Serba Mirip
Deretan gedung perkantoran dan bangunan bersejarah menghiasi kawasan pusat bisnis Montreal yang menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Kanada.--
Ini hari ke lima saya di Kanada: satu malam di Niagara, dua malam di Toronto, satu malam di Ottawa, dan satu malam di Montreal.
Ketika pegang kemudi kadang saya lupa: perasaan saya masih mengemudi di wilayah Amerika. Semua hampir sama: jalan-jalannya, kanan kirinya, dan jenis mobilnya.
Makanan pun masih sama: kadang di masakan Vietnam, kadang di makanan Barat, kadang di China Town. Hanya kali ini sesekali di sport bar agar bisa sambil nonton siaran langsung Piala Dunia.
Membayar apa pun pakai kartu kredit juga membuat tidak segera menyadari telah empat hari di Kanada: tidak perlu punya uang Kanada.
Soal pembayaran ini Anda bangga jadi orang Indonesia: Anda tidak perlu punya kartu kredit lagi. Cukup pakai uang digital.
Indonesia lebih maju daripada Kanada maupun Amerika. Bahkan pernah sekali makan malam di Toronto bayarnya harus pakai uang kontan. Restonya besar sekali. Penuh. Riuh. Bising. Hampir di semua meja bicara keras dalam bahasa Kanton atau Mandarin. Ini memang resto masakan Kanton yang terbaik di Kanada. Apa boleh buat. Bayar lebih mahal --dikenakan bunga kartu kredit.
Bahwa di Kanada tetap serasa di Amerika itu karena ekonomi Kanada-Amerika sudah seperti bukan dua negara yang berbeda.
Sudah sangat terintegrasi. Kadar terintegrasinya mencapai 70 persen.
Bandingkan dengan kadar integrasi ekonomi sesama negara ASEAN: hanya 25 persen. Saya juga baru menyadari bahwa kode telepon negara Kanada pun sama dengan Amerika: +1. Mirip hanya menjadi salah satu negara bagian di Amerika Serikat.
Pun pendapatan rakyatnya: hampir sama –tingginya. Sama-sama di kisaran USD60.000-70.000 per kapita/tahun.
Yang membuat kadang ingat sudah tidak di Amerika adalah ketika isi bensin: kok murah!
Di Kanada harga bensin bisa 10 persen lebih murah daripada yang termurah di Amerika. Karena itu inflasi di Kanada juga lebih rendah: 3 persen. Sedangkan di Amerika sudah 4 persen.
Harga bensin di Kanada hampir sama dengan di Indonesia: 1,60.

--
Anda sudah tahu kenapa kelasnya baru sama kok disebut sangat murah: pendapatan perkapita kita belum USD5.000 tapi sudah mampu membeli bensin dengan harga setara orang Kanada! Lebih hebat bukan? Saya tahu jawab Yea Aina: bukan!
Kalau melihat ke luar mobil rasanya masih di Amerika, di dalam mobil serasa di Beijing. Di sepanjang perjalanan ini saya mulai terbiasa dengan peta-jalan berbahasa Mandarin.
Awalnya, ketika pegang kemudi dari New York sampai ke Woodstock saya pakai peta berbahasa Inggris. Begitu kemudi dipegang teman dari Beijing, peta jalannya diganti berbahasa Mandarin. Pun sampai Buffalo. Ya sudah. Sampai Montreal pun tidak saya ganti: sekalian belajar istilah-istilah lalu-lintas dalam bahasa Mandarin.
Di Tiongkok peta jalan tinggal pilih: pakai bahasa Mandarin atau bahasa daerah di mana Anda sedang mengemudi. Saya belum menemukan peta-jalan di Indonesia yang pakai bahasa Bugis atau Madura.
Saya baru benar-benar merasa tidak lagi di Amerika ketika tiba di kota Montreal. Rasanya saya sedang berada di Prancis. Nama-nama jalan, nama-nama kawasan ditulis dalam bahasa Prancis.

--
Memang Montreal sudah masuk provinsi Quebec –yang bahasa utamanya Prancis. Ini kota terbesar di Quebec yang sangat luas itu. Ini kota terbesar kedua di Kanada setelah Toronto: nomor dua dalam arti yang sebenarnya. Bukan seperti nomor duanya Surabaya --begitu jauh jaraknya dari Jakarta. Sampai saya sering bilang Surabaya itu kota nomor 10. Urutan satu sampai sembilannya Jakarta.
Di Montreal saya sengaja pilih tinggal di pusat kota: agar dekat dengan kampus terkemuka, McGill University.
Saya ingin masuk kampus itu. Setidaknya, agar ketika bertemu alumni luar negeri di Indonesia saya bisa bilang: 'Saya juga pernah di McGill'. Itu seperti saya pernah disangka alumni Harvard saat mengatakan ''saya pernah di Harvard''.
Padahal itu bohong. Ups...Itu kebenaran –setidaknya 1 persennya: saya pernah masuk perpustakaan Harvard University dan duduk-duduk lama di situ –melihat buku-bukunya pun sudah silau.
Hari ini, dari Montreal saya masih akan lebih ke utara: ke Quebec City. ''Ibu kota'' Quebec.
Ibarat ke Jawa Barat saya harus ke "Ibu kotanya Sunda: Sumedang!''(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 Juli 2026: Hoax Bijaksana
sutrisno timi
Konteks yang berbeda, justru lebih tinggi lagi effortnya, yaitu menang tanpa merendahkan atau lawannya kalah Kalau contoh di atas, adalah mengutamakan keselamatan, bukan kebenaran
djokoLodang
-o-- Kuku Bima ... Semua binatang dirawat baik. "Kalau binatang saja disayang apalagi orang yang minum Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G," ujar Irwan berfilsafat. ... *) Dua sahabat lama (60+) bertemu, setelah lama tak bersua. v: Rupanya kita masih punya kesamaan. +: Apa itu? v: Sama-sama konsumen Jamu Sido Muncul. Kulihat tadi kamu minum Tolak Angin. Kenapa? Apa kamu sering masuk angin? +: Iya betul.. Kalau kamu? Jamu apa yang kamu minum? v: Kuku Bima. +: Kenapa? v: Supaya aman di rumah. Kamu tahu arti Kuku Bima? +: Apa itu? v: Kurang Kuat Bini Marah... --0-
Sri Wasono Widodo
Pelajaran hari ini. Pepatah Jawa: wani ngalah luhur wekasane. (Sifat Berani mengalah mendatangkan kebaikan). Hadits Rasulullah: berbohong mencegah kematian wajib hukumnya (keharusan) Keduanya ternyata nilai universal.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
HARIMAU PALING BUAS ITU BERNAMA HOAKS: "JEMPOL" JUGA PERLU PENDIDIKAN KARAKTER.. Empat belas harimau di hutan ternyata tidak semenakutkan satu harimau di media sosial. 1) Yang di hutan tinggal di kandang. 2) Yang di dunia digital berkeliaran tanpa pagar. Mangsanya bukan rusa, melainkan reputasi yang dibangun puluhan tahun. Menariknya, respons Irwan Hidayat bukan memperbanyak sangkar, melainkan memperkuat mutu. Ia sadar, kepercayaan publik tidak dipelihara dengan kemarahan, tetapi dengan konsistensi. Reputasi, seperti "pohon yang ditanam" Pak Dahlan, tumbuh pelan. Hoaks, sebaliknya, tumbuh "secepat jempol bergerak". Ada ironi kecil. Harimau asli termasuk satwa yang kini justru dilindungi. Harimau "digital" malah berkembang biak tanpa musim kawin. Seekor muncul, beberapa menit kemudian sudah beranak-pinak di berbagai grup. Barangkali itulah pelajaran terpenting. Menanam pohon membutuhkan tahun. Menumbuhkan kepercayaan membutuhkan puluhan tahun. Merusaknya? Kadang cukup satu unggahan dan satu tombol "teruskan". Itu sebabnya, jempol juga perlu diberi pendidikan karakter.
siti asiyah
Gak bijak blass si Abah pagi ini.Gak nyambung banget dengan teladan Khonghucu.Khonghucu membenarkan si ngeyel 150 agar tak ada yang dipotong lehernya dan agar si kepala desa tak kehilangan jabatannya, si ngeyel 150-pun dapat kainnya. Gak sebanding kan manakala ada si ngeyel cuman 1 orang lantas mengorbankan seluruh kewarasan,......lebih menyedihkan lagi seluruh kewarasan itu yang menopang hidup si 1 yang ngeyel itu. Segera hapus kalimat terakhir CHDI pagi ini dan tobat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
YANG LUNAK SERING LEBIH KUAT LHO.. Ada pepatah Tiongkok yang terasa sangat pas untuk tulisan hari ini: 以德服人. Artinya: menaklukkan orang dengan kebajikan, bukan dengan kekuasaan. Irwan Hidayat memilih jalan itu. Pembuat hoaks tidak diseret ke pengadilan. Ia diajak melihat laboratorium. Diberi kesempatan memahami fakta. Ternyata, ilmu pengetahuan dan kebesaran hati bisa berjalan beriringan. Pepatah lain berbunyi, 上善若水. Kebajikan tertinggi itu seperti air. Air tidak berisik. Tidak suka bertengkar. Tetapi sanggup mengikis batu yang paling keras. MENARIKNYA.. 1) Hoaks sering datang membawa pengeras suara. 2) Fakta hanya membawa mikroskop. Untungnya, mikroskop tidak perlu berteriak. Ia cukup membuktikan. 3) Dan sejarah menunjukkan, suara paling keras belum tentu suara yang paling benar. Kadang yang paling pelan justru yang paling lama bertahan.
Sulaspin
Mau mengalah. Keporo ngalah. Rebutan ngalah. Wani ngalah. Ini barang langka di zaman sekarang. Semua ingin menang sendiri. Rebutan menang. Meski sudah jelas salah, masih ngotot merasa benar. Tidak mau mengakui kesalahannya. Sebaik-sebaik orang yang bersalah adalah minta maaf dan bertaubat. Untuk minta maaf tidak perlu menunggu datangnya hari raya Idul Fitri. Kelamaan menunggu. Mati datangnya sewaktu-waktu. Tidak bisa dimajukan. Dan tidak bisa dimundurkan. Segeralah minta maaf dan bertobat. Mumpung masih ada kesempatan. Sebelum terlambat. Sebelum ajal tiba.
Leong Putu
Madu bisa bikin bergairah tapi juga bisa bikin loyo. Hoax atau tidak?
Fauzan Samsuri
Pelajaran yang dapat diambil dari CHDI hari ini tentsng pak Irwan Hidayat, untuk menjadi pemenang tidak selalu menggunakan jalur hukum bahkan jalur kebaikanlah yang mengantar seseorang untuk memperoleh kemenangan sesungguhnya
hanya yotup
Kesimpulan sederhana dari kisah Konghucu ini adalah sing waras ngalah. Apabila bertemu orang yang ngeyelan, memaksakan semua program yang ada dalam pikirannya tanpa peduli dengan kritik apapun, maka mengalahlah. Sing waras ngalah. Bukan karena kita salah dan menjadi kalah, tapi karena kita masih waras.
Saiful Bahri
Bijak dan sikap ngalah itu memang berat, seberat membuang harga diri tatkala dihina pihak lain.
riansyah harun
Di era sekarang ini, sudah tidak jelas lagi, mana yang hoax dan mana yang bukan hoax. Rasanya orang seperti Pak Irwan Hidayat, yang Pimpinan Tertinggi jamu Sido Muncul ini, sudah seperti orang langka yang ada di jagad raya. Siapa tau dengan desakan pemilik Disway, Pak Irwan bisa menuliskan Biografinya. Apalagi dengan prinsip langkanya yang tidak mau mencari musuh, menjaga alam, dan bijaksana dalam hidup. Siapa tau pula kepada orang orang yang akan memberikan Hadiah dengan imbalan sesuatu, misalnya seperti mobil dengan harga 2 M yang diminta atasannya, bisa lebih sadar, kalau hidup ini tidak melulu hanya melalui jalan "spesial" seperti itu..??? Atasannya di ciduk, anak buahnya di ciduk, dan nama yang tercoreng, sungguh merupakan hidup yang tidak mengenakan. Mungkin kita perlu belajar dari si penjual kain, kepala desa, dan orang yang paling bijaksana seperti lukisan besar yang ada di lobi Hotel Tentrem Semarang itu.
MULIYANTO KRISTA
Lihat foto kedua, akhirnya terbukti benar bahwa "keplek" yang dipakai di pabrik Sido Muncul lebih keren daripada yang dipakai abah di NYSE waktu itu. .. #amerika kalah sama amriki. ..
Achmad Faisol
@pak jo neka di dunia sastra, cerita hewan disebut fabel... mengapa ada fabel? ini untuk variasi dan menghaluskan cerita dibandingkan cerita orang... setiap fabel ada pesan moral... guru pasti memberi tahu pesan moral... untuk cerita kancil pesan moral antara lain kecerdikan dan kelicikan... kecerdikan tidak boleh untuk kelicikan...
Achmad Faisol
nasihat yang ga apple-to-apple seperti inilah yang banyak beredar... ini yang membuat orang salah teguh pada pendiriannya... akhirnya, orang memilih melakukan kesalahan karena dapat pembelaan dari orang bijak... lantas, buat apa dibentuk hukum...? nabi musa sopan kepada fir'aun... namun, harus dilanjutkan, bahwa fir'aun ditenggelamkan karena tetap seperti itu... konghuchu bersikap seperti itu karena ada yang mau bunuh diri... apa kalau rakyat ga bijaksana ada yang mau bunuh diri...? tolong sebutkan, pak, jangan membuat hoaks.. he he he...
Akem SNJ
Pas scrol medsos beberapa waktu lalu, ada foto Abah. Ternyata suara yang muncul mengiringi foto itu adalah wawancara dari wartawan. Abah bilang, sedang perjalanan menuju pabrik Polytron. Ternyata rupanya perjalanan Disway Explore Business with Dahlan Iskan.. Penasaran dengan cerita kunjungan ke Polytron, yang sekarang sudah masuk ke produksi motor dan mobil listrik. Berkali-kali tulisan Disway muncul sejak wawancara itu, ternyata belum ditulis juga. Ayo Bah, tulis dong tentang Polytron.. Semoga komentar ini dibaca dan lanjut Abah tulis tentang Polytron.. Pasti menarik.. Terima kasih Abah.. :)
Runner
Berhitung itu ilmu pasti. Pasti jawabnya. Kalau mau main “pelesetan” cari ilmu lain.
Achmad Faisol
ada kebijaksanaan dan keadilan... salah satu hilang ibarat burung terpotong satu sayap...
DeniK
menangani satu hoak saja perlu effort begitu besar , bagaimana kalau yang membuat hoak itu ribuan ,ratusan ribu pun jutaan ? habis energi untuk mengajak mereka ke pabrik . pebisnis melihat peluang itu timbulah yang di namakan perusahaan buzzers. efective ? yaa untuk saat ini . penuhi kolom komentar oleh pekerja perusahaan buzzers sesuai kontrak . maka opini masyarakat bisa tergiring .
alasroban
"Di Ungaran, selatan Semarang."" Kalimat Itu cukup untuk membangunan arwah Cornelis Speelman. Karena waktu dia menerima wilayah Semarang dari raja jawa ora ndolor bernama Amangkurat II. Wilayah Semarang yang di makzud adalah membentang dari pesisir utara sampe menjorok ke pedalaman berbatasan dengan Boyolali di lereng Merbabu. Saya sendiri masih bertanya-tanya, mengapa wilayah Semarang bisa menjorok sejauh itu ke pedalaman Jawa Tengah. secara geografis terasa janggal. Kalau melihat pola pembagian wilayah pada masa kolonial, rasanya sulit untuk tidak curiga bahwa ini bagian dari akal-akalan Belanda. Dengan menguasai satu wilayah administratif yang memanjang dari pelabuhan hingga daerah pedalaman, mereka bisa mengendalikan jalur perdagangan, hasil bumi dan akses transportasi dalam satu kesatuan.
Alex Ping
"Tidak mau mengadukan orang yang mencelakakannya juga didasari prinsip dalam hidup: Harus ada ornag mau mengalah." "Mengalah" menurut saya hanya bisa dilakukan pihak yang lebih kuat, karena jika pihak yang lebih lemah itu mengalah karena tidak punya pilihan menurut saya itu bukan mengalah namanya. Dalam kasus misalnya dalam sebuah kecelakaan pihak korban jauh lebih lemah dari pihak tersangka, ujung2nya berakhir damai, apakah ini mengalah?. Dalam kasus pelanggaran lalu lintas, Sang polisi akhirnya membiarkan Si pelanggar pergi, apakah ada yang percaya bahwa Sang polisi mengalah? Lain lagi kasus ijasah yang ga selesai-selesai itu karena sama-sama tidak ada yang mau kalah, eh maksudnya mengalah.
Joko Wito
"Kalau binatang saja disayang apalagi orang yang minum Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G".Pengusaha hidup, mati dan mimpi menyatu dengan usahanya. Segala ucapan di harapkan memberi dampak positif pada produknya.Tahun 95,saya pernah bekerja di Ballroom Hyatt Regency sby.Suatu waktu ada event sangat meriah, ulang tahun pernikahan bpk JF katuari bos Wings.Dipanggung mc bertanya apa resep awet muda,selalu sehat,rumah tangga langgeng & harmonis. Ibu katuari yang bergegas menjawab dengan raut muka berbinar binar. "Resepnya hanya satu, selalu memakai sabun wings".Spontan undangan berdiri, tepuk tangan panjang menggema di seluruh ruangan.Dentuman grup band ikut menambah riuhnya suasana.Mengubur logika,apa hubungannya sabun dengan yang disebutkan tadi... Itulah pengusaha sejati.Apapun jadi promosi,untuk produk yang sudah menyatu di urat nadi.
pak tani
Sepertinya jadwal Pak Bos agak kendor di Kanada, buktinya bisa memilih kompil banyak sekali. Perjalanan 4-5jam Toronto Ottawa tentu pikiran kemana2. Ditambah provokasi perusuh, madu madu madu.. wani. Alhasil jadi Homesick, alias rindu bojo. Eh rindu kampung. Tapi Pak Bos tentu gengsi mau nulis kangen Galuh Banjar. Maka diselipkan banyak kode malu2 di tulisan beliau belakangan ini. Seperti melambai, SW60 indah, dan tentu tulisan hari ini,.. JAMU! Oalah... ternyata menjelang malam Jum'at. Mesikpun beda 11 jam :)
pak tani
Bos SIDO ini memang nyentrik sekali. Pabrik setara lab farmasi tentu standar K3 nya super ketat. Tapi lihat outfit nya bos SIDO. Cuma pakai kaos dan sandal teplek wkwkwk. Luar biasa Pak Irwan. Untung beliau tidak buat catatan harian juga. Bisa dirujak perusuh melihat penampilannya yang seperti itu. Lebih mirip seniman. Tapi tentu perusuh akan diam... cep klakep. Kalau melihat isi rekeningnya wkwkwk
Ojol Gacor
Kisah perdebatan penjual kain dan pembelinya mengingatkan saya kepada masa pergantian milenial dulu. Saat itu semua orang beranggapan dan akan merayakan pergantian tahun dari tahun 1999 ke tahun 2000 adalah perayaan pergantian milenium. Semua orang bersemangat menyambutnya dan akan merayakan secara besar besaran. Tetapi yang saya tahu, hanya ada 2 orang yang menyatakan itu salah. Yaitu PM Australia saat itu John Howard dan Bapak saya. Menurut mereka, tahun 2000 itu bukan tahun ke-1 Milenium ke-3. Tetapi tahun terakhir milenium ke-2. Saya dan semua orang menganggap mereka aneh dan salah. Tetapi akhirnya saya sadar ternyata merekalah yang benar. Alhasil kita telah merayakan tahun yang tidak berhak dirayakan besar besaran, sedangkan yang berhak justru dianggap sama seperti 999 tahun lainnya.
Herry Isnurdono
Abah DI kenal dan berkawan dgn Irwan Hidayat (Dirut Sidomuncul). Saking dekatnya, sampai dijemput, dan bertemu di Kanada. Saya tidak tahu pasti Abah DI kenal dan dekat dgn kakak Irwan Hidayat, namanya David Hidayat (Direktur Sidomuncul). Sebelumnya Dirut Sidomuncul, David Hidayat. RUPS April 2026, Irwan menggantikan kakaknya, David. Sebelumnya Irwan, menjabat Direktur. Jadi saling tukar jabatan/saling bergantian. Orang tidak tahu, bahwa kunci/orang penting Sidomuncul, adalah David Hidayat. Tapi untuk urusan promosi/public relation untuk Sidomuncul, yaitu Irwan Hidayat. Jadi orang tahunya Sidomuncul, tahunya Irwan Hidayat. Orang perbankan pasti kenal dan tahu David Hidayat. Jadi untuk urusan bisnis dan keuangan pasti lewat David Hidayat. Tahun 2008 an kebetulan Sidomuncul, dijadwalkan akan teken akad Perjanjian Kredit dari suatu Bank BUMN di Notaris, tapi batal karena hari itu juga, Sidomuncul ternyata teken akad kredit, dari bank swasta pesaing bank BUMN. Jadi Sidomuncul ini memang jadi incaran pihak perbankan sejak dulu. Tahun 2008 an, sebelum Sidomuncul akan berencana utk bangun hotel di Yogyakarta, Hotel Tentrem Yk, saya pernah diberitahu oleh David Hidayat. Kebetulan bertemu di restoran Jepang, miliknya di Jl. Gajahmada, Semarang. Bertemu tanpa sengaja, pas makan malam bersama keluarga. Ngobrol2 dan berkenalan, setelah diinfokan oleh pelayan restoran, bahwa David Hidayat, sang pemilik datang ke restorannya.
Taufik Hidayat
Judul artikel kali ini: Hoaks Bijaksana, kata bijaksana koq mengingatkan saya akan bahasa Spanyol untuk sabia dan sabio dan kata bendanya sabiduria. Tapi dari has Spanyol pula saya tahu bahwa untuk bijaksana kita harus memiliki pengetahuan alias knowledge. Waktu ke Ciudad de Panama, ???????? ketika itu Piala Dunia juga sedang main pada 2014 lalu , saya menginap di Ciudad de Saber, tidak jauh dari Terusan Panama. Ciudad de Saber diterjemahkan menjadi City of Knowlede, Kata Saber sendiri merupakan kata dasar untuk to Know …. Yuk kita banyak banyak makan tahu agar banyak pengetahuan dan kemudian jadi sabia atau sabio alias orang yg bijak sana . Oh ya sabia untuk cewek sabio untuk cowok ya …
mario handoko
selamat siang bp prof liang. 3 x 8 = 23 ? 10 + 6 = 17 ? untunglah rusuhwan rusuhwaty sudah terlatih berpikir dengan jernih. sehingga teknik big lie ala joseph goebbels. sebuah kebohongan yg diulang terus menerus, lama kelamaan orang akan percaya. tidak berlaku di ruang komentar chd.
Liáng - βιολί ζήτα
Ada baiknya rakyat ikut bijaksana seperti Konghucu terutama di saat melihat kenyataan ada pemimpin yang seperti pembeli kain itu. (DAHLAN ISKAN) Sepenggal kisah Confucius (孔子 Kǒngzǐ) yang dikutip CHDI hari ini..... Itu terkait dengan salah seorang murid Confucius (孔子 Kǒngzǐ) yang bernama : 顏回 (Yán huí). Tentu saja "cara mendidik murid" pada zaman dahulu (sebelum abad Masehi) sangat berbeda dengan zaman sekarang ini !! Meski intisarinya (kebajikannya) masih relevan hingga kini. Dan..... sangat disayangkan..... interpretasi Abah DI di dalam CHDI hari ini sepertinya berpotensi untuk menimbulkan persepsi yang melenceng jauh dari apa yang dimaksud pada awalnya. Mengapa Abah tidak menuliskannya lebih lengkap (meski secara singkat) : apa, mengapa dan bagaimana hal itu terjadi..... dan apa kelanjutannya antara Confucius (孔子 Kǒngzǐ) dan muridnya yang bernama 顏回 (Yán huí) tersebut ?? Bukankah masih ada setidaknya 2 nasihat lainnya dari Confucius (孔子 Kǒngzǐ) untuk muridnya tersebut, tidak lama setelah kejadian hitung-hitungan itu..... Selengkapnya, Anda dapat menemukannya pada The Analects of Confucius.
Johannes Kitono
Irwan Sido Hidayat. Adalah tidak benar kalau dikatakan Irwan tidak mencari musuh. Setiap kali ke Prisma Sport Club bersama drg John Takili hopengnya. Pasti mencari musuh yang seimbang dilapangan tenis. Biasanya abang Cen Fu asal Pontianak. Taruhannya pakai Barel non Pertamina. Kalau main bertiga posisi Irwan selalu ditengah. Volleynya masih bagus untuk pemain yang sudah kepala 7. Setiap kali dapat poin langsung ada teriakan " Hidup Kuku Bima " dari para pendukungnya. Tolak Angin dan Kuku Bima adalah Selling point Sido. Dalam dunia bisnis boleh memuji produk sendiri tanpa harus menjelekkan produk kompetitor. Itu prinsip yang dipegang oleh Irwan Hidayat. Lapangan Tenis Prisma jadi saksi. Bozzz Kalbe Farma Farmasi modern dan Bozz Jamu Sido Muncul. Mereka seharusnya bersaing di pasar tapi justru berteman di Prisma. Bahasa tenis barel telah menyatukan mereka. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Juve Zhang
Taipan IH ternyata mengatakan ketika wawancara hidup beliau walaupun banyak uang tak bisa disebut bahagia.... itulah uniknya manusia .... dompet isi 5 lembar nominal 2000 an jelas gak bahagia stress lihat bayaran ini itu....ternyata banyak uang juga tidak menjamin bahagia....... kelihatan nya manusia sudah berubah banyak ....dulu bisa beli mesin jahit merk Singer ...bisa beli sepeda kayuh merk Phoenix sudah bahagia lahir batin....sekarang punya pabrik hebat hotel bintang lima ternyata tidak ada jaminan bahagia ....DNA sudah berubah.
Muh Nursalim
Ada petani menjelaskan. Tentang jalan combine ke sawah yang susah. Jlentreh sampai berbusa wapres ndak paham juga."apa combinenya tidak dipikul saja ?".Ya, udah petani mengalah. Karena yang ia tahu mungkin combine itu sejenis tamiya. Tak usah diteruskan menjelaskan. Petani mengalah. Agar tidak ada yang tercemarkan. Jurus Conghuchu dipakai petani Gorontalo tersebut. Daripada meneruskan penjelasan yang tidak lain adalah mempermalukan sang wakil.
Achmad Faisol
sang ibu diundang Irwan ke pabrik Sido Muncul. Ditunjukkan padanyi modernitas pabriknya. Juga modernitas peralatan lab-nya. Akhirnya sang ibu mencabut posting-annyi. ####### pak irwan orang besar melawan orang kecil, kebijaksanaan diambil... analogi yang tepat adalah orang besar itu pejabat, orang kecil itu rakyat biasa termasuk mahasiswa... dulu, saat ada yang posting menu mbg ga bagus, apa yang dilakukan orang besar...? apakah mengajak ke sppg, ditunjukkan modernitas gedung dan peralatannya...? saat ada yang memposting kdmp dibangun di tempat yang tidak sesuai, kebijaksanaan apa yang dilakukan orang besar...? saat ada mahasiswa mengkritik, apa yang dilakukan orang besar...? apakah ditunjukkan pemikiran strategis pembangunan bangsa...?
Bahtiar HS
Saya membaca lead pembuka CHD hari ini dg kernyit di dahi. Coba lihat: HUJAN lebat menyambut kedatangan saya di Ottawa. Cerita perjalanan lima jam Toronto-Baturaja-Ottawa ini saya simpan dulu. Tidak seseru perjalanan darat Lampung-Kingstone-Palembang. Baturaja dan Kingstone bertukar tempat. Pasti disengaja sama Abah. Dan tentu ada maksud tertentu. Barulah saya agak mengerti stlh selesai membacanya hingga Konghucu mengakhiri polemik pembeli, penjual dan lurah. Sebuah ajaran kebijaksanaan tingkat suhu di atas sekedar kebenaran. Kalau jawab dg benar, ada yg akan kehilangan kepala. Orang Jawa bilang: BENER, ning durung mesti PENER. Benar, tp blm tentu tepat. Maka Konghucu menjawabnya dg bijak. Spt peribahasa Arab: "Setiap kebenaran ada tempatnya, ttp tdk setiap tempat cocok utk mendengar kebenaran itu." Socrates punya konsep terkenal "The Triple Filter Test" (Uji Tiga Saringan) sblm kita menyampaikan kebenaran. Pertama, is it true (Kebenaran)? Kedua, is it good (Kebaikan)? Dan ketiga, is it useful/necessary (Berguna)? Socrates mengajarkan meski sesuatu itu benar, jk tdk membawa kebaikan dan tdk ada gunanya, mk kebenaran itu tdk perlu diungkapkan. Itulah kebijaksanaan. Maka meski Abah banyak salah tulis di CHD ini, sy diam saja. Diam itu emas. Diam itu kebijaksanaan. Biarlah tiap org mengambil pelajaran sendiri2. Mungkin termasuk beliau yg bilang 10+6=17 dan baca CHD ini. Spy lbh bijak dlm berpidato berikutnya :)) Ukurannya gampang: IHSG/Rupiah naik ato turun stlh itu?
yea aina
Cerita 5 jam perjalanan Toronto-Kingston-Otawa, ternyata kalah seru dibandingkan otw Lampung-Baturaja-Palembang. Sampai oleh penulisnya, sengaja saling ditukar, dua nama daerah itu: Kingston dan Baturaja. Ada cerita lain yang lebih seru, terkait Lampung dan Baturaja. Konon di daerah Lampung sana, pernah ada seseorang yang menobatkan dirinya, sebagai baginda raja. Dengan menjalani ritual, yang menonjolkan satu adegan kontroversial: injak ndas kebo. Sebuah upaya simbolik, yang mempertontonkan, bahwa dirinya merasa masih berkuasa. Mungkin ia memang pantas dinobatkan, sebagai raja kepala batu. Stone head king. Bukan Kingston, apalagi Baturaja, tapi soloraja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 17
Silahkan login untuk berkomentar