongsa. Tenaga gasnya sangat besar: 220 mW. Tenaga batu baranya 2x50 mW –sedang ditambah dengan 2x100 mW.

Bahwa listrik di pulau Bintan juga ikut padam itu karena dua pulau itu sudah berada dalam satu sistem –lewat jaringan kabel listrik bawah laut.

Saya belum pernah mendengar ada mati lampu yang sampai menjadi perkara pidana. Mungkin karena mati lampu yang di Batam ini telah membuat kemarahan yang hebat.

Pernah terjadi mati lampu hampir se-Jawa tapi tidak sampai jadi perkara pidana. Mungkin karena calon tersangkanya adalah sebatang pohon. Yakni pohon besar di dekat transmisi yang di tengah angin ribut mengenai jaringan 500kV trans Jawa. Pernah juga mati lampu akibat pasokan batu baranya terganggu. Juga tidak jadi perkara pidana –mungkin karena calon tersangkanya tidak punya lidah: batu bara.

Untung kera di Batam itu tewas. Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 21 Oktober 2026: Ya Tidak

Em Ha

Sesi Hening. Saya pratikkan apa yang disampaikan Dr. Bilqis Firyal Nabilah, M.Pd. Helmi Yahya mewancarai doktor alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Perenduan Madura di Podcastnya. Daging semua. Cerita tentang sekolah yang didirikan sang Doktor enak didengar. Muslim Cendikia nama sekolahnya. Di kota Batu. Kalau mau tahu. Coba cari di Youtube ; Inspiratif : Anak Penjual Tahu Bangun Sekolah & Berani Gaji Tinggi Untuk Guru. 47 menit terasa singkat. Di dalam KRL Bogor - Jakarta Kota terasa hening di tengah keramaian. Hari ini saya merasa bersyukur. Punya teman teman perusuh. Punya sosok Abah yang menginspirasi. Selamat siang semua.

Juve Zhang

Bursa saham apa bursa burung ??? Ini pertanyaan MSCI yg kaget lihat byan dijual dengan diskon 86 trilliun....ini setara 5 milyar USD sebuah angka fantastis bagi MSCI....nah disini lebih kentara ini bursa pemain burung....semua ada tumplek blek ada jualan burung beo... burung kutilang....sampai burung pemakan bangkai pun ada.,.krisis kepercayaan ini lah sumber masalah pasar burung tak layak masuk kasta pasar saham profesional indipenden.....nah saya sudah usulkan dua bursa saja pedagang burung ini dikelompokkan dalam satu bursa atau kluster baru misal Indeks Harga Saham Gorengan Garis Burung AKA Pasar Burung....disini bebas negosiasi bebas apapun asal jangan jualan narkoba....selama jualan burung boleh ....di bursa saham Jakarta disini kumpulan saham aliran MSCI....dengan kriteria jelas maka pembeli saham akan ke bursa saham Jakarta sedangkan pembeli burung akan ke bursa pasar burung....semua sama cari CUAN....gak ada yg mau rugi....yg rugi kan yang cuma jalan jalan kena tai burung.....wkwk

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

LEMBAGA-LEMBAGA PENILAI PASAR SAHAM.. Ada beberapa.. 1) MSCI. 2) FTSE Russell, 3) S&P Dow Jones Indices, 4) STOXX, dan 5) Nikkei. Mereka menyusun indeks, mengukur karakteristik pasar, dan sebagian mengklasifikasikan negara berdasarkan tingkat perkembangan pasarnya. Siapa di balik mereka? 1) MSCI adalah perusahaan publik. 2) FTSE Russell berada di bawah London Stock Exchange Group. 3) S&P Dow Jones Indices berada dalam kelompok S&P Global. 4) STOXX terkait dengan Deutsche Börse Group. 5) Nikkei merupakan bagian dari perusahaan media Jepang. Artinya, mereka bukan lembaga nirlaba yang sepenuhnya terlepas dari kepentingan bisnis. Namun, kepemilikan komersial tidak otomatis membuktikan adanya intervensi atau manipulasi. Independensi harus diuji melalui struktur kepemilikan, kewenangan pengambil keputusan, sumber pendapatan, transparansi metodologi, dan bukti intervensi. Adakah yang 100% independen? Sulit memastikan itu. Yang lebih masuk akal ialah menguji apakah mekanisme pengendalian konflik kepentingan berjalan efektif. Bagi Indonesia, solusinya bukan sekadar mempersoalkan MSCI. Transparansi kepemilikan saham, kualitas data perdagangan, dan keterbukaan pasar harus diperkuat. Hasil penilaian MSCI pun perlu dibandingkan dengan FTSE Russell dan S&P DJI. Sebab, independensi tidak cukup diklaim. Ia harus dapat diuji. Libatkan ahli yang paham, dan tunjuk jadi juru bicara.. ### Tapi jangan saya. Saya dah terlanjur jadi Komentator "Independen" Diway.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

RENCANA PENGEMBANGAN BISNIS PT LEONG PUTU, Tbk TAHUN INI.. PT Leong Putu, Tbk (LEPU) selama ini bergerak di bidang transportasi. Bisnis utamanya menjembatani jarak Surabaya–Denpasar. Armada andalannya Toyota HiAce berkapasitas 19 penumpang. Tahun ini LEPU naik kelas. Tidak lagi hanya mengandalkan HiAce. Mulai 15 Desember 2026, LEPU akan meluncurkan layanan bus berkapasitas 40 penumpang untuk trayek Surabaya–Denpasar. Peluncuran perdana ini sekaligus menjadi uji pasar. Penumpang pertamanya adalah peserta Muktamar Perusuh Disway ke-VIII, yang akan berlangsung di Denpasar pada 16–17 Desember 2026. Manajemen LEPU optimistis. Sebab, kalau mengangkut perusuh saja bisa penuh, pasar umum tentu layak dijajaki. Namun, ada satu risiko bisnis yang perlu diantisipasi. Kalau semua peserta muktamar naik bus yang sama, siapa yang akan mengawasi sopir? Jangan-jangan sopirnya ikut muktamar, lalu busnya dibiarkan jalan sendiri. Itulah tantangan LEPU: memperbesar kapasitas tanpa mengurangi keselamatan. Soal saham boleh naik-turun. Yang penting, bus LEPU jangan ikut-ikutan auto reject di tengah jalan. ### Catatan: 1) Berita ini hoax. 2) Tapi kalau mau direalisir beneran, mestinya banyak yang mau.. Bagaimana menurut Anda?

pak tani

Saat itu suasana begitu chaos :) Semuanya mendadak kaya :) Diantara sesi perdagangan, papan pengumuman begitu ramai. Berdesakan, melihat corporate action yang ditampilkan. Saat sesi perdagangan, lebih ramai lagi. Penjual menulis harga dan jumlah lot saham di form yang tersedia. Mencari kecocokan pembeli di 'lantai bursa' buatan. Kalau ada transaksi yang match. Panitia merekap harga saham secara langsung di papan tulis besar. 'Antam 2000' 'Kalbe 500' 'Unilever 1000' Kira2 begitu yang teriakan yang terdengar di kerumunan peserta pada 'lantai bursa' buatan itu. Kalau ada yang mau beli, kertas form itu akan langsung disambar, tulis nama, dan serahkan ke panitia. Panitia akan menulis harga saham baru di papan tulis. Transaksinya kertas itu saja, modal yang berpindah akan direkap belakangan, diantara sesi perdagangan. Melelahkan sekaligus menyenangkan. Kalau diingat2 lagi. Untuk menjadi juara ternyata tidak perlu bertransaksi tiap sesi. Cukup all in modal membeli 1 saham populer. Duduk manis saja. Diakhir sesi harga saham bisa ratusan %. Lebih tinggi dari peserta yang bolak balik jual beli hehe. Tapi saat itu tidak ada yang melakukannya. Intinya. Saat terlalu banyak investor yang masuk ,saham2 akan otomatis naik. Tidak peduli teknikal atau fundamental. Saat dompet sudah penuh sesak, otomatis masyarakat akan menjadi calon investor potensial. Sebaliknya, saat dompet kempes. Pasar harus 'mengemis' investor hingga keluar negri. Oya. Jaman itu belum ada saham busuk :))

pak tani

Saat kuliah dulu, ada perlomba'an menjadi investor saham. Para peserta/mahasiswa diberi modal virtual yang sama. Misal 1M. Kemudian melakukan simulasi jual/beli saham. Karena belum secanggih sekarang, Jual/beli tersebut dilakukan secara offline dan manual. Caranya? Panitia akan mencontek harga aktual terakhir saham2 IHSG. Kemudian panitia akan berperan sebagai BEI, peserta berperan sebagai investor dan broker. Dalam 1 hari itu, dibuat beberapa sesi untuk bertransaksi. Diantara sesi2 itu panitia akan menempelkan kertas pengumuman, berisi corporate action, kebijakan internal, kebijakan eksternal, bad news, good news, dan tentu deviden. Jadi harga awal saham itu aktual, tapi harga selanjutnya akan tergantung transaksi jual/beli di acara tersebut. Peserta dipersilahkan membaca kertas2 pengumuman itu sebelum melakukan transaksi di sesi berikutnya. Peserta diharapkan melakukan analisa fundamental. Analisa teknikal tidak memungkinkan untuk disimulasikan karena keterbatasan teknologi saat itu. Dari 1M, silahkan kembangkan sebanyak mungkin. Peserta dengan modal akhir terbanyak akan menjadi pemenang. Yang menarik. Nilai saham yang terbentuk pada simulasi tersebut semuanya hijau. Alias naik. Tidak ada satupun saham yang turun nilainya. Kok bisa? Karena dalam 1 ruangan tersebut terdapat ratusan 'investor lapar'. Yang masing2 punya 1M yang siap dibelanjakan. Tidak ada beban pengembalian modal. Pokoknya belanja, belanja, belanja. Saat Demand begitu tinggi, otomatis harga naik. (1/2)

Wilwa

@Juve. Kalau dalam agama apapun itu, yang penting adalah saling tolong menolong, saling kolaborasi, saling rukun, saling empati, saling mengasihi maka seharusnya dalam soal mata uang juga begitu idealnya. Yah tapi tahu sendirilah homo sapien itu menurut Buddha penyakitnya cuma dua jenis: keserakahan dan kebencian. Kadang serakah/lobha dijabarkan sebagai EKSTREM MENCINTAI mulai dari cinta Power/Kekuasaan, cinta Money/ Kekayaan, cinta Sex (poligami baik banyak istri atau banyak suami, banyak selingkuhan tepatnya). Atau EKSTREM MEMBENCI berdasarkan suku/bangsa, agama/kepercayaan, kasta/ struktur sosial. Itu persepsi saya yang percaya pada filosofi atau ajaran kearifan dari Buddha. Bukan ritual agama Buddha. Saya paling anti ritual agama apapun.

Beny Arifin

Saran saya, investor asing jangan dilawan, jangan juga diledek. Kenapa ? Duit mereka masih luar biasa besar di pasar saham kita. Mereka masih punya power sangat cukup buat menjatuhkan harga ke jurang yang lebih dalam. Akui saja kekurangan tatakelola bursa dan janji dengan sungguh2 untuk memperbaiki. Itu yang mereka mau dengar. Duit mereka itu sangat berpengaruh buat naik dan turunnya harga. Yakin kalau bursa kita benar2 masuk grup standalone, lalu asing ga mau lagi ikut jualan, IHSG ga akan kemana mana alias jalan ditempat. Kenaikan 5% kemarin bisa jadi hanya bubble, gelembung yang gampang pecah karena ditiup pakai duit investor lokal yang trading jangka pendek.

Wilwa

Semalam setelah menyimak Noorsy yang menegaskan ke Aiman W bahwa MSCI “ngerjain” BEI, Aiman kemudian mempersilahkan Fuad Bawazier mantan Menkeu yang kini menjabat sebagai komisaris MIND (Mining Industry) Indonesia plus kini kader Gerindra menimpali bahwa agar devisa kita kuat maka semua tambang apapun dan perkebunan raksasa apapun harus dikuasai negara seperti Saudi menguasai minyak bumi, satu-satunya tambang yang Saudi andalkan untuk mengeruk devisa. Hmmm. Betul juga sih. Dari situ Prabowo bisa memakmurkan seluruh WNI tanpa pandang bulu dengan subsidi pendidikan, kesehatan,, perumahan, transportasi, energi, pangan, dll. Tapi menurut saya, USA jelas tak kan tinggal diam melihat negeri yang secara keuangan lepas dari genggaman.

Wilwa

Dari 57 perusahaan sawit yang disegel karena karhutla 10 perusahaan dari Singapura dan 9 perusahaan dari Malaysia, 2 perusahaan dari Inggris dan 1 perusahaan dari Hong-Kong. Ironisnya perusahaan-perusahaan asing itulah yang menjadi 95% pelaku karhutla. Jadi perusahaan sawit lokal hanya menjadi penyumbang 5% karhutla. Ini hasil nanya AI lho ya.

Kak Idam

Setelah melihat perdagangan sampai Selasa, 20 Oktober 2026, saya akan membedakan antara saham yang fundamentalnya relatif kuat tetapi ikut terseret kepanikan dan saham yang memang mempunyai risiko besar terhadap persoalan MSCI. Hal pentingnya: ancaman MSCI belum selesai. Reuters memperkirakan jika Indonesia benar-benar turun menjadi Standalone Market, potensi arus keluar dana pasif bisa mencapai sekitar US$5,6 miliar. Selasa memang IHSG rebound kuat, tetapi investor asing masih melakukan penjualan.

Achmad Faisol

Selasa kemarin ikut naik drastis: 9 persen. Tumben. Hebat. ####### sama dengan yang ini: "wah, minggu ini beratku turun 2 kg..." "hebat kamu... berhasil program dietnya..." "engga juga, sih... minggu kemarin naik 7 kg soalnya..."

Achmad Faisol

yang bertanggung jawab adalah pihak penyebab masalah... contoh: fulan sekolah di antah berantah... tiba-tiba sudah dinyatakan lulus s1... saat balik ke kampung, mendaftar kepala desa, dan ditanya ijazah sma... tugas fulan adalah minta ke pihak antah berantah untuk menerbitkan ijazah sma... sederhana, kan...? kalau pihak antah berantah saja -- tempat fulan sekolah dan kuliah -- ga mau menerbitkan ijazah sma, padahal fulan sudah s1, artinya apa...? anda sudah tahu...

Momon Atun

Orang seperti saya, senang mengamati hal hal viral fomo lg trend. Belakangan para influencer berlomba lomba promosi saham, sebut saja namanya mawar.. Bangga bisa pasif incam dr saham, dengan menceburkan beberapa rupiah, diambil 5-10% nya saja (dari devidennya) sudah cukup buat hidup setahun.. Lalu dia kasi hitung hitungan mana saham bluechip mana saham yang beresiko (bahasa ndesonya- gorengan, kadang di goreng setengah mateng kadang sampai gosong haha) Lalu para follower pada ikutan nyicil saham.. Ada yg berani hutanglah, dengan bayangan sekian persen sudah bisa menikmati pacif incam.. Lalu datanglah era -sebut saja namanya fulan bin fulan, saya yakin anda sudah tahu, klw belum tanya sama yg sudah. Jegggerrrrr.... Gerrrr hancur harga harga saham, yg katanya bluechipun nyungsep ke inti bumi, jengger.. Para influencer nya pun seolah hilang di telan paus di tengah Pasifik.. Hu hu huuuuu suara tangis para pemain judi eh saham.. Sebut saja namanya "kita" Wkwkkw Nasehat dari saya, hati hati sm yg di viralkan di ocehin influencer, karena mereka cari view (penonton) sedangkan anda cari cuan, benar apa betul? Hati hatilah kerugian terjadi karena ada uang nya, klw gk ada uang anda gk bakal beli saham wkwk

Wilwa

Bila Trump punya MAGA maka kita harus punya MIG. Bukan merk pesawat Soviet/Rusia tapi singkatan dari Make Indonesia Great. Why not? USA dikit-dikit pakai alasan National Security untuk membendung Tiongkok. Kita juga boleh dong membendung investor negara manapun yang membahayakan atau merugikan kepentingan National Security kita. Adil khan?

Edi Sampana

Dismorning pagi ini. Antrian solar subsidi di SPBU sdh dikuasai preman. Di kal sel, truk anggota organda yg mau jalan ke Kalteng harus 3 hari antri di SPBU. Spy tdk perlu antri di perjalanan. Kapasitas tangki besar tapi hanya boleh isi 80 liter. Jd terpaksa bermalam di dekat SPBU utk antri selama 3 hari itu. Kata Abah, truk bermalam di dekat SPBU itu tdk gratis, karena harus bayar uang keamanan agar solar yg ada di truk tdk dicuri.Menjadi anggota organda harus bayar iuran Rp.200 ribu per bulan yg entah utk apa uang itu oleh pengurus. Keuntungan jd anggota organda, bisa mendapat kupon utk antri solar, maksimal 80 liter per hari. Utk ambil kupon harus bayar fee 5-10 ribu. Petugas pompa SPBU juga kadang tdk kembalikan uang kembalian. Utk beli 80 liter, uang yg diserahkan 550 ribu ke petugas pompa, tdk ada kembaliannya. Itu cerita kerabat sy yg jd sopir truk. Jd sy setuju usul Abah agar harga solar subsidi din

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

ADA YANG NAIK SEMBILAN PERSEN.. “Selasa kemarin ikut naik drastis: 9 persen. Tumben. Hebat. "Tapi jangan dilihat persentasenya. Lihatlah berapa rupiah kenaikannya: Naik Rp2/lembar. Menjadi Rp26/lembar.” Ini humor pasar modal yang sulit ditandingi. GoTo naik sembilan persen, tetapi kenaikannya hanya dua rupiah. Persentasenya sudah seperti juara lomba lari. Nilai rupiahnya masih seperti menemukan uang di sela sofa. Namun, di situlah pelajaran menariknya. Persentase selalu bergantung pada angka dasar. Kalau harga saham sudah terjun jauh, kenaikan kecil dalam rupiah bisa tampak besar dalam persentase. Bayangkan orang yang kehilangan Rp400, lalu mendapat kembali Rp2. Secara matematika, itu kemajuan. Secara perasaan, mungkin masih perlu hiburan. Tentu, kenaikan saham GoTo bukan berarti perusahaannya tidak punya masa depan. Harga saham sehari juga bukan rapor lengkap sebuah perusahaan. Tetapi investor perlu membedakan antara rebound harga dan pemulihan fundamental. Jangan sampai kita terkecoh oleh angka yang pandai "berdandan". Di bursa, persentase bisa membuat orang bertepuk tangan. Rupiah mengingatkan kita berapa nilai tepuk tangan itu. Kadang-kadang, yang naik bukan kekayaan. Hanya persentasenya.

Mpok Dipa

Bukannya kita tak boleh berharap kepada siapapun atau apapun itu demi menjaga kebahagiaan kita?. 2 tahun ini kebahagiaan pastilah ada, tidak mungkin Tuhan memberi umatnya sengsara & derita terus. Kalau bahagia bilangnya anugerah dari Tuhan, kalau sengsara bilangnya akibat kelakuan pemerintah he he he. Padahal pemerintah juga pernah membuat kita bahagia. Salah satunya dengan di jadikannya kita kaya, meski cuman versi DESIL :))

Turrachman Rachman

"Tetap saja itu kabar baik karena sentimen terasa baik. " Terasa itu belum tentu sebenarnya. Begitu juga terasa berat. Belum tentu benar benar berat. Maka setiap pagi sebelum membaca disway saya minum air putih hangat. Yang benar benar terasa hangat. Agar ketika membaca apa yang berseliweran dimedsos. Saya sudah terasa hangat. Maka tidak perlu lagi terasa kebingungan. Mana berita yang benar mana berita yang baik . Mana berita yang tidak baik. Nasehat leluhur harus terus diingat. " Jaman Iki jaman edan, nek ora edan ora keduman. Ananging sak Bejo bojone uwong yoiku sing esih eling lan waspodo. Ojo gumunan, ojo kagetan

DeniK

Tidak akan berani rombak kabinet apalagi dari utusan partai . Mau kinerja seburuk apapun menteri walau kerjanya hanya duduk, diam , dapat gaji , asal manut dan sedikit menjilat posisi nya akan aman .

djokoLodang

-o-- *) Kabar Baik atau Buruk? Pengacara memberi tahu Bolkin bahwa jika ingin dibela di pengadilan lusa, ia butuh uang; tetapi Bolkin bilang tidak punya uang sama sekali. "Saya hanya punya sebuah jam tangan emas antik," ujarnya. Pengacara: "Tidak masalah. Anda bisa mendapatkan uang dari jam itu. Jual atau gadaikan dulu" Bolkin:"Oke. Baiklah." Pengacara: "O iya, ... Anda dituduh mencuri apa?" Bolkin: "Sebuah jam tangan emas antik!" --0-

rid kc

Ada orang yang tinggal jauh dari keramaian kota bertanya; cara beli saham gimana ya? Masak ada saham seharga Rp. 25/lembar? Masak harga saham kalah dengan harga terong sebini

Jo Neka

Saham LEPU di buka dengan 120rph..Sorenya sisa 20rupiah per lembar.Setelah ditelusuri.Oo ternyata diserok oleh perusuh ..

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 42

  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Sulaspin
    Sulaspin
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • Sugi
    Sugi
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Lilik Harnadi
    Lilik Harnadi
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Kak Idam
    Kak Idam
  • agus budiarto
    agus budiarto
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • DeniK
    DeniK
  • rid kc
    rid kc
  • Raka Raka
    Raka Raka
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Wilwa
      Wilwa
  • nur cahyono
    nur cahyono
  • alasroban
    alasroban
  • nur cahyono
    nur cahyono
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • nur cahyono
    nur cahyono