Half Time
--
Banyak pengusaha yang berani ambil risiko karena taruhannya hanyalah nasibnya sendiri. Beda dengan Presiden Prabowo Subianto. Sangat bernyali. Berani. Sangat berani. Padahal taruhannya bangsa.
Itu tecermin dari pidatonya di pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Rabu kemarin. Presiden seperti meluapkan perasaan terdalamnya.
"Kita ini terus dihadang. Iya kan. Ada apa itu? Macam-macamlah MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita," ucap Prabowo.
Anda sudah tahu mengapa kalimat itu diucapkan: gara-gara pengumuman lembaga rating di New York itu harga saham di Bursa Efek Indonesia nyungsep 11,7 persen Jumat 12 lalu. Turun 3 persen lagi Seninnya.
MSCI memang sedang mempertimbangkan untuk menurunkan rating BEI dua tingkat sekaligus. Langsung ke tingkat terendah: standalone. Meski keputusan finalnya baru diumumkan Juni tahun depan tapi investor saham asing langsung jual, jual, jual.
Banyak yang mengira presiden akan marah ke BEI: mengapa tidak cepat mereformasi diri agar tidak ada sanksi dari MSCI. Ternyata reaksi Prabowo yang ditunjukkan ke publik justru seperti menantang balik MSCI.
Memang nyungsep-nya harga saham di BEI itu sangat menampar: terjadi di sekitar ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo dan ulang tahun kedua pemerintahannya. Begitu kesalnya presiden sampai menyebut langsung nama MSCI –berkali-kali pula. Langka ada level presiden melakukan tembak langsung seperti itu.
"Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!"
Luar biasa bernyalinya. Sidang kabinet sendiri diadakan tepat di hari ulang tahun kedua pemerintah Prabowo.
"Kita tidak takut. Kita punya kekuatan. Kita punya keberanian. Dan kita rela berkorban. Kita tidak mengenal menyerah."
Kata ''kita rela berkorban'' mungkin punya maksud agar rakyat harus siap menghadapi akibat ekonomi lanjutannya. Belum tahu apa yang terjadi setelah tantangan balik dari Presiden Prabowo. Yang jelas kita harus siap rela berkorban.
Kita rela berkorban apa? Apa saja.
Siapa yang dimaksud ''kita''? Seluruh rakyat?
Bahwa kita rela berkorban bisa digerakkan. Pun bahwa kita punya keberanian –kita pemberani. Tapi bahwa kita sudah punya kekuatan saya berpikir agak panjang: kekuatan apa yang telah kita punya yang bisa kita pakai melawan?
Kekuatan terbaik tentunya adalah kekuatan tekad untuk mau memperbaiki diri. Dalam hal ini perbaikan tata kelola Bursa Efek Indonesia.
Yang paling dipersoalkan MSCI adalah itu: transparansi di BEI –agar tidak ada investor saham yang tertipu. Juga soal penegakan hukum di sana: jangan sampai perusahaan yang go public melanggar aturan tapi tidak dilakukan tindakan. Termasuk soal perlunya lebih banyak saham yang diperdagangkan di lantai bursa. Jangan sampai terlalu kecil saham yang dilepas ke publik –itu pun diam-diam dibeli sendiri oleh pemiliknya lewat proksi.
Intinya MSCI menginginkan jangan sampai pembeli saham tertipu oleh trik para emiten. Juga jangan sampai pembeli saham mendapat harga tidak wajar akibat saham tersebut terlalu banyak digoreng.
MSCI itu lembaga bisnis. Perusahaan yang sudah go public di bursa saham New York.
Bisnis MSCI kian bagus kalau analisis sahamnya tepat. Bisa dipercaya. Dengan demikian para pembeli saham tidak perlu menganalisis sendiri mana saham yang baik dan mana yang buruk. Cukup memercayai analisis MSCI.
Pembeli saham di Amerika tidak kenal Indonesia. Juga tidak mau repot. Mereka cukup bertumpu pada MSCI. Karena itu MSCI marah kalau ada bursa efek di suatu negara tidak jujur –yang membuat analisisnya meleset. Kalau terlalu sering meleset banyak yang tidak mau pakai jasa MSCI.
Tentu soal MSCI hanya satu bagian kecil isi pidato. Masih banyak bagian lain yang menarik. Misalnya soal reshuffle kabinet.
Dari pidato ulang tahun itu terbaca bahwa reshuffle besar-besaran tidak akan terjadi. Presiden mengibaratkan permainan sepak bola. "Sekarang ini belum –presiden seperti kesulitan mengingat istilah 'turun minum' di pertandingan sepak bola– apa itu namanya.... half time".
Lalu Presiden menyebut tamsil yang terasa jenaka: pemain cadangan. Ini juga diambil dari istilah sepak bola. Sekarang ini, kata presiden, memang banyak pemain cadangan yang tidak sabar menunggu kapan mulai diturunkan ke lapangan.
Presiden pun minta agar mereka sabar menunggu saat yang tepat. Dan saat yang tepat itu adalah half time. "Half time-nya kan tunggu kalau sudah 2,5 tahun," ujar presiden.
Mungkin maksudnya bukan tepat di half time. Bisa jadi setelah half time.
Di sepak bola para pelatih jarang mengganti pemain saat half time. Yang terbanyak adalah setelah menit ke 70 –ketika waktu pertandingan tinggal 20 persennya.
Jadi, wahai para pemain cadangan, sabarlah. Agar tidak kecewa tunggulah ketika masa pemerintahan ini tinggal 20 persennya.
Entah sudah berapa skornya saat itu nanti. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 22 Oktober 2026: Terdakwa Kera
Sumartan
Kasihan memang dgn kera di Batam, banyak yg masuk perumahan untuk cari makan di tempat sampah jadi 'pemulung' akibat tak ada makanan lagi di hutan, dan hutannya semakin sempit.
Johannes Kitono
Bahasa Sun Go Kong Pagi ini setelah baca Terdakwa Kera. Langsung lihat dan foto di Gardu Induk Adelaide. Memang ada sebatang pohon rindang disebelahnya. Tapi tidak ada kawanan monyet disana. GI biasanya ada papan peringatan Larangan masuk bagi yang tidak berkepentingan. Tentu itu bahasa manusia. Bukan bahasa monyet Anak Cucu Sun Go Kong si Raja Monyet. Pejabat PLN disalahkan itu berlebihan. Kan SOP tidak mewajibkan Larangan Masuk ke GI pakai bahasa Sun Go Kong. Kalau PLN Batam padam dianggap kelalaian Dirut dan Kepala PLN Batam. Dan harus dipecat. Itu sih berlebihan. Bukankah banyak murid sekolah di NKRI sudah terbukti keracunan MBG. Apakah Kepala BGN dan yang punya ide MBG. Juga harus dipecat atau mengundurkan diri. Saran untuk PLN Batam. Kalau memang banyak monyet di pohon dekat GI. Pindahkan mereka secara bertahap. Training mereka untuk petik pohon kelapa atau kerja apa saja. Biayanya pasti murah dari UMR. Cukup dikasih vitamin dan pisang. Bingung bukan. Nah silahkan study banding ke Rayong, Thailand. Disana ada Monkey Trainning College, but everybody welcome. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
pak tani
Saat pidato rapat paripurna kabinet kemarin, Presiden Prabowo menyatakan Indonesia tidak takut dengan siapapun, termasuk MSCI. Ya, setuju. Memang itu prinsip yang sangat jempolan. Mentalitas Kopasus. Petarung sejati. Tapi.... Yang perlu dicermati adalah kritik dari MSCI itu sendiri. Bukan siapa, tapi apa. Apa sih pernyataan dari MSCI. Lalu, betul atau tidak pernyataan tersebut? Betulkah pasar saham kita tidak transparan free float nya? betulkah ada indikasi goreng menggoreng saham? betulkah opini2 dari MSCI tersebut? Kalau salah, ya anggap saja tudingan MSCI itu angin lalu. Kalau betul bagaimana? Becik ketitik olo ketoro. Jadi... betul atau tidak tuduhan MSCI itu? anda lebih tahu :)
Er Gham 2
Ini cuma analisa dugaan dan tebak tebakan saja: Setelah sekring dipasang, harus ada pengecekan ulang dari pengawas atau supervisor. Sebelum listrik dialirkan. Dicek, apakah pemasangan sudah sesuai SOP. Jika terpasang benar, sekalipun ada gajah menerobos pagar dan kena setrum, maka yang putus hanya bagian yang terkena dampak. Memang sih bakal ada sebagian wilayah yang mati, namun bisa pulih kembali dalam 3 atau 4 jam. Jadi bukan karena kera, pagar tidak ber-listrik, atau sekring nya tidak dipasang benar. Namun karena kelalaian karyawan yang bertanggung jawab untuk periksa ulang kelayakan sekring.
Juve Zhang
Sebagai komentator Disway yg aktif ....saya merasa Kecerdasan Buatan betul betul cerdas....anda akan heran yang merasa di ganggu iklan itu Perusuh Kelas Taipan seperti pak Agus $3....pak Hasyim ....dan mungkin bos telur ....benar benar mereka memakai AI....saya yg perusuh dompet pipis ....ternyata AI juga tahu buat apa diberi iklan toh gak akan beli....tik tok itu perusahaan cerdas mereka tahu perusuh dompet Taipan sama mana perusuh dompet pipis....saya kira anda yg gak diganggu iklan cukup beruntung dan ketahuan dompet nya desil 4 persis sama dengan dompet saya....
Liáng - βιολί ζήτα
Mungkin, demi "peri-ke-hewan-an" dan faktor-faktor risiko lainnya, seperti : rawan badai salju ekstrem dan cuaca beku - di negara-negara 4 musim ; badai pasir, debu gurun, dan suhu luar ruangan yang bisa melebihi 50°C - di negara-negara Timur Tengah..... maka gardu induk ditempatkan di dalam ruangan atau di bawah tanah. Apakah tidak sebaiknya PLN menggunakan system Gardu Induk Dalam Ruangan (Indoor Substation) atau Gardu Induk Bawah Tanah (Underground Substation) untuk daerah-daerah tertentu dengan potensi risiko yang tinggi terhadap gangguan pada Gardu Induk ?? Gardu Induk Dalam Ruangan (Indoor Substation) dan Gardu Induk Bawah Tanah (Underground Substation) umumnya menggunakan teknologi Gas Insulated Substation (GIS) agar komponen gardu dapat diperkecil hingga 10% dari ukuran gardu luar ruangan biasa. Dan..... Jepang adalah Pelopor "Compact Gas Insulated Substation (GIS) Technology. Selengkapnya, semestinya, Bapak Mantan Dirut PLN yang menuliskannya..... [2/2].
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja. Dulu, saya sempat bertanya kepada teman-teman di sini mengenai Kabel Listrik Bawah Tanah (Underground Cable)..... obrolan pun melebar sampai Gardu Induk-nya, dan saya pun baru tahu ternyata ada Gardu Induk Dalam Ruangan (Indoor Substation) dan Gardu Induk Bawah Tanah (Underground Substation). Dan..... konon Zurich adalah kota yang pertama di dunia yang melakukan pemasangan instalasi Gardu Induk Bawah Tanah. Mengenai kejadian gangguan listrik di Batam akibat "aksi monyet bunuh diri, di gardu induk" pernah terjadi juga koq di beberapa negara berkembang lainnya..... Tahun lalu (Februari 2025) misalnya, di Sri Lanka terjadi seperti yang di Batam itu, dan beberapa hari per-listrik-an di seluruh Sri Lanka terganggu. Di Zambia dan Kenya pun pernah terjadi..... hanya saja, Monyet Vervet yang di Kenya ternyata "Lebih Sakti daripada Sun Gokong (孫悟空 Sūn Wùkōng)" - sudah kesetrum tegangan tinggi - masih hidup dan baik-baik saja, masih bisa nyengir..... [1/2]
Rid Simatupang
Singkatan kV, kilo Volt (1000 Volt) sudah benar pak. Begitu juga singkatan mW kalau yang dimaksud milli Watt. Tapi kalau yang dimaksud "mega Watt" (sejuta Watt), singkatannya yang baku adalah MW.
alasroban
5Why analisis singkat tim advokasi Kera. why1 : Mengapa kera sampe masuk ke GI jawaban : Kera mencari ruang gerak karena habitat alaminya semakin sempit. why2 : Mengapa habitat Kera semakin sempit? jawaban : Terjadi perambahan hutan akibat maraknya pembangunan rumah liar (ruli) yang masif oleh warga pendatang. why3 : Mengapa warga pendatang bisa bebas membangun ruli? jawaban : Tidak ada teguran atau tindakan tegas dari aparat berwenang sejak awal mula satu orang pendatang mendirikan bangunan. why4 : Mengapa tidak ada teguran atau tindakan pencegahan dari aparat sejak awal? jawaban : Sistem patroli lapangan yang longgar, dimana polisi hutan / petugas pengawas lebih banyak di dalam kantor daripada keliling wilayah proteksinya. why5 : Mengapa polisi hutan malas keliling dan pengawasan di biarkan longgar? jawaban : lemahnya audit kinerja internal, penegakan SOP dan komitment management untuk menyelesaikan pelanggaran tata ruang secara tuntas sejak dini sebelum menjadi konflik sosial yang besar. note: itu hanya contoh ya ? agar Kera tidak berubah menjadi kambing berwarna hitam. :)
Gregorius Indiarto
"Untung kera di Batam itu tewas. Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka" bagian akhir catatan hari ini. Kalau pun tidak tewas, pasti jadi tersangka. Untung nya dimana?? Tersangka atau tewas = rugi, tidak ada yang untung. Kecuali dipahami sebagai takdir, tanyalah ke yang pernah jadi tersangka, dan masih tetap sehat. Pasti akan dijawab "untung hanya jadi tersangka, tidak sampai di penjara" Met siang salam sehat, damai dan bahagia.
pak tani
Hmmm... mengapa seruan membuat disway App berhenti ya? :))
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
GANGGUAN IKLAN, DLL.. Kita semua sayang Disway. Kalau Disway tidak ada iklan, kita ikut sedih. Sebab, kami tahu iklan itulah yang ikut membuat Disway bisa terus hadir dan kami nikmati secara gratis. Tetapi kalau iklannya terlalu mengganggu, kami juga sedih. Apalagi kalau sedang asyik membaca, tiba-tiba perhatian teralihkan. Mau menikmati tulisan, malah harus berjuang melewati iklan. Kami paham, Disway perlu pemasukan. Pengiklan perlu ruang promosi. Pembaca juga perlu kenyamanan. Semoga ketiganya bisa berjalan beriringan. Iklan tetap hadir, bisnis tetap hidup, dan pembaca tetap betah. Sebab, kami datang ke Disway untuk membaca tulisan. Bukan untuk mengikuti lomba kesabaran menghadapi iklan. "Kami sayang Disway. Justru karena itu, kami ingin Disway makin nyaman dibaca"..
Anggit Bhuntoro
Untung keranya mati, kalau gak mati dan bs diinterogasi malah bahaya kalau ternyata dia kera bukan WNI....wkwkwk. Dalam musibah masih ada untung.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KERA JADI TERSANGKA, SIAPA JADI SAKSI..? Di Batam, seekor kera berhasil melakukan sesuatu yang mungkin belum pernah dilakukan manusia: Membuat satu pulau gelap gulita. Prestasinya luar biasa. Sayangnya, tidak sempat menerima penghargaan. Keburu tewas. Tiga orang PLN dan satu kontraktor ditetapkan sebagai tersangka. 1) Kera tidak bisa diperiksa. 2) TKP tidak bisa ditanyai. 3) Pohon tempat kera biasa nongkrong juga belum tentu punya alibi. Untung polisi tidak memasang garis polisi mengelilingi hutan. Bisa-bisa seluruh komunitas kera dipanggil untuk konfrontasi. Ketua kelompoknya, kelompok kera, diminta menjelaskan siapa yang memberi komando. Tetapi ada satu pertanyaan yang lebih serius. Kalau seekor kera bisa membuat sistem kelistrikan satu pulau tumbang, apakah kera itu terlalu "sakti", atau sistemnya yang terlalu "rapuh"? Di kantor, kesalahan bawahan sering berujung pemeriksaan. Kesalahan sistem kadang berujung rapat evaluasi. Kalau dua-duanya terjadi bersamaan, biasanya yang pertama lebih cepat menemukan alamat tersangka. Kera sudah mati. Listrik sudah menyala. Semoga akal sehat tetap hidup, supaya penyidikan tidak ikut mati lampu.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KALAU KERA BISA JADI TERSANGKA, POHON BISA JADI SAKSI.. “Untung kera di Batam itu tewas. "Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka.” ### Di atas adalah kalimat pak Dahlan di CHDI hari ini yang pantas mendapat dua jempol. 1) Satu untuk Pak Dahlan. 2) Satu lagi untuk kera yang tidak sempat diperiksa. Coba bayangkan kalau kera itu masih hidup. Penyidik bertanya.. “Apa motif Anda masuk gardu induk?” Kera menjawab dengan bahasa kera. Penyidik mencatat: "Tidak kooperatif". Lalu dicari penerjemah bahasa kera. Dibentuk tim khusus. Anggaran pemeriksaan bertambah. Sidang mungkin menghadirkan ahli primata. Untung perkara tidak sampai sejauh itu. Tetapi di balik kelucuannya ada pertanyaan yang tidak lucu. Dalam sebuah kejadian, pelaku pemicu belum tentu pihak yang paling bertanggung jawab. Kera bisa menyentuh kabel. Namun, kera tidak merancang gardu, memasang sistem proteksi, atau mengatur pemeliharaannya. Jangan-jangan, di negeri ini, yang paling aman memang menjadi tersangka setelah mati. Sebab, ia tidak bisa membantah.
daeng romli
"Kera penyebab matinya Listrik di batam tidak bisa ditanya karena sdh mati". Dia datang sendirian atau bergerombol. Hahahaha...... Alkisah ada 1 truk mengangku 10 ekor sapi, 1sopir dan 1kenek dalam jalan menanjak truk tdk bisa menanjak karena umurnya sdh udzur. Akhirnya truk mundur dan masuk jurang yg tdk begitu dalam. Kondisi sopir dan keneknya kejepit dan tidak bisa keluar, dan sapi2nya banyak yg patah kakinya. tak lama kemudian polisi datang, dan melihat kondisi sopir. Sopir sangat heran kok polisi sdh datang datang, padahal dia belum laporan. Krn penasaran sopir tanya ke polisi. Pak maaf apa sdh ada laporan kecelakaan, sehingga Bapak sdh datang ke tkp. Jawab polisi, Sdh tadi 2 penumpang Anda yg selamat datang ke kantor dan melaporkan masalah ini.... hehehehe..... #wesngonoae
Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
Penyebab listrik padam katanya monyet iseng main2 di gardu induk, katanya yg lain lagi kera stres akibat susahnya cari pekerjaan. Mungkin dikira monyet karena ada ekor, tapi kecil pendek di depan. Mungkin dikira kera karena ekornya sudah habis terbakar sengata listrik. Entahlah mana yg benar sudah tidak lagi relevan di masa dimana hanya spanduk terbentang saja bikin kelabakan aparat, sementara hutan, lahan terbakar tenang2 saja
umar hidayat
Pak DI menuliskan " Tenaga gasnya sangat besar: 220 mW. Tenaga batu baranya 2x50 mW... W harus ditulis kapital untuk menghormati James Watt. Namun m bisa ditulis huruf besar ataupun kecil tergantung satuan yang dimaksud. Huruf kapital MW maka maknanya Mega Watt. Huruf kecil mW maknanya mili Watt. Tentu yang dimaksud pak DI adalah Mega Watt
Jokosp Sp
Bukti kera banyak mati ada di Kalimantan. Cuma ndak ada yang berani menvideo dan memviralkan. Takut HP tiba-tiba bunyi.....dan di depan rumah sudah ada gerobak bakso bawa HT....Kijang satu....Kijang satu...... 86.
Alex Ping
Mengapa harus pagar dialiri listrik? Paling tidak cobalah rambu gambar monyet di coret.. he he he
Er Gham 2
Menurut warga setempat, memang setiap malam ada banyak kera yang berkumpul di pohon rindang sekitar gardu listrik. Mungkin ada seekor kera muda yang sedang menjalani proses rekrutmen anggota baru. Agar menjadi bagian dari kelompok. Dan salah satu tugas ospek nya adalah memanjat ke atas salah satu tiang kabel.
Juve Zhang
Banyak bayi d Kalimantan kena penyakit paru paru akibat asap kebakaran hutan....bahkan ada yg meninggal dengan kemungkinan sudah terlalu berat artinya jika terlalu lama menghisap asap dan tidak segera berobat ke RS....yg meninggal akibat asap tebal tentu orang dewasa pun ada utama n nya yg punya penyakit asma dll....kalau bayi biasanya paru masih sehat namun kelamaan ngisap asap kebakaran akhirnya sakit....sakit paru itu berat dipake jalan kaki gak akan kuat paru anda akan mogok jalan ini pengalaman saya kena TBC jadi penyakit paru sama paru kita lemah diajak jalan kaki santai pun gak kuat jauh mogok karena daya serap oksigen sedikit....harus ada terdakwanya siapa yg mulai bakar hutan dan order dari pemilik lahan. Supaya langsung bisa jadi kebun sawit....tapi belum ada terdakwa cuma kroco dibawah mana yg kambing kuning seperti di bursa saham sudah dua kambing kuning kena denda 2100 milyar....di Bakaran hutan belum ketemu apa jenis kambing nya kuning atau putih atau hitam....di bursa belum ada yg bunuh diri gosong uangnya digoreng kambing kuning ....di karhutla sudah beberapa mati hirup asap....
riansyah harun
Jika 17 tahun lalu saat Pak Dahlan belajar kelistrikan dari anak muda yang jenius tadi, berarti itu di sekitar tahun 2012. Saya hanya bisa men duga duga, mungkin yang dimaksud Pak Dahlan itu adalah Pak Suroso Isnandar yang resmi diangkat sebagai Direktur Utama PLN sejak 14 Oktober 2026 lalu itu..??? Beliau lulusan ITB tahun 1994, berarti 18 tahun masa karirnya di PLN, dan bisa bertemu Pak Dahlan. Pertanyaan ini membuat saya penasaran. Apa memang beliau yang dimaksudkan..?? Berarti PLN merekrut orang dalam sendiri menjadi Dirutnya.
Widodo Basuki
Setelah disuruh istri membeli tabung gas melon 3 kg (di Mandalle - Pangkep harga 22 rb) karena penasaran dengan tulisan pak mantan pagi ini tentang blackout di batam, maka dengan chatgpt menggunakan prompt "buatkan analisa/penjelasan aktual tentang sumber listrik dan cara pengelolaan listrik di Singapura sehingga tidak pernah blackout total", hasilnya adalah ulasan2 yang sangat bagus serta ilmiah (menurut saya yang orang awam....kwkwkwkw). Kalau ulasan2 itu bisa direalisasikan di negara kita...alangkah sejahteranya rakyat Indonesia tentang per listrikan, dan alangkah mudahnya bekerja menjadi pembisik om wowo....ndahneyo....(prompt sengaja ditulis agar perusuh bisa mendapatkan hasil chatgpt yang sama jika juga penasaran....kwkwkwkw)
Mpok Dipa
Ketika ada warga Indomesia yg kelaparan, tidak ada yg mempidanakan pemerintah. Ketika banyak kejahatan demi urusan perut karena lapangan kerja tidak memadai, tidak ada yang mempidanakan pemerintah. Justru yang menjadi tertuduh adalah rumah di kanan kirinya, "Kenapa sampai tidak tahu ada tetangganya yang kelaparan?" hah?!. Lalu pak RT pun kecipratan menjadi tertuduh, kenapa sebagai ketua RT tidak peduli dengan warganya, sampai tidak tahu ada warganya yg kelaparan, kenapa lupa tidak di masukkan ke desil paling miskin agar mendapat bantuan dari pemerintah?. Pak RT pun mengatakan, "Kenapa sebagai warga dia tidak melapor, kenapa koq sampai tidak punya pekerjaan" ...salaaaah aja lagi jadi wong miskin di negeri ini. Akhirnya, tidak ada yg bisa menjadi tersangka atas kelaparan warga ini. Karena kelaparan bukan tanggung jawab warga sekitar dan pak RT apalagi pemerintah. Kelaparan wargs adalah tanggung jawab nafsi nafsi warga.
Bahtiar HS
Membaca CHD hari ini jadi kasihan sama si kera. Pertama, kadang ia disebut kera. Kadang monyet. Ini menjadikan personal brandingnya gak jelas. Kedua, kalau ia masih hidup, sangat boleh jadi akan diinterogasi APH, lalu dijadikan tersangka. Ketiga, ketika kenyataannya ia kena setrum alias korsleting lalu mati, gosong pula, ternyata disebut "untung". Untung tewas malahan. Sudah mati disebut untung, matinya disebut "tewas" pula. Bukan wafat, meninggal, atau setidaknya mati. Jatuhlah marwahnya sbg kera. Padahal boleh jadi ia terpaksa datang ke GI karena istri dan anak2nya kelaparan. Ia hanya sekedar cari makanan. Tak bs lg mendapatkan makanan di hutan tempatnya tinggal, karena hutan itu semakin sempit krn ulah manusia. Jadi ia mati krn berjibaku mencari sesuap makanan utk keluarganya. Jangan2 ia tergolong mati syahid.
Lilik Harnadi
"...apakah kera itu datang ke GI seorang diri ....". Naik kelas ini keranya. Untung keranya sudah tewas, kalau tidak mungkin bisa dijadikan kambing hitam.
Leong Putu
"Sayang kera tersebut ditemukan tewas mengering sehingga tidak bisa ditanya apakah ia datang ke situ dengan maksud sengaja ingin bunuh diri: misalnya karena stres akibat hutan habitat mereka kian sempit di Batam" Bisa jadi kera tersebut hanya punya tujuan untuk menakut-nakuti istrinya. Dia mengancam sang istri akan memegang kabel PLN jika hasrat mindonya tidak dikabulkan sang istri. Eeeh malah kesetrum sungguhan. Gak jadi deh..... Wkwk
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 19
Silahkan login untuk berkomentar