Datuk Low

Datuk Low

--

Hari itu perhatian seluruh Indonesia ke pergantian pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo Subianto. Terutama siapa yang tetap jadi menteri dan siapa yang akan hilang.

Tidak ada yang peduli apa pun selain itu. Tapi Datuk Low Tuck Kwong punya perhatian khusus kepada putrinya: Elaine. Di tanggal 28 Agustus 2024 itu Datuk menyerahkan sebagian sahamnya di PT Bayan Resources Tbk kepada sang putri. Sangat besar: 22 persen.

Agustus 2026, dua tahun kemudian, setelah Prabowo berkuasa lebih satu tahun, saya mulai mendengar selentingan: Datuk Low harus melepas sebagian saham di PT Bayan kepada pengusaha batu bara yang Anda sudah tahu: Haji Isam.

Awalnya saya mendengar tidak hanya sebagian saham yang harus diserahkan, tapi keseluruhan, kecuali yang sudah di tangan publik.

Saya mencoba mencari tahu seberapa benar selentingan itu: benar. Maka saya pun menuliskannya tanpa bisa menyebut sumber pembenarnya. (lihat Disway 17 Agustus 2026: Datuk Merdeka).

Kian hari selentingan itu kian heboh. Sampai pun mengapa harga saham yang dilepas itu sangat murah. Hanya 20 persen dari harga pasar saat itu. Meski sangat murah nilainya masih sulit Anda bayangkan untuk suatu saat bisa memilikinya: Rp 26 triliun.

Kian heboh. Apalagi di dunia bisnis. Ada penilaian negatif: kekuasaan mulai main ilmu hitam --warna batu bara. Pengusaha besar lainnya ikut waswas: jangan-jangan juga akan di-Datuk-Low-kan. Pasar saham heboh. Bagaimana mungkin; transaksi penuh teka-teki itu bisa terjadi di sebuah perusahaan publik. Bukankah aturan di pasar modal sangat ketat. Terutama di bidang keterbukaan informasi.

Kasus Bayan lantas dijadikan salah satu bukti belum transparannya pasar modal Indonesia. Bahkan dianggap belum independen dari campur tangan kekuasaan.

Nama Indonesia seperti tercoreng. Jadi bulan-bulanan, termasuk oleh MSCI. Apalagi di Singapura hebohnya dobel: heboh asap dan heboh Datuk Low.

Datuk Low sendiri sudah menjadi warga negara Indonesia. Tapi hubungannya dengan Singapura masih tetap seperti kampung halaman.

Apalagi sang putri --yang menerima saham Bayan 22 persen itu. Dia tetap warga negara Singapura --tidak ikut bapaknya berpaspor Indonesia.

Kewarganegaraan sang putri itulah yang sebenarnya jadi pokok persoalan di balik heboh perubahan saham di PT Bayan. Bolehkah perusahaan tambang batu bara dimiliki oleh orang asing? Kalau boleh bagaimana cara dan prosedurnya?

Ada UU yang mengatur itu. Ada peraturan pelaksanaannya.

Muhammad Lutfi, mantan menteri perdagangan dan ketua BKPM menegaskan Datuk Low melanggar UU dan peraturan tersebut. Pengalihan saham 22 persen ke warga negara asing itu melanggar.

Saya menghubungi Ofi --panggilan akrab Muhammad Lutfi-- untuk mendapatkan penegasan apakah pelanggaran itu benar-benar terjadi.

"Akurat. Saya sudah cek," katanya.

Nilai saham itu, saat itu, sebesar Rp101,8 triliun. Angka itu didasarkan pada jumlah saham yang dialihkan dikalikan harga di bursa saham. BEI sudah menanyakannya ke PT Bayan sebagai kewajiban dipenuhinya keterbukaan informasi. Jawaban PT Bayan adalah: tidak ada transaksi senilai itu. Yang ada adalah hibah saham dari seorang ayah ke putrinya sebagai bagian dari program jangka panjang pewarisan kekayaan kepada generasi berikutnya.

Di mata Datuk Low itu seperti kejadian pada umumnya: ayah mewariskan hartanya kepada anaknya sendiri. Tapi di mata hukum punya makna lain: itu pengalihan saham dari warga negara Indonesia (ayah) ke warga negara asing (anak).

Maka pengalihan saham seperti itu harus menyesuaikan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Sebenarnya pemerintah Indonesia bisa langsung mencabut izinnya. Bisa juga tidak. Atau membawanya ke pengadilan. Akhirnya kita tahu: saham asing tersebut pindah ke Haji Isam.

Tentu banyak juga yang akan menilai "hukuman" yang telah dijatuhkan kepada PT Bayan --mengalihkan saham ke Haji Isam-- adalah ringan. Tidak sampai dicabut izinnya. Tidak sampai dibekukan. Hanya angka produksinya sempat disunat --lebih separo.

Intinya: hanya saham yang sudah dialihkan ke orang asing itu yang harus dikembalikan ke orang Indonesia --bukan diambil lagi oleh sang bapak tapi dibeli oleh Haji Isam. Meski harganya dihebohkan sangat murah --hanya 20 persen dari harga pasar-- Datuk Low masih bisa menerima uang Rp 26 triliun.

Tentu akan ada yang mempersoalkan: kenapa tidak disita negara. Atau dibeli oleh Danantara. Atau izinnya dicabut. Agar nama Indonesia aman.

Kalau saja pemerintah secara terbuka menjelaskan telah terjadi pelanggaran hukum di PT Bayan; Kalau saja PT Bayan dijatuhi sanksi yang harus dilakukan sebagaimana mestinya; Nama Indonesia tidak akan rusak di mata investor. Tidak sampai ada sangkaan pemerintah telah membuat BEI tidak independen.

28 Agustus 2024, saat pengalihan ke anak itu terjadi, Rosan Roeslani baru satu minggu jadi ketua BKPM. Harusnya PT Bayan memproses pengalihan saham itu lewat BKPM. Ketua BKPM yang lama, Bahlil Lahadalia, diangkat jadi menteri ESDM.

Saat itu Prabowo sudah ditetapkan sebagai presiden terpilih tapi belum dilantik. Presiden Jokowi masih berani mengambil keputusan strategis: mengganti Menteri ESDM Arifin Tasrif (PDI-Perjuangan) dengan Bahlil Lahadalia (Golkar). Juga mengganti Menkum HAM Yasonna Laoly (PDI-Perjuangan) dengan Supratman Andi Agtas (Gerindra).

Anda masih ingat: selalu ada keanehan di setiap perhatian seluruh rakyat fokus ke pergantian pemerintahan lima tahunan. Kalau saja tidak terjadi heboh-heboh Haji Isam, kita tidak tahu ada pengalihan sebagian saham PT Bayan ke orang asing. Bapak-Anak memang sedarah tapi di mata hukum berbeda status --mana kala keduanya beda warga negara. Apalagi ketika warisan itu bernilai Rp 101,8 triliun. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 23 Oktober 2026: Half Time

djokoLodang

-o-- ... Banyak pengusaha yang berani ambil risiko karena taruhannya hanyalah nasibnya sendiri. Beda dengan Presiden Prabowo Subianto. Sangat bernyali. Berani. Sangat berani. Padahal taruhannya bangsa. ... *) Prabowo Pandu --eh, salah-- Prabu Pandu Dewanata berani bertaruh seperti itu. Saat main dadu lawan Prabu Duryudana yang dibantu Patih Sengkuni. Yang dipertaruhkan: seluruh kerajaan Indraprasta berikut semua isinya dan semua negara jajahannya. Bukan itu saja. Permaisuri nya pun --Dewi Drupadi-- dijadikan taruhan. Dan, kalah. Karena termakan tipu-muslihat Patih Sengkuni. --0-

Liam Then

MSCI memang keterlaluan meksonya, sehingga pantas Pak Prabowo kesal. Anda mau masuk ya masuk aja, kok mekso harus ini itu. Kondisi anjlok pasar modal, juga kasih sadar kenyataan, duit lokal kita itu tak cukup untuk pertahankan balon IHSG yang sudah kembang besar tertiup. Kemaren Pak Tani ada komentar tentang simulasi jual beli saham, semuanya tambah kaya. Aneh bukan, cuma dari kegiatan jual beli, nilai diatas kertas, makin naik dan naik saja. Indonesia tidak punya hal yang sama misalnya kayak Tiongkok, pemakai indek MSCI mana berani disana kabur-kaburan ndak jelas , mereka jual ada yang tampung, institusi keuangan domestik yang kaya raya, bertabungan triliunan dollar cadangan devisa,koceknya dalam sekali, buktinya Soros sampai lintang pukang 1998 silam di HK. Di kita sini, kita terpaksa disain defisit, supaya bisa biayai satu program nasional yang anda sudah tahu. Indonesia bakal tetap seksi saya kira, dulu 1998 itu hancur lebur luar biasa, rame lagi juga toh, karena memang modalnya riil dan masif. SDA, cadangan mineral ,gas alam penting, sumber energi murah (batu bara) , populasi dan demografi yang mendukung ruang tumbuh yang masih sangat luas dan lebar. Saya tak percaya, modal asing mampu tahan lama-lama tak masuk Indonesia. Sekarang yang punya uang bukan hanya mereka saja. Balon AI sudah tinggi sekali mereka tiup dan terbangkan, tapi masih belum berikan tanda return dan hasil yang baik. Jadi pegangan kuat-kuat saja dulu, sambil tunggu badai berlalu.

Fazrin Nashrullah

Ada yang iri dengki ke kita, kita ini sedang diserang, ada yg sedang mencoba menjatuhkan, mereka tidak senang kita sukses, mencoba menghambat, mereka terusik, mereka bermufakat jahat ke kita. lol

Wilwa

Menarik menyimak podcast Helmy Yahya dengan Yunarto Wijaya. Totok, panggilan akrab Yunarto, mengaku didekati Teddy agar mau bergabung dengan kabinet Prabowo. Bahkan Totok bertemu langsung dengan Prabowo. Prabowo ternyata ramah dan suka guyon. Dan suka baca buku sehingga punya paradigma sendiri. Tak pernah baca medsos. Jadi percuma menasihati Prabowo karena tak akan didengarnya. Ini beda dengan Jokowi yang justru mengambil kebijakan berdasarkan masukan dari bawah atau lapangan. Beda pendekatan. Prabowo top down berbasis paradigmanya sendiri dan masa bodoh dengan masukan atau kritik. Siap mati untuk paradigmanya sendiri. Sedangkan Jokowi bottom up, check lapangan, dengar masukan, fleksibel dan tidak kaku. Karena itulah Totok menolak bergabung.

Kak Idam

Ucapan Presiden Prabowo bahwa “kita tidak takut MSCI” bisa mempunyai dua sisi. Secara politik, pesan itu dapat membangun kepercayaan diri. Tetapi dalam konteks pasar modal, pilihan kata dari kepala negara juga sangat sensitif karena investor akan mencoba membaca apakah pemerintah menolak kritik MSCI atau justru tetap akan melakukan reformasi.

mario handoko

selamat siang bp lp, bp lt, sobat wilwa, bp haji jokosp, pak tani. giliran berkorban. yang diajak "kita". giliran nginap di hotel george V paris. yang diajak "kami" doang.

