William Paputungan
--
Tiba-tiba tiket ke Manado saya dibatalkan. Tanpa alasan. Diganti yang lewat Makassar. Akibatnya, saya harus berangkat lebih pagi dan tiba di Manado lebih malam. Itu karena transit di Makassarnya empat jam lebih.
Anda sudah tahu perusahaan penerbangan apa yang punya kebiasaan seperti itu.
Untung ada teman-teman Disway Sulsel: saya bisa mampir ke kota Makassar. Untuk apa lagi kalau bukan makan ikan di resto kesayangan. Lalu diajak Sahabat Disway di sana, pesenam Nova Gozal dan pengusaha David Gozal (tidak ada hubungan keluarga; yang satu suku Hokkian, satunya lagi suku Hakka) untuk mencoba sesuatu yang baru di Makassar --akan saya tulis edisi Minggu depan.
Selasa malam saya tiba di Manado. Tidak bisa ke mana-mana lagi. Tidur! Rabu pagi, setelah tampil di Dismorning, saya ingin ke Paputungan --satu jam dari Manado. Di situlah kawasan ekonomi khusus pariwisata ditetapkan. Luasnya ratusan hektare. Segala macam wisata tingkat dunia akan dibangun. Termasuk theme park yang spektakuler. Beberapa hotel akan dibangun --salah satunya bintang lima pertama di Manado.
Bahkan pemilik awal proyek ini sudah membeli kapal selam jenis wisata bawah laut --yang hanya ada dua di dunia. Begitu besar mimpi pariwisata di Paputungan.
Proyek ini gagal. Terjadi kesulitan ekonomi yang berat. Sebenarnya sudah lama saya ingin ke Paputungan untuk melihatnya tapi selalu saja gagal. Ketika saya dengar proyek itu macet hilanglah alasan untuk ke Paputungan.
Belakangan saya mendapat informasi menggembirakan. Proyek macet itu ada yang menyelamatkan: William Katuari. Anda sudah tahu siapa William: orang Tulungagung yang kini jadi konglomerat hebat. Ia produsen SoKlin. Buka Bank Ekonomi. Lalu sukses mengembangkan mie Sedaaap!
William akhirnya masuk ke bisnis hotel: Hotel bintang lima Kempinski di Bali. Kini William sedang memulai kawasan wisata Paputungan Manado dengan menyelesaikan hotel yang macet di sana. Tentu dengan konsep baru. Cakrawala baru. Jadilah hotel bintang lima pertama di Sulawesi: JW Marriott.
Dari jauh hotel itu sudah kelihatan jadi. Menjulang tinggi 16 lantai di bibir pantai. Sendirian. Sekitarnya masih alam Sulut yang asli dengan pohon pala dan kelapanya.
"Akhir Oktober nanti harus jadi," ujar seorang staf di situ. Salah satunya GM JW Marriott berkebangsaan Spanyol dari Barcelona.
Saya diajak naik ke lantai atas. Ke kamar yang sudah siap menerima tamu. Kamar-kamarnya dibuat sedemikian rupa adilnya: pilih deretan kamar kanan berarti pemandangannya matahari terbenam; pilih deretan kiri pemandangannya ke matahari terbit. Terbitnya seperti muncul dari laut. Tenggelamnya seperti masuk laut.
Dari atas terlihat kolam renang bertingkat-tingkat yang air dari kolam paling atasnya melimpah ke kolam di bawahnya. Kolam terbawah adalah kolam renang air laut karena levelnya memang sejajar dengan laut.
Jatuhnya bangunan induk hotel itu seperti di atas bukit. Bagi yang ingin bermalam di pinggir laut disediakan beberapa cottages. Lokasinya di kiri dan kanan 'teluk buatan'. Setiap cottage punya akses ke laut sendiri-sendiri. Dari kamar di cottage itu bisa langsung masuk laut jernih. Belum ada polusi di sana.
Air di pantainya sepinggang. Ideal.
"Lihat di sana itu," ujarnya sambil menuding ke bawah, "Mirip sekali dengan cottage-cottage di Maldives". Ia pernah ke Maldives. Saya belum.

--
Syukurlah pusat wisata Paputungan segera jadi --meski baru hotelnya dulu. Untuk yang lainnya kelihatannya akan tunggu situasi. Masih banyak ekosistem wisata yang harus dibangun. Misalnya harga tiket pesawat. Harga tiket jurusan Manado bisa dua kali lipat lebih mahal dari Indonesia Barat. Apalagi dibanding jurusan luar negeri.
Zaman dulu tarif pulsa telepon juga seperti itu: harga pulsa di kawasan Indonesia Timur lebih mahal. Pak JK-lah yang terus berkoar mempersoalkannya jauh sebelum ia jadi pejabat negara. "Tidak ada alasan teknis maupun non teknis apa pun yang membenarkannya," ujar Jusuf Kalla kala itu. Berhasil. Harga pulsa menjadi sama.
Harusnya tiket pesawat juga bisa dibuat seperti itu.
"Tolong sampaikan ke pemerintah soal tingginya harga tiket pesawat ke Manado," ujar pejabat pariwisata di sana. Ia wanita. Cantik 5i.
"Lho, Presiden Prabowo kan orang Manado," kata saya.
"Beliau baru sekali ke Manado. Masyarakat di sini sangat menanti," katanyi.
"Bulan depan beliau kan ke sini. Untuk meresmikan Sekolah Taruna Nusantara," ujar salah satu yang ikut makan malam dengan saya.
"Nah, beliau harus tahu itu," kata saya.

--
Di Sulut memang dibangun Sekolah Taruna Nusantara. Lokasinya di kampungnya Prabowo: Langowan --sebelah sananya Danau Tondano. Bangunan sekolahnya bagus. Orang di sana menyebutnya seperti bangunan dalam film Herry Potter.
Meski bangunannya baru selesai tahun ini tapi sudah menerima siswa sejak tahun lalu. Hanya saja murid angkatan pertama itu sekolahnya di Malang. Setelah setahun di Malang, naik kelas duanya di Langowan. Hari-hari ini siswa yang baru naik ke kelas dua itu pindahan ke Langowan. Hari-hari ini pula siswa kelas satunya mulai menempati sekolah baru itu.
Saya tidak bisa lama-lama di Paputungan. Yang penting saya sudah tahu: memang indah sekali. Saya harus segera balik lagi ke Manado: acara besar bersama Bank Indonesia perwakilan Manado segera dimulai.
Belum juga sempat mencicipi bubur Manado.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 15 September 2026: Purbaya DJuamputh
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TELEPON PENDEK,
CERITA PANJANG..
Yang menarik dari Purbaya bukan hanya cara ia diberhentikan. Tetapi cara ia merespons setelahnya.
-
Telepon masuk.
-
Jabatan selesai.
-
Besoknya serah terima.
Pidato pun pendek. Seolah-olah yang pindah hanya kursi, bukan kehidupan.
Purbaya memang mengaku sudah menghitung kemungkinan itu 50:50.
Jadi barangkali yang mengejutkan bukan hasilnya.
Melainkan waktunya.
Telepon datang ketika ia masih menjalankan tugas sebagai Menkeu di rapat DPD.
Lalu muncul kalimat yang lebih menarik:
“Sudah siap belum?”
Dari akun fanbase.
Disusul “hehehe”.
Sulit ditafsirkan. Justru karena itu menjadi menarik.
Purbaya kemudian memilih mancing.
Ada kolam di belakang rumah.
Ini mungkin cara paling sederhana memahami kekuasaan.
Jabatan bisa datang lewat telepon.
Jabatan juga bisa pergi lewat telepon.
Tetapi ikan tetap harus dipancing dengan sabar.
Mungkin inilah pelajaran kecil dari Purbaya.
Ketika kursi hilang, jangan sampai ketenangan ikut hilang.
Karena kursi adalah jabatan.
Sedangkan ketenangan adalah milik pribadi.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SETAHUN, PURBAYA MENJADI MENKEU: JANCUK!!
Setahun lalu Purbaya masuk. Gaya bicaranya langsung dikenali. Santai. Percaya diri. Senyum terus. Wartawan senang. Publik punya tontonan baru.
Setahun berlalu. Yang menarik justru bukan senyumnya. Bukan pula celotehannya. Melainkan angka-angka yang ditinggalkan setelah semua kalimat selesai diucapkan.
Menjadi Menkeu ternyata bukan lomba paling banyak bicara. Bukan pula lomba paling sering masuk berita. Di kursi itu, akhirnya semua kembali ke satu hal: apakah kebijakan menghasilkan sesuatu yang bisa diukur?
Purbaya memberi warna. Itu tidak terbantahkan. Ia membuat jabatan Menkeu terasa lebih manusiawi. Tidak selalu kaku. Tidak selalu memakai bahasa yang harus diterjemahkan dulu oleh rakyat.
Tapi satu tahun juga cukup untuk bertanya: mana janji, mana realisasi?
Di situlah kata “jancuk” menjadi relevan. Bukan sebagai makian. Lebih sebagai ekspresi khas rakyat ketika melihat kenyataan: kok setahun sudah lewat?
Waktu memang tidak pernah senyum.
Jokosp Sp
Sambil minum kopi di warugnya Acil kami hitung-hitungkan : Jatah per POM 20 ltr. Sehari bisa antri di 3 POM Bensin. Harga dasar di POM Rp 10.000,-/ltr, dijual harga Rp 15.000,-/ltr, ada selisih beli dan jual Rp 5.000,-/ltr. Maka sehari pelangsir bensin pertalite dapatnya : 20 ltr x 3 kali/.hari x Rp Rp 5.000,-/ltr = Rp 300.000,-/hari. Pendapatan Rp 300.000,-/ hari masih harus dibagi dua dengan penjual eceran, jadi hasilnya cuma Rp 150,000,-/hari. "Itu belum dipotong bensin mobilnya bisa habis 3 ltr = Rp 30.000,- dan bisa ada pengeluaran tidak resmi ke penjaga POM Bensinnya Rp 5.000,- per sekali isi". Saya coba hitungkan : Rp 150.000,- - Rp Rp 30.000,- Rp 15.000,- = Rp 105.000,-/ hari penghasilan bersihnya?????. Malah dianya menjawab: "Itu belum untuk 1X makan dan minumnya di warung mas, itu iritnya Rp 20,000,-". Lanjud menimpali : "Itu belum dihitung dengan service per dua bulanan, belum kalau ada ban gembos dan lainnya". Akhirnya saya semakin tidak tega dengan hitungan ini: "Ya sudah....nanti tolong sisakan 20 ltr untuk isi mobil saya, dan sarapan pagi ini biar saya yang bayari". Matur suwun mas.... Sambil saya pulang dalam hati masih muncul pertanyaan : "Tadi belum dihitung untuk bayar pajak tahunannya juga ganti ban berpa juta lagi". Akhirnya kopi segelas saya habiskan. Tidak terasa pahitnya kopi dalam gelas dibanding pahitnya kehidupan sopir pelangsir tadi. Amsiong..................
Jokosp Sp
Asap pekat yang tidak mau kompromi. Setelah ada dua hari sekitar satu jam diguyur hujan lebat dalam minggu kemarin, asap tiba-tiba menghilang di hari berikutnya. Ternyata panas sangat terik muncul kembali dalam minggu ini di Kalimantan Selatan, berdampak ke kedatangan asap yang sangat pekat dan bau menyengat yang menyesakkan pernafasan dan sakitnya tenggorokan. Jadi kesimpulan kami di sini: pemadaman terbaik terhadap kebakaran hutan dan lahan adalah hujan lebat yang dalam waktu minimal tiga jam tanpa jeda. Kekuatan pemadam kebakaran manual, apalagi yang ada seremonial upacara dan foto-foto dengan baju dinas jelas padamnya hanya yang di sekitar tempat upacara. Selesai seremonial upacaranya ya selesai pula pemadamannya, dan api yang dalam hutan dan lahan kembali membara lagi. Apalagi yang viral menyuntikkan cairan singkong untuk pemadaman lahan, toh tidak ada tindak lanjudnya. Sekedar buat laporan aktifitas institusinya "Asal Bapak Senang". Di kondisi asap yang pekat ternyata tidak menyurutkan orang untuk antri pertalite. Jam 3 subuh mereka sudah berderet mengular sepanjang 2 km seperti hari-hari biasanya. Seorang supir yang kami temui setelah sholat subuh menyampaikan "Lumanyan dapat jatah 20 ltr sekali isi. Tidak ada pekerjaan lain bisa kami lakukan. Ada selisih 5.000/ltr kita bagi berdua dengan pengecer". Berarti dapat 100 ribu dibagi berdua?. "Ya dapatnya 50 ribu di satu POM Bensin. Jika waktu antriannya cepat bisa dapat di 2-3 POM, jadi bisa dapat sehari 150 ribu". Oh...
Bahtiar HS
Ya, Pak Purbaya kemarin hanya pidato singkat pada acara sertijab dg Prof Suahasil, penggantinya. Untung pidato singkatnya cukup adem. Ucapan terima kasih pd para pegawai Kemenkeu.
Dlm sejarah pencopotan, ada yg lbh dramatis. Adalah Sir Geoffrey Howe --Deputi Perdana Menteri Inggris 1990an -- dicopot secara politik akibat tekanan internal setelah berselisih sengit mengenai kebijakan Eropa dengan bosnya, Perdana Menteri Margaret Thatcher saat itu.
Howe membalas pencopotan sepihak dirinya itu dg drama luar biasa di House of Commons. Ia memberikan pidato pengunduran diri yang sangat dingin namun mematikan: menyamakan kepemimpinan Si Tangan Besi Thatcher seperti "mengirim batter pembuka ke lapangan kriket hanya untuk menemukan bahwa tongkat pemukul mereka telah dihancurkan oleh kapten tim sendiri sebelum pertandingan dimulai."
Pidato dramatis ini langsung meruntuhkan reputasi Thatcher dan menyebabkannya lengser dari kursi Perdana Menteri dalam waktu tiga minggu kemudian.
Bahtiar HS
Tapi pencopotan paling dramatis, mengejutkan, tapi paling agung dlm sejarah militer dunia, saya kira adalah pd peristiwa pencopotan Khalid bin Walid ra dari jabatannya sbg panglima perang tertinggi pasukan Islam oleh Khalifah Umar bin Khattab ra.
Khalid jenderal jenius berjuluk Saifullah (Pedang Allah) yg tdk pernah kalah dlm ratusan pertempuran, trmsk menghancurkan Kekaisaran Persia dan Romawi Timur (Byzantium). Namun, justru di puncak kejayaannya, pemecatan itu datang dlm sebuah surat.
Saat itu pasukan Muslim sedang bertempur hidup-mati melawan ratusan ribu tentara Romawi di Pertempuran Yarmuk 634am. Khalifah Abu Bakar ra wafat di Madinah. Digantikan oleh Umar. Surat pertama yang dikirim Umar ke medan perang adl perintah mencopot Khalid bin Walid dan menggantinya dengan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
Demi menjaga moral pasukan yg sedang bertempur, Abu Ubaidah merahasiakan surat itu sampai pertempuran dimenangkan oleh Khalid.
Khalid pun tdk pakai ba-bi-bu lgs menerima pencopotan itu dg ikhlas dan kembali jd prajurit biasa. Khalid menunjukkan kelasnya sbg ksatria sejati.
Padahal ia bs membelot dan yakin akan banyak pasukan yg mengikutinya. Tp tdk ia lakukan.
Pernyataannya abadi dicatat sejarah. "Aku bertempur bukan karena Umar, melainkan karena Tuhannya Umar.”
Komentator Spesialis
Saya punya pengalaman kerja di perusahaan Amerika. Tentunya bukan di Indonesia ya.
Suatu pagi, kami masuk kantor. Buka email mengabarkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi dengan PHK sebagian karyawan. Walaupun aneh, karena kinerja perusahaan bagus bagus saja.
Rekan yang duduk sebelah menerima secarik email yang memberitahukan bahwa dia kena PHK, memerintahkan mengemas semua barang pribadi dan menghadap HR. Saat itu juga akses dari email sampai security dicabut. Sangat dramatis. Dalam hitungan kurang dari 1 jam, teman saya ini sudah dipaksa keluar pabrik tetapi dengan menggenggam kompensasi yang jumlahnya sangat memuaskan.
DeniK
Ucapan salam pembuka yang panjang kali lebar sudah saatnya di tiadakan .apa jadinya kalau ada yang usul ucapan salam pembuka memakai bahasa daerah mungkin perlu 1 jam sendiri buat pembukaan salam .
Cukup salam sesuai keyakinan masing-masing .
Sadewa 19
Ada yg menarik di KTT BRICS kemaren. Ketika sesi foto, presiden Modi dan Presiden Afsel ada di tengah podium. Modi seketika meminta Presiden Afsel agar pindah ke pinggir sebelah kiri. Modi ingin agar Putin yg ada di tengah bersama dirinya. Putin tadinya di kiri akhirnya melangkah ke tengah podium. Bertukar tempat dengan Presiden Afsel.
Pada saat tukar posisi itu, Putin dengan sopan memeluk presiden Afsel. Pelukan hamgat tepat ditengah podium. Pelukan itu membuat kita semua terkagum. Modi pun jadi merasa canggung. Posisipun berubah, Putin Modi ada di tengah dan presiden lainnya ada di samping mereka. Wartawan pun mulai memotret momen itu.
Pemimpin besar seperti dicontohkan Putin itu. Ia begitu menghargai kawan. Seribu kawan tidak cukup, dan bla bla.bla..ah anda sudah tahu presiden negara mana yg sering ungkapkan hal itu. Sepertinya Putin banyak belajar dari presiden itu. Tidak bisa dibayangkan jika itu terjadi pada Trump.
Koran di US pernah menulis, bahwa Prabowo adalah fans beratnya Trump. Dan cara dia memecat menterinya sudah menunjukkan hal itu.
Er Gham 2
Kenapa harus pakai upacara pelantikan. Pakai jas dan dasi biru muda. Ada korps musik juga. Anak istri diundang pakai kebaya.
Khan cukup dipanggil ke ruangan, tanda tangan, disumpah lalu diberikan jabat tangan. Simpel, no basa basi.
Toh, kalo nanti dipecat juga cukup ditelepon oleh HRD kabinet.
Andi Taruna
Membaca 11 paragraf awal (ups, bisa juga disebut kalimat, karena beberapa paragraf hanya sekalimat), langsung berkomen dalam hati (walau akhirnya tertulis dan diposting pulak) : " hmm.. betul-betul penulis, sekaligus juga ber- "etika", tidak seperti kebanyakan orang (petinggi) saat ini (entah banyak betulan atau anggapan pribadi saya saja). tapi ya saya khawatir monkey see monkey do, entah seperti apa di sisa waktu sampai 2029 bakal lebih ajaib lagi seperti apa.
Tapi yang pasti, berita kapal virgo transport 8, seperti senyap, apakah karena mengandung angka '8" yang sakral itu?
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TERKAIT KOPDES MERAH PUTIH, DIRUT AGRINAS KESAL..
Ada yang menarik dari urusan Kopdes Merah Putih. Dirut Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, ternyata mulai kesal. Bukan karena Kopdes-nya. Tapi karena manajernya belum juga dikirim pemerintah.
Joao secara spesifik menyoroti lambannya Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN. Padahal, menurut dia, Agrinas sudah siap membantu.
Bahkan tawarannya sederhana. Berikan saja nama dan kontak para manajer Kopdes. Agrinas yang menghubungi. Bisa lewat email. Bisa lewat cara lain. Dan katanya, tanpa biaya.
“Apa sih susahnya?”
Begitu kira-kira nada Joao.
Kalimat pendek. Tapi cukup menusuk.
Sebab dalam birokrasi, kadang yang sederhana bisa menjadi rumit. Yang bisa selesai dengan satu email, bisa berubah menjadi rapat. Lalu notulen. Lalu disposisi. Lalu menunggu.
Padahal Kopdes Merah Putih bukan proyek untuk sekadar terlihat bergerak.
Ia harus benar-benar bergerak.
Mungkin memang bukan soal siapa yang lambat. Bisa jadi ada proses dan koordinasi yang belum selesai. Yang jelas, ketika semua pihak sudah sama-sama siap, masyarakat tentu berharap prosesnya segera menemukan jalan keluar.
Bloomberg Technoz..
Ella Wliet
Purbaya dgn kontroversinya memang Ju-ampu-t : jujur, ampuh, temenan.
Meskipun keampuhan-nya banyak diragukan karena berhadapan dengan kesemrawutan birokrasi. Sebagai cancerian yg berwatak air, terlihat jelas feeling dan analisanya kuat, namun tidak cukup kuat melawan tirani birokrasi yg kadung bobrok.
Purbaya bukan tipe orang basa - basi, tapi dari gestur dan bahasa, dia pintar menempatkan diri dan rasa hormat. Soal cara pemecatannya, itu hanya soal cara, hasil akhir dan kekecewaannya tetap sama. Apalagi tipe Prabowo memang lebih suka memecat daripada bawahannya mengundurkan diri. Itu bentuk pembenaran dan perbowo yg dipaksakan.
Berani sendirian di tengah kebobrokan birokrasi ibarat ronin di kerumunan serigala lapar,
(dan seperti yg dikatakan Alwi Ali anggota DPD), serigala2 itu sudah menerkam Purbaya
Liam Then
Di Tiongkok, kontrol devisa mereka sangat ketat. Tanpa ijin pemerintah, jangan harap konglomerasi nasional mereka bisa parkir dana begitu besar di luar negeri.
Tapi meskipun bertentangan dengan pakem liberalisasi ekonomi barat, tentang arus modal, toh arus investasi asing di Tiongkok, masuk kayak air bah, ndak stop-stop, negara barat tidak bisa menolak pasar 1,4 miliar orang dengan sejarah rekor pertumbuhan ekonomi dua digit yang berlangsung lama. Mereka nyaman saja tuh investasi raksasa di Tiongkok, bangun pabrik, beli saham perusahaan di Shanghai, Hongkong.
Mungkin kuncinya ada di jurus penerapan. Pemerintah Tiongkok itu keras pada warga negara mereka, tahu dan pinter membedakan mana yang beneran milik asing, dan mana yang milik warga negara sendiri. Mereka walaupun tidak membedakan antara kucing hitam dan putih. Tapi masih mampu mengenali, mana kucing yang putih atau hitam.
di Indonesia, ah bingung, kucing tidak hanya hitam, putih, loreng, yang garong pun ada yang berkuasa.
Liam Then
Satu grup konglomerat besar, diberitakan memindahkan dana mereka untuk mengakuisisi pabrik kertas rokok di luar negeri. Dana ini begitu besar. Diberitakan dana yang digerakkan, itu berasal dari unit-unit usahanya mereka yang berada di luar negeri , berjumlah sampai USD 1,4 miliar, atau sekitar 24 triliun rupiah.
Hal ini membuat saya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia. Kenapa fenomena ini bisa ada.
Kenapa grup ini, tidak bangun pabrik kertas saja di Indonesia? Apakah kendalanya? Apakah bahannya tidak ada? Indonesia itu juaranya produksi pulp dunia. Apakah kertas rokok itu bukan berasal dari bahan baku yang sama.
Dan satu lagi, grup konglomerat ini, seluruh proses pertumbuhannya, menjadi kaya, KARENA konsumsi orang Indonesia, hampir 100% ditumbuhkan oleh sumber daya asal Indonesia. Kenapa dan apa yang menyebabkan mereka lebih nyaman menyimpan uang begitu besar di luar negeri daripada di dalam negeri?
Dan apakah ini cuma pucuk fenomena gunung es? Ini adalah praktek-praktek yang lumrah bagi banyak kaum raksasa ekonomi di Indonesia?
Saya rasa, pemerintah butuh lakukan seperti Tiongkok. Pelaku ekonomi yang sumber penghasilan utamanya berhasil kaya karena sumbangan sumber daya ekonomi nasional, JANGAN dibiarkan TERLALU gampang simpan duit diluar negeri.
Entah mengapa, saya agak marah baca berita begini.
Antara magsyul dan tidak terima. Tapi ini adalah kenyataan yang terbentuk, hasil dari seluruh elemen pembentuk sistem penyelenggaraan ekonomi nasional
pak tani
Simbang Kulon Night Carnival 2026.
Saya yakin mayoritas perusuh belum pernah mendengar. Simbang itu dimana? Kok dari namanya cukup keren? 1 perusuh yg saya yakin mengetahui.. @ Wak Haji MZ.Arifin
Simbang adalah nama kelurahan di Kab. Pekalongan. Yang mengagetkan, masyarakat di situ sudah mempunyai tradisi karnaval. Tiap tahun, selama puluhan tahun!
Karnaval 2026 ini menjadi sorotan, karena menampilkan ritual ala satanic. Lengkap dengan pentagram dan kepala kambing yang digorok. Tidak sampai itu saja hebohnya, pelakon pemimpin sekte meninggal dunia esoknya, karena kelelelahan memakai kostum yang lumayan berat. Kalau yang beredar di masyarakat versi mistisnya, karena tumbal.
Terlepas dari adanya korban, Karnaval Simbang sangat menarik untuk diulas. Bagaimana event kelas kelurahan, atau lebih tepatnya kelas gang, bisa menampilkan pertunjukan yang demikian spektakuler. Kostum para pemain sudah level sinema! Panggungnya juga selayaknya level nasional. Dengan pencahayaan yg sangat profesional.
Budaya kita sangat beragam dan kaya. Masih tak menyangka kelurahan kecil bisa membuat Karnaval sedemikian 'mewah'.
Semoga kedepannya kostum yang dirasa negatif bisa diganti dengan yang lebih bisa diterima masyarakat umum.
SKNC, Kami Turut berduka cita. Lekas berbenah. Kita tunggu karya anda tahun depan.
Andi Udique
Kesalahan terbesar Purbaya adalah dia terlalu berterus terang kepada rakyat.
Dari Purbaya rakyat jadi mengetahui ternyata ada uang negara nganggur: 400 T.
Dari Purbaya rakyat tahu kondisi keuangan negara perbulan lewat siaran langsung APBN Kita.
Dari Purbaya rakyat jadi tahu betapa rumit dan bobroknya sistem birokrasi kita lewat rapat debottlenecking yang disiarkan secara terbuka.
Lewat Purbaya rakyat jadi mengetahui betapa bobroknya orang-orang di Dirjen Pajak dan Bea Cukai.
Begitulah, Purbaya kalah kuat dengan orang-orang di bawahnya, juga para mafia di belakang mereka. Pejabat yang disukai rakyat tidak akan pernah disukai oleh para birokrat bangsat.
Dan tekad pemberantasan korupsi sepertinya akan terus berlanjut sebatas omon-omon di atas podium.
DeniK
Kalau memecat dengan cara kirim WA dianggap wajar . Harusnya saat melantik juga cukup pakai WA saja. Tidak perlu menunggu istrinya pasang sanggul pergi ke salon dulu . Anomali
Johannes Kitono
Asuransi Purbaya.
Dua puluh tahun lalu pernah kirim Anjing Herder dari Jakarta ke Palembang. Herder mahal yang dibawa langsung dari Jerman. Ternyata bisa juga diasuransikan. Amit amit kalau terjadi insiden GA bisa dapat ganti rugi.Menurut agen asuransi. Pokoknya segala sesuatu yang beresiko dibumi ini bisa di asuransinya. Misalnya, hadiah Hole in one di Golf .Saat pertandingan hadiah mobil Aphard bisa diasuransikan. Tentu hole di lapangan golf bukan hole yang lain. Begitu juga pemenang Lari 10 K di Bali dengan hadiah USD 500.000,- juga di cover asuransi. Dengan dipecatnya Purbaya sewenang wenang bisa memberikan inspirasi bagi kolega menterinya. Segera asuransinya jabatan menterinya. Siapa tahu besok bisa juga di Purbayakan. Tentu beda preminya sesuai basah dan keringnya Kementriaan. ESDM dan ATR/ BPN yang basah premi jabatan menterinya pasti tinggi. Menteri HAM seharusnya rendah preminya. Kan harga diri manusia NKRI masih belum tinggi. Saat ini ekonomi dan bisnis sedang lesu. Perusahaan Asuransi seharus menangkap kesempatan bisnis didepan mata. Segera kirim pejabatnya melobby para anggota Kabinet Merah Putih. Tentu tidak perlu melapor via Letkol Teddy atau Bobby. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia
Tivibox
Pemberhentian Purbaya sebenarnya bisa saja. Tak terlalu dramatis. Tidak ada apa-apanya dibandingkan pemberhentian Gus Dur saat beliau menjabat presiden. Apalagi, momen setelahnya. Jujur saja, saat itu saya menitikkan air mata ketika Gus Dur tampil untuk kali terakhir di istana. Pakai celana pendek, baju kaos dan menyapa pendukungnya untuk pamitan. Itu momen tak terlupakan.
Murid SD Inpres
kali ini @murid sd inpres MEMPREDIKSI, mr. purbaya berpotensi dikriminalisasi karena kebijakan pengalihan dana SAL Rp200 triliun yang tanpa prosedur / mekanisme APBN alias tanpa persetujuan sah dari legislatif DPR RI, alias melanggar UUD 1945 pasal 23.
tapi @murid sd inpres berharap prediksinya kali ini meleset. kasihan soalnya. 6 bulan terakhir ini rambutnya sudah acak-acakan, wajahnya stress kurang tidur. kasihan, kalau tiba-tiba tanpa hujan tanpa angin tanpa geledek, belio diseret ke meja hijau.
_
DeniK
Riset warkop.
Hari ini PS wawancara khusus dengan media mainstream .
3 jam tayang di Metro TV penonton hanya 1.7 K.padahal metro punya 11 juta sub .
Waktu yang sama di tvoneNews 3 jam tayang penonton agak lumayan 3.2 K .tvone punya 16 juta sub.
Apakah ini PURBAYA EFFECT ?.
heru santoso
Pengalaman ttg puntung rokok. Banyak tahun lalu waktu jalan di trotoar taman di Winchester saya tanya seorang: "dimana tempat buang puntung rokok?"
Orang yang saya tanya usianya cukup senior, menjelang 60an. Dari ngobrol sekilas saya tahu dia turis local. Menjawab pertanyaan saya tadi, spontan dia balik bertanya "are you Singaporean?". Sambil sedikit tertawa dia mempraktekkan dengan puntung rokoknya sendiri yg sudah cekak: ditaruh nya dekat sepatu kemudian diinjak dan diputarnya pergelangan kakinya. "Others place in the earth don't have to be the same as Singapore" .
Berawal dari puntung rokok itu, kami lanjut ngobrol panjang sambil minum Kopi. Tapi saya lebih menjadi pendemgar atas cerita dia keliling dunia, termasuk susahnya merokok di Singapore.
Juve Zhang
Seorang WNI di Johor Malaysia secara gak sengaja buang puntung rokok dan dihukum satu bulan penjara karena gak mau bayar denda 4 JUTA RUPIAH....sebuah pengalaman mengesankan bagi ybs....hati hati main ke Malaysia bagi Perusuh Disway nanti kalau muktamar disana ....jangan buang puntung rokok sembarang tempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 18
Silahkan login untuk berkomentar