IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.057, Ditutup ke Zona Merah 2 Hari Berturut-turut

Jumat 30-10-2026,18:41 WIB
IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.057, Ditutup ke Zona Merah 2 Hari Berturut-turut

Papan pergerakan sesi perdagangan di IHSG -Bianca-

JAKARTA, DISWAY.ID - Melanjutkan keterpurukannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara resmi menutup sesi perdagangan Jumat 30 Oktober 2026 dengan kembali ambruk tajam untuk kedua kalinya sejak Kamis (29/10) lalu.

Dalam hal ini, IHSG terpantau kembali bergerak melemah sebanyak 41,01 poin atau setara dengan 0,80 persen ke level 5.057,05.

Di sisi lain, hal serupa juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turut kembali terpuruk pada penutupan perdagangan kali ini.

Indeks LQ45 terpantau bergerak melemah sebanyak 0,12 poin atau menurun sebesar 0,023 persen ke level 515,17.

BACA JUGA:IHSG Sesi I Melemah 1,29% ke 5.032,44, Tekanan Jual Dominan

Tekanan Jual Mendominasi Pasar

Sebelumnya, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa pergerakan IHSG yang membentuk candlestick long black closing marubozu mengindikasikan tekanan jual kembali mendominasi pasar.

Kendati begitu, dirinya menambahkan bahwa dari perspektif makroekonomi, tekanan terhadap saham teknologi juga perlu dicermati bersamaan dengan arah kebijakan moneter The Fed.

"Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen–4,00 persen, data ekonomi AS yang relatif kuat dan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen dapat membatasi ruang pelonggaran moneter," jelas Nafan.

BACA JUGA:Belum Sempat Bangkit, IHSG Malah Makin Terpuruk! Pembukaan Jumat Langsung Anjlok 76 Poin

Adapun pertumbuhan PDB kuartal ketiga yang solid sebesar 3,4 persen serta data inflasi PCE per September turut menjadi perhatian.

PCE tercatat meningkat 3,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan inflasi inti PCE mencapai 3,1 persen secara tahunan.

Situasi tersebut memperbesar risiko suku bunga bertahan tinggi lebih lama atau bahkan kembali meningkat, sehingga dapat menekan valuasi saham berorientasi pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: