Jumat Keramat

Jumat Keramat

--

Bank-bank ini tidak berdosa tapi ikut masuk neraka. Bahkan bank-bank itu menjadi yang paling menderita di Jumat Keramat kemarin. Yakni saat indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia turun drastis.

Anda sudah tahu: harga saham di bursa turun drastis 11,5 persen di satu hari Jumat saja. Itu penurunan terjelek sejak terjadinya krisis moneter 1998.

Pemicunya Anda juga sudah tahu: lembaga rating terkemuka di New York, MSCI, mengeluarkan pernyataan: akan menurunkan status Bursa Efek Indonesia dari level emerging market menjadi standalone --level yang tidak akan lagi diperhatikan oleh jaringan pasar saham dunia.

Itu karena lembaga rating tersebut tidak percaya lagi pada reputasi pasar modal Indonesia. Begitu banyak pelanggaran dibiarkan saja. Terutama yang dilakukan para big fish. Seolah lembaga pengawas pasar modal, OJK, takut pada perusahaan jenis itu.

MSCI juga menengarai adanya intervensi kekuasaan yang berpengaruh pada independensi pasar modal. Misalnya: mengapa raksasa batu bara, Bayan, harus jual saham ke Haji Isam. Ada juga pemberitaan Danantara akan menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia.

Sebetulnya MSCI belum memutuskan penurunan level BEI itu. Tapi para pemilik modal langsung antisipasi dengan cara cepat-cepat menjual saham mereka. Begitu banyaknya yang jual saham sampai harganya turun drastis.

Hasil penjualan saham itu mereka bawa pulang ke negara masing-masing. Maka pada satu hari Jumat kemarin terjadi out flow yang luar biasa besarnya: Rp 3,3 triliun. Secara ekonomi Indonesia terpukul sangat berat.

Keputusan MSCI itu sebenarnya baru akan diambil Juni atau Juli tahun depan. Tapi investor dari luar negeri rupanya sudah ”patah harapan”.

MSCI sebenarnya sudah mengingatkan semua itu sejak lebih lama. Bahkan pernah mengeluarkan peringatan keras tahun lalu. Saat peringatan itu diumumkan harga saham juga jatuh sangat dalam. Akhir Januari tahun ini tiga pimpinan OJK sampai ”mengundurkan diri”.

Rupanya pimpinan OJK yang baru dianggap belum banyak berbenah. Maka MSCI membuat pengumuman yang dampaknya seperti bom atom untuk pasar modal Indonesia.

Apakah giliran pimpinan OJK yang baru akan mengundurkan diri? Kita belum tahu. Tapi Jumat malam itu juga OJK mengumumkan tindakan drastis. Tiga ”ikan besar” bursa efek Indonesia dijatuhi hukumam berat: harus bayar denda yang totalnya mencapai Rp2,1 triliun. Itu karena mereka melakukan pelanggaran berat.

Dua perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu dihukum bayar denda Rp500 miliar (BREN) dan Rp 100 miliar (CUAN). Satu perusahaan milik pewaris Eka Tjipta Wijaya (DSSA) didenda Rp 1,5 triliun.

BREN, CUAN, dan DSSA bukan nama perusahaan. Itu kode perusahaan di pasar modal.

DSSA adalah PT Dian Swastatika Sentosa dari grup konglomerat Sinar Mas. BREN adalah PT Barito Renewables Energy. CUAN adalah PT Petrindo Jaya Kreasi.

Apakah tindakan tegas itu akan bisa membuat MSCI mengurungkan keputusannya Juni tahun depan? Bagaimana dengan indikasi lain yang BEI dicitrakan terancam independensinya?

Yang jelas babak ”babak belur” sudah terjadi. Bank-bank besar yang tidak ikut berbuat dosa ikut menderita. Bahkan termasuk yang paling menderita.

Saham BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) sama-sama turun sampai 14,8 persen. Saham Bank Mandiri dan Telkom termasuk yang turun drastis.

Mereka sebenarnya bisa dipercaya tapi terbawa ke iklim ketidakpercayaan pada keseluruhan pasar modal.

DSSA sendiri jeblok. Turun luar biasa. Tidak hanya di hari Jumat lalu melainkan sudah sejak tanggal 12 Oktober. Total penurunan selama lima hari terakhir mencapai 36,7 persen.

Kapitalisasi pasarnya sudah jauh dari puncaknya yang mencapai Rp 778 triliun. Perusahaan ini raksasa. Satu perusahaan saja bernilai Rp 778 triliun. Tapi gara-gara 'Jumat keramat' kemarin kekayaannya 'tinggal' Rp 137 triliun.

Bagaimana di pasar modal Jakarta DSSA bisa dibuat menjadi perusahaan bernilai Rp778 triliun pastilah kemampuan financial engeneeringnya kelas dewa.

”Jumat Keramat” di pasar modal Indonesia itu jatuh pada tanggal 16 Oktober 2026. Sore itu sudah banyak yang posting di medsos yang isinya ucapan Selamat Ulang Tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto.

Tanggal 20 Oktober besok genap pula dua tahun pemerintahan Prabowo. Tega-teganya memberikan kado ulang tahun seperti itu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 17 Oktober 2026: Iris Istri

djokoLodang

-o-- ... Apa pun kayunya sebenarnya yang terpenting adalah tangan istri: gaya mengiris tiap istri tidak sama. ... *) Nah, itu dia! Anda sudah tahu sekarang! Sudah tahu: mengapa suami boleh beristeri sampai empat. Mengapa? Karena gaya mengiris tiap istri tidak sama. --0-

Liam Then

Ketika baca tentang bahaya micro plastik pertama kali, saya langsung ingat talenan di dapur rumah. Dulu sewaktu kecil sampai dewasa, "tiam" (tiociu -talenan) itu selalu kayu tebal, tahan tahunan. Lantas tahun-tahun terakhir, sering terlihat di dapur, sudah diubah pakai bahan plastik. Lalu saya bilanglah ke orang rumah, itu talenan plastik, dipake pasti ada plastik nempel kalo kepotong, nanti masuk tubuh, masuk ke darah, kita tak tahu efeknya bakalan apa jangka panjang, itu ada orang bilang mikro plastik berbahaya vagi tubuh. Ini kita bukan lagi mikro, serpihannya kita makan, wkwkkwkwk... Seminggu kemudian, tidak terlihat lagi talenan plastik di dapur. Modern itu kayaknya tidak selalu bagus. Omon-omon tentang mikro plastik, plastik bahan bakarnya minyak bumi, termasuk rantai karbon. Nah BBM kendaraan kita itu juga rantai karbon, bayangkan yang tinggal di perkotaan, berapa banyak mikro plastik masuk tubuh per hari? Dan tahun ini, 2 bulan terakhir di beberapa provinsi ditambah lagi hirup hasil kebakaran lahan. Jika tahun depan berulang lagi, entah bagaimana kondisi kesehatan orang-orang di provinsi tersebut di masa depan. Ada artikel bilang, asap dari sebatang rokok untuk manusia dengan kondisi tubuh tertentu, bisa perpendek sekian detik/menit usia. Entah kalau 24jam sehari asap kebakaran lahan + mikro plastik asap knalpot, talenan, umurnya sisa berapa? Ini tanggung jawab siapa? Pernah terbaca ucapan begini : "Ini juga tanggung jawab bersama alias masyarakat"

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TALENAN, DARI JEPANG SAMPAI INDONESIA.. Membaca CHDI hari ini, saya jadi bertanya. Apakah semua bangsa punya tradisi memakai talenan? Ternyata bukan khas Asia. Talenan dikenal luas di berbagai belahan dunia, meski bahan, bentuk, dan kebiasaannya berbeda. Di Jepang, kayu hinoki punya nilai tersendiri. Di Barat, talenan kayu juga lama digunakan. Kini ada pula talenan plastik, bambu, bahkan kaca. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Sebenarnya, talenan bukan sekadar alas potong. Ia bagian dari sistem keamanan pangan. Bahan dan cara perawatan talenan ikut menentukan kebersihan dapur. Talenan untuk daging mentah sebaiknya dipisahkan dari talenan untuk sayuran atau makanan siap santap. Sebab, kontaminasi silang bisa terjadi tanpa terlihat oleh mata. Menariknya, teknologi dapur boleh berubah. Namun, kebutuhan manusia tetap sama: memotong bahan makanan dengan aman. Di Jepang, orang berburu hinoki sampai mendaki tanjakan Magome. Di Indonesia, mungkin kita cukup ke pasar. Tetapi ada satu hal yang berlaku universal: Talenan boleh berbeda bahannya, pisau boleh berbeda tajamnya, tetapi kalau yang mengiris sedang marah, bawang merah bukan satu-satunya yang bisa membuat mata berair.

DeniK

Ingat . Talenan disini pernah jadi terdakwa keracunan makanan masal murid sekolah .

Edi Sampana

Telenan. Orang Kalimantan biasa menandai batas tanah dengan menanam pohon. Saya pernah beli tanah daris eorang kawan yang batasnya adalah pohon nangka. Beberapa tahun kemudian, karena pohon angka itu sudah besar dan buahnya sering busuk, serta daunnya mengganggu tetangga (sampah daun jatuh ke tanah tetangga) diputuskan menebang pohon nangka itu. Istri sengaja menguah orang untuk menebang pohon nangka itu, dan sevagian kayunya dibuat beberapa talenan, yg diberikan ke tetangga dan kerabat. Sisa kayunya ? Entah, dimanfaatkan sbg apa oleh orang upahan itu... Talenan itu bisa dipakai beberapa tahun

Nimas Mumtazah

Talenan.. Senjata istri di dapur.. 'kehidupannya' ada di tangan istri Tugasnya tempat iris semua jenis sayuran dan buah²an yg bisa di iris. Ada tugas 'tambahan' kalau lagi gondok/ marah tanpa drama. Sering di jadikan pelampiasan ( ngiris sengaja di buat bunyi) pisau dan talenan adu skill.. Talenan multi talenta.. Hehehe..

Jo Neka

Gaya mengiris tiap istri beda..Hahahaaaa..Ini seperti pengamat cara mengiris istri orang lain..Maaf.Saya kurang paham dengan kalimat ini.Saya rasa kurang kerja saja yang mengamati cara iris para istri..Eittt pagi² jangan ngelantur.Cukup..

Ahmed Nurjubaedi

Hahaha... Abah kena dobosan sales partikelir produk budaya Jepang... Tapi mmang orang Jepang itu klau sdh fokus mengerjkan sesuatu sngguh luar biasa. Lihatlah sushi, msalnya. Yg gaya digulung dg nori or gaya single dg irisan ikan mentah. Bberapa tahun sblm pandemi, saya prnah melirik lama-lama orang makan sushi gaya single di Isetan, kawasan Orchard Singapura. Tentu saja saya hnya mondar-mndir tdk beli apa-apa. Wong mkanan yg dijual non halal. Dan yg lebih utama, kantong saya trlalu tipis utk beli makanan yg seporsi 40 dolar! Wkwkwkw... Melihat sushi dgn potongan tipis daging ikan yg trlihat segar, ditata di atas piring sedmikian rupa, saya seperti mlihat lukisan yg indah belaka! Rasanya begitu eman untuk dimakan... Saya ingat membandingkannya dg gaya masakan orang Jawa. Yg menggunung di atas piring. Yg kita nkmati begitu lahap. Pedes. Sedep. Maknyuss... Cukup 15ribu rupiah! Dan sushi sukses diekspor ke penjuru dunia. Juga Gundam robot mainan. Juga Toyota dkk... Dari Jaman Edo dimana Jepang mulai bersatu, hingga Perang Dunia I & II yg melukai China & Korea, juga Indonesia--yg mana Jepang berkoar sbg saudara tua bangsa Asia... Tampaknya kita harus lebih sungguh2 belajar kepada mereka. Hideyoshi lah yg mmulai penaklukan Jepang ke luar negeri. Ia sadar, hobi perang bangsa Jepang harus diarahkan ke negara lain: agar bangsa Jepang bisa bersatu, membangun peradaban. Kita tahu, hobi sebagian bangsa kita adalah... Maka ayo kita arahkan hobi itu ke luar negeri......

Ismail Lutan

Ibu saya di kampung bikin talenan dari pokok batang Surian (Batang Surian ini biasa digunakan untuk tiang rumah gadang. Makanya kalau ada pasangan baru yang melahirkan anak perempuan, datuknya harus menanam pohon Surian untuk bangun rumah gadang kelak). Seingat saya sejak saya kecil sampai sekolah talenan ibu saya gak pernah diganti. Bahkan bagian tengahnya udah cekung kayak lumpang.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TEMAN-TEMAN TALENAN... Talenan, cobek, dan muntu. Tiga serangkai di dapur tradisional. Masing-masing punya tugas. 1) Talenan menjadi alas untuk memotong. 2) Cobek menjadi wadah untuk mengulek. 3) Muntu menjadi alat untuk menghaluskan bumbu. Mereka bekerja sama, tanpa perlu rapat koordinasi. Bawang, cabai, garam, dan terasi masuk. Sambal pun jadi.

heru pujihastono

Telenan yg mengiris jari jemari sosialita Mesir. Konon karena galfok.pisau di tangan tiba-tiba tiba wong bagus bak rembulan lewat, kress. Bukan buah apel yg diiris tetapi jari jemari mereka. Fight of idea. Hati hati juga ketika galfok karena kimono.

Mpok Dipa

Kalau kerajinan tangan, kayu kelapa dan kayu nangka bagus. Kayu kelapa bisa di buat sendok, garpu, piring, mangkuk, vas bunga, piring buah, gelas. Tidak harus di pakai, bisa buat pajangan. Seperti halnya juga kayu nangka. Dulu sering kirim barang seperti itu ke Jepang, Prancis dan Kanada. Barbara, wanita Aussie membeli patung setinggi 30cm, patung pria dan wanita yg sedang duduk bersimpuh. Dia bertanya, di apakan enaknya patung ini agar tamunya sering melihat. Saya bilang, "jadikan lampu saja". Saya buatkan alas dan tiang lampunya dr kayu kelapa, saya belikan kap lampu dari bahan kain linen warna broken white. Taruh di samping tempat tidur kanan dan kiri. Akhirnya saya dipaksa membuat 15 set utk kamar villanya. 3 bulan kemudian saya harus membuat 165 set utk di kirim ke Australia setelah seorang tamu villanya melihat keindahan lampu tersebut di villa Barbara. Haiiish segitu serunya dulu hidup, penuh warna. Sekarang hidup penuh kumbahan wkwkwkw

Ahmad Zuhri

"Karena itu saya justru khawatir kalau tumbuh di Indonesia kayu hinoki dianggap bisa untuk jamu sari rapat." Kl saya tidak khawatir dijadikan jamu, justru malah khawatir dijadikan pengganti Tongkat Madura.. Apa sih Tongkat Madura itu.. Tongkat Madura terbuat dari tujuh macam rempah-rempah pilihan, akar-akaran, serta bunga-bungaan tradisional yang dikembangkan dari resep keraton Sumenep. • Bahan utama: Campuran rempah, akar, dan bunga alami tanpa bahan kimia tambahan. • Cara pembuatan: Semua bahan ditumbuk halus, dicampur dengan air, dibentuk menyerupai tongkat kecil (panjang sekitar 10–15 cm dan diameter 1,5–3 cm), lalu dibekap atau disangrai di atas api berulang kali agar padat dan tidak mudah patah. Terus cara pakai nya seperti apa? Tongkat Madura digunakan secara topikal (dimasukkan langsung ke dalam liang vagina selama beberapa menit, lalu ditarik keluar dan dibersihkan). - Catatan Keamanan - Meski diwariskan secara turun-temurun dari tradisi keraton Sumenep, para ahli medis dan dokter kandungan mengingatkan untuk berhati-hati. Efektivitas dan keamanannya secara medis belum didukung oleh penelitian klinis yang memadai. Penggunaan yang terlalu kasar dapat berisiko menyebabkan patah atau iritasi pada jaringan sensitif. Ada anekdot yg lucu mengenai tongkat madura ini, tapi saya malu mau menulis nya hihihi...

Muh Nursalim

Istri yg lg marah ia ngiris sosis dg keras. Mbyangkan itu "milik lakinya". Sambil nggerutu " mampus lo". Ndak bisa lg selingkuh.

MULYADI PEGE

Saya paling suka talenan berbahan kayu nangka dan asem. Kayu nangka sangat keras, sehingga awet dan kalau yg sudah sangat tua memiliki Klir yang sangat indah, sedangkan kayu asam, sangat kuatnya lebih sangat. Di Jawa barat, Pameungpeuk satu kecamatan di kab. garut dan berseberangan laut dengan Myanmar, hasil pengolahan kayu untuk perkakas dapurnya sangat indah.

Tiga Pelita Berlian

"Gaya mengiris tiap istri berbeda" .. Istri Abah ada berapa sih? Istri yg disana gaya ngiris-nya gimana?..kalo istri yg ini gaya ngiris-nya piye? .. hehe Seklangkong

Jokosp Sp

Temen di pos ronda pagi ini memperlihatkan wajah seperti apem dilipat. Bibirnya njontor seperti bekas nabrak kayu jati tiang rumah. Ada apa brow?. "Mertua laki marah-marah". Kenapa?. "Istri pulang ke mertua". Terus. "Aku nyusul ke rumah mertua. Aku minta istri pulang. Ndak ada yang bikinkan kopi, ndak ada yang nyiapin sarapan". Terus. "Mertua nanya: Dewi ini istri siapa?. Saya njawab: Ya istri saya. Mertua: La kok.... makan istrimu minta ke saya?. Kamu ndak beri uang belanjanya?". Terus. "Saya njawab balik ke mertua: Dewi anak siapa?. Mertua: Ya anak saya. Saya njawab lagi: Kalau Dewi anak bapak, kan ndak apa-apa bapaknya memberi makan ke anaknya". Terus apa jawaban mertuamu?. "Mertuaku diam....agak lama". Bagus berarti, kamu menang?. "Bagus apanya?. Selesai diam, mertuaku ngaplok pipiku dengan nampan kayu di tangannya". Ya bener sudah mertuamu. Nabok pakai nampan kayu di tangannya. Harusnya malah pakai tlompah kayu di kakinya itu ke kepalamu ! ! !. "Kok malah kamu yang emosi?". Ya jelas ikut emosi. La isi kepalamu cuma sak umprit, kayak yang keinjak sandal jepit.

Jokosp Sp

69 : gaya apa?. Ini gaya telenan dari istri ke suaminya yang lama mbolang. Pisau (bendonya) lama ndak diasah....awas.

djokoLodang

-o-- ... Kayu waru terbukti cocok untuk sandal santri: tidak mudah lembab, ringan dan .... *) Sandal kayu kan dinamakan "theklek". Theklek kecemplung kalen/ Tinimbang golek aluwung balen. --0-

djokoLodang

-o-- Bebek talenan Seorang pemilik sirkus masuk ke sebuah bar dan mendapati orang-orang berkerumun mengelilingi sebuah meja, menyaksikan pertunjukan kecil. Di meja itu terletak sebuah talenan kayu bundar besar, dan di atas talenan itu ada sebuah panci yang diletakkan terbalik. Dan, dilihatnya seekor bebek sedang menari tap di atas panci itu. Pemilik sirkus itu sangat terkesan hingga ingin membeli bebek tersebut. Setelah melalui proses tawar-menawar, mereka sepakat dengan harga 17 juta untuk bebek berikut pancinya. Tiga hari kemudian, pemilik sirkus kembali ke bar dengan marah, "Bebekmu ini penipuan! Aku menaruhnya di atas panci di depan penonton, tapi dia sama sekali tidak menari!" "Lalu?" tanya mantan pemilik bebek, "Apakah Anda menyalakan lilin di bawah pancinya?" --0-

alasroban

Konon kayu Hinoki adalah kayu suci no 1 di jaman Edo. Zaman Shogun Tokugawa berkuasa. Bahkan sampe ada aturan konservasi nan kedjam "satu batang pohon dihargai satu kepala manusia" Di Nan Yang entah ada aturan konservasi atau tidak. Orang memilih membakar hutan untuk kemudian di tanami sawit. eh,... :(

Irary Sadar

Iseng-iseng tanya ke Google AI. Berapa persen si WOWO meraih suara versi KPU di Kalimantan? AI menjawab 64, 33 Persen. Atau sekitar 6,29 juta suara sah. Artinya 64% lebih warga Kalimantan memilih si Wowo itu hari. Hm... Just info, just intermezo.

dm ikan

Karena hanya punya 1 istri, jadi hanya tahu gayanyi ketika mengiris sesuatu menggunakan talenan. Entahlah kalau gaya istri-istri orang lain.Mau memperhatikan gaya-gayanyi, khawatir dicoret sebagai anggota ISTI.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

IHSG: RIWAYATMU, DULU.DAN KINI.. Bursa saham Indonesia punya sejarah panjang. Bursa Efek Batavia "berdiri sejak tahun 1912". Kayak iklan "itoe". Setelah lama tertidur, pasar modal diaktifkan kembali pada 1977. Sedangkan IHSG mulai dihitung pada 1 April 1983. Nilai dasarnya 100. Sejak itu, IHSG menjadi semacam termometer pasar saham Indonesia. Perjalanannya tidak selalu mulus. 1) Krisis moneter 1997–1998 membuat pasar babak belur. 2) Krisis keuangan global 2008 kembali mengguncangnya. 3) Pandemi 2020 pun sempat membuat investor ketar-ketir. 4) Namun, pasar terus tumbuh. Bursa Jakarta dan Bursa Surabaya akhirnya bergabung pada 2007 menjadi Bursa Efek Indonesia. 5) Kini muncul ujian baru. Bukan semata-mata soal IHSG naik atau turun. MSCI, penyedia indeks global, sedang mengkaji kemungkinan mengubah status Indonesia dari emerging market menjadi stand-alone market. Penyebab utamanya menyangkut.. 1) transparansi, 2) kualitas perdagangan, dan 3) kepercayaan investor. Artinya, pekerjaan rumah kita bukan sekadar mendongkrak IHSG. Pasar juga harus makin bersih, transparan, dan dipercaya dunia.

sinung nugroho

Talenan Saya jadi ingat nenek dari ibu, pengrajin sekaligus pedagang Jenang Kudus di Pasar Bareng. Beliau punya talenan sampai "dekok" ditengah bagian pinggir (bingung ya seperti sudah tapi belum). Di rumah beliau memiliki talenan dari pohon sawo, jambu biji (diameternya relatif kecil) dan dari pohon nangka.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KURS RUPIAH, DULU DAN KINI.. Pada November 1949, satu dolar AS setara Rp3,80. Kini, pada Oktober 2026, dolar sudah berada di sekitar Rp18.000. Perjalanan panjang yang angkanya membuat kita terdiam. Tentu, kurs tidak bergerak sendirian. Pada masa awal kemerdekaan, ekonomi masih berjuang. Tahun 1960-an, inflasi melonjak. Tahun 1970-an hingga 1990-an, pemerintah beberapa kali mengubah kebijakan nilai tukar. Lalu datang badai 1997–1998. Rupiah yang sebelumnya sekitar Rp2.400 per dolar merosot tajam. Pada 1998, kurs bahkan sempat menembus Rp16.000. Sejak itu, rupiah bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan intervensi Bank Indonesia untuk meredam gejolak. Kini, satu dolar perlu sekitar Rp18.000. Dampaknya terasa bagi importir, industri yang memakai bahan baku luar negeri, juga masyarakat yang harus membayar kebutuhan dalam dolar. Tetapi kurs bukan satu-satunya ukuran kesehatan ekonomi. Ekspor, produktivitas, inflasi, utang, dan kepercayaan investor ikut menentukan. Rupiah yang kuat bukan sekadar soal angka. Yang lebih penting, daya beli rakyat terjaga dan ekonomi mampu tumbuh tanpa terus-menerus dibayangi gejolak kurs.

Juve Zhang

Bos Halo BCA ada photo nya jadi yg Jalan kelas eksekutif semua .... mungkin bidang perbankan ....tapi anak muda semua ....yg paling senior hanya Don Dahlan Iskan....lainnya ABG semua...lihat rambutnya masih hitam semua ....ABG dompet super tebal tak kenal resesi harusnya mereka bawa Yen jangan bawa dolar karena Dolar hanya untuk pemerintah saja....nah biasa nya salah kaprah asal ke LN bawa dolar akibatnya dolar habis dipake Jalan jalan....salah sendiri pemerintah tak beri informasi atau larangan beli dolar ....namanya negara bebas suka suka ...beli tambang pun suka suka mau kolateral gak memadai boleh suka suka kat bang Udin Salemo.....kalau kolateral gak cukup ditambahi telpon berdering langsung dirut bank bilang siaap pak....tak apa apa demi saham tambang ....begitu dibawa ke Stand alone market hancur semua nilainya mungkin dari 11 ribu terjun bebas ke 1000....yg dijadikan kolateral malah tinggal gocap....wkwkw ....sadisnya MSCI .... mungkin saja terjadi namanya Bursa saham kan Judi kata seseorang dulu....namanya Judi bisa Untung bisa buntung...

yea aina

Konon situasi berbisnis di sini sedang suram. Dolar tembus 18 ribu. IHSG longsor menjadi 4.500 an. Mungkin sesuram kabut asap karhutla, tanpa kejelasan kapan asap akan berakhir. Apalagi yang dirasakan warga lapisan menengah ke bawah. Daya belinya menurun tajam, ups... masih kena antrian untuk beli jatah BBM dengan harga terjangkau. Bersubsidi. Rasanya "kemarau" ekonomi ini, akan berlangsung puanjang dan luama.

Johannes Kitono

Pohon Adelaide. Ini ketiga kalinya beta ke Ibukota Aussie Selatan dengan populasi 1,5 juta. Ada 5 University dengan 30 ribu student LN. Salah satu devisa Aussie. Kota Adelaide juga disebut City of Church saking banyaknya gereja. Hebatnya lagi di Adelaide punya taman kota seluas 720 Ha . Banyak burung berkicau dan beterbangan tanpa di ganggu manusia. Dr Michael Lie, suami dr Ayugita hobby dengan tanaman. Pohon Lemonnya sedang berbuah disebelahnya pohon Apel Fiji sedang berbunga warna Pink. Strawberrynya asam manis nano nano. Ketika pulang dari Harbour Town Outlet. Pas di tikungan taman. Terlihat banyak pohon pohon besar taman di balut dengan kain merah dan kuning. Itu adalah simbol protes dari pencinta lingkungan. Mungkin dari Green Peace. Mereka tidak rela pohon pohon yang sudah berumur puluhan tahun itu di tebang. Untuk dijadikan ajang balapan motor. Sangat ironis. Pohon pohon penghasil oksigen harus ditebang. Konversi dengan asap beracun perusak lingkungan dan kesehatan manusia. Semoga Para Petinggi Adelaide atensi pada masalah ini. Melarang penebangan pohon pohon ditaman kota. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Wilwa

@Juve. Saya selalu terkenang dengan ucapan Gus Dur yang saya anggap langsung menohok ke jantung persoalan ekonomi dunia yang penuh ketimpangan bahwa semua ini karena ketidakadilan struktural. Bahasa mudahnya karena dunia ini dikendalikan secara politik dan secara ekonomi oleh USA dan USD. Bahasa orasi Sukarno adalah Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme). Terjadi sejak Nixon Shock yang mengakhiri Standard Gold System dan memulai Fiat Money alias Kertas Diberi Angka (istilah @Liam). Disusul Petrodollar System yang mem-bundle USD dengan Petroleum khususnya produksi migas negara-negara Arab. USA print money berbasis produksi migas. Unik dan licik. Hanya Tiongkok yang punya jurus “kungfu” yang bisa menandingi “sihir/sulap” USA.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 18

  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • rid kc
    rid kc
  • alasroban
    alasroban
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Sugi
    Sugi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • my Ando
    my Ando
  • alasroban
    alasroban
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
    • my Ando
      my Ando
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • nur cahyono
    nur cahyono