Liam Then

Argentina dulu terapkan capital control ketat waktu krismon, langsung kena proklamasi review MSCI , sampai akhirnya setelah 2 atau tiga tahun langsung didowngrade ke stand alone market, tanpa ba bi bu. Indonesia, modal masih bebas keluar masuk. Cuma waktu itu ketatkan devisa hasil ekspor batu bara dan minyak sawit yang miliaran dollar USD/tahun itu, "bom" MSCI dikeluarkan di bulan Februari. Padahal capital flow dari saham bebas keluar masuk. Porsi saham bermarket cap tinggi di Indonesia, itu banyak perusahaan sawit dan barubara. Apakah ada "kepentingan" tertentu di sana ya? apakah ada hubungannya? tanya aja sih. Saya tidak begitu peduli tentang modal dari luar negeri, saya lebih peduli tentang pemodal lokal yang beli-beli saham di dalam negeri. Kalo mereka dibikin boncos, tata kelola perdagangan saham tidak dibikin bagus dan rapi oleh pemerintah, yang rugi itu masyarakat Indonesia sendiri, jutaan kaum mudah yang sudah mulai ikut masuk beli-beli saham di pasar sekunder dengan status mulia "investor" tapi akhirnya boncos. Ini bukannya merusak masa depan mereka? Di Korea terakhir, anjloknya pasar modal mereka ,memakan korban ratusan ribu orang muda korsel yang ikut maen jadi "investor" saham di bursa mereka.

Er Gham 2

Pengorbanan terbesar rakyat adalah menahan diri untuk bersabar. Selama puluhan tahun. Tahu bahwa kekayaan alamnya dicuri oleh sebagian kecil orang. Rakyat hanya menjadi penonton, ketika yang kaya semakin kaya. Pejabat yang tidak sabar juga akhirnya korupsi karena tidak mau menunggu lama untuk kaya. Sabar, sabar.

Aviv Setiawan

Ingat, kontribusi pemain cadangan tidak melulu saat dimainkan. Teriak mengingatkan dari pinggir lapangan juga jadi peran. Inzhagi pun yang kondang jadi supersub, belum tentu mau dimainkan pelatih zona degradasi macam punya kita ini.hehe

yea aina

Sekarang yang diacak-acak bursa saham di sini. Besok siapa tahu bursa hutang (obligasi negara) menyusul. Lha wong semua negara di dunia lagi "haus" utangan kok. Hampir semua menaikkan iming-iming rente makin tinggi. In this ekonomi kemarau kerontang rasanya tidak lama lagi. Waspadalah pak!

Miftakhi Zakaria

"Dipaksa kuat, hidup di negara yang sedang sakit". Itulah rangkaian kalimat yang saya baca dibelakang bak truk. Sekian terimakasih.

Wilwa

@Bahtiar. Hernan Cortes bisa mengalahkan Aztec dengan bersekutu dengan Kerajaan Tlaxcaltec yang ditindas Kekaisaran Aztec. Dan juga bersekutu dengan banyak kerajaan kecil lain di sekitar Kekaisaran Aztec yang juga menderita ditindas Aztec. Pendeta-pendeta Aztec suka mengorbankan manusia di Teocali (= God House) mereka yang mirip Zigurat Babilonia itu. Yang dikorbankan bukan hanya pasukan yang kalah perang dengan Aztec tapi juga rakyat dari kerajaan yang ditaklukkan. Cortes memanfaatkan tindakan barbar Aztec untuk pemberontakan dan penyebaran agama Kristen Katolik yang anti korban manusia. Di sisi lain rakyat Aztec yang. tinggal di ibukota Aztec yang kini adalah Mexico City punya ramalan bahwa kelak akan datang bangsa dari timur yang akan menaklukkan mereka. Moctezuma II raja terakhir Aztec mempercayai ramalan itu dan menyambut Cortes bagai dewa. Akhir cerita, ibukota Aztec rata dengan tanah, Moctezuma dibunuh rakyatnya sendiri yang memberontak terhadap Cortes dan Moctezuma. Simak youtube AI ini: Last Days of the Aztec: 200,000 Dead in Tenochtitlan. 3 Apr 2025. Incredible HIstory. Juga The Uncensored Story of Hernan Cortes’s March to the Aztec Capital. 25 Mar 2026. Incredible History. Juga Spanish vs Aztec: What They Didn’t Teach in School. 19 Sep 2025.

Bahtiar HS

"Strategi" pak Prabowo ini mengingatkan sy pd kisah penaklukan Kekaisaran Aztek. Hal yg hampir sama dilakukan Panglima Tariq bin Ziyad ketika menaklukkan Andalusia. Itulah strategi Burn the Boats. Bakar kapal. Pada 1519, penjelajah Spanyol Hernán Cortés mendarat di Meksiko utk menaklukkan Kekaisaran Aztek yg punya ratusan ribu prajurit tangguh. Aslinya, Pasukan Cortés sangat sedikit (hanya 500–600 org). Di tanah asing yg blm dipetakan, para prajurit Spanyol dicekam ketakutan luar biasa, rindu rumah, dan sebagian mulai merencanakan pemberontakan utk mencuri kapal dan melarikan diri kembali ke Kuba. Mengetahui pasukannya dilanda ketakutan yang bisa menghancurkan misi, Cortés mengambil tindakan gila: ia memerintahkan seluruh kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan. Ia kemudian sesumbar di hadapan pasukannya bhw mereka adl prajurit tak terkalahkan yg ditakdirkan menguasai emas Aztek, dan jalan satu2nya utk pulang adl dg memenangkan perang. Hasilnya, dg menghancurkan kapal mereka sendiri, Cortés memaksa pasukannya mengubah rasa takut mati jadi keberanian nekat yg agresif. Karena opsi untuk mundur sudah tdk ada lagi. No retreat. Itulah yg beliau sesumbarkan dlm pidato2nya. "Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" "Kita tidak takut. Kita punya kekuatan. Kita punya keberanian. Dan kita rela berkorban. Kita tidak mengenal menyerah!" Faktanya bisa jadi ada ketakutan yg disembunyikan lwt sesumbar itu. Anda sudah tahu apa.

pak tani

Betulkah AI akan segera menggantikan manusia? Sepertinya sudah. Dan dugaan saya manajemen iklan CHDI inipun memakai AI? Mohon maaf. Penempatan/layout, konten, durasi, pop-up, saya rasakan mengganggu. Ngga 'nyeni' blas. Terasa sangat kaku. AI ? Bukankah iklan yang baik adalah iklan yang menarik minat calon konsumennya? Iklan CHDI lebih mengganggu, karena saat kita membuka halaman, pop up video iklan bisa muncul berkali kali. Sebagai perbandingan, situs berita lain iklan hanya muncul saat dibuka pertama kali saja. Sorry Pak Bos. MSCI saja kita mau lawan. Apalagi cuma iklan begini. Basmi! wkwkwkw #adblocker

Eko Darwiyanto

MSCI melihat -ketidakjelasan struktur kepemilikan saham -manipulasi porsi free float - ada perdagangan terkoordinasi (saham gorengan) Ternyata ada yang difasilitasi beli murah Terus area penambangan batubaranya DIPERLUAS 20 juta TON Pak Haji I, jangan2 hanya pion dari PARA PEMAIN di belakangnya Jadi, tata kelola memang dibuat remang-remang untuk membeli saham yang mau dibeli Warning menjadi pasar STAND ALONE BELI SENDIRI SAHAMmu Dan jawabannya : SIAPA TAKUT? ????????????

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja CHDI : Tapi bahwa kita sudah punya kekuatan saya berpikir agak panjang: kekuatan apa yang telah kita punya yang bisa kita pakai melawan? Kita coba balikan pertanyaannya, menjadi : kelemahan apa saja yang "melekat" pada diri kita, sehingga kita kesulitan untuk melawan ?? Mungkin dengan pertanyaan seperti ini, ada tersirat keinginan yang kuat untuk "self-improvement" terlebih dahulu, dalam banyak hal..... Kemampuan melawan itu perlu adanya keseimbangan kekuatan.....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

  1. PAPAN SKOR TIDAK BISA BERBOHONG.. “Entah sudah berapa skornya saat itu nanti.” Kalimat penutup Pak Dahlan ini sederhana. Tetapi justru di situlah kecerdasannya. Tidak ada ramalan. Tidak ada vonis. Hanya sebuah pertanyaan yang dibiarkan menggantung. Dalam sepak bola, pelatih boleh menyimpan pemain terbaik di bangku cadangan. Ia juga boleh mengganti striker pada menit ke-70. Tetapi waktu pertandingan tidak bisa dihentikan hanya karena pelatih belum menemukan susunan pemain yang tepat. Pemerintahan pun begitu. Ada target, ada strategi, ada pemain inti, dan ada pemain cadangan. Bedanya, kalau klub sepak bola gagal, pemilik klub bisa memecat pelatih. Kalau pemerintahan gagal, yang menanggung akibatnya bukan hanya pelatih dan pemain. Penonton pun ikut menanggungnya. Bahkan penonton yang tidak pernah membeli tiket. Maka, menunggu half time boleh saja. Menunggu pergantian pemain juga tidak masalah. Asalkan selama pertandingan berlangsung, rakyat tidak sekadar disuguhi konferensi pers tentang strategi kemenangan. Sebab, pada akhirnya, sejarah tidak mencatat berapa banyak pemain cadangan yang berhasil masuk lapangan. Sejarah mencatat hasil akhirnya. Dan rakyat tidak bisa meminta pertandingan diulang hanya karena skor akhirnya tidak sesuai harapan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

  1. SINGKAT SAJA.. Melihat. Membaca. Menyimpulkan Perlu ada jabatan: Pembisik Profesioblnal. Bergaji Rp 76.5 juta. Cukup 1 orang saja.. Dah gitu aja..

Er Gham 2

Pidato seperti itu cocoknya depan prajurit. Yang siap menuju medan perang. Atau 'kita'nya batasi saja ke para pembantu nya, yaitu para menteri kabinet. Jadi kalo misal nya dikatakan 'kita siap berkorban', maka bisa dilanjutkan dengan kalimat: "Saya dan para menteri siap tidak digaji. Termasuk para eselon satu dan dua kementrian. Kami rela berkorban tidak digaji. Tidak lagi menggunakan fasilitas negara. Semua ongkos ditanggung kami sendiri". Jangan bawa bawa rakyat untuk sama sama berkorban.

djokoLodang

-o-- Half-time. Seorang pria mendatangi dokter dan berkata, "Dok, saya punya masalah, tapi kalau Dokter mau menanganinya, Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa." "Tentu saja saya tidak akan tertawa," jawab sang dokter. "Saya seorang profesional. Selama lebih dari dua puluh tahun, saya tidak pernah menertawakan pasien." "Baiklah kalau begitu," kata pria itu, lalu menurunkan celananya, memperlihatkan penis paling kecil yang pernah dilihat oleh sang dokter. Karena tidak bisa menahan diri, dokter itu terjatuh dari kursinya sambil tertawa terbahak-bahak. Sepuluh menit kemudian, ia berhasil bangkit berdiri dan menenangkan diri. "Saya minta maaf sekali," ujarnya. "Entah kenapa saya jadi seperti itu tadi. Demi kehormatan saya sebagai dokter dan seorang gentleman, saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi. Jadi, apa masalahnya?" "Ini bengkak," jawab pria itu. --0-

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 62

  • Wilwa
    Wilwa
  • Wilwa
    Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • DeniK
    DeniK
  • Ahmad 9389
    Ahmad 9389
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • DeniK
    DeniK
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • ALI FAUZI
    ALI FAUZI
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • yea aina
      yea aina
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • Sugi
    Sugi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • alasroban
    alasroban
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Sulaspin
    Sulaspin
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
    • Imam Subari
      Imam Subari
  • rid kc
    rid kc
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • nur cahyono
    nur cahyono