BI DIY Undang Dahlan Iskan, Berbagi Strategi ke Pelaku Usaha
Dahlan Iskan saat menyampaikan materi di acara temu responden Bank Indonesia Yogyakarta, Jumat 9 Oktober 2026.--
YOGYAKARTA, DISWAY.ID– Pertumbuhan ekonomi yang positif tidak serta-merta membuat pelaku usaha terbebas dari tantangan. Perubahan teknologi, pergeseran perilaku konsumen, dan persaingan yang semakin ketat menuntut dunia usaha terus menyesuaikan strategi agar tetap relevan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Temu Responden Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang digelar di Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Dahlan Iskan diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman kepada pelaku usaha yang menjadi responden BI.
BACA JUGA:Dahlan Iskan di Disway Awards 2026: Brand Sudah Top of Mind, Jangan Lupa Jaga Reputasi
Mengusung tema "Stay Relevant, Stay Resilient: Strategi Bertumbuh di Era Perubahan", kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkaya perspektif pelaku usaha dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, Dahlan Iskan selama ini punya pengalaman panjang dalam dunia bisnis sehingga diharapkan bisa memberikan tambahan perspektif tentang bagaimana bertahan di era perubahan.
"Pengalaman Pak Dahlan membangun, mengembangkan, dan memimpin berbagai usaha, termasuk membawa industri media melewati berbagai fase perubahan, tentu bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi peserta," harap Sudibyo.
Dahlan Iskan sendiri dalam sesinya lebih banyak mengajak berdiskusi para pengusaha yang menjadi peserta acara. Ia banyak mendengar sekaligus "belanja masalah" yang dihadapi para pengusaha.
Tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini memang tidak hanya berkaitan dengan persaingan antarpelaku bisnis. Perkembangan teknologi juga mengubah kebutuhan tenaga kerja, cara perusahaan menjalankan operasional, hingga preferensi konsumen.
Apalagi, proyeksi World Economic Forum memperkirakan sekitar 22 persen lapangan kerja akan mengalami disrupsi hingga 2030. Perubahan tersebut dipengaruhi perkembangan teknologi, pergeseran demografi, dan dinamika geopolitik.
Kondisi itu menunjukkan bahwa strategi bisnis yang efektif beberapa tahun lalu belum tentu masih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Pelaku usaha dituntut lebih cermat membaca perubahan, menyesuaikan produk dan layanan, serta mengelola sumber daya secara adaptif.
BACA JUGA:Pengusaha Pilihan
Tema Stay Relevant, Stay Resilient yang diangkat dalam pertemuan tersebut menekankan dua kemampuan yang saling melengkapi. Tetap relevan berarti memahami kebutuhan konsumen, mengikuti perkembangan pasar dan teknologi, serta menerjemahkannya ke dalam produk, layanan, dan model bisnis yang sesuai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Darmadi Sudibyo saat memberikan sambutan dalam acara Temu Responden 2026.----
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: