Doa Mahjong

Doa Mahjong

--

Gara-gara ke Paputungan (Disway 17 September 2026: William Paputungan) saya tidak sempat mampir ke pabrik yang sangat top di Manado: pabrik minuman keras Cap Tikus. Padahal saya pernah berjanji ke pemiliknya, Johnny Lieke: kalau ke Manado akan mampir ke Cap Tikus.

Yang bisa saya paksakan adalah ke Bukit Doa: tapi sudah tutup. Jalan masuknya sudah diportal. Sudah terlalu gelap: pukul 19.30. Telat setengah jam. Maka kami belok kiri, menanjak lagi ke bukit di atasnya: bukit Makatete Hills. Ada kafe di situ: tutup satu jam lagi.

Masih ada tiga meja yang berisi pengunjung yang sedang minum-minum. Kami pilih ke teras samping yang luas dan tanpa atap. Kami angkat meja dan kursi-kursi ke dekat pagarnya: bisa melihat seluruh kota Manado di bawah sana. Manado di waktu malam.

Saya duduk di kursinya. Bukan untuk menikmati pemandangan tapi untuk menulis: redaksi sudah menunggu tulisan saya yang akan diterbitkan pukul 04.00 keesokan harinya. Ketika menulis dipepet waktu seperti itu kadang muncul omelan otomatis: menulisnya dicepat-cepatkan ketepatan terbit jam 04.00-nya sering diabaikan.

Saya tidak pernah bertanya kenapa terbit telat; kenapa tidak pakai AI saja. Biarlah AI yang disiplin mem-posting-nya pukul 04.00.00.00.

Begitu selesai menulis, pemberitahuan datang: kafe sudah harus tutup. Saya tengok Manado dari atas sekali lagi. Hanya kelihatan gemerlap lampu-lampunya. "Orang lain banyak ke bukit ini pukul 17.00. Menjelang matahari terbenam. Indahnya tak terpermanai," ujar staf di kafe itu.

Dari situ sebenarnya saya ingin memaksakan diri ke Bitung –lewat tol. Sekalian merasakan tol Manado-Bitung peninggalan Presiden Jokowi. Tapi juga sudah terlalu malam.

Akhirnya saya ke NDC. Hotel melati tua di situ kabarnya sudah disulap menjadi hotel baru: Hotel NDC.

Saya pernah ke Bunaken lewat dermaga NDC ini –Nusantara Diving Club. Masih serba sederhana. Sekarang sudah jadi primadona di Manado. Bukan yang paling ramai tapi paling baru.

Dermaga paling ramai untuk naik kapal ke Bunaken ada di Mega Mal. Teramai kedua di Marina Bay. Dua-duanya di Manado Boulevard –di daerah water front city yang dulunya laut lalu direklamasi. Saya pernah juga ke Bunaken lewat dua dermaga itu.


--

Benar adanya. NDC telah jadi hotel bintang empat. Gemerlap. Arsitektur lobi masuknya sangat mengesankan. Di balik arsitektur lobi itu ada dua kolam renang dengan fancy: di tengah kolam renang ada wahana permainan anak-anak.

Saya ingin menikmatinya sekejap: minum-minum di kafe pinggir kolam renang itu. Tidak ada pelayan. Saya pun naik ke lobinya yang indah gemerlap. Ada resto besar di situ: ingin makan salad sambil menikmati lobinya. Pilihan saya hanya salad agar tidak terlalu ''berat''. Timbangan badan sudah naik 2 kg tiga bulan terakhir. Apalagi siang sebelumnya saya sudah makan banyak sekali: ikan mas goreng, dabu-dabu, kangkung, dan tumis bunga papaya untuk jatah dua manusia.

"Sudah tutup, Pak. Last order-nya sudah lewat setengah jam lalu," ujar petugas di restoran itu. Ya sudah. Balik ke hotel. Tidur! Pukul empat pagi sudah harus meninggalkan hotel ke bandara. Kembali harus lewat Makassar. Dua jam lebih di Makassar. Tidak bisa apa-apa selain baca-baca di bandara.

Ups.... bisa! Bisa senam satu jam. Apalagi hari itu saya punya utang: pagi itu belum sempat senam, karena berangkat terlalu subuh. Maka saya ingat Nova Gosal, si pesenam lima 'i' itu. Saya WA dia: pakai huruf mandarin. Bisakah cari lokasi senam dekat dengan bandara. Bisa. Hanya 10 menit dari bandara.

"Di mana?"

"Di halamannya dealer Wuling Makassar," jawabnyi.

"Bisa diizinkan?"

"Pimpinannya teman saya," ujar Nova.

Maka saya kirim lagu-lagu senam ke Nova: agar di-install di sound system. Suaminyi yang menjemput saya ke bandara. Ternyata Nova mengajak teman-teman lima 'i' lainnya ikut senam.

Di depan deretan Wuling kami pun bersenam-senam. Ternyata Wuling juga menyediakan sarapan nasi kuning Makassar. Juga berbagai kue. Tapi tidak ada waktu memakannya.


--

Saya pun minta izin membawa sarapan gratis itu ke bandara. Kalau pun tidak sempat memakannya di ruang tunggu bisa saya makan di dalam pesawat: perut ini belum kemasukan apa pun sejak kemarin sore. Ups... ada. Air putih setengah liter saat bangun tidur dan setengah liter lagi yang diberikan Nova di tempat penjemputan.

Utang pun terbayar.

Tinggal satu utang lagi: menuliskan pengalaman pertama saya di Makassar saat transit lima jam dalam perjalanan pergi ke Manado dua hari sebelumnya.

Hari itu beberapa pengusaha gabung makan siang di Makassar. Di samping Nova dan suami ada David Gozal, Saiman Sutanto Chen, dan beberapa lagi. Termasuk teman-teman Disway Sulsel.

Saya pikir setelah melahap ikan kudu-kudu kami kembali ke bandara. Tidak.

"Mampir dulu ke kafe saya," ujar David.

"Sempat? Masih ada waktu?"

"Mampir sebentar saja. Harus mampir," ujar David.

"Saya kan pernah makan di sana?"

"Ada yang baru yang ingin saya pamerkan," katanya.

Sebagai pemain kafe yang sudah puluhan tahun David pusing melihat persaingan kafe yang menjamur belakangan ini. Semua orang bikin kafe. "Toko bahan bangunan pun bikin kafe," katanya. "Padahal saya tidak bisa buka toko bahan bangunan di kafe saya," seloroh David.

David terus berpikir agar bisnis kafenya tetap hidup. Lalu muncullah musim bisnis baru yang terbaru: permainan Mahjong. David pun mengombinasikan kafe dengan Mahjong. Ia beli 10 meja Mahjong.

Saya harus melihatnya.


--

"Bisa main Mahjong?" tanya David.

"Tidak bisa. Cara main pun tidak tahu," jawab saya.

"Hanya seperti remi, tapi ini pakai dadu," jawabnya.

"Kalau remi saya bisa. Mahjong....," saya tidak jadi meneruskan kalimat itu.

Sebagai orang pesantren, kata Mahjong itu sendiri sangat asing di telinga saya. Dulu, sesekali, saya dengar kata Mahjong kalau ada penggerebekan judi Mahjong oleh polisi. Jadi, di benak saya, Mahjong itu identik dengan judi: haram.

Pemahaman saya itu berubah berangsur. Ternyata apa saja bisa untuk judi. Termasuk golf, remi, dan sepak bola. Apa pun. Tergantung orangnya. Bukan salah Mahjongnya.

Waktu main remi di masa remaja dulu kami tidak pernah berjudi. Hanya untuk permainan antar teman. Ups... ternyata pernah judi juga: yang kalah harus menerima hukuman; telinganya dijepit dengan jepitan baju!

Perubahan kedua terjadi saat tiba-tiba seorang pengusaha melampiaskan kebahagiaannya kepada saya. Kenapa dia bahagia?

"Karena saya bisa membahagiakan ibu saya, tanpa mengganggu waktu saya untuk cari uang," ujarnyi.

"Dengan cara apa?"

"Setiap hari saya tinggal memberi uang ibu Rp 5 juta. Dengan uang itu beliau bisa mentraktir teman-teman seusia beliau; lalu seharian penuh main Mahjong," katanyi.

"Oh..... ," kata saya sambil menahan kaget di hati.

"Saya beruntung ibu saya suka main judi Mahjong. Saya lihat ibu bahagia sekali setiap hari bisa main Mahjong dengan teman-teman beliau," katanyi polos.

Saya manggut-manggut sambil terus menahan kaget.

Zaman itu Mahjong belum seperti sekarang. Setiap selesai satu game dadu-dadu itu dikumpulkan di tengah meja: dicampur baurkan agar saat dibagi ulang bisa lebih adil. Ketika memulai pun harus menata lagi dadu sebanyak 144 buah sedemikian rupa. Makan waktu.

Meja Mahjong sekarang sudah serba otomatis: selesai satu game, dadu-dadunya masuk sendiri ke balik meja. Lalu tinggal pijit tombol untuk mendapatkan satu set dadu yang baru --yang sudah teracak oleh sistem dan sudah tersusun rapi. Kini Anda bisa main Mahjong tiga kali lipat lebih banyak dari zaman dulu.

David pun mengajari saya main Mahjong. Satu game. Belum terlalu bisa tapi sudah harus ke bandara.

Sampai di Surabaya saya bercerita bagaimana di Makassar Mahjong tumbuh pesat. Dalam tiga bulan sudah ada 10 lokasi Mahjong.

Ternyata saya telat tahu. "Di Surabaya juga sudah menjamur," ujar teman itu. Pun di kota-kota lain.

Maka setelah musim kafe, musim padel, dan musim kemarau, kini lagi musim Mahjong.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 19 September 2026: Anggota Istimewa

alasroban

Apakah presiden baru itu bisa memperbaiki kerusakan yg di buat oleh presiden lama? Saya tertegun cukup lama. Pertanyaan ini sebenarnya untuk US apa untuk Nan Yang ? :)

Tivibox

Editor kena marah gara-gara ngedit desil tanpa ijin kemarin. Sekarang editornya ngambek berat. Tak jarno aé

MULIYANTO KRISTA

Admine gak konsisten blas. Separuh atas ditulis UE. Separuh bawah ditulis EU. Nek bayaranmu njaluk mundak ngomongo min. Tak sampekno nang mas direkturmu.

Momon Atun

Dulu kala waktu masi makan bangku sekolah kalau bicara eropa seolah wilayah yang amat luas dengan banyak kerajaan kerajaan. Kini setelah sekolah tanpa bangku, baru sadar eropah dari ujung ke ujung masi lebih kecil drpada aceh sampai papua. Ternyata negara-negara eropah cuma macam provinsi-provinsi saja di Indonesia. Haha lucu sekali fakta ini. Penipuan peta dengan ilusi luas daerah daerah, yang paling parah greenland ternyata cuma sekian persen dr afrika walau di peta kebanykan di gambarkan seolah seluar afrika. Kadang heran juga ilmu sekolah dulu setelah di cek ke faktanya banyak kelirunya. Macam di bodohi saja kita.

Momon Atun

Bicara kanada dulu punya pengalaman unik pas bulan puasa musim panas di vancouver, canada. Kita orang sair jam 2 pagi (itupun sudah masuk waktu subuh). Lalu buka puasa jam 10 malam. Luar biasa memang, baru selesai makan berbuka magrib isya leha leha sebentar sudah mau sahur saja wkwk.. Tapi kuasa Allah swt kok y kuat luat saja. Oiya wjangan yg bilang jangan tidur setelah subuh itu saya rasa tidak berlaku di seluruh dunia, bayangkan saja kalau subuh jam 2 pagi suruh gakbtidur lagi sampai jam 8 (waktu masuk kerja) bisa pusing kepala wkwk Juga nasehat jangan tidur habis ashar nanti linglung, lah ashar jam 5 disana, trus magribnya jam 10 malam klw gk di selingi tidur hadewh berat berat.. Wkwk

Ahmad Zuhri

Duluuu kl putus pacaran biasanya dinasihati.. "cewek banyak, cari lagi yg lain.." Teorinya gampang, praktik nya syulit sekali.. Terbayang pertama kali bertemu.. Senyum manisnya yg begitu menggoda.. Surat-surat yg tersimpan dengan rapi.. Seolah-olah dunia hanya milik berdua.. Tapi kini, semua sirna karena satu kata "putus".. Mungkin hubungan Amerika - Kanada jg seperti itu, berat untuk berpisah..tapi si Paman udah tidak lagi sejalan dan tega, jadi lebih baik seperti itu.. Life must go on, but.. First love never last..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TRUMP DAN “TAGIHAN” YANG DITINGGALKAN.. Kalau kelak Trump meninggalkan Gedung Putih, presiden berikutnya mungkin tidak langsung menemukan meja yang rapi. Bisa jadi menemukan banyak “tagihan”. Pertama, perang tarif. Kanada, Meksiko, Tiongkok, sampai banyak mitra dagang terkena kebijakan tarif Trump. Dengan Kanada, eskalasinya bahkan sampai tarif 50 persen untuk sejumlah produk. Kedua, hubungan dengan sekutu. NATO tetap berjalan, tetapi Eropa dan Kanada kini didorong untuk menanggung porsi pertahanan lebih besar. Pada 2026, Eropa dan Kanada bahkan membiayai sebagian besar bantuan keamanan untuk Ukraina. Ketiga, diplomasi dan bantuan luar negeri. USAID dibubarkan dan sebagian besar program bantuan luar negeri dihentikan atau dipindahkan ke Departemen Luar Negeri. Keempat, kebijakan imigrasi berubah sangat drastis. Penegakan diperluas. Suaka diperketat. Deportasi diperbesar. Jadi “kerusakan” mungkin bukan kata yang paling netral. Tetapi warisannya jelas: presiden berikutnya akan mendapat pekerjaan rumah besar. Bukan sekadar mengganti cat rumah. Mungkin harus memperbaiki instalasi listriknya juga.

Kujang Amburadul

Tapi itu kalo si Bapak yang jaga. Laen kalo yg jaga si Emak. Tu kopi dihargain Rp4.000,- sehingga total account Rp6.000,- Beda serebu perak doangan sih, cuma. Nah, kadang saya suka pengen iseng nanya ma emaknya, "kenapa sih Mak kok kopinya kalau emak yang jual dihargain 4.000 padahal Bapak cuma 3.000 aja? Atau nanya ama Bapaknya, "Pak, kalo Emak yang jaga, harga kopinya jadi 4.000 lho, kok bisa beda?" Nah, apakah itu bijak? Bayangkan, pas mereka ketemu setelah dengar pertanyaan saya, udah deh, bisa-bisa berantem. Emaknya marah karena si Bapak jual "Under Pricing" dibawah harga standar dia, trus si Bapak juga mungkin merasa salah dan diem2 marah sama saya, karena ternyata selama ini mereka dua2nya salah dalam menentukan harga standar. Mungkin si Bapak pake standar selat Hormuz sebelum perang Irak-Amerika, sedang si Emak udah penyesuaian, dan itu mustahil akan turun. Jadi....? Saya bijak aja dah. Selama "underprice" itu tak merugikan secara signifikan, "cuma serebu perak doang", mending diem-diem ajalah daripada iseng. Itu pan sedekah juga buat mereka yang berjuang mencari rejeki halal, kok kita buat pertanyaan yang berpotensi menjadi "kerusuhan" yang bisa jadi ujung2nya malah beneran, Bapaknya akan "menyesuaikan" saja dari harga Rp3.000 jadi Rp.4000,- Lha konsumen juga kan yang nanggung? Udah gak dapet subsidi lagi. Bapak bilang, "salah elo Tong, kenapa bilang2 ma Emak, lo tau kan gua ini anggota ISTI" hehehe... Makanya saya percaya seribu persen, Silence itu adalah Golden

Jo Neka

Dalam hukum ekonomi.Bersatu lebih baik dari bercerai.Dalam hukum perkawinan.Banyak yang memilih.Bercerai daripada bersatu.Apalagi si suami melihat yang lebih bahenol.Dan si istri melihat yang berdompet lebih tebal.Tetapi dompet tebal dan royal.Bukan seperti anda sudah tahu..

Edy Yanto

Pak songkok kebanggaan DI resmi ambil 30% saham bayan melalui PT Bandit Nasional tbk dan langsung terbit RKAB nya...duit dri mana si songkok ini.. hebat luar biasa periode ini.. semua perampokan dan korupsi di negeri ini di bikin selegal legal nya...Abah DI adalah fans berat Wowo dan si songkok... RANS punya Raffi blm ada pergerakan.. nanti jgn heran dia tawar itu Pakuwon wkwkwk...oh negeri ini.. banyak haji nya tpi lebih komunis dri yg komunis...Krn yg komunis aja gak gitu.. Mungkin benar ada yg bilang Amerika KAPITALIS China KOMUNIS Indonesia BRUTALISSSSS......

Edi Sampana

kata pak Sulaiman Ponto, biaya 1 tahun bahan bakar kapal induk Garibaldi cukup untuk beli 3 kapal perang baru produksi PT PAL. Ia memperkirakan, kapal induk ini hanya 1 tahun dioperasionalkan (kemudian menjadi besi tua), karena negara tidak sanggup menanggung biaya operasionalnya.

istianatul muflihah

Perihal jalanan yang di tambal dalam kurun waktu yang amat mepet dengan jadwal kunjungan pejabat sebenarnya bodo amat. Mau karena alasan cari muka atau memang sesuai jadwal proyek dan kebetulan bersamaan. Yang penting hasilnya jalanan mulus. Perihal ternyata para pejabat itu jadinya naik jet pribadi maupun mini helikopter ya terserah.

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp mul, bp haji jokosp, bp em ha, bp jo, bp udin dan teman2 rusuhwan. "buku karya paulo coelho yang bikin prabowo menangis." demikian berita di kompas.com. beda dengan pak pleciden. buku yang bikin saya menangis setelah membacanya adalah buku tahapan bca.

Liáng - βιολί ζήτα

Manuver politik ?? Sepertinya lebih menarik untuk dianalisis manuver politik yang dilakukan oleh European Union (EU) belakangan ini..... krisis percaya diri kah atau justru sebaliknya ?? https://www.euronews.com canada-to-become-first-associate-member-of-the-eu https://www.euronews.com australia-and-new-zealand-could-follow-canada-into-associated-eu-membership-metsola-tells Pertanyaan yang sangat menggilitik : ○ Mengapa EU mesti mengepakan sayapnya hingga jauh ke Barat (Canada) dan ke Tenggara-jauh (Australia and New Zealand) ?? ○ Bukankah EU itu terlahir di Eropa, oleh Eropa, dan untuk Eropa ?? ○ Lha wong namanya saja European Union koq..... Uni Eropa ---> perserikatan/persatuan negara-negara Eropa. Apakah EU sedang mengalami krisis percaya diri setelah tidak lagi memiliki hubungan yang harmonis dengan Paman Sam ?? Ataukah justru ingin mempersempit ruang gerak Sang Paman, yang mereka anggap sebagai troublemaker ?? Atau, mungkin juga, EU merasa belum cukup kuat untuk bersaing dengan rivalnya : BRICS ?? Abah DI Pasti Tahu apa yang sedang terjadi dengan EU ?? Dan..... mengapa terjadi ??

Jokosp Sp

Jika dihitung panjang antrian tiap hari 2 km (2.000 m) dan 1 mobil memerlukan panjang antrian 4 m, maka ada 500 mobil mengular dalam jam yang sama. Kalau jumlah antrian sampai 1.000 mobil x 6 jam waktu yang diperlukan sekali isi, maka ada 6.000 jam waktu yang hilang tanpa menghasilkan apa-apa bagi warganya. Kejadian antrian isi BBM ini sudah 3 bulan (90 hari) berjalan, berarti bisa diasumsikan sudah 540.000 jam rakyat bekerja tanpa produktivitas dan menghasilkan apa-apa. Ini baru sampel di 1 daerah. Duh..............mana ini Menteri ESDM yang bergelar Profesor UI itu?. Loh katanya profesor kok IQ nya gak sampai meikirkan sampai ke situ?. Amsiong gaji besar dari pajak rakyat dan uang negara, tapi tidak menghasilkan apa-apa buat kesejahteraan rakyatnya.

Jokosp Sp

Temen lama seorang instruktur (TC) di satu proyek di Kec. Sungai Danau mampir ke toko. Pak Ustad Agus saya memanggilnya. Dulu dijadikan imam dan ketua masjid, karena kami anggap yang paling mumpuni. Saya langsung nanya, mana mobilnya parkir?. "Itu di seberang" jawabnya. Ikut ngantri minyak pertalite?. "Iya mas.....sudah seminggu ini kepakai, harus isi lagi". Jam berapa mulai ngantri tadi?. "Dari jam 8 tadi". Wah...wah..., ini sudah jam 12, tutup POM istrirahat. "Itya benar. Buka lagi jam berapa mas?". Jam 1 baru buka. Berarti masih 1 jam lagi nunggu. Ya sudah sambil nunggu waktunya dhuhur jam 12.14, kita ngobrol. Mushola dekat ndak sampai 2 menit. "Oke siap". Parkir mobilnya memang di seberang toko, dan jarak toko ke POM Bensin cuma 300 meteran. Jadi sambil ngobrol coba saya hitung: Mulai antri jam 08.00 pagi. Baru dapat ngisi jam 14.00, maka 6 jam waktu yang hilang hanya untuk mendapatkan jatah Pertalite 20 ltr. Betapa negara membiarkan ketidak efisiensian ini terus berlanjud. Tidak ada improvemen dan perbaikan yang nyata, yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Betapa berharganya waktu 6 jam itu hilang, kalau mau waktu itu dihitung jadi produktivitas kerja. Apakah para pejabat negara itu tidak sampai IQ nya memikirkan hal "Hilangnya Produktivitas Kerja" terhadap rakyatnya?. Yang begini sudah diabaikan. Pikirannya ada di keberlanjutan kekuasaan untuk tahun 2029. Hebat memang mereka-mereka ini. IQ hanya 2 digit tapi bisa menguasai negara dari 280 juta rakyat negeri ini.

Liam Then

Sepasang suami istri paru baya, melenggang santai di Pantai Seminyak Bali. "Pa, aku lihat mata papa sering sekali melirik ke gadis-gadis bule yang pakai bikini itu, pengen ya!!" "Bukan itu Ma, itu karena aku tak berani lihat Mama terus-terusan" "Loh-loh...kenapa begitu, memangnya Mama ini menakutkan?" "Bukan itu Ma, Papa takut jatuh cinta lagi ke Mama" "Loh...loh....ndak bisa kek gini dong, eh ...lah...kok ....."

Bahtiar HS

Mungkin tepatnya bukan "mengalihkan", melainkan MENGEMBALIKAN dana pendidikan ke keperluan pendidikan anak bangsa! Pasti didukung semua kalangan, kecuali MBG-ers Rp223,5 T tentu cukup untuk menutup SPP dan UKT pelajar mahasiswa yang Rp221,9 T itu.

Bahtiar HS

Buat saya ada yg lebih menarik hari-hari ini ketimbang peristiwa cipika-cipiki PM Kanada Mark Carney dan Ketua Parlemen Eropa Ursula yg diceritakan Abah di CHD hari ini. Apa itu? Presiden Prabowo ingin agar biaya sekolah anak-anak SD, SMP hingga SMA Negeri serta UKT mahasiswa PT Negeri bisa gratis. Ini pasti ditunggu2 untuk orang tua yg anak2nya lagi sekolah di SD hingga PT Negeri saat ini. Kita tahu biaya sekolah, khususnya ke PTN, kini lumayan berat untuk para orang tua karena UKT yang tinggi. Apa mungkin? Di atas kertas, jumlah pelajar (SD/SMP/SMA) serta mahasiswa (D1/D2/D3/D4/S1) negeri hari ini sekitar 54,5 juta. Kebutuhan SPP dan UKT mereka total sekitar Rp 211,9 T. Di sisi lain, dana pendidikan 2026 dari Rp 769 T, ada Rp 223,5 porsi di antaranya diperuntukkan untuk MBG. Nah, dengan mengalihkan dana MBG dari dana pendidikan kita, maka SPP dan UKT gratis bagi pelajar mahasiswa di atas SANGAT BISA KITA LAKSANAKAN! Biar MBG dianggarkan dari pos lain. Tinggal Presiden Prabowo, berani nggak ambil keputusan penting ini!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 123

  • satria tomat
    satria tomat
  • kausar azima
    kausar azima
  • alasroban
    alasroban
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • mario handoko
    mario handoko
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Johannes Kitono
      Johannes Kitono
  • dm ikan
    dm ikan
  • Prieyanto
    Prieyanto
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)
    Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)
  • DeniK
    DeniK
  • Gunawan Harijadi
    Gunawan Harijadi
    • Gunawan Harijadi
      Gunawan Harijadi
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • kambing hitam
      kambing hitam
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Em Ha
      Em Ha
  • brahman soppeng
    brahman soppeng
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
  • heru santoso
    heru santoso
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • putu wijana9
      putu wijana9
    • Prieyanto
      Prieyanto
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Em Ha
    Em Ha
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Sugi
    Sugi
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • heru santoso
      heru santoso
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • Prieyanto
      Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Wilwa
    Wilwa
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Hoki Hoki
    Hoki Hoki
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Tivibox
    Tivibox
  • Tivibox
    Tivibox
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman