Perang Hujan

Perang Hujan

Bersama Robert Lai (kiri) dan Buyut Pak Iskan (dua dari kanan) di Singapura.--

"Saya harus jemput teman dari Indonesia. Ia orang penting," ujar wanita Singapura itu saat meninggalkan ruang rapat untuk pergi ke bandara Changi.

"Untuk apa ia datang ke Singapura? Mau buktikan betapa asap dari Indonesia menyiksa orang Singapura?" ledek temannya.

Tentu itu ledekan setengah gurau. Setidaknya begitulah kesan tentang Indonesia di mata orang Singapura saat ini. Marah. Kesal. Tidak berdaya.

Saya mengutip dialog itu berdasarkan cerita wanita tersebut saat meninggalkan bandara. Tentu saya tegur dia: mengapa menyebut saya orang penting. Saya bukanlah siapa-siapa. Memang saya ingin melihat langsung betapa asap telah mengganggu kehidupan di Singapura, tapi bukan untuk mencarikan jalan keluar. Ingin melihat asap itu benar tapi bukan yang terpenting.

Ada tiga agenda di Singapura --termasuk kangen-kangenan dengan belahan hati Robert Lai dan istrinya, Dorothy. Selebihnya untuk rapat dengan orang Singapura dan orang Tiongkok yang di Singapura.


Mengunjungi Robert Lai dan istri bersama buyut Pak Iskan.--

Begitu keluar dari bandara pohon-pohon terlihat jelas. Kemarin itu kebetulan asapnya sedang tipis. Hanya saja langit tetap saja tidak tampak biru.

Saya minta buyut Pak Iskan memeriksa kualitas udara di Singapura lewat HP-nyi. Dengan asap tipis segitu seberapa buruk kualitas udara Singapura.

"Psi 170," jawabnyi.

Dia sudah hampir dua tahun kuliah di Singapura. Angka itu cukup melegakan di sana. Sehari sebelumnya mencapai psi 200. Bahkan biasanya sampai psi 270.

Sejak ada kiriman asap dari kebakaran hutan di Indonesia kualitas udara Singapura memang sangat buruk. Itu sudah berlangsung satu bulan. "Pernah mencapai psi 300," ujar sang buyut. Dia kini ikut-ikutan kebiasaan orang Singapura: setiap pagi melihat layar HP untuk mengecek seberapa buruk kualitas udara hari itu.

Sejak ada kiriman asap pemerintah Singapura memang memberikan layanan aplikasi untuk memonitor kualitas udara. Ups... sejak lama sebenarnya ada aplikasi itu. Tapi jarang yang memanfaatkannya. Toh biasanya kualitas udara di Singapura selalu di bawah psi 30. Baru setelah ada asap aplikasi kualitas udara itu dipelototi setiap hari.

Pukul 15.00 kemarin, ketika kami sedang rapat, tiba-tiba turun hujan. Deras. Lama. Tumben. Sudah lama tidak ada hujan.

Hujan itu begitu derasnya membuat orang Singapura begitu senangnya.

Di tengah hujan itu saya kembali minta buyut Pak Iskan untuk mengecek aplikasi kualitas udara.

"Psi 97," ujarnyi.

Hujan lebat ternyata bisa menurunkan psi dari 170 ke 97. Masih belum baik tapi sudah sangat lumayan. Nanti, di tengah rapat kedua, hujan masih turun. Hari sudah senja. Saya minta aplikasi kembali diperiksa: "psi 195," katanyi.

Ketika hujan deras seperti itu rupanya asap ikut turun ke tanah: menjadi debu basah yang halus. Lalu ikut meresap ke dalam tanah. Itu tidak berbahaya bagi kesehatan tanah. Itu kan asap dari kebakaran tanaman. Bukan termasuk benda polusi.

Maka saya agak "kecewa": tidak bisa ikut merasakan penderitaan akibat asap yang tebal di langit Singapura.

"Benar kan? Berarti Anda orang penting. Bisa mendatangkan hujan," ujar orang asal Tiongkok itu berseloroh. Saya pun membalas selorohan itu dengan humor: "Harusnya Singapura tidak perlu diberi hujan. Mengapa hujan deras begini tidak diturunkan di Kalimantan," kata saya.

Kalau saja di Kalimantan turun hujan sederas ini selesailah itu barang. Tidak perlu lagi ada saling caci-maki antarnegara.

"Di level berapa kadar kemarahan orang Singapura pada Indonesia? Skala 1 sampai 10," tanya saya.

"Sembilan," jawab salah seorang peserta rapat. "Tenggorokan kami sakit semua," tambahnya.

"Marahnya pada siapa? Kepada rakyat Indonesia atau kepada pemerintah?"

"Kepada pemerintah. Kenapa tidak bisa mengatasinya?"

"Menurut Anda bagaimana cara mengatasi kebakaran itu?"

"Kan gampang. Tiap rumah kan punya hydran. Masing-masing rumah memadamkan lingkungan masing-masing," jawabnya.

Dalam hati saya tertawa ngakak. Orang Singapura mengira di Kalimantan sana banyak rumah di sekitar hutan yang terbakar. Lalu membayangkan rumah-rumah itu seperti rumah di Singapura.

Setelah saya jelaskan keadaan yang sebenarnya barulah ia tertegun. "Jadi, sulit ya," katanya.

"Saya sendiri tidak punya ide: cara apa yang efektif. Keadaan sudah sangat terlambat. Satu-satunya jalan keluar tinggallah menunggu datangnya hujan. Sayangnya hujannya justru turun di sini," kata saya.


Bersama Robert Lai.--

Memang, kalau masih di tingkat awal dulu masih mungkin bisa dikendalikan. Tapi kini sudah sangat meluas. Kekeringan juga kian parah. Kian kering. Kian panas. Tinggal menunggu kapan hujan datang ke Kalimantan.

Sampai tadi malam hujan masih turun renyai-renyai di Singapura. Harapan mereka tiap hari turun hujan seperti ini. Rupanya hujan harus mendapat hadiah Nobel Perdamaian. Hujanlah yang bisa menghindarkan perang antara Singapura/Malaysia dengan Indonesia: perang itu kian memuncak. Perang di media sosial.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 25 Oktober 2026: IKN Kapan

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KOTA YANG SUDAH PUNYA ALAMAT, TAPI BELUM PUNYA KEBIASAAN.. Kutipan paling unik dari CHDI hari ini: > “Kesimpulan saya: IKN tetap akan jadi IKN. Kapan-kapan.” Kalimat pendek. Tetapi daya tahannya luar biasa. Bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan tentang IKN, proyek yang belum selesai, bahkan janji yang belum ditepati. IKN tampaknya sedang mengalami situasi yang unik. Gedungnya sudah punya alamat. Jalannya sudah punya rute. Tiang benderanya sudah punya lampu. Bahkan restoran pun sudah punya pelanggan. Yang belum jelas: kapan semua itu menjadi sebuah kota yang hidup dengan sendirinya? Biasanya, orang membangun rumah karena ingin segera menempatinya. Di IKN, rumah dan kantor dibangun lebih dahulu. Penghuninya menyusul. Ini seperti mengadakan pesta, menyewa gedung, memasang dekorasi, menyiapkan makanan. Lalu mengirim undangan dengan catatan: tanggal menyusul. Tetapi saya suka optimisme Pak Dahlan. IKN tidak disebut gagal. Tidak juga disebut sukses besar. Cukup: tetap akan jadi IKN. Kata kapan-kapan memang ajaib. Tidak membatalkan harapan. Tidak pula menjanjikan kepastian. Sayangnya, kalender tidak mengenal satuan waktu bernama kapan-kapan.

Lagarenze 1301

KAPAN-KAPAN (Koes Plus, 1973) Kapan-kapan kita berjumpa lagi Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari Kapan-kapan kita pergi bersama Kapan-kapan kita bersendagurau Mungkin lusa atau di lain hari Bila kita pergi hatiku tinggal disini Bila kita datang harapanmu kan impian oh Kapan-kapan kita berjumpa lagi Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari

Achmad Faisol

Istana Wapres di IKN Tinggal Tahap Pengisian Furnitur, Gibran Siap Berkantor Tahun Ini Kompas.com, 16 Agustus 2026, 15:15 ####### tenang, kata kepala otorita ikn, wapres ditargetkan berkantor di ikn tahun ini...

Er Gham 2

Sampai 2029 belum digunakan. Itu dugaan saja. Jumlahnya juga tidak cukup. Belum termasuk rumah untuk wamen, kecuali wamen dan Kerala badan tinggal di apartemen. Juga setelah 2029 tidak juga digunakan. Siapa yang mau tinggal di tempat terisolasi, meski mewah sekalipun. Kecuali tiap weekend semua kabur ke Jawa, refreshing sekaligus network. Dipelihara saja dulu supaya tidak rusak. Cukup sekitar 500 miliar per tahun. Rumah menteri siapa yang menempati selama ini. Tidak mungkin disewakan ke wisatawan. Menteri pasti tidak mau pakai rumah bekas orang non menteri. 

Nimas Mumtazah

Assalamu'alaikum IKN Semua sudah di persiapkan Di rencanakan matang.. Kalau tidak segera di fungsikan Eman² Dana yang di gelontorkan Bangunan² megah dengan desain mentereng. Tentu biaya perawatan tidaklah sedikit.. Hanya bisa menghela nafas.. Sambil bergumam dalam hati Entek piro ben wulane.. Listrik, air, lan liane..

Jokosp Sp

Pelan-pelannya Presiden Prabowo bangun IKN, ini indikator untuk jaga hubungan dengan Presiden Jokowi. Sang guru politiknya sekaligus kawan kemenangannya. Masalah dipakai nanti oleh siapa terserah saja siapa yang akan dicatat sejarah nanti, itu pikiran Prabowo. Dan bagi Jokowi akan terus berusaha agar sang anak yang akan menempati, mencoba jadi catatan sejarah. Ini gengsi besar Sang Raja Jawa.

Bahtiar HS

Lagian saya menyimpan satu pertanyaan besar, mengapa IKN konsepnya semua tumplek blek ada di satu tempat? Istana presiden, wapres, rumah para menteri, menko. Kantor DPR/MPR, MK, dan kantor2 lembaga tinggi negara yg lain. Rumah para pegawai di semua instansi pemerintah itu, anggota DPR dan sebagainya. Padahal ada satu kaidah "Don't put all your eggs in one basket". Jangan taruh semua telurmu dalam satu keranjang. Biasanya suka disebut kaitannya dengan investasi. Tapi sebetulnya utk apa saja. Intinya untuk diversifikasi risiko. Biar kalau ada kejadian yg memecahkan semua telur. Jadi konsep IKN dengan semua ada di sana itu SANGAT BERISIKO. Bila ada antek2 asing yg iseng menjatuhkan tlethong (kotoran sapi) berisi setitik nuklir di dalamnya ke istana presiden, maka sak komplek IKN itu akan hancur sekaligus. Malah kabarnya, wilayah IKN didesain menggunakan konsep sistem pertahanan terpadu modern (Smart Defense System) untuk mengamankan pusat pemerintahan negara. Ini kan makin halu. Di IKN (akan) dibangun juga Mabes TNI. Berarti perumahan pati2 dan pejabat2 juga dibangun. Lha ini jadinya bukan Defence System yg "Smart". Bila IKN kena tlethong tadi, sekali saja, maka pemerintahan akan lumpuh, juga sekaligus kekuatan pertahanannya. Krn semua ngumpul jadi satu. Mangan ora mangan sing penting kumpul. Menurut saya, konsep IKN dimana one for all dalam satu tempat ini konsep yg usang di zaman serba digital ini. Jadi, buat apa diteruskan, Pak Prabowo? 

Er Gham 2

Selera humor nya tinggi juga. Pakai bahasa halus. Istilah 'kapan kapan' itu artinya 'sangat kecil kemungkinan terjadi'. Lebih condong kepada maksud: 'lupakan saja'. 

Leong Putu

CHD sekarang ibarat mbok wek, selalu kebagian remah².... Sedang mbok nomnya bernama Dirmorning. Selalu dapat yang anyar gress.... Jadi males baca CHD. eeeh emang selama ini baca artikel? Yo gak moco seh...wkwk

MULIYANTO KRISTA

Istananya sendiri berada jauh tinggi di atas bukit sana. Ada jalan mobil yang meliuk naik. Ada juga tangga untuk yang pejalan kaki: 200 anak tangga. .. Pada kalimat terakhir saya kok gak percaya sama sekali. Abah kok bisa tau jumlahnya ada 200 anak tangga. Padahal cuman mengamati dari kejauhan. Kalaupun abah benar-benar melewati anak tangganya, saya gak yakin hitungan abah bisa tepat. Karena untuk urusan hitung-hitungan,abah nilainya minus. 

Wilwa

Positive thinking aja. Cepatlah semua pejabat trias politica pindah ke sono. Supaya peduli pada karhutla. Dan menggunakan segala macam cara mencegah karhutla. Mengembalikan ekosistem tanah gambut yang konon tinggal 40%. Intinya mengembalikan keragaman hayati Kalimantan yang telah “diperkosa” habis-habisan oleh “antek-antek” asing dan Orde Baru sebagai kolaboratornya. Hhhhh

Jokosp Sp

Ke IKN pamere kok menu sing biasa saja. Mbok yao packing beberapa kotak kepiting dandito apa kepiting kenari gitu loh. Apalagi bisa dibagi-bagi sampai ke Cak Mul karo bocah Darjo kae. Saya pingin Abah dikasih komen " Ancene Boss DI apikan, wis gag pelit maneh sakiki". Padahal lewat bandara ke IKN ya lewat jalan situ, apa karena ATM masih di sita Galuh Banjar?. Apa ndak diajak pulang kampung nengok mertua sekalian?

sigit

Di Kilamba Angola, pemerintah juga membangun ibu kota baru, tapi karena pendanaan seret, maka beberapa waktu mangkrak dan disebut kota Hantu..Namun sekarang pemerintah menghidupkan kembali dengan skema perumahan terjangkau. Di Sejong City korsel dan Putra Jaya Malaysia pegawai dan politisi seperti komuter.. Pulang kerja kembali ke rumah tidak di ibukota saat akhir pekan. Kalau di IKN pulang kemana? Kemana mana jauh...Semoga IKN tidak seperti Ciudad de la Pas di Guinea dan Naypidaw di Myanmar.. Mangkrak. 

Jo Neka

Apakah bapak itu sempat melihat tempat yang dulu disinggahi hanya untuk menandai tempat kekuasaan dengan air kemihnya..?Bisa iya..Dan mungkin pohon di sekitarnya sudah bertambah subur.Atawa malah mati.Terkadang bahagia itu lahir disaat melihat sesama terkena musibah.Maaf.Saya hanya berusaha jujur

Juve Zhang

Kalau cerita sejarah bisa di putar ulang dan Kalimantan katakan sebuah negara maka Kalimantan akan jadi negara terkaya di Asean ....ini cuma omong kosong saja alias cerita iseng hari Minggu....dari perjalanan ke Kalimantan ribuan kilometer tanpa warung makan saja bisa dibayangkan ini kalau jadi negara akan kaya karena tak ada manusia atau hanya sedikit.... kekayaan alamnya jauh melimpah ruah dan dengan penduduk sedikit mirip Brunei yg hanya 200 ribu manusia tetapi kaya minyak bumi..beda sama Timor Leste penduduk 1 juta tapi kekayaan alam tak ada.... Kalimantan jelas sangat kaya SDA...dan penduduk tak banyak ....konon sang pemilik ide ibukota disana tahu persis ini lumbung Kekayaan memang terkumpul di Kalimantan.....era kejayaan p Jawa sudah selesai... sekarang ramalan nya era Kalimantan atau era AI....jadi pemindahan ibukota ke Kalimantan secara geografis sudah tepat secara ilmu hitam sudah terbukti Joss secara ilmu lain lain silakan para perusuh menganalisis sendiri...3 Taipan yg naik podium dalam berita online terbaru kekayaan nya dari Kalimantan ada 2 yg naik podium....konon gara gara omong kosong MSCI ke 3 Taipan yg naik podium hilang 106 Triliun uangnya....sampai sampai sang raja marah besar sama MSCI yg sebenarnya gak level beliau buat di marahi ...ini malah menurunkan kelas sang raja ke bawah masa omong kosong MSCI saja di sebut berkali kali dalam pidato.....kelas kepala OJK atau BEI yg layak perang mulut kalau pun mau perang....

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 135

  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Reza Ditya Bramahendra
    Reza Ditya Bramahendra
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • heru santoso
    heru santoso
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Widodo Basuki
    Widodo Basuki
  • pak tani
    pak tani
  • pak tani
    pak tani
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Widodo Basuki
    Widodo Basuki
    • Runner
      Runner
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Runner
    Runner
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • alasroban
      alasroban
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • kukak_papam
    kukak_papam
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • kukak_papam
    kukak_papam
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • yea aina
    yea aina
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • yea aina
      yea aina
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Ahmed Nurjubaedi
      Ahmed Nurjubaedi
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ahmed Nurjubaedi
      Ahmed Nurjubaedi
  • DeniK
    DeniK
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Sulaspin
    Sulaspin
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • ALI FAUZI
    ALI FAUZI
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Ahmed Nurjubaedi
      Ahmed Nurjubaedi
  • Sumartan
    Sumartan
  • Sugi
    Sugi
  • Kak Idam
    Kak Idam
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Muhammad Husein
    Muhammad Husein
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • pak tani
      pak tani
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
  • gaek tangka
    gaek tangka
  • agus budiarto
    agus budiarto
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • DeniK
    DeniK
  • alasroban
    alasroban
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • praz ty
    praz ty
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • alasroban
    alasroban
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol