Hujan Salat

Hujan Salat

Irving Langmuir dan Vincent J. Schaefer--

Manusia Indonesia kelihatannya sudah tidak berdaya menghadapi kebakaran hutan dan kekeringan. Mereka pun pilih bersandar kepada Tuhan.

Di Jakarta sekitar 3.000 orang melakukan salat minta hujan: salat Istisqa'. Di halaman Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, pukul 07.00 Senin lalu.

Tidak disebutkan: mereka minta agar hujan diturunkan di mana. Tuhan tentu mahatahu skala prioritas. Terserah Tuhan saja mau diturunkan di mana.

Islam memang mengajarkan salat minta hujan. Pun agama-agama sebelum Islam. Kalau sudah tidak bisa menemukan jalan keluar mereka menyerah kepada Tuhan masing-masing.

Mungkin karena Tiongkok tidak punya Tuhan mereka tidak bisa menyerahkan problem kekeringan kepada selain diri mereka sendiri.

Anda sudah tahu: Tiongkok kini menjadi negara yang paling banyak membuat hujan buatan. Tiongkok terus mengubah kawasan kering di Barat Laut menjadi daerah pertanian.

Lantaran sering membuat hujan Tiongkok memiliki banyak tenaga ahli di bidang perubahan cuaca. Anda masih ingat: di Olimpiade Beijing 2008, Tiongkok melalukan rekayasa cuaca besar-besaran. Bukan bikin hujan buatan, tapi merekayasa cuaca agar tidak terjadi hujan selama olimpiade.

Tapi gudang ilmuwan cuaca tetaplah Amerika Serikat. Di Amerikalah ditemukan ilmu membuat hujan. Anda sudah tahu tokohnya: Vincent J. Schaefer. Ahli kimia dari New York.


Vincent J. Schaefer--

Dalam ilmu cuaca ia berteman dan bersaing dengan Irving Langmuir yang sama-sama aktif di laboratoium teknologi milik General Electric.

Irvin kemudian mendapat Nobel Kimia di tahun 1932. Irvinlah yang pertama bikin hujan buatan. Niat awalnya bukan membuat hujan tapi ingin memahami cuaca. Termasuk meneliti mengapa ada hujan, dari mana datangnya hujan, dan faktor apa saja yang bisa menyebabkan hujan.


Irving Langmuir--

Ilmuwan memang tidak mengenal istilah ”hujan turun dari langit” --karena di langit tidak ada benih-benih hujan. Ilmuwan kian ahli mengetahui kapan akan ada hujan, seberapa lebat dan di daerah mana saja.

Hujan buatan sendiri kian mudah dilakukan setelah Irvin menemukan bahan baru untuk membuat hujan: perak iodida. Tahun 1940-an. Itu campuran perak dan yodium.

Awalnya Irvin dan tim mencari tahu: campuran kimia apa saja yang bisa membentuk kristal yang mirip dengan kristal es. Kalau hujan terjadi karena ada kristal es di awan, berarti benda yang mirip kristal es bisa menyebabkan hujan.

Jadi kalau Anda lihat mendung di langit tapi tidak terjadi hujan itu karena di dalam mendung tersebut tidak terbentuk kristal es.

Sejak ditemukan campuran perak yodium mulailah ada negara yang memproduksi perah-iodida. Tidak perlu semua negara membuat sendiri perak iodida. India dan Inggris sudah punya pabrik perak iodida untuk mencukupi keperluan dunia.

Indonesia memang penghasil perak yang besar. Yakni sebagai produk sampingan dari tambang emas dan tembaga. Seperti di Freeport dan NTB. Tapi Indonesia tidak punya tambang yodium. Penghasil yudium terbesar adalah Chili dan Jepang.

Air laut memang mengandung yodium tapi kadarnya terlalu rendah. Beda dengan Chili dan Jepang: mereka punya tambang yodium karena air asin bawah tanah mereka beryodium kadar tinggi.

Uni Emirat Arab tidak punya tambang perak maupun yodium. Tapi UEA tergolong negara yang paling sering membuat hujan buatan. Meski orang UEA punya Tuhan, mereka lebih punya uang: lewat hujan buatan mereka mampu mengubah padang pasir jadi lahan sayur dan buah.

Maka bukan karena tidak punya tambang yodium Indonesia sulit bikin hujan buatan. Yang Indonesia tidak punya adalah uang. Bikin hujan buatan itu mahal sekali. Untuk bisa bikin hujan yang mampu memadamkan kebakaran hutan di Kalbar bisa habis Rp 2 triliun.

Jauh lebih murah melakukan salat Istisqa'. Indonesia punya umat Islam terbesar di dunia. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 September 2026: Ahli Uang

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

AHWA: SEMBILAN KIAI, SATU AMANAH.. Saya tertarik pada satu kalimat pak Dahlan: Uang bisa menaikkan reputasi, juga bisa menghancurkannya. Ini bukan sekadar soal NU punya tambang batu bara. Ini soal bagaimana kekuasaan dan uang diperlakukan setelah seseorang dipercaya memegangnya. AHWA memilih Rais Aam. Ketua umum pun harus mendapat persetujuan Rais Aam. Modelnya jelas berbeda dengan demokrasi “one man one vote”. Di sini kualitas orang yang memilih menjadi sangat penting. Sembilan kiai itu bukan sekadar sembilan suara. Mereka memikul sembilan kali lipat tanggung jawab moral. Dan tantangan Gus Kikin justru dimulai setelah terpilih. Mengelola organisasi sebesar NU tentu bukan seperti mengelola perusahaan. Tambang bisa dihitung tonasenya. Reputasi tidak bisa dihitung dengan kalkulator. Di sinilah AHWA dan Gus Kikin akan diuji. Uang NU harus menghasilkan manfaat. Bukan sekadar laporan keuangan yang bagus. Kalau berhasil, tambang menjadi berkah. Kalau keliru, batu baranya mungkin habis. Tetapi reputasinya bisa ikut terkubur.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Di Muktamar Perusuh kemarin sebenarnya saya mau protes ke Abah soal komentar pilihan (kompil). Saya pernah nulis panjang lebar sampai berpeluh keringat. Lalu komentar saya dikomentarin Cak Mul dengan komentar yang pendek. Lha kok yang masuk kompil malah komentarnya Cak Mul yang jelas nulisnya nggak "kemringet" sama sekali? Dan hari ini, ada komentar yang isinya cuma: "AAMIIN" tapi masuk kompil. Dan itu komentarnya Cak Mul. Jelas Cak Mul pake dukun... Nggak heran sepatu lungsuran pun bisa disabet Cak Mul.

Muh Nursalim

Baru kali ini. ketua NU orang kaya. Bahkan sangat kaya. Ini bagus. Urusan dunia sudah selesai. Ndak lagi pengin bisyaroh dari ceramah-ceramah ke cabang n ranting. Bisa fokus memikirkan umat NU agar kaya seperti pak ketua. Atau minimal menghidupi dirinya sendiri dan keluarga. Ini berhasil 50 persen pekerjaan Prabowo terselesaikan. Tiga tahun depan bisa menggantikan Gibran. Di gelanggang nasional.

Murid SD Inpres

tapi kata MIFTACH sendiri sebetulnya keliru, ia bukan reprrsentasi huruf KHO dalam bahasa arab, melainkan huruf HA ringan (HA setelah JIM). jadi seharusnya MIFTAH --> MIFTAHUL AKHYAR. why? sebab MIFTAH itu artinya tempat membuka kunci. kalau MIFTAKH atau MIFTACH, entah apa arti bahasa arabnya saya baru dengar / baru baca.

Mbah Mars

Ada yg lucu ketika melihat liputan muktamar NU: Saat reporter melafalkan kata "Rais Aam" bacanya rais a-am. Jadi a-nya dibaca dua kali. hehehe.

DeniK

Saifullah Yusuf , Nusron Wahid, Muhaimin Iskandar ternyata menteri toh jabatan nya . Kok saya tidak pernah melihat di media ? Apakah saya yang kuper ?. Atau pakai filosofi bekerja dalam diam . Atau memang diam ? Waallahu alam .

Jokosp Sp

Saya lagi kepanasan Om Juve. Sudah kepanasan ditambah asap pekat yang bikin masker langka dan rumah sakit penuh gegara pasien ispa menumpuk. Saya masih bisa bersyukur, untung ndak punya asma.

Murid SD Inpres

saya paling tidak suka ke-tidak-konsisten-an dalam berbahasa. miftaCHul aKHyar? lho, sama sama huruf arab KHO', kok bisa beda? mestinya kan miftaKHul aKHyar, sama sama KH. atau kalau mau pakai ejaan CH, mestinya konsisten juga: miftaCHul aCHyar -- sama sama CH. kekeliruan seperti ini mirip orang yang baru belajar islam. kalimat IN SYA ALLAH, ditulis IN SHA ALLAH. huruf SYIN / SYA / SY diubah ke transliterasi inggris SHIN / SHA / SH. jika konsisten, harusnya kata SYAithan diubah menjadi SHAithan. dan jika konsisten, harusnya kata berSYukur diubah menjadi berSHukur.

yea aina

Mulai nampak fenomena, diam-diam ormas dileburkan ke dalam pengelola negara (baca: pemerintahan). Mulai dari bagi-bagi tambang batubara, tokoh-tokohnya masuk ke dalam birokrasi pemerintahan, hingga ada yang rangkap jabatan di lembaga otonom ormas, sekaligus menjabat kepala daerah. Bagaimana mungkin muktamarnya akan steril, dari tarik menarik kepentingan politik. Rasanya itu hanya ungkapan formal para tokohnya saja. Tapi di bawah selimut, ada yang "upyek" dengan operasi senyap.

Sadewa 19

Se-ahli ahli nya kyai NU, masih banyak diantara mereka yg belum ahli dalam membaca peringatan di bungsus rokok. "MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI & GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN"

Johannes Kitono

Investor Karhutla. Pagi ini udara kota Kuching memang berasap. Sudah jelas sumbernya dari Kalbar Indonesia. Kepada driver Grab seorang ibu beranak 4 orang. Sulung 22 tahun sudah kuliah di Swineburn bungsu 10 tahun kelas enam. Driver suku Hakka Hoplo tapi fasih Konghu dan Hokkian. Driver datang memakai masker dan kami say sorry. Bahwa asap di Sarawak memang dari Indonesia. Kendati invetornya Sime Darby dan Robert Kwok.Raja gula asal Malaysia. Jadi Karhutla tidak sepenuhnya salah Indonesia apalagi Presiden Prabowo.Land clearing kebun sawit paling murah memang bakar hutan. Tapi masalah besar kalau di lahan gambut. Khusus untuk Peladang yang keberatan pencabutan Perda Bakar Hutan. Seyogyanya Deptan bikin Demplot Pertanian di Sungai. Ataupun budidaya padi dimana sekali tanam bisa panen berturut 8 tahun. Teknologi budidaya tsb sudah dilakukan di China. Tentu tak elok kalau Pemda main cabut Perda Peladang tanpa kasih solusi. Pasti akan mengundang berkibar terusnya Bendera Borneo seperti di Aceh dan Papua. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Murid SD Inpres

AHLI UANG VERSI MURID SD INPRES ! sudah jelas, co founder Susquehanna, hedge fund top dunia, sekaligus early investor ByteDance Tiktok, yaitu Jeff Yass, yang uangnya berjumlah Rp1.072 (seribu tujuh puluh dua) triliun! hasil dari trading doang! dia tenerapkan ilmu matematika tingkat tinggi, yaitu probability, statistic, dan option pricing model. dari situ dia ciptakan algoritma yang bisa quote jual beli saham options, dalam hitungan milidetik! dia literally bikin perhitungan matematika yang benar benar bisa bikin harga enggak bisa rugi! jadi sudah ada mathematics model nya, bukan pakai perasaan lagi ketika trading. contoh. Liam Then, trading pakai feeling: "kayaknya IHSG bakal naik deh". Jeff Yass, trading pakai model matematika pasti: "model kami bilang ada 52.3% probabilitas IHSG naik 0.4% dalam 2 jam ke depan, engan max loss 0.1%, jadi kami gas 10 miliar lot".

Alief Wikarta

Ahli uang dari jaman dulu hingga kapan pun akan selalu mengalami kendala ketika pelajaran "pembagian". Ahli uang bisa sangat jago dalam menambah, mengurangi, apalagi perkalian. Tapi selalu penuh tantangan saat pembagian. Dengan mengusung prinsip qanun asasi yg ditulis oleh Buyutnya, KH Hasyim Ashari, insya allah Gus Kikin sebagai cicit, akan lebih termudahkan dalam mengemban amanah sbg Ketum PBNU yg ahli uang, terutama dalam hal "pembagian".

istianatul muflihah

Pagi pagi baca CHDI dan oh saya sudah siap menulis komentar. Tapi sebentar, baju saya belum disetrika. Saya pilih setrika dulu. Selesai dengan itu, saya lihat jam Oh, tidak sempat lagi menulis komentar. Saya harus siap siap berangkat. Mungkin agak siang saya akan menulis komentar. Sudah siang, mulai mikir saya mau menulis komentar apa. Apakah tentang podcast anaknya Pak Iskan dengan kepala suku Mojok.co yang kapan hari saya simak. Atau cerita lapak buah alpukat saya yang kemarin dapat orderan, lalu paket yang saya kirim tertukar alamatnya. Atau coba nimbrung soal muktamar, tapi saya tidak yakin punya pendapat soal itu. Tiba tiba sudah sore. Saya harus pulang. Tidak sempat lagi menulis komentar. Mau komentar yang penting, atau yang penting komentar sebenarnya sama sama boleh. Tidak ada yang melarang. Tapi kalau sudah kelewat sore, sepertinya tidak dibaca abah. Ups. Jadi niatnya mau komentar saja atau ingin di baca abah (?) Yasudah besok saja.

Johannes Kitono

Ini titipan komentar bro Usman LKT. Prabowo itu "kontroversial". Orasi nya ttg Ekonomi Rakyat itu "bagus". Tapi program prioritas utk mewujudkan ekonomi kerakyatan itu "ngawur". Ia mesti baca Kompas pagi ini, font page, wawancara khusus dg James A Robinson - Meneropong Nasib Indonesia dari Sang Penulis "Why Nation Fail". Prabowo mesti "Introspeksi", rakyat tidak membutuhkan retorika ekonomi rakyat. Now, jadi pertanyaan kita semua. Apakah isi kepala Presiden Konoha sudah seperti Ikan. Kalau kepalanya busuk pasti badan sampai ekor busuk semua. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

MULIYANTO KRISTA

Usulannya masuk. Tapi mana mungkin dipakai oleh penghuni gedung kura-kura sana? Setiap usulan untuk kemaslahatan umat pasti dijegal sana-sini.

Jokosp Sp

Wah Om Juve pernah jadi kontraktor pelabuhan di Pulang Pisau Kal Teng ternyata. Bagi petani sekarang Kelapa Sawit memang yang paling menjajikan setelah karet. Dan pembakaran itu memang karena untuk buka kembali lahan pertanian padi yang cuma setahun sekali ketika ada hujan. Rakyat jelantah kan bukan yang punya tambang maupun perkebunan besar. Tambang dan perkebunan besar itu hanya milik konglomerat.

Murid SD Inpres

bahkan jenama organisasi MUHAMMADIYAH pun keliru secara transliterasi. masa' huruf MIM berstasydid didobel M, kok huruf Y yang sama sama berstasydid malah tidak double Y? mestinya kan MUHAMMADIYYAH, double Y, sebab dalam bahasa arabnya ada tasydid di huruf YA di situ. contoh lain: JAM'IYYAH ISLAMIYYAH, double Y di situ karena memang arabnya bertasydid.

Achmad Faisol

apakah NU sama sekali tidak berpolitik...? khittah sejatinya NU melakukan politik kebangsaan, bukan politik praktis (kepartaian)... untuk politik praktis, NU melahirkan pkb, yang akhirnya berubah, dan menjaga jarak yang sama dengan semua partai... harapan kepada gus kikin adalah kembalinya NU melakukan kebangsaan, bukan dukung-mendukung paslon tertentu dan/atau memusuhi partai tertentu... untuk politik praktis, biarlah pribadi-pribadi warga NU yang melakukan lewat partai apa pun... NU adalah rumah bersama, jangan sampai ada yang dianakemaskan atau dianaktirikan...

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Oke misal kita meniru pemilihan AHWA (bukan meniru AHWA memilih Ketum. Kalau ini seperti MPR zaman dulu). Kita buat contoh, ada 12 nama di kertas suara Pilpres 2029. Nanti setiap pemilih diwajibkan memilih 4 nama: Misal kandidatnya: 1. Prabowo Subianto 2. Gibran RR 3. Dedi Mulyadi 4. Anies Baswedan 5. AHY 6. Ganjar Pranowo 7. Mahfud MD 8. Puan Maharani 9. Sherly Tjoanda Laos 10. Pramono Anung 11. Basuki Tjahaja Purnama 12. Dahlan Iskan Dengan memilih 4 nama, maka akan muncul nama-nama yang mungkin secara fanatisme tidak banyak yang mendukung tapi sekaligus tidak banyak yang menolak. Anggap saja pemilih Prabowo dan Gibran tidak akan memilih Anies dan Ganjar. Begitu juga sebaliknya, yang memilih Anies dan Ganjar juga tidak akan memilih Prabowo dan Gibran. Akhirnya baik pemilih Prabowo dan Gibran maupun pemilih Anies dan Ganjar, lebih memilih AHY dan Sherly, di pilihan nomor 3 dan 4-nya. Dengan begini, bisa saja suara AHY dan Sherly lebih tinggi dari suara Prabowo ataupun Anies. Yang nomor 12 itupun bisa menang...

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 221

  • Hariansyah Regae
    Hariansyah Regae
    • Hariansyah Regae
      Hariansyah Regae
  • Hariansyah Regae
    Hariansyah Regae
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Hariansyah Regae
    Hariansyah Regae
    • MAS UD CHANNEL
      MAS UD CHANNEL
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Hariansyah Regae
      Hariansyah Regae
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Wilwa
      Wilwa
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Wilwa
      Wilwa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Ayuwa
    Ayuwa
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Aditiya Aditiya
    Aditiya Aditiya
  • ikhwan guru sejarah
    ikhwan guru sejarah
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
    • HONDA CBR150R
      HONDA CBR150R
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • gubernur kota
    gubernur kota
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Net Plus 62
    Net Plus 62
  • Aviv Setiawan
    Aviv Setiawan
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Asep Sumpena
    Asep Sumpena
  • Tivibox
    Tivibox
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
  • Pak De Kumis
    Pak De Kumis
    • Pak De Kumis
      Pak De Kumis
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
  • Isya Mahfud
    Isya Mahfud
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Siswanto Elha
    Siswanto Elha
  • Liam Then
    Liam Then
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Liam Then
    Liam Then
  • Pak De Kumis
    Pak De Kumis
  • Prieyanto
    Prieyanto
  • baramundi
    baramundi
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • dm ikan
    dm ikan
    • Wilwa
      Wilwa
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Lukman Nugroho
      Lukman Nugroho
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Hariansyah Regae
      Hariansyah Regae
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Wilwa
      Wilwa
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Ahmad 9389
    Ahmad 9389
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Wilwa
      Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Hariansyah Regae
      Hariansyah Regae
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Four Birds
      Four Birds
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Anonim Xyz
    Anonim Xyz
    • Anonim Xyz
      Anonim Xyz
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • yea aina
    yea aina
  • Tivibox
    Tivibox
    • Siroi Neko
      Siroi Neko
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • mario handoko
      mario handoko
    • Tivibox
      Tivibox
    • Wilwa
      Wilwa
    • Tivibox
      Tivibox
  • enggal purnomo
    enggal purnomo
  • pengelolaan biropbj
    pengelolaan biropbj
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Ahmad 9389
      Ahmad 9389
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Winarno IBU Malang
    Winarno IBU Malang
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
    • neng bonita
      neng bonita
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • DeniK
    DeniK
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Sogia Manom
    Sogia Manom
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Anonim Xyz
    Anonim Xyz
    • Anonim Xyz
      Anonim Xyz
    • Anonim Xyz
      Anonim Xyz
  • WASITH channel
    WASITH channel
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Gianto Kwee
    Gianto Kwee
    • Wilwa
      Wilwa
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Em Ha
      Em Ha
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • alasroban
    alasroban
  • sigit
    sigit
  • alasroban
    alasroban
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Fa Za
    Fa Za
    • Wilwa
      Wilwa
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Edyanto
    Edyanto
    • Wilwa
      Wilwa
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
    • Jhel_ng
      Jhel_ng
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • mario handoko
      mario handoko
    • Wilwa
      Wilwa
  • Sulaspin
    Sulaspin
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
  • bagus yudiarto
    bagus yudiarto
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ketut Bagiarta
    Ketut Bagiarta
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • Sugi
    Sugi
  • Ismail Lutan
    Ismail Lutan
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Tivibox
    Tivibox
  • Tivibox
    Tivibox
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • bagus yudiarto
      bagus yudiarto
  • Tivibox
    Tivibox
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN