654 Dapur MBG Kategori Kritis Terancam Tutup Permanen, BGN Beri Waktu 7 Hari

Rabu 16-09-2026,23:58 WIB
654 Dapur MBG Kategori Kritis Terancam Tutup Permanen, BGN Beri Waktu 7 Hari

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya mengusulkan ke pimpinan agar ratusan SPPG tersebut ditutup permanen dalam waktu tujuh hari ke depan apabila tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.--Candra Pratama

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan penutupan permanen terhadap 654 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masuk kategori kritis.

BGN memberikan waktu tujuh hari bagi ratusan dapur tersebut untuk memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum keputusan penutupan permanen dilakukan. 

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya mengusulkan ke pimpinan agar ratusan SPPG tersebut ditutup permanen dalam waktu tujuh hari ke depan apabila tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:Keracunan MBG Jadi Alarm, BGN Suspend 1.276 Dapur dan Siapkan Penutupan Permanen

Dari 654 SPPG tersebut, sebanyak 447 SPPG telah mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tetapi terbukti tidak memenuhi syarat dan kelayakan. 

Sementara 199 SPPG lainnya belum melakukan pendaftaran SLHS dan delapan SPPG belum mengonfirmasi status pendaftarannya.

Selain mengusulkan penutupan permanen, BGN juga memperkuat pengawasan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) di setiap SPPG diterapkan sesuai ketentuan.

BACA JUGA:Bukan Cuma Kasus Keracunan, Ini Alasan BGN Tutup 1.999 SPPG

"Kami juga akan melakukan pengecekan langsung (on the spot) mengenai kelayakan dan standar dapur SPPG di seluruh Indonesia," kata Ketut, Rabu, 16 September 2026.

"Inspeksi ini bertujuan murni untuk memastikan kelayakan, kebersihan, serta penerapan SOP dilaksanakan dengan benar tanpa toleransi kesalahan," sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah SPPG yang bermasalah juga telah dikenai penghentian sementara atau suspend. 

BGN memastikan langkah tersebut tidak akan mengganggu keberlanjutan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

BACA JUGA:TelkomProperty Optimalkan 3.010 Aset TelkomGroup, Graha Merah Putih Berpeluang Disewa BGN

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: