Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

--

Bagi orang bisnis, berita terbesar di peringatan proklamasi kemerdekaan hari ini adalah: dijualnya saham mayoritas perusahaan raksasa tambang PT Bayan ke ''Raja Sembilan Haji'': Haji Isam.

Sumber tepercaya Disway menyebutkan sebanyak 62 persen saham PT Bayan sudah beralih ke Haji Isam lewat perusahaannya, PT Jhonlin.

Berarti tahun depan orang terkaya Indonesia bukan lagi Datuk Low Tuck Kwong, pemegang saham mayoritas PT Bayan selama ini. Bisa jadi orang terkaya Indonesia tahun depan adalah Haji Isam yang nama lengkapnya Haji Andi Syamsuddin Arsyad.

Anda sudah tahu: PT Bayan Resources adalah perusahaan tambang dengan laba terbesar di Indonesia. Dua tahun lalu labanya Rp32 triliun setahun.

Anda sudah tahu: pemegang saham PT Bayan Resources Tbk selama ini adalah Datuk Dr Low Tuck Kwong dan anaknya, Elaine Low (62,22 persen): 40,22 dan 22 persen.

Sisanya dipegang PT Sumber Suryadaya Prima sekitar 10 persen. Pemilik perusahaan ini juga saya kenal sangat baik. Masih ada dua pemegang saham kecil: Lim Chai Hock (3,26 persen) dan Jenny Quantero (2,99 persen). Sisanya, sekitar 20 persen, milik publik lewat pasar modal.

Kalau Haji Isam sudah mengambil alih sebanyak 62 persen berarti habislah saham Datuk Low Tuck Kwong di Bayan. Berakhir pula kisah Raja Ajaib di dunia tambang.

Bayan bukanlah perusahaan tambang terbesar tapi bisa meraih laba terbesar. Berarti perusahaan ini luar biasa efisien. Labanya mengalahkan laba KPC milik grup Bakrie dan Adaro milik Boy Thohir –padahal tambang mereka lebih besar.

Saya masih belum bisa menuliskan bagaimana skenario transaksinya. Misalnya apakah pembelian 62 persen saham seharga Rp300 triliun itu dibayar lunas oleh Haji Isam. Atau dibayar dengan cara lain. Anda bisa bantu saya merumuskan cara pembayaran yang bagaimana yang tidak memberatkan cash flow Haji Isam.

Yang lebih menarik bagi saya adalah hadirnya dua anak muda di transaksi ini. Lihatlah foto pertama di tulisan ini. Anda sudah kenal: yang di tengah itu Datuk Low dan Haji Isam. Yang paling kiri adalah Norman Joesoef. Sedang yang paling kanan adalah Alwin Cipto Ciputra.


--

Norman Joesoef adalah putra pengusaha sukses Harsha Joesoef: partner FedEx di Indonesia. Harsha sampai sekarang masih menjabat duta besar Indonesia di Slovakia. Menjabat di Slovakia sejak 2019. Namun masih kalah lama dari dubes kita di Beijing, Djauhari Oratmangoen.

Siapa Alwin Cipto Ciputra? Awalnya saya kira itu Cipta Ciputra, cucu pengusaha Tionghoa yang tergolong paling nasionalis, alm Ciputra. Ternyata Alwin Cipto Ciputra tidak ada hubungan dengan keluarga Ciputra Group. Maka saya batalkan rencana ucapkan selamat kepada Cipta Ciputra.

"Kami memang berteman tapi ia bukan keluarga kami," ujar Cipta Ciputra Harun, cucu Ciputra dari Harun Hayadi.

Saya pun ingat: di dekat Bintaro juga ada toko bernama Toko Ciputra. Ternyata juga tidak ada hubungan bisnis dengan keluarga Ciputra Group. Toko mebel itu diberi nama Ciputra karena lokasinya di Jalan Ciputat Raya.


--

Alwin Cipto Ciputra ternyata memang sudah lama bergerak di bisnis tambang. Sedang Norman selama ini dikenal sebagai penerus perusahaan pengirim barang yang dirintis bapaknya: RPX-FedEx yang terkenal itu. Maka Norman dan Alwin kini berada di lingkaran Haji Isam. Peta penguasaan tambang batu bara pun berubah drastis.

Saya pernah berkunjung ke PT Bayan. Naik speed boat berjam-jam. Ternyata Datul Low sedang di lokasi. Saya pun bisa ngobrol dan makan malam bersamanya. Pulangnya saya boleh nunut helikopternya Datuk Low.

BACA JUGA:Durian Low

BACA JUGA:Jadi WNI

BACA JUGA:Low 100 Kilo

Tentu saya juga sempat melihat-lihat kebun binatang kesayangan Datuk di pedalaman Kaltim. Datuk sendiri yang jadi tour guide-nya.

Mungkin banyak yang kasihan kepada Datuk: bisnis bersejarahnya berakhir di zaman pemerintahan Presiden Prabowo. Mungkin ada juga yang lebih kasihan kepada binatang-binatang langka di kebun binatangnya itu.

Yang jelas Datuk kelihatannya sudah merdeka di ultah kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia hari ini. Dengan uang Rp300 triliun –hasil penjualan saham Bayannya– rasanya, hari ini, Datuk Low-lah yang paling merdeka di antara penduduk Republik Indonesia. (Dahlan Iskan)


--

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 16 Agustus 2026: Dear Cinta

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SURAT YANG LEBIH PANJANG UMURNYA DARIPADA MANUSIA.. Yang paling menyentuh dari Dear You bukan kisah cintanya. Melainkan surat. Surat ternyata bisa menjadi manusia pengganti. Ia membawa kabar, uang, harapan, bahkan kebohongan yang diniatkan sebagai kebaikan. Nanzhi berbohong bertahun-tahun. Tetapi bukan untuk mengambil suami orang. Justru untuk menjaga hati seorang perempuan yang ditinggalkan. Di situlah ceritanya menjadi tragis. Kebenaran akhirnya datang. Tetapi datang terlambat. Bahkan membawa foto yang salah tafsir. Satu foto bisa menghancurkan hidup seseorang. Zaman itu belum ada WhatsApp. Salah kirim masih berupa surat. Salah tafsir bisa berlangsung puluhan tahun. Sekarang keadaan terbalik. Surat sudah mati. Tetapi rasa ingin tahu justru hidup 24 jam. “Sedang di mana?” “Dengan siapa?” “Kok online tapi tidak membalas?” Teknologi membuat jarak hilang. Sekaligus membuat kepercayaan semakin mahal. Dulu cinta diuji oleh jarak. Sekarang cinta diuji oleh last seen. Barangkali itu kemajuan. Barangkali juga ujian dengan bentuk baru.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

ADA “PUSAT LITERASI” DI BALIK KISAH CINTA ITU.. Ada detail Dear You yang menurut saya justru sangat menarik. Bukan soal suratnya. Bukan pula soal cinta segitiga yang ternyata bukan segitiga. Melainkan sekolah kecil di rumah kos. Nanzhi semula buta huruf. Ia diam-diam ikut belajar membaca bersama anak-anak perantau. Dari situlah ia kemudian mampu membaca surat Musheng. Lalu menulis surat kepada istrinya di Shantou. Jadi, tanpa disadari, film ini sebenarnya bercerita tentang transformasi sosial: Dari orang yang tidak bisa membaca menjadi orang yang memegang nasib komunikasi satu keluarga. Literasi mengubah posisi seseorang dalam masyarakat. Yang lebih menarik, surat yang ditulis Nanzhi bukan sekadar pesan. Ia menjadi remittance letter, atau qiaopi: Surat yang sekaligus membawa uang pulang. Tradisi ini kemudian menjadi bagian penting sejarah diaspora Tionghoa dan kini bahkan mendapat pengakuan UNESCO. Ada ironi kecil. Nanzhi belajar membaca agar memahami surat. Setelah pandai membaca, justru ia harus menulis surat yang tidak sepenuhnya benar. Kadang pendidikan memang membuat orang tahu kebenaran. Tetapi dalam film ini, justru orang yang sudah melek huruf memilih menyembunyikannya.

Wilwa

Ibarat bahasa Jawa, Tiouciu itu ibarat dialek Tegal dan Hokkien dialek Suroboyoan. Lalu Hakka/Khek ibarat bahasa Melayu Riau dan Bahasa Mandarin ibarat Bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa pemersatu. Dan ada kesamaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin: baru seabad dipopulerkan sebagai bahasa nasional alias bahasa pemersatu. Walaupun akarnya sudah ada minimal seribu tahun yang lalu. Simak youtube ini: How Old Is Mandarin, Really? 6 Aug 2026. Julesy.

Taufik Hidayat

Wah dari sekian banyak artikel Abah di CHDI Baru kali ini topiknya tentang film. Film Tiongkok Dear You Yang kebetulan ingin saya tonton tapi belum sempat ke bioskop. Koq Abah DI Jadi sama dengan saya yang kebetulan bergabung dengan komunitas KOMİK di Kompasiana , kami hobi nonton film dan seringnya Dalam acara presa Screening untuk kemudian menuliskannya di artikel. Tapi ketika membaca tulisan tentah Dear You ini, Jadi spoiler. Kisahnya sampai habis ditulis lengkap. He he Namun baru tahu Ada dialek atau bahasa zhaozhao? Selama ini hanya tahu hakka aja. Kalau abah ngerti berapa persen?

Mpok Dipa

Bu Albertina adalah sosok almarhumah yg saya kagumi, ketika dulu anak saya yg kukiah di UB masih kelas 1 SD, bu Albertina lah yg memaksa anak 1 kelas untuk bisa menulis bagus sesuai dengan EYD. Tulisan tidak bagus tak boleh pulang, sampai org tua yg menjemput kadang lelah menunggu. Tapi hasilnya sekarang bisa di nikmati para ortu, tulisan tangan anak² yg dulu di paksa menulis bagus itu tetap terjaga. Semoga Tuhan mengasihimu di surgaNya ya ibu Albertina. Sekarang ini, bukan tentang masalah surat tak sampai persoalannya. Tetapi, tentang kenapa tulisan tangan manusia jaman sekarang sulit di baca. Sering saya menemukan orang menulis alamat di sebuah surat/paket yang bikin kening saya berkerut. Terkadang saya berpikir "Kalau tulisan tangan ibunya bentukan tulisannya seperti ini, bentukan tulisan tangannya seperti apa" he he he. Alhasil sering saya menghubungi no pengirim surat/paket untuk menuliskan alamat lewat pesan WA, agar jelas terbaca dan saya menulisnya ulang. Kalau mereka mau (,kebanyskan mau, daripada surat/paket mereka tak sampai), mereka bayar 1000 lewat Qris yg saya kirimkan he he he. Yaaah lumayan juga sih hasilnya, bisa buat beli token listrik di toko sama air isi ulang buat mbaknya yg kerja. Meski tak sebanyak hasil dari mengupas bawang versi pak PS (bukan versi ibu Susana) hi hi hi.

Wilwa

Kesimpulan: Anaknya Iskan bukan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) apalagi ISTIKOMAH (Ikatan Suami Takut Istri Kalo di Rumah, kalau di luar rumah jadi Lelanange Jagad), tapi SIAP (Setia Istri Anti Poligami) sehingga istilah “Mindo” (=twice) tak ada dalam kamusnya. :):):)

Mery Veronica

Tulisan Disway hari ini mengandung Spoiler Sang istri bernama Ye Shu Rou (叶淑柔)bukan Ye Shu Rao Sang suami pergi ke Nan Yang bukan karena perang candu, diceritakan Kuomintang mau rekrut paksa lelaki dewasa buat jadi tentara. (Dari tahun sang Suami kabur ke Nanyang di tahun 1948 mestinya lagi perang sipil Kuomintang vs Komunis China) Xie Nan Zi masih sering kirim surat ke Ye Shu Rou sesudah insiden "salah paham", tapi suratnya dibalikin karena diceritakan Ye Shu Rou dan keluarga pindah alamat sesudah mengira suaminya selingkuh, sampai era kirim surat menyurat berakhir dan mereka benar2 lost contact.

Ahmad Zuhri

Saya masih mengalami kirim surat seperti itu.. Masa masih MTs / SMP, pakai kertas yg wangi itu, tentu nya titip teman karena blm berani menyerahkan nya secara langsung.. begitu jg balasannya, deg2 an dan gembira campur aduk jadi 1. Membuat hati berbunga2 dan hari2 jg lebih berwarna.. biasanya penutup nya ada kata-kata semacam pantun sih. 4 x 4 = 16, sempat tak sempat harus di balas.. Atau semacam kode "Salam SLANK " = Sudah Lama Aku Naksir Kamu.. Tapi itulah bunga2 pergaulan remaja dan tidak terfikir serius bahwa itu jodohnya kelak.. sampai nasib dan takdir yg memisahkan kita. Tapi kadang kl pulang ketemu sama si dia, sekedar senyum simpul saja.. itu udah cukup mengingat nostalgia yg pernah ada. Lanjut dengan mantan pacar yg sekarang, dulu jg masih mengalami surat-surat an, medio 2005 - 2010.. hp jg baru sms, tarif tlp jg masih cukup mahal waktu itu.. Dari dia suratnya bisa panjang beberapa lembar dan mengalir seperti cerita kegiatannya, lha tak balas cuma 1 lembar.. singkat padat dan jelas. Terpisah antar pulau dan jarak yg jauh, menunggu surat itu seperti sesuatu yg sangat menyenangkan.. Seperti nya surat-surat itu masih ada deh, sampai lembar boarding pesawat.. karena itu bukti bagian sejarah perjuangan dan perjalanan hidup. Tapi mmg benar ada nya.."first love, never last".. (Ssssttt ini rahasia ya.....)

Achmad Faisol

tertulis: Rp700,00/kg... karena sering ke luar negeri, pemisah ribuan menggunakan tanda 'koma'... "wah ini salah ketik, harusnya 700,000/kg..." terjadilah apa yang sudah terjadi... he he he...

riansyah harun

Disaat membaca tulisan Pak Dahlan mengenai Dear You inipun, saya sudah sedih. Saya sudah bisa membayangkan bagaimana cinta itu berbicara dalam hati. Antara cinta murni sepasang suami istri, dan cinta terpendam antara seseorang wanita berhati mulia kepada suami orang. Mengorbankan hartanyi untuk keluarga pujaan sang hati. Itu tahun 1940-an..., saat belum ada HP. Saya sudah bisa membayangkan pula, seandainya "cinta mati" Xie Nanzhi itu di zaman seperti sekarang ini, pasti mereka sudah nikah resmi atau nikah tapi tidak resmi. Uppsss..., kok ada nikah 2 versi seperti itu...??? Tanyakan kepada orang yang sudah mengalaminya.... Dan siapa tau di pertemuan Para Perusuh besok ini, ada yang seperti itu....??? Salam perusuh....

lasroban

Setelah membaca disway pagi ini jadi bingung mau nonton "Kung Fu Soccer" apa "Dear You" :)

Ahmed Nurjubaedi

AKU INGIN-- Aku ingin mencintaimu dengan sederhana/ Dengan kata yang tak sempat diucapkan/ Kayu kepada api yang menjadikannya Abu// Aku ingin mencintaimu dengan sederhana/ Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan/ Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada// #Sapardi Djoko Damono

Ciga Sama

Yang paling pandai menipu manusia adalah mata. Mata itu polos: ia hanya melihat. tetapi manusia buru-buru menyimpulkan. Politisi mendadak berpeci agar tampak religius. Penguasa konoha memakai jas dan peci agar nasionalismenya kelihatan. Pemburu koruptor mengenakan seragam gagah supaya orang lupa bertanya apa yang ada di brankas. Ada yang memakai kacamata di foto ijazah agar tampak lebih meyakinkan. Konten kreator memamerkan barang mewah agar hidupnya kelihatan makmur. Bahkan kaus oblong di pesta bisa menjadi bahan penilaian moral. Termasuk foto sang gadis yang ada di film tadi. Sebaiknya jangan bersama anak-anak, sebab foto yang tampak biasa bagi yang memotret bisa menjadi cerita lain bagi yang melihat. Jadi hati-hati memasang foto di media sosial. Sebab manusia sering menilai bukan dari apa yang terjadi, melainkan dari apa yang kelihatan. Cukup melihat satu foto, lalu merasa sudah tahu seluruh kehidupan kita.

Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi

Kiranya hati dan perasaan setiap manusia itu kurang lebih sama, akan tersentuh dg ketulusan niat dan tindakan. Yang membedakan hanya hati yg menerima petunjukNYA nanti akan dibalas dg ridhoNYA, sementara hati yg menolak petunjukNYA WALLAHU a'lam.

Juve Zhang

Sering menangis melihat film dll sejak beliau ganti hati....yg dulu hati na keras yg baru melankolis....itu jawaban ilmiah berdasarkan ilmu kedokteran....wkwkw

Tivibox

Membaca sinopsis film Dear You dalam CHDI hari ini, ceritanya memang menyentuh. Sangat jelas alur ceritanya, seperti mengalir saja, perasaan penonton juga seperti ikut terhanyut mengikuti alur cerita itu. Walau belum pernah menontonnya, tapi perasaannya sudah diwakili Abah yang sampai menangis dua kali. Saya pikir Abah itu tak bisa menangis. Bila melihat dari "sadisnya" memberi penugasan kepada wartawan ketika masih di JP . Atau peristiwa di pintu tol, ketika masih menjadi sesuatu. He he.

Sumartan

Menghilang (merantau) demi menghindar perang takut gugur. Di rantau malah meninggal duluan. Nasib siapa yang tau??

Prieyanto

Abah DI bilang sampai dua kali berlinang air mata saat menonton Dear You. Kalau penonton laki-laki lain menangis, ayas agak curiga: jangan-jangan bukan semata-mata karena terhanyut kisah cinta Musheng dan Shurao. Bisa jadi ada kekhawatiran yang lebih dalam: “Jangan-jangan cerita yang terjadi di film, suatu hari terjadi jg pada dirinya, yg di sana menyusul ke sini…” Apalagi sekarang teknologi sudah canggih. Zaman dulu istri hanya bisa menunggu surat berbulan-bulan. Sekarang cukup video call: “Dear… sedang di mana?” “Di Bangkok.” “Dengan siapa?” “Sendirian…” “Coba kamera dibalik.” #prie

Murid SD Inpres

saya baca CHD hari ini dengan saksama, langsung emosi dan langsung tendang kaleng, tatkala sampai di bagian tukang posnya kepleset sungai. "KENAPA HARUS ADA ACARA KEPLESET, SIH???!!!"

Herry Isnurdono

Abah DI ini penggemar berat Kangen Band, dgn vokalis Andika. Lagu favorit Abah DI, yaitu Yolanda. Salah satu lyrik lagunya : Kamu dimana, sedang apa, semalam berbuat apa.....

Thamrin Dahlan YPTD

ke hulu ke hilir tiada menentu/ itu awal rombongan perantau/ siap menderita terlebih dahulu/ keberuntungan nanti siapa tahu/

Definisi Mewah

Dengan mekanisme seperti ini, pasangan mana pun akan berpikir seribu kali ketika hendak selingkuh. Atau yang paling ringan, pasangan cukup diminta untuk menebus kesalahannya, itu jika memang masih ingin mempertahankan pernikahan. Bentuk redemption-nya? Terserah pihak yang diselingkuhi. Inilah cara menjalin hubungan yang lebih berkelas, dan jauh lebih sehat, dan jauh lebih dewasa.

Definisi Mewah

Menarik sekali tulisan komentar Pak Heru Santoso dan Murid SD Inpres di bawah. Pasangan bertanya kita sedang di mana, itu sebetulnya hal yang wajar, bahkan normal. Yang tidak wajar dan menjadi tidak normal adalah ketika frekuensinya sudah masuk tahap repetisi yang mengganggu. Contoh: dalam waktu 1 jam ketika Anda di luar, Anda sudah di-whatsapp, ditelfon, di-video-call, 12 sampai 18 kali. Itu sudah tidak sehat. Di setiap sesi marital coaching yang saya gelar, saya berkali-kali menegaskan kalimat ini kepada married couples yang telah menikah dan juga kepada pasangan-pasangan yang hendak menikah: "Menikah itu membangun cinta, bukan membangun curiga". Berikanlah kebebasan kepada pasangan, entah istri, entah suami, untuk melakukan aktivitas dan rutinitasnya di luar tanpa distraksi. Berikanlah kepercayaan, kepada pasangan. Sebab selalu curiga itu capek, dan pasangan yang selalu dicurigai pun juga akan capek. That's not a real happily marriage life. Saya ingat seorang peserta marital coaching, seorang wanita, bertanya: "Terus bagaimana kalau misal pasangan saya berselingkuh di luar?" Saya jawab: "Sepakati punishment-nya". Lalu saya jelaskan apa itu pre-nuptial agreeement, dan klausul penting apa saja yang perlu ada di situ. Contoh: jika salah satu pihak terbukti memberikan investasi tenaga, pikiran, waktu, harta, cinta, kepada pihak lawan jenis lain (selingkuh), maka sepakati, bahwa seluruh asetnya bisa disita, plus denda Rp900 juta. Lalu tanda-tangan di hadapan notaris.

Heiruddin Arafah

Ternyata perjuangannya perantau tionghoa sangat keras dan tidak semuanya bisa berhasil kaya raya saat awal2 berjuang. Tapi dengan warisan keuletan tiap generasi akan menghasilkan kaya raya suatu saat

Antonio Samaran

Terus terang Dear You sangat kena bagi saya, bukan krn kisah cintanya tetapi mengingatkan saya pada almarhum papa. Papa saya terpaksa meninggalkan kampung halaman di Tiongkok krn akan diambil menjadi tentara utk melawan bangsanya sendiri. Naik perahu layar tanpa tujuan pasti dan akhirnya terdampar di P. Bintan, Kep. Riau yg mana bahasa Tiociu menjadi menjadi bahasa sehari-hari meski papa adalah orang Hakka. Keinginannya sangat sederhana, suatu hari dapat pulang ke kampung halaman di Tiongkok. Sayangnya keinginan itu tidak pernah terwujud. Hidup beliau sangat miskin, hanya sbg kuli perkebunan. Namun ada 1 hal yg diperjuangkan, anak2nya harus sekolah. Meski pendidikannya rendah, beliau memahami bahwa kemiskinan bisa diwariskan jika tdk diputus dgn pendidikan. Itulah yg membuat film Dear You begitu dalam bagi saya. Dulu para perantau hidup tanpa WA, video call, bahkan tanpa kepastian apakah surat yg dikirim akan sampai. Kini cukup bertanya; "Papa sudah makan?" dan jawabannya dlm hitungan detik. Meski gagal pulang Tiongkok tetapi perjuangannya utk pendidikan anak2 tdk pernah gagal. Dan meski beliau pergi dgn tangan kosong dan hidup dalam kemiskinan, bila diberi kesempatan memilih sbg anaknya di kehidupan yg akan datang, saya tetap akan memilih beliau.

heru santoso

Cerita imajiner (lanjutan): Arwahku masih menggelantung di sini. Rapat di ruang dingin ini kelihatan serius, meski aku tidak memahami. Pikiranku berkelana ke tempat terakhir buku tamu itu kusimpan. Mengenang keseharian yang berjalan rutin. Selesai nulis nama, pulpen Pilot selalu terselip sebagai pembatas halaman. Beberapa saset kopi KapalApi menjadi teman setia saat menunggu bapak-bapak berjas safari yang biasa datang petang. Aku tidak menghafal nama-nama mereka. Tiba-tiba terdengar suara peserta rapat: “profiling lebih detail wanita ini. Termasuk jejak lokasi GPS.” Beberapa saat kemudian, di layar lebar itu muncul garis-garis peta dan kolom nama serta tempat. Titik-titik merah menyala di beberapa sudut kota, kadang menjalar ke belahan lain dunia. Peserta rapat berdasi merah bergumam lirih. “Hmm… dia memang berkelas, hobby berdansa, dan banyak relasinya high profile person.” Sebagai arwah, aku bisa baca cepat. Di layar itu muncul tempat-tempat yang dikunjunginya. Aku tidak mengerti. Ada kolom nama-nama yang sering aku dengar di berita. Bahkan beberapa nama top… bersamaan popularnya dengan MBG, program unggulan Presiden. Arwahku hanya mengambang lebih tinggi sedikit, menatap garis-garis peta yang terus bergerak. Nama wanita itu kini tidak lagi sekadar coretan di buku lusuh. Ia sudah menjadi titik yang dikelilingi banyak titik lain.

Leong Putu

Jangan² Galuh Banjar hanya pilihan salah sasaran..wkwk... Jangan² Pak Bos mau ngincer temennya Galuh Banjar....tapi surat Pak Bos untuk temennya Galuh itu dibaca Galuh Banjar. Wkwk....pas ngopi darat...looooh ternyata yang datang bukan target utama.

Jokosp Sp

Kenapa cerita pengejaran Galuh Banjar tidak dijadikan buku atau tulisan menarik seperti tulisan ganti hati?. Padahal perjuangan sang wartawan dari masih magang di perantauan luar pulau Jawa begitu luar biasanya. Kisah sedih dan perjuangan itu bisa ditutup dengan cerita suksesnya jadi boss strom dan sesuatu dulu. Apalagi kalau mau menulis sampai disio sio partai demokrat, tentu akan membuncahkan emosi para pembacaya. Ayo Bah.... semangat.

Wilwa

Saya suka sejarah baik lokal maupun global. The Xiao Village ini jelas orang Hakka yang menjelaskan sejarah leluhurnya dari sudut pandang khas Hakka. Bagaimana dia bisa menghubungkan migrasi Haka dalam beberapa gelombang yaitu abad 4, abad 10, abad 13, abad 17, hingga abad 20, memerlukan pendalaman literatur sejarah. Dan saya setuju dengan analisis sejarah yang dia jelaskan. Karena saya tahu itulah masa-masa paling berdarah dalam sejarah Tiongkok yang panjang dan penuh invasi, perang, pemberontakan, kerusuhan. Saya setuju pada analisis bahwa orang Hakka sangat mementingkan pendidikan dan kerja keras. Atau analisis bagaimana orang Hakka hidup dalam sebuah kompleks rumah besar banget yang disebut tulou 土楼 (literally Earth 土 Tower 楼 / Circular building with many floors and one big entrance door). Saya suka caranyi melukiskan bahwa masuk ke sebuah tulou ibarat masuk ke sarang lebah atau ibarat disambut orang satu RT. :)

Wilwa

@Juve. Pemahaman Mandarinnya sudah betul kok. Apakah Anda dibesarkan di kalangan Hakka? Hmmm. Deng Xiaoping itu konon Hakka juga lho.:) Sun Yat Sen juga Hakka. Thaksin Sinawatra, Ahok BTP, Corazon Aquino, Lee Kuan Yew, orang Hakka semua. Hmmmm. Hakka adalah Suku Perantau bahkan di Tiongkok itu sendiri. Tak ada yang tahu asal-usulnya secara pasti walau diperkirakan dari Henan 河南, pusat Tiongkok sejak zaman Dinasti tertua di Tiongkok. Mereka mengungsi ke Selatan karena invasi Mongolia dari utara. Sebagai pengungsi di Tiongkok bagian Selatan, mereka dianggap Tamu atau Ke 客 (baca: Khê) di Tiongkok Selatan yang sudah dihuni keturunan Tionghoa yang sudah kawin campur dengan suku-suku lokal di Tiongkok Selatan yang menghasilkan bahasa gado-gado “pendatang” dan “lokal” seperti logat Hokkien/Fujian, Tiociu/Chaozhou, Kongfu/ Canton/Guangdong. Tak aneh bila kemudian mereka merantau lebih jauh lagi ke Asia Tenggara bahkan ke Amerika, Eropa, Australia. Mereka mengutamakan pendidikan sebagai solusi terbebas dari kemiskinan. Simak youtube ini: Sejarah Suku Hakka - Tamu Abadi di Negeri Sendiri. 22 May 2025. The Xiao Village. Dengan Screenshot: Asal Usul Suku Hakka Yang Terbuang Sepanjang Sejarah.

Juve Zhang

Gei Ah Ma de Qing Shu....berikan surat cinta ke Nenek .......itu pemahaman Mandarin saya level bawah .....Kalau Sang Capres 2029 menangis artinya hati beliau lembut ..... beliau sosok jarang di lingkungan kita yg penuh korupsi hatinya sudah beku ...hanya hati yg lembut yg ogah korupsi....wanita pun kalau keras hatinya sama makan juga uang haram....sudah banyak yg dipenjara wanita....kita perlu Presiden sekelas Don Dahlan Iskan hati nya lembut menangis melihat perantauan Tionghoa yg punya True Love....bukan many loves... Kita layak mendukung sang Presiden sekelas Don Dahlan Iskan untuk 2029....... program beliau pasti untuk rakyat miskin....bukan yg untuk ceperan para koruptor main basah basahan.... saatnya Indonesia dipimpin oleh yg tidak doyan makan uang haram....mari gathering perusuh buatlah gagasan awal nama partai apa ....kira kira lambang nya apa....dll...semoga sesuai harapan perusuh Disway kita menemukan presiden terbaik sepanjang berdiri nya Republik Indonesia.....2029....saat terbaik....jangan hanya mengagumi Tiongkok terus menerus sambil kita ketinggalan terus menerus....saatnya Hati Made in Tiongkok memimpin RI....kloning hati Tiongkok membuat hati nya lembut dan berbesar hati... Di ejek duit nya habis untuk Pildun pun senyum lebar....diejek apapun harus senyum ini buah dari Hati Made in Tiongkok yg sangat prima kerjanya dan sangat besar hati nya .....yg sempit hatinya hanya bilang ndasmu,,, Londo Ireng....kita dikerjain asing, dan berbagai sampah yg gak mutu.

Irary Sadar

Rupanya perang Candu yang -mungkin- memaksa orang Mainland China pergi ke Laut Selatan. Merantau menyelamatkan diri. Terbukti di Indonesia, berbagai suku dari Mainland china ada disini. Contohnya di daerah tempat saya tinggal, saya mengenal beberapa teman ada yang dari Hokkien, Tiuciu, Hakka bahkan China Kek. Memang yang terbanyak disini adalah China Hokkien. Kamsia...

Muh Nursalim

Istri jahat ada. Suami jahat banyak. Ada istri yg banting tulang di luar negeri. Jadi babu pun dilakoni. Uang dikirim ke suami. Setiap bulan tanpa henti. Berharap bisa bangun rumah dan biaya anak2 sekolah. Hla di indo kok malah suami kawin lagi. Saat istri asli pulang. Rumah ada tp di tanah mertua. Di dalamnya ada istri baru. Istri asli hanya bisa nangis dan nangis. Lalu gugat cerai ke pengadilan agama.

Sen Young Tan

mungkin ini tulisan pertama abah mengenai film. atau sudah pernah? saya jadi tergugah unt nonton filmnya. tp saya sedikit tergelitik. yang membedakan tulisan abah ini dgn tulisan2 mengenai film di media2 mainstream lain atau tulisan di blog atau review2 film lainnya. bahkan dgn tulisan cucunya pak iskan (yg cukup sering menulis tentang film - terutama superman/star wars/superhero) adalah: tulisan abah ini full spoiler. dari awal sampai akhir. gas terus. mengalir seperti novel. dan tanpa peringatan seperti reviewer2 dari kalangan milenial dan gen z, yg biasanya ditulis di awal: full spoiler allert. saya jadi tersadar mgkin tulisan abah ini bukan untuk meriview filmnya. hanya bercerita mengenai pengalaman abah menonton film yg bagus.

Leong Putu

Cinta. Satu kata yang luar biasa dahsyat efeknya. Demi satu kata itu, seseorang rela lakukan apapun. Apa pun! Derita tak akan mampu halangi. Bahkan tai kucing rasa coklat itu kata lagu. Apalagi cuma ATM disita. Apalah artinya. Semua karena cinta. Cinta, bagi yang memikilinya. Cinta.

Dahlan Batubara

Mata saya sempat berair kala membaca tulisan Pak DI ttg kisah fim itu. Ini pasti film sangat bagus. Akan saya tonton itu

Udin Salemo

saya selalu kagum dengan pekerja keras yang tahan banting sehingga mampu sampai jadi konglomerat. ada sopir truk jadi konglo petrokimia & panas bumi. ada pedagang asongan yang mewariskan kerajaan konglo pangan, perbankan, semen, otomotif dan ritel ke anaknya. ada pedagang kopra yang mewariskan kerajaan bisnis pulp & kertas, keuangan, developer, tambang, kelapa sawit, pangan & telekomunikasi. ada tukang las yang juga mewariskan kerajaan konstruksi kepada anaknya. mereka sungguh sugoooiii... tukang ngaduk semen mau mewariskan apa? bingung. karena semua sudah diborong yang lain. mewariskan omon-omon saja, seperti anu. salam dari tukang kupas bawang merah di rumah makan padang.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 159

  • Alamsta Suarjuniarta
    Alamsta Suarjuniarta
  • Alamsta Suarjuniarta
    Alamsta Suarjuniarta
  • Alamsta Suarjuniarta
    Alamsta Suarjuniarta
  • Alamsta Suarjuniarta
    Alamsta Suarjuniarta
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Johannes Kitono
      Johannes Kitono
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • heru santoso
    heru santoso
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Heiruddin Arafah
    Heiruddin Arafah
  • Heiruddin Arafah
    Heiruddin Arafah
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • gubernur kota
    gubernur kota
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • Runner
      Runner
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • heru santoso
      heru santoso
    • mario handoko
      mario handoko
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Liam Then
    Liam Then
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Runner
    Runner
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Tivibox
    Tivibox
  • Sumartan
    Sumartan
  • Runner
    Runner
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Liam Then
    Liam Then
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • mario handoko
      mario handoko
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
    Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
  • Agus Triyanto
    Agus Triyanto
  • Pembaca Setia
    Pembaca Setia
  • mario handoko
    mario handoko
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • Tivibox
    Tivibox
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Tivibox
      Tivibox
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Aviv Setiawan
    Aviv Setiawan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Tivibox
      Tivibox
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • heru santoso
    heru santoso
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • Em Ha
    Em Ha
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Tivibox
      Tivibox
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • alasroban
    alasroban
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • alasroban
      alasroban
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Arif Rahman
    Arif Rahman
  • Sugi
    Sugi
  • alasroban
    alasroban
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Mujiburohman Abas
    Mujiburohman Abas
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • rid kc
    rid kc
  • my Ando
    my Ando
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